Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
60. Munculnya Dewa Iblis Kegelapan


__ADS_3

"Kau terlalu memuji nyi. Seandainya bukan karena kemurahan ketua yang membantu dengan menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta, niscaya aku tak akan bisa mencapai tingkat ini. Bahkan mungkin untuk menyelesaikan tingkat pertama saja akan sangat sulit" ucap Pranggala jujur tanpa berniat merendahkan diri.


"Memang sungguh kesaktian yang sulit diukur Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta itu. Bahkan kalau tidak salah tangkap pembicaraan Empu Adhiyak Sona waktu itu, beliau membantu ketua dalam mencapai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam. Itu Artinya Rajawali Merah adalah orang kedua di dunia ini yang menguasai Ilmu tersebut dalam tingkat setinggi itu." Tandas Pendekar Tongkat Emas.


"Nyi tolong kau tunjukkan hasil latihanmu" pinta Pranggala.


Dewi Pedang Khayangan melompat ke udara. Sekilas terlihat biasan warna merah memancar di tubuhnya. Kemudian wanita itu memainkan jurus-jurus pedangnya sambil mengerahkan tenaga inti api. Lambat laun pada pedangnya memancar sinar kemerahan.


Srreettt...


Sebatang pohon terkena sabetan pedang Dewi Pedang Khayangan. Nampak tidak terjadi apa-apa. Namun beberapa saat kemudian pohon itu terbakar dan tumbang. Tak menunggu waktu yang lama pohon itupun hangus.


"Selamat Dewi Pedang Khayangan, kau telah menguasai tahap awal di tingkat ke tiga tenaga inti api." Ucap Pranggala.


"Terima kasih wakil ketua, semua berkat petunjuk anda."


"Pendekar Tongkat Emas silakan!" Ucap Pranggala lagi.


Pendekar Tongkat Emas mulai memainkan jurus-jurus tongkatnya. Permainan tongkat itu dipadukan dengan tenaga inti api. Setiap Sambaran tongkat Pendekar Tongkat Emas mengandung hawa panas yang mematikan. Perpaduan cahaya merah dan keemasan berpendar menghiasi pergerakan orang tua itu.


"Bagus, kau sudah menguasai tahap dua di tingkat ke tiga ilmu tenaga inti api" Puji Pranggala.


"Terima kasih" balas Pendekar Tongkat Emas seraya membungkukkan badannya tanda menghormat.


"Mudah-mudahan kelak apabila dunia persilatan membutuhkan Tenaga Istana Lembah Neraka, kita sudah siap. Bukan hanya untuk mengangkat nama, namun juga memperbaiki kesan kita di mata orang-orang persilatan." Tutur  Pranggala lagi.


Duarrr..


Bunyi geledek di langit semakin menekan telinga. Langit pun mulai sangat gelap karena telah terjadi gerhana penuh. Bahkan keadaan alam terasa mulai mencekam.


"Apa sebenarnya yang terjadi?" gumam Pranggala.


"Mungkinkah ini pertanda dari musibah besar yang akan muncul itu." timpal Pendekar Tongkat Emas.


Ketiganya pun larut dalam pikirannya masing-masing. Sementara alam sudah semakin gelap. Beruntung di Lembah Neraka terdapat api yang selalu menyala sebagai pagar hidup mengelilingi lembah itu.


Di tempat lain Jari Pedang dan anak buahnya sudah bersiap melakukan ritual pemindahan jiwa. Nampak kakek berbaju hijau itu merapalkan mantra-mantra. Mutiara Pengikat Jiwa pun sudah di letakkan di dahi jasad pemuda yang akan menjadi raga sang pemimpin.

__ADS_1


Sekitar delapan orang lelaki berbaju serba hitam berdiri. Kemudian mereka melepaskan pakaian mereka hingga menyisakan celana pendek saja di tubuh. Kemudian kedelapan orang itu berjalan mengelilingi Altar. Kemudian mereka mulai melakukan tarian-tarian aneh sambil bernyanyi dengan bahasa yang asing pula didengarnya.


Tak lama kemudian suara tabuhan gendang terdengar mengiringi terian kedelapan orang itu. ada sekitar tiga orang lelaki yang bertugas menabuh gendang dengan posisi tak jauh dari altar. Sedangkan yang lain hanya diam sambil berlutut melihat prosesi ritual. 


Tiupaan angin semakin kencang di tempat itu. Gemuruh petir dan cahaya kilot silih berganti saling menyambar. Purnama telah tertutupi sepenuhnya. Orang-orang meyebut fenomena ini sebagai gerhana penuh.


