Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Kesepakatan Besar Sang Raja


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...


...Episode 293...


 


“Kau sudah aman Yang Mulia!” ucap pemuda yang menyelamatkan Raja Selatan generasi ke dua dari upaya pembunuhan.


“Terima kasih anak muda, untung ada kau. Seandainya sedikit saja kau terlambat datang, niscaya aku akan mati dan selir penghianat itu akan membuat anaknya naik tahta dan menjadi raja,” ucap Raja Selatan generasi kedua. “Siapakah Namamu anak muda? Dan di manakah aku saat ini?” tanyanya Lagi.


“Namaku Chandra Darpa Yang Mulia. Saat ini kau berada di pemukiman suku api, di lembah neraka,” jawab Chandra Darpa, raja barat sewaktu muda.


“Sekali lagi aku ucapkan terima kasih kepadamu Chandra Darpa karena telah menyelamatkanku. Nanti setelah aku kembali ke Istana, aku akan memberikan kau hadiah yang besar.”


“Kau tak usah memikirkan itu yang mulia. Kami para suku api pantang pamrih dalam melakukan dan menyebar kebaikan yang mulia,” sahut Chandra Darpa.


Raja Selatan generasi kedua mengangguk-anggukkan kepalanya. Walau kini berada di luar istana, kewibawaannya sedikitpun tak pudar. Apalagi di sana orang-orang suku api memang memperlakukannya sebagai raja. Sehingga hal itu cukup menghiburnya dari kepenatan pikiran akibat masalah yang baru saja di hadapi.


“Yang Mulia beristirahatlah, besok pagi baru Yang Mulia memikirkan langkah selanjutnya. Bila yang mulia perlukan kami akan menghubungi kerabat-kerabat istana yang masih setia kepada yang mulia,” ucap Chandra Darpa.

__ADS_1


“Terima kasih,” sahut Raja yang kemudian beristirahat di kamar yang telah disiapkan.


Ke esokan harinya Raja pagi-pagi sekali telah bangun dari tidurnya. Lapat-lapat ia dengar suara orang-orang berlatih. Setelah membersihkan diri dengan air yang sudah disediakan,  Raja Selatan generasi kedua itupun berjalan menuju luar bangunan.


Di lapangan terbuka yang ada di lembah Neraka itu, nampak sekitar seratusan orang-orang suku api sedang berlatih. Rata-rata dari mereka memiliki kekuatan api yang membuat sang raja terkagum-kagum. Apalagi dengan formasi yang beberapa orang praktekkan. Formasi ini bukan sekedar formasi pertahanan tapi juga bisa dilakukan untuk menyerang. Melihat kehebatan yang dimiliki orang-orang disuku api, timbul keinginannya untuk meminta bantuan orang-orang suku api untuk merebut kembali istana.


“Selamat pagi yang mulia! Maafkan apabila suara-suara suku kami saat sedang latihan mengganggu istirahat yang mulia,” ucap Chandra Darpa yang tiba-tiba saja sudah berada di sisi kiri Raja Selatan generasi ke dua.


“Selamat Pagi Chandra Darpa!” jawab Raja selatan generasi kedua. “Ah.. sama sekali tidak mengganggu.”ucap raja  lagi.


Raja selatan generasi kedua menyampaikan kekagumannya pada Chandra Darpa akan kehebatan para suku api. Dia pun sangat menyayangkan kenapa para suku api tak satupun terlihat menjadi pejabat atau seorang panglima di istana. Padahal dengan kekuatan yang mereka miliki tentu akan sangat membantu.


Mendengar penjelasan Chandra Darpa sang Rajapun dapat memakluminya. Ia memang sadar posisi lembah neraka berada diantara dua negara. Memang merupakan tindakan bijaksana apabila mereka tidak memihak pada salah satu negara. Terlebih lagi dengan komitmen menjaga keamanan wilayah kedua negara yang berada di sekitar tempat mereka.


“Chandra Darpa, bolehkah aku meminta tolong?” ucap Raja Selatan Generasi kedua.


“Ahh.. tentu yang mulia. Apabila  dapat melakukannya tentu aku akan berusaha memenuhi permintaan yang mulia,” sahut Chandra Darpa.


