Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
31. Tinju Halilintar Membelah Angkasa


__ADS_3

Seorang berpakaian berpakaian hitam berlari cepat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Orang itu membawa dua sosok tubuh yang lemah di pinggangnya. Seandainya saat itu ada yang melihatnya, tentu orang akan mengira dia hantu gentayangan yang sedang membawa mangsa. Sangat cepat dia berlari sehingga hanya terlihat bayangan hitam yang melintas.


Hampir seharian dia berlari tanpa berhenti menuju ke arah Benteng Dewa.


"Bertahanlah kalian anak muda" ucapnya pelan.


Sesampainya di kawasan Benteng Dewa, orang itu langsung melompat tanpa melewati penjagaan. Tak seorangpun melihat kehadirannya.


Sesampainya di depan bangunan utama Perguruan Tangan Dewa orang itupun berhenti. Beberapa orang yang sedang latihan dikejutkan dengan kehadiran orang itu yang sangat tiba-tiba. Terutama saat melihat orang itu mengapit dua tubuh di kanan kiri pinggangnya.


"Hei Iblis Muka Hitam... Kau apakan murid ku?" Tegur ketua Perguruan Macan Putih dengan perasaan curiga dan marah melihat muridnya Rupaksa berada di tangan Iblis Muka Hitam dalam keadaan terluka.


"Kau obati dulu murid mu ini, dia terkena pukulan tapak wisa, waktunya tak banyak bila tak seger diobati dia segera mati. Pesan sudah tersampaikan bahwa pertemuan di lakukan di bukit sebelah." Ucap Iblis Muka Hitam lalu melesat meninggalkan tempat.


Kedua pemuda itu langsung di bawa kedalam bangunan. Beberapa orang yang di bentuk sebagai kelompok pengobatan langsung menghampiri kedua orang yang terluka.


Sejak kedatangan Dewa Obat beberapa waktu yang lalu dibentuk kelompok pengobatan yang dipilih langsung pendekar ahli pengobatan tersebut. Sedikit banyaknya ada dua puluh orang yang masuk dalam kelompok pengobatan.


"Sungguh berbahaya, terlambat sedikit saja mereka berdua akan mati". Ucap seorang lelaki tampan berbaju serba putih, rambut dan jenggotnya berwarna hitam kelam menambah kegagahannya.


Dia adalah Dewa Obat. Sebenarnya umur Dewa Obat sudah mencapai satu abad, hanya saja kehebatannya dalam mengolah obat dan ramuan membuat dia menemukan semacam racikan awet muda. Sehingga secara fisik dia terlihat seperti berumur tiga puluhan. Walaupun dia berhasil mengubah bentuk fisiknya, namun suaranya tetap seperti suara kakek-kakek.


"Apakah masih bisa sembuh seperti semula ki?" tanya ketua Perguruan Macan putih kepada Dewa Obat


"Masih bisa Untunglah ramuan pembalik tenaga masih ku simpan. Kalau harus membuat lagi, akan butuh waktu yang lama."


"Syukurlah kalau begitu."


"Yang aku khawatirkan adalah bagaimana nasib nak Jaka? jangan sampai dia bentrok dengan ketua Istana Lembah Neraka. Jangankan untuk menang, bisa pulang dalam saja keadaan hidup saja masih syukur."


"Sebegitu hebat kah Ketua Istana Lembah Neraka itu Ki?"


"Aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Beberapa waktu yang lalu orang-orang istana Lembah Neraka pernah datang kepadaku memintakan pengobatan untuk anggotanya. Semula aku ingin menolaknya, namun karena penasaran tentang perkumpulan ini, aku pun menyanggupi."

__ADS_1


"Lalu bagaimana ki?" tanya Ketua Perguruan Macan Putih.


"Setelah aku datang ke Lembah Neraka, terlihat beberapa tempat rusak parah seperti dilanda bencana. Lalu aku di bawa ke tempat orang yang ingin diobati ternyata mereka adalah 4 Sakti Dunia Persilatan. Luka yang mereka derita sangat parah, padahal di dunia persilatan belum tentu ada yang mampu menandingi kehebatan mereka."


"Dari mana kau mengetahui ki, bahwa mereka terluka karena ketuanya sendiri?"


"Secara tak sengaja aku mendengar pembicaraan orang-orang di sana, bahwa sang ketua terkadang mengamuk untuk melatih tenaga sakti miliknya."


"Apakah mereka juga menyebut ilmu apa yang ketua Istana Lembah Neraka itu pelajari."


"Ya, Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta"


Seketika semua menjadi hening. Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta merupakan ilmu yang paling tinggi tingkatannya dalam dunia persilatan. Selama ini tak banyak orang yang mampu menguasainya. Bahkan tokoh sakti yang menciptakan Ilmu ini hanya mampu mempelajarinya sampai tingkat ke enam. Sedangkan tingkat ke tujuh, bisa jadi hanya hayalan belaka karena ia hanya mampu membuat tatacara dan menggambarkan hasilnya saja, tanpa pernah bisa melakukannya.


