Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Amukan Bidadari Giok Es


__ADS_3

Episode 313


Para pendeta prajurit benteng suci terus menyerang Nalini Hingga terdesak. Beberapa kali Nalini mencoba menjauh untuk menghimpun kekuatan dan menyiapkan jurusan andalannya, namun selalu  didesak sehingga mau tidak mau melayani. Hingga pada akhirnya Nalini terkena serangan para pendeta itu.


Bukkk..


“Hoekk..


Nalini terkena pukulan mengandung tenaga dalam yang sangat kuat tepat mengenai lambungnya. Gadis itu terlempar hingga belasan tombak. Pukulan itu merupakan pukulan tenaga gabungan ke dua belas pendeta. Ia yang sedang lengah terkena pukulan itu dengan telak.


Tak sampai di situ, Nalini yang bersiap untuk berdiri kembali mendapat serangan susulan dari dua belas pendeta itu. Sekali lagi gadis itu harus terlempar terkena pukulan jarak jauh lawan. Luka dalam yang di deritanya kini semakin parah. Melihat keadaan Nalini yang sangat berbahaya, Intan pun mau tak mau turun ikut membantu.


Bidadari Giok Es langsung turun sambil mengerahkan tenaga saktinya. Intan langsung menghalau serangan ke tiga yang di tujukan pada Nalini.  Dengan kekuatan intan yang berkali-kali lipat dari Nalini, tentu saja kedua belas  pendeta itu bukanlah tandingan Intan. Mereka terlempar hebat oleh tenaga yang digunakan Intan untuk menghalau serangan.


Intan langsung menghampiri Nalini yang sudah tidak bergerak lagi. Intan sangat khawatir akan terjadi sesuatu kepada diri Nalini. Setelah Intan memeriksanya, pernyataan hal ini sedang dalam keadaan pingsan. Ia dapat merasakan bahwa Nalini sedang dalam keadaan terluka dalam yang sangat parah.


“Nisanak, aku pringatkan kau sebaiknya tinggalkan tempat ini sebelumkamiberbuat lebih jauh lagi.”


Salah seorang pendeta yang menjadi bagian dua belas prajurit benteng suci memberikan ancamannya kepada Intan. Intan yang sudah sangat marah melihat keadaan Nalini akibat serangan mereka langung menjadi tidak terkendali. Ia langsung melesat ke arah pendetayang berbicara tadi kemudian memegang kepalanya. Seketika pendeta itu membeku tak lama kemudian tubuhnya pecah akibat hentakan tenaga Intan. Ia pun tewas dalam keadaan membeku dan berhamburan.


Para pendeta lain yang menyaksikan kejadian tadi sempat dibuat ternganga. Sesaat mereka tidak menyadari apa yang sudah terjadi karena kejadiannya begitu cepat. Setelah mereka sadar, sebelas pendeta tersisa pun mundur beberapa tombak menghindari kalau-kalau Intan kembali menyerang.


Benar saja, Intan kembali menyerang  pendeta-pendeta itu dengan ganas. Ia sudah mengerahkan tenaga saktinya hingga tiga pereempat bagian. Di sekitaran tempat itu mulai dituruni salju. Hawa dingin yang sangat kuat mulai menyebar dan membuat orang yang merasakannya sangat tersiksa

__ADS_1


Plaaakkk..


Seorang pendeta lagi menjadi korban serangan Intan. Kepalanya langsung pejah terkena kibasan telapak tangan Intan yang secara telak mengenai kepalanya hingga pecah. Para pendeta lain mulai sangat marah dan gentar terhadap Intan yang sudah membunuh dua orang rekan mereka.


Melihat keadaan para pendeta yang sangat terdesak oleh pembalasan Intan, puluhan resi melompat membantu rapa pendeta tersebut. Intan kini harus berhadapan dengan hampir empat puluh orang gabungan para pendeta dan para resi. Meski begitu tak sedikitpun Intan gentar menghadapinya.


Para pendeta dan resi mengeroyok bidadari giok es. Mereka sudah mengerahkan tenaga  sakti dan menyerang Intan dengan sangat dahsyat dan kearah yang mematikan. Merasa para pendeta dan para pesi yang menyerang tanpa belas kasihan, Intan pun balas serangan dengan hebatnya.