“Aku ingin kau mencari tahu tentang keadaan istana saat ini dan bagaimana keadaan para pejabat yang setia terhadapku di istana.”

__ADS_1


“Baik yang mulia, aku akan mengirim orang-orang untuk mencari tahu.” Setelah mendapat permintaan dari Raja selatan generasi kedua, Chandra Darpa yang menjadi pemimpin di suku api itupun memerintahkan beberapa orang untuk menyelidiki kota raja.


Di kota Raja sendiri menghilangnya sang Raja dirahasiakan oleh orang-orang istana. Para pejabat yang berpihak kepada raja pun di ancam untuk tidak membocorkan keadaan di istana. Sehingga bagi orang luar istana tidak ada yang mengetahui terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh selir.


Kematian putra mahkota dan permaisuri sendiri tidak disebarkan oleh pihak istana. Bahkan penguburan dua orang  utama istana raja itu sendiri dilakukan secara diam-diam. Selanjutnya Selir dan putranya itu menggantikan posisi permaisuri dan putra mahkota. Apalagi tidak banyak yang tau bagaimana rupa dari permaisuri dan putra mahkota, termasuk orang-orang dalam istana sendiri. Hal ini dikarenakan permaisuri sering berpenampilan dengan menggunakan pakaian yang menutupi wajah, sedangkan putra mahkota sendiri termasuk orang yang jarang bergaul.


Namun informasi yang begitu penting itu tetap saja mampu diketahui oleh orang-orang yang diutus Chandra Darpa untuk menyelidiki keadaan istana. Semua dikarenakan hampir di ke empat kerajaan dunia ada orang-orang kepercayaan suku api yang menjabat di istana. Sehingga apabila diperlukan, mereka dapat menghubungi orang-orang itu.


Setelah mendapatkan informasi yang cukup, orang suruhan Chandra Darpa itupun kembali ke lembah neraka. Mereka menyampaikan semua informasi yang di dapat kepada Chandra Darpa dan Raja yang kebetulan bersama-sama saat itu.  Tentu saja berita tentang kematian putra mahkota dan permaisuri membuat raja sangat terpukul. Awalnya raja mengira Permaisuri dan Putra mahkota hanya akan dijadikan tahanan. Raja tidak mengira sama sekali sang selir akan begitu kejam tega membunuh keduanya.


Dengan perasaan penuh dendam sang raja meminta suku api membantu raja merebut kembali istana. Secara halus Chandra Darpa menolak permintaan itu dengan alasan semua amanat leluhur suku api untuk tidak pernah ikut campur dalam urusan kerajaan. Rajapun sangat kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Chandra Darpa itu.


Setelah berpikir sejenak, Raja selatan generasi kedua kembali memohon kepada Chandra Darpa agar ia dengan suku api membantunya untuk merebut kembali istana. Kali ini imbalan yang ditawarkan oleh Raja Selatan sangat besar. Yaitu kerajaan Selatan sendiri. Apabila Chandra Darpa menyetujuinya, maka ia akan dijadikan raja kerajaan selatan setelah ia mangkat nantinya. Tentu saja hal itu sangat menarik perhatian Chandra Darpa, lalu iapun mengajak seluruh suku api untuk mendiskusikan hal tersebut.


Keputusan besar itu diambil oleh Raja Selatan generasi kedua karena sangat dendam dengan Selir yang menghianatinya. Dengan terbunuhnya putra mahkota ia tak lagi memiliki penerus. Apalagi keadaan kesehatannya dalam hal memperoleh keturunan sekarang memiliki masalah. Iapun dengan penuh rasa dendam menawarkan kesepakatan itu kepada Chandra Darpa dengan syarat nantinya pemuda yang berasal dari suku api itu berpura-pura sebagai putra mahkota keturunan sang Raja.


Setelah mendiskusikan semuanya dengan seluruh orang-orang suku api, sebagian besar dari mereka menyetujui tawaran tersebut. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan untuk suku api. Artinya kedepannya keturunan suku api akan menjadi raja dan memimpin kerajaan selatan ini. Dan status mereka nantinya akan berubah menjadi suku kaum bangsawan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2