Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Pembantaian terhadap suku api


__ADS_3

Episode 298


Chandra Darpa memegang dadanya yang terasa sangat sesak akibat serangan orang tadi. Kini di tempat itu berdiri seorang lelaki tua berpakaian serba putih. Chandra Darpa mencoba mengenali orang itu, namun ia merasa tak pernah bertemu dengannya.


“Siapa kau? Mengapa begitu pengecut mengapa begitu pengecut menyerang orang dari belakang!” Bentak Chandra Darpa yang sangat gusar.


“Hahaha.. Aku adalah orang yang akan membantumu menghabisi suku api. Hari ini suku api akan benar-benar lenyap dari dunia. Lalu dengan kekuatan seribu inti api yang ada di dalam tubuh seribu orang dari mereka, aku akan menyempurnakan ilmu Kanuragan  yang aku pelajari hahaha..”


“Bedebah! Siapakah kau sebenarnya? Apakah kau orang suruhannya raja?”


Lelaki tua berpakaian serba putih tidak menghiraukan pertanyaan dari Chandra Darpa. Ia mulai mendekati Chandra Darpa yang hanya duduk bersandar di dinding bangunan istana Lembah neraka. Setelah jaraknya dengan Chandra Darpa api itu tinggal beberapa langkah, ia mengangkat tangannya hendak menghabisi ketua suku api itu.


Melihat nyawanya terancam, ia pun dengan sekuat tenaga bangkit dan lari meninggalkan tempat itu. Namun kecepatan yang dimilikinya masih berada jauh dibandingkan si penyerang. Ia pun sekali lagi terkena pukulan telak lelaki tua berpakaian serba putih itu.


“Hahaha.. kau tidak akan bisa lari kemana-mana lagi. Sudah takdir para suku api akan musnah dari dunia ini. Bahkan keturunanmu pun yang ada di istana raja kelak akan ku habisi. Hahaha..”a


Betapa terkejutnya Chandra Darpa mendengar ucapan orang itu. Sekarang ia menjadi sangat yakin bahwa lelaki tua ini adalah orang suruhannya raja.  Sekuat tenaga Chandra Darpa mencoba bangkit, sementara Lelaki tua berpakaian serba putih itu mulai mendekat kepadanya lagi. Setindak demi setindak Chandra Darpa mundur mencoba menjauh, dan kebetulan sekali saat itu dia berada tepat di pintu ruang rahasia di istana Lembah neraka.

__ADS_1


Lelaki tua berpakaian serba putih terus mendekati Chandra Darpa. Orang tua itu kemudian mengerahkan tenaga saktinya kembali untuk menyerang. Tepat disaat orang tua berpakaian serba putih mengirimkan pukulan ke arah Chandra Darpa, ketua suku api itupun menekan tombol  pembuka pintu rahasia. Chandra Darpa pun seketika itu juga lenyap dari tempat itu.


“Bedebah! Kemana perginya orang itu?” ucap lelaki tua berpakaian serba putih gusar.


Cukup lama orang tua berpakaian serba putih mencari Chandra Darpa namun tidak mendapatkan hasil. Ia  pun menjalankan rencana selanjutnya. Orang tua berpakaian serba putih itu mengeluar kan sebuah kotak kayu dari balik bajunya. Kemudian ia membuka kotak kayu yang berwarna kecoklatan itu.


Di dalam kotak kayu terdapat sebutir batu delima sebesar telur ayam berwarna kemerahan. Kemudian ia membuka kotak kayu yang lain dan lebih besar dari sebelumnya. Di dalam kotak itu terdapat jarum-jarum kecil yang jumlahnya banyak memenuhi isi kotak.


“Daripada kalian berpura-pura mati lebih baik aku buat kalian benar-benar mati,” ucap lelaki tua itu sinis. “Kematian kalian akan sangat berguna bagi dunia persilatan. Inti tenaga api yang kalian miliki akan membantuku menciptakan tenaga Inti Nirwana. Pertandinganku menciptakan Ilmu Sakti yang tak tertandingi dengan Nirwasita akulah yang akan keluar sebagai pemenangnya. Hahaha..”