Intan semakin meningkatkan tenaga saktinya. Salju yang turun dari langit semakin membuat tempat itu mulai tertutupi salju dan rasa dingin semakin hebat melanda. Beberapa saat saja para pendeta dan resi menyerang, kini keadaan berbalik membuat mereka kerepotan menangkis serangan Intan.


Brakkkk..


Akkhhh..


Bukannya membuat Intan semakin terdesak, malah gadis itu yang menjadi  sangat marah. Serangan bidadari giok es semakin gencar. Setiap kali ia bergerak setiap itu juga korban berjatuhan.


Pendera dan para resi yang mengeroyok Intan menggabungkan tenaga sakti mereka untuk menyerang  Intan. Gadis itupun tak mau kalah dengan lawannya. Ia semakin meningkatkan pengerahan tenaga saktinya.


Dua kekuatan yang saling berlawanan sebentar lagi akan beradu. Kemudian dengan sekali hentakkan mereka membentangkan kedua telapak tangan masing-masing ke depan ke arah Intan. Seketika itu juga tenaga sakti gabungan para pendeta dan para resi melesat cepat ke arah Intan.


Bidadari giok es yang sudah bersiap menghadapi serangan, mendorong kedua telapak tangannya ke arah serangan lawan. Seketika itu juga dari telapak tangan intan meluncur sebuah angin salju yang sangat dahsyat  menyerang lawan. Gulungan angin salju langsung melahap serangan lawan, seketika itu juga tenaga sakti gabungan tadi sirna.


Blammm..

__ADS_1


Tenaga angin salju yang sangat dahsyat masih meluncur cepat ke arah lawan. Tepat saat tenaga sakti itu langsung mengenai para pendeta dan para resi, seketika mereka terlempar berhamburan akibat ledakan yang ditimbulkan. Akibat serangan itu hanya beberapa orang saja terlihat msih dalam keadaan segar, smentara yang lainnya banyak yang terkapar di tanah dan belum mampu bangkit kembali.


“Hentikan amukanmu anakku!”


Tiba-tiba terdengar suara bersahaja   yang memperingatkan  Intan untuk berhenti mengamuk. Bersamaan dengan itu muncul Manusia suci kuil agung  yang menjadi pemimpin agung tempat ini. Penampilannya yang penuh wibawa membuat Intan menghentikan serangan.


“Orang tua, kemana kau sembunyikan kak Bayu?” tanya Intan.


“Temanmu itu sedang diobati agar bisa sadar dan kegelapan dalam dirinya segera menghilang,” sahut orang tua itu menjawab pertanyaan Intan.


Sejenak Intan terdiam. Ia seperti berusaha untuk menyelamimaksud hati dan kebenaran dari ucapan orang tua itu. Baru saja ia mulai mempercayai, terdengar teriakan Bayu dari dalam kuil. Sontak itu menimbulkan reaksi keras dari Intan.


“Apa yang kau lakukan terhadap kak Bayu?” bentak Intan


“Pulanglahkau anakku, dan bawa temanmu itu serta agar lekas mendapatkan pertolongan.”


Bukannya mendapatkan jawaban dari manusia suci kuil agung atas pertanyaanya, ia malah mendapatkan saran untuk meninggalkan tempat itu agar bisa sesegeranya menyelamatkan Nalini. Tentu saja hal itu membuat Intan menjadi sangat marah. Iapun langsung melesat ke arah orang tua tersebut.


Blammm...


Ledakan terjadi saat kedua telapak tangan Intan dan manusia suci kuil agung saling beradu. Keduanya nampak terdorong mundur sejauh beberapa tindak kebelakang. Hal ini membuktikan tenaga keduanya seimbang. Mengetahui kenyataan itu, keduanya pun kembali mengerahkan tenaga sakti masing masing hingga ketingkat yang paling tinggi.,


Keduanya saling menatap tajam. Kali ini serangan yang akan mereka lancarkan tentu sangat dahsyat. Keadaan di tempat itu menjadi sangat mencekam. Beberapa orang pendeta dan resi bahkan harus mundur menghindari pancaran tenaga kedua orang sakti tersebut.

__ADS_1


 


__ADS_2