"Berarti kabar yang beredar selama ini memang benar adanya. Ketua Istana Lembah Neraka merupakan satu dari manusia yang menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta itu."


Tiba-tiba suasana hening seketika pecah oleh Malaikat Petir yang datang dan langsung menimpali pembicaraan Dewa Obat dengan Ketua Perguruan Macan Putih.


"Cempaka, bila nanti serangan ku gagal, cepatlah kau pergi dari sini, tinggalkan tempat ini secepatnya."


"Bagaimana denganmu kakang? tidak mungkin aku meninggalkanmu sendirian. Daripada menempuh resiko yang tidak diinginkan, kenapa tidak kita temui saja dia dan menyampaikan pesan ketua."


"Tidak istriku, ini kesempatan kita satu-satunya menyerang dia saat berjauhan dengan pengikut-pengikutnya. Kalaupun gagal, paling tidak aku bisa membuat dia terluka."


Cempaka tau percuma berdebat dengan suaminya itu. Apabila dia sudah memutuskan sesuatu, maka akan sulit untuk merubahnya.


"Baiklah kakang, semoga apa yang kita lakukan tidak sia-sia." Istri Pendekar Halilintar itu hanya bisa pasrah dengan keputusan suaminya.


Berjarak puluhan tombak dari Cempaka dan Jaka, Bayu Aruna si Rajawali Merah sedang mengajarkan pengawal pribadinya itu tentang cara menghimpun tenaga sakti.


"Bagaimana paman? apakah kau sudah menguasainya?" Tanya Bayu kepada Pranggala.


Saat Bayu bertanya, Pranggala baru saja melatih pernafasannya untuk menghimpun tenaga sakti yang ia ajarkan.

__ADS_1


"Terima kasih atas kemurahan ketua yang mengajarkan saya. Mungkin saya yang kurang berbakat, sehingga belum bisa menguasai sepenuhnya."


"Hmm... Bukan begitu paman, sebenarnya tenaga ini berasal dari salah satu pusaka peninggalan penghuni lembah neraka yang lalu. Hanya saja karena aku telah mempelajari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta, maka semua ilmu kesaktian lain tidak berguna aku pelajari."


"Maaf kan saya ketua bila bertanya lancang. Apakah berarti Istana Lembah Neraka memiliki jurus dan ilmu kesaktian sendiri."


"Benar paman, dan yang kau pelajari adalah salah satu ilmu kesaktian tertinggi di Kitab Pusaka Lembah Neraka. Ilmu Tenaga Sakti Inti Api."


Jaka melihat kesempatan yang dia tunggu-tunggu telah datang. Iapun mengempos tenaga saktinya pada tingkat tertinggi, Ditubuhnya berderapan aliran listrik memancar.


"Cempaka Larilah bila aku tak berhasil." Bisik Jaka kepada istrinya.


"Hati-Hati kakang!" balas Cempaka sambil menepi dari tempat itu.


Pendekar halilintar hanya mengangguk menanggapi ucapan istrinya. Murid Malaikat Petir itupun mulai bersiap melancarkan serangannya. "Tinju Halilintar membelah angkasa" tingkat tertinggi dari Jurus Halilintar Sakti.


Kepalan di tangan Jaka mulai menampakkan gumpalan-gumpalan halilintar. Sedangkan pada tubuh nya diselimuti halilintar tipis. Jaka pun melompat melesat ke arah Bayu.


Dengan kecepatan yang sulit diikuti mata Jaka menyarangkan tinjunya ke arah kepala Rajawali merah. Namun saat kepalan tangan itu hendak mengenai sasaran, tanpa menoleh ke arah penyerangnya, Bayu menangkap tinju Pendekar halilintar dengan tangan kirinya.


Sebegitu hebatnya serangan yang dilancarkan Pendekar halilintar, sehingga deru angin yang dihasilkanya saja mampu membuat Pranggala terlempar beberapa tombak. Topeng Rajawali yang dikenakan Bayupun terlepas. Pakaian dan jubah yang ia kenakan pun ikut berkibar tertiup angin serangan Pendekar Halilintar.


Namun betapa terkejutnya Jaka. Bagaikan tenggelam ke dasar samudra, seketika Tenaga Halilintar Sakti miliknya lenyap, dan tenaga yang menyertai Tinju halilintar membelah angkasa bagaikan terserap berpindah ke genggaman tangan Rajawali Merah. Jaka pun merasakan seluruh tubuhnya seperti kehilangan tenaga.


Blam...


Tiba-tiba terjadi ledakan diiringi terlemparnya Jaka sejauh puluhan tombak.


Hukk..


Pendekar Halilintar menyemburkan darah segar. Iapun tergeletak tak bergerak di tanah. Pada kulit dan wajahnya kelihatan membiru.


"kakang..." Teriak Cempaka yang melesat menghampiri suaminya.

__ADS_1


__ADS_2