Dengan kesaktiannya, orang tua berpakaian serba putih itu mengangkat seluruh jarum ke udara. Kemudian dengan sekali hentakan seluruh jarum menyebar langsung melesat ke arah jantung orang-orang suku api yang meminum ramuan mati sementara. Tak pelak jarum-jarum itu langsung menembus jantung semua anggota suku api. Tanpa suara sedikitpun, bahkan tanpa mereka sadari  telah tewas dalam keadaan tertidur.


Satu demi satu bola api yang keluar dari jasad orang-orang suku api yang sudah tidak bernyawa lagi masuk ke dalam batu delima. Kini batu delima yang tadinya memancarkan sinar berwarna kemerahan berubah memancarkan api  berwarna kekuningan. Tak lama kemudian seluruh bola api yang berasal dari tubuh para suku api seluruhnya telah masuk ke dalam batu delima.


Tiga buah bayangan berwarna hitam melesat laju menuju istana Lembah neraka dari luar lembah. Dari gerakan yang mereka tunjukan, jelas keduanya  bukanlah orang sembarangan. Setidaknya kemampuan yang mereka miliki setara dengan ketua-ketua perguruan dalam dunia persilatan. Keduanya terus melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka hingga akhirnya tiba di depan istana Lembah neraka.


“Sepertinya yang mulia telah berhasil membantai seluruh anggota suku api dan mengambil kekuatan mereka,” ucap salah satu dari dua orang berpakaian serba hitam itu saat melihat banyak sekali mayat bergelimpangan di sana.

__ADS_1


“Sepertinya begitu. Mungkin yang mulia  berada di dalam.” Sahut orang berpakaian hitam yang satunya.


“Mohon ampun yang mulia, kami dua gagak hitam dari bukit batangkup menghadap yang mulia raja pertama.”


Kedua orang berpakaian  serba hitam yang ternyata dua orang pendekar pedalaman selatan. Orang-orang persilatan memberi mereka gelar dua Gagak hitam bukit batangkup. Menduga orang yang mereka cari berada di dalam, keduanyapun berseru memberi salam.


Tak lama kemudian muncul lelaki tua berpakaian serba putih yang tadi membantai para anggota suku api. Ternyata orang tua itu adalah raja pertama, yang merupakan ayah dari raja yang sekarang berkuasa. Rupanya sang raja pertama memang merencanakan ini semua. Salah satu langkah yang ia jalankan dengan cara menyuruh anaknya menyampaikan  syarat darinya kepada Chandra Darpa.


Raja Pertama yang  bernama Saka Prawara dan Sahabatnya Nirwasita memang sedang bersaing menciptakan ilmu sakti yang tidak ada tandingannya. Kemudian mereka juga bersaing mencari murid yang berbakat untuk mempelajari ilmu yang mereka ciptakan. Kemudian mereka berjanji  bertemu di sebuah tempat terasing untuk bertanding menentukan siapa yang terhebat diantara mereka berdua.


Nirwasita sahabatnya raja pertama kerajaan Selatan telah berhasil menciptakan ilmu tujuh gerbang alam semesta dan berhasil mengajarkan kepada murid tunggalnya yang bernama Adhyaksona. Sementara Saka Prawara sendiri juga berhasil menciptakan Ilmu tenaga inti Surya. Hanya saja ia  belum menyempurnakan ilmu itu terlebih lagi belum memiliki murid untuk mengajarkannya.


Untuk menyempurnakan tenaga inti Surya ia harus belajar ilmu kesaktian yang memiliki dasar kekuatan unsur api sebagai dasarnya. Kalau  ia tidak dapat mempelajarinya, ia harus menemukan  orang yang memiliki kekuatan unsur api yang kuat. Lalu meminta orang itu untuk menyalurkan tenaga apinya ke tubuh Saka Prawara.


Cara pertama dengan cara mempelajari ilmu kesaktian yang memiliki unsur api sudah ia lakukan dan gagal. Cara kedua pun ia gagal, karena tidak dapat menemukan orang yang mau menyalurkan tenaga berunsur api. Pada akhirnya ia menemukan cara lain, yaitu menghisap kekuatan orang yang memiliki unsur api.


Bersambung...

__ADS_1


 


__ADS_2