Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Di Keroyok Jago-jago Istana Kerajaan Selatan


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...


...Episode 279...


“Yang Mulia Raja, aku tahu caraku ini memasuki istana Raja memang salah. Tapi sekali lagi kukatakan kami hanya ingin menjemput saudari kami, bila kau membiarkan kami pergi, maka bentrok kan ini dapat kita hindarkan. Namun bila kau tak memberikan jalan pada kami, maka jangan salahkan kami mengacau di tempat ini,” ucap Pendekar Halilintar kepada Raja Selatan.


“Bedebah! Berani kau mengancamku pendekar halilintar,” geram Raja Selatan. “Prajurit.. hujani orang itu dengan anak panah!” Perintah Raja Selatan sambil menunjuk ke arah Pendekar Halilintar.


Seketika puluhan prajurit yang berada di belakang Raja Selatan menghujani Jaka dengan anak Panah. Beruntung pendekar halilintar memiliki tenaga sakti yang bisa menjadi tameng dikala mendapat serangan dari luar. Sehingga ratusan anak panah yang meluruk ke tubuh pendekar halilintar itu rontok sebelum menyentuh tubuhnya.


Raja Selatan melihat kesaktian pendekar Halilintar dibuat kagum juga. Walau bisa dikatakan tenaga saktinya berimbang dengan suami Cempaka itu, namun tenaga sakti yang dimilikinya tidak bisa secara otomatis untuk melindungi atau menyerang anak panah yang datangnya ratusan sekaligus. Timbul di hatinya perasaan dengki dengan kehebatan lawan. Kuat keinginannya untuk menghabisi pendekar halilintar.


Raja Selatan pun mengerahkan tenaga saktinya. Tidak tanggung-tanggung lagi, ia mengerahkan sehingga sampai ke titik puncak. Seketika dari tubuhnya memancarkan cahaya berkilauan seperti pelangi. Inilah ilmu yang diajarkan oleh Begawan Nirwasita kepadanya dulu, tenaga sakti sinar Pelangi.


Selain Raja Selatan yang bersiap untuk menyerang Jaka, Pendekar Bayangan Setan dan Iblis kalong merah pun telah mengerahkan tenaga saktinya hingga kepuncak. Mereka telah mendapatkan obat pemulih tenaga sehingga bisa bangkit lagi untuk bertarung. Meski begitu, tenaga mereka yang kini pulih tidak seperti sebelumnya. Sedikit banyaknya kedua orang sakti itu telah kehilangan tenaganya sebanyak tiga bagian.


“Mari kita habisi pendekar sombong ini,” ucap Raja Selatan.

__ADS_1


Seketika raja selatan bersama dua orang pendekar dari negeri timur itu menyerang Jaka secara bersamaan. Kali ini mau tidak mau Pendekar Halilintar harus mengerahkan segala kemampuannya untuk mengimbangi tiga orang sakti yang menjadi lawannya. Kejadian seperti sebelumnya kembali terulang, setiap kali pendekar halilintar melancarkan serangan kepada pendekar bayangan setan, selalu saja tenaga saktinya membalik kepada dirinya sendiri. Memang kali ini tenaga sakti yang membalik tidak seperti sebelumnya, lebih lemah dari yang ia lontarkan.


Sementara itu itu di sisi pendekar bayangan setan mau tidak mau harus merasakan sedikit serangan Pendekar Halilintar. Tenaga ilmu membalik langit yang ia kerahkan tidak mampu mengembalikan sepenuhnya tenaga serangan lawan. Hal ini dikarenakan tenaga saktinya yang masih belum pulih sepenuhnya. Meski begitu, pihak kerajaan Selatan masih lebih diuntungkan karena jumlah mereka bertiga.


“Yang Mulia Raja, sebaiknya kita gabungkan tenaga sakti kita untuk menghajar Pendekar Halilintar. Aku akan menggunakan ilmu membalik langit untuk menggabungkan tenaga kalian dengan tenagaku, lalu mengirimkannya kepada pendekar halilintar,” usul Pendekar Bayangan Setan.


“Bagus! Habisi saja sekalian pendekar sombong itu,” seru Raja Selatan.