Terlihat Mutiara Pengikat Sukma mulai bersinar kemerahan. Sinar itupun menyebar ke seluruh tubuh pemuda yang terbaring diatas ranjang batu. Perlahan purnama kembali muncul. Namun kali ini sinarnya berbeda berwarna kemerahan.


Awan merah mulai menyelubungi tepat diatas altar persembahan. Dari awan itu memancar sinar kemerahan berbentuk halilintar.


Duarrrr….


Terjadi ledakan dahsyat saat halilintar berwarna merah menyambar tubuh si pemuda tepat mengenai Mutiara Pengikat Jiwa. Bukannya hancur, malah mutiara itu bersinar semakin terang. Lama kelamaan Mutiara itu melesak masuk ke dalam kepala si pemuda.


Tiba-tiba tubuh si pemuda di atas altar perlahan naik sekitar satu tombak mengambang di udara. Semakin banyak halilintar yang menyerang tubuh si pemuda. Awan merah pun berwarna semakin kemerahan seirama perubahan warna pada bulan purnama.


Blammm…


Sekali lagi ledakan terjadi bersamaan dengan cahaya kilat berwarna merah. Sesaat mata orang yang ada di sana tak bisa melihat apa-apa di karenakan bias cahaya yang sangat menyilaukan. Beberasa saat kemudian baru orang-orang dapat melihat kembali dengan normal.


“ Saatnya kegelapan akan menguasai dunia” Seru si pemuda di atas altar yang tak lain jelmaan kakek buntung pemimpin dari orang-orang pulau iblis berkabut.


Hidup Penguasa Kegelapan…


Hidup Penguasa Kegelapan…


Teriak semua orang yang ada di sana serempak. 


“Sebentar lagi dunia persilatan akan mengenal seseorang dengan gelar Dewa Iblis  Kegelapan.” Teriaknya lagi di hadapan anak buahnya.


 


Hidup Dewa Iblis Kegelapan…


Hidup Dewa Iblis Kegelapan…


 

__ADS_1


Kembali orang orang disana berteriak keras memuja Dewa Iblis Kegelapan. Kemudian Dewa Iblis kegelapan membentangkan kedua tangannya keatas. Perlahan tubuhnya naik kemudian mengambang keatas. Cahaya Petir berwarna merah bercampur hitam mengelilingi orang itu. Lalu serentak semua orang di sana bersujud kecuali si kakek berbaju hijau atau si Jari Pedang.


...***...


Setelah sekitar satu hari tak sadarkan diri, pemuda yang ditemukan ki Jatar di pesisir pantai itupun kembali siuman. Di sampingnya ada seorang perempuan yang biasa menjadi pembantu rumah tangga di rumah kepala Desa Bojana itu.


“Sudah sadar den? Sebentar saya panggil tuan dulu.”


Perempuan itupun keluar kamar yang ditempati si pemuda. Selang beberapa saat datang ki Jatar bersama ki Farja. Kemudian keduanya langsung duduk di tepian Kasur tempat si pemuda beristirahat. 


“Bagaimana kaeadaan mu anak muda?”


“Baik ki” sahut si pemuda itu yang sudah duduk bersandar.


“Siapa namamu anak muda?”


“Maafkan aku ki, sebenarnya aku sudah beberapa waktu yang lalu sadar, dan berusaha mengingat ngingat siapa aku sebenarnya, namun setiap kali aku berpikir keras, kepala ini rasanya mau pecah sehingga membuatku pingsan lagi.


“Beristirahatlah, tidak usah terlalu dipaksakan. Memang kata tabib merah kemarin kemungkinan dikarenakan terlalu lama pingsan, sehingga  membuat kepalamu susah untuk berpikir keras. Masih memerlukan penyesuaian.


“Terima kasih ki. Tapi aku sendiri sangat ingin tau siapa diriku sebenarnya. Karena saat ini tidak ada satu halpun.” keluh si pemuda. “Siapa namaku?” gumamnya pelan.


"Bayu..."


Tiba-tiba Nalini datang dan langsung menyebut sebuah nama. Semua orangpun langsung mengalihkan pandangan ke arah gadis cantik itu. Nalini pun jadi malu sendiri. Langsung ia berlari dan memeluk ayahnya


"Apa maksudmu anakku?" Tanya ki Jatar kepada anaknya


"Namanya Bayu ayah..."


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2