Raja Selatan dan iblis kalung merah berpindah posisi ke belakang pendekar bayangan setan. Kemudian salah satu tangan mereka memegang pundak Pendekar Bayangan Setan. Lalu keduanya menyalurkan tenaga pada pendekar sakti itu. Sementara pendekar bayangan setan sendiri sudah mengerahkan ilmu membalik langit miliknya.


Melihat dahsyatnya serangan yang akan dilancarkan lawan, Pendekar Halilintar pun mau tidak mau mengempos tenaganya dengan kuat. Pancaran halilintar keperakan melebar keluar dari tubuhnya. Kali ini ruangan di tempat pertarungan Pendekar Halilintar dan pihak istana menjadi semakin porak-poranda.


“Hiyaaattt..”


Pendekar bayangan setan memekik keras kemudian mendorong kedua tangannya ke arah pendekar Halilintar. Seketika bola tenaga gabungan didepannya melesat ke arah suami Dewi selendang ungu itu. Pendekar Halilintar sendiri tidak tinggal diam, kali ini ia menggunakan jurus simpanannnya yang sangat jarang ia gunakan karena sangat mematikan. Jurus telapak Halilintar  Naga. Seketika halilintar perak  berbentuk naga melesat ke arah lawan Pendekar Halilintar.


Blammmm..

__ADS_1


Ledakan yang sangat dahsyat kali ini terjadi. Sebuah ledakan yang menghancurkan dinding-dinding ruangan istana itu. Bahkan kekuatannya sampai terasa oleh Cempaka dan Danastri yang berada di ruang sebelahnya. Apalagi dinding yang memisahkan mereka jebol akibat gelombang tenaga yang timbul oleh bentrokan kedua tenaga dahsyat tadi.


Pendekar Halilintar sendiri harus merasakan tubuhnya terlempar dahsyat sejauh lima tombak hingga menabrak dinding istana. Mulutnya pun menyemburkan darah segar dan tangannya memegang dada yang terasa sesak. Kali ini Pendekar Halilintar mau tidak mau duduk untuk beristirahat sejenak mengobati dirinya sendiri.


Sementara di pihak lawan tidak kalah hebat kerugian yang di alami. Ketiga orang pihak istana kerajaan Selatan itu pun  terlempar jauh sampai delapan tombak. Mereka pun sama-sama menyemburkan darah segar tanda mengalami luka dalam hebat. Bahkan kali ini ketiganya tidak mampu lagi bangkit, rebah tak berdaya memegang dada mereka yang terasa sangat sakit.


Melihat raja mereka dan juga jagoan yang berada di pihak mereka mengalami luka berat, para prajurit yang berada di sana langsung menolong ketiganya. Sementara itu beberapa orang yang lain mendekati pendekar halilintar sambil mengangkat pedangnya. Mereka berniat mengambil kesempatan saat mendengar halilintar sedang melakukan pengobatan sendiri untuk menghabisinya. Beruntung saat itu Cempaka yang berada di sisi lain melihat keadaan suaminya.


Dewi Selendang ungi langsung melesat menolong suaminya yang sedang melakukan semadi untuk mengobati dirinya sendiri. Istri Pendekar Halilintar itu langsung menghajar beberapa orang prajurit yang berniat untuk mencelakai suaminya. Seketika itu juga para prajurit yang menyerang terlempar oleh kibasan selendang ungu milik Cempaka. Mereka pun tewas seketika setelah jatuh ke tanah. Rupanya Cempaka tidak ingin kepalang tanggung, iapun langsung mengeluarkan tenaga saktinya untuk menghabisi para prajurit yang menyerang suaminya tadi.


Danastri sendiri sudah berhasil mengalahkan para jagoan istana yang mengepungnya. Tidak semuanya ia buat meregang nyawa, sebagian besarnya hanya dibuat pesan. Bahkan  ada beberapa orang yang masih segar bugar tak kurang duatu apapun. Danastri Tak sampai Hati menghabisi mereka karena menganggap kapan negara itu hanyalah orang suruhan raja kerajaan Selatan ataupun putranya pangeran Mandaka.


“Berani kau menghianatiku perempuan siluman!”


Tiba-tiba terdengar suara bentakan seorang lelaki muda disusul dengan melesatnya sebuah bayangan berwarna merah keemasan. Pemuda yang datang itu tidak lain adalah Pangeran Mandaka putra mahkota kerajaan Selatan. Matanya menatap tajam kearah Danastri yang kini sudah berubah menjadi wujud manusia kembali.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2