Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
98. Penyelamatan Oleh Iblis Muka Hitam


__ADS_3

Salam Dunia Persilatan...


Jangan lupa bahagia. Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta (ITGAS) akan berusaha selalu menemani waktu santai kalian. Mungkin bukan bacaan terbaik, tapi paling tidak bisa menemani lelah kalian.


Selanjutnya mudah-mudahan teman-teman berkenan, sudilah kiranya memberikan like, dan komentar pada cerita ini. Selamat membaca.


Salam Dunia Persilatan


--------- ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA -------


Episode 98


Penyelamatan Oleh Iblis Muka Hitam


Beberapa orang anggota Partai Iblis Berkabut melempar benda bulat sebesar genggaman tangan kearah anggota Perkumpulan Teratai Putih yang menyerang. Setelah benda itu menyentuh tanah, asap putih keluar dengan cepat. Tak menunggu beberapa lama, tempat itu sudah dipenuhi kabut asap tebal berwarna putih.


"Tutup pernapasan kalian" Teriak seorang kakek tua berambut putih tanpa kumis dan jenggot yang merupakan ketua Perkumpulan Teratai Putih itu.


Namun peringatan itu terlambat. Lebih separu anggota Perkumpulan Teratai Putih yang tewas terhirup asap beracun yang dilontarkan lawan. Kini anggota mereka hanya tersisa sembilan belas orang.


"Kerahkan pasukan kelabang" perintah Dewa Iblis Kegelapan.


Tak menunggu lama, Iblis merah menyuruh anak buahnya mengerahkan anggota tingkat bawah yang sudah diberikan racun kelabang hitam. Mereka disebut dengan Pasukan Kelabang.


Sekitar dua puluhan orang pasukan kelabang meluruk maju ke dalam hutan. Walaupun memasuki daerah yang sedang diselimuti kabut asap beracun, pasukan kelabang tak sedikitpun merasakan pengaruh racun itu. Karena memang semua anggota Partai Iblis Berkabut telah diberikan ramuan yang membuat mereka kebal terhadap racun itu.


Hanya sekitar sepeminuman teh, semua anggota Perkumpulan Teratai Putih yang tersisa tewas keracunan. Kalau bukan tewas karena pukulan kelabang hitam, maka mereka tewas akibat racun dari kabut asap putih. Kini yang tertinggal hanya ketua Perkumpulan Teratai Putih itu saja.


Melihat seluruh anak buahnya telah tewas, ketua Perkumpulan Teratai Putih langsung mengambil langkah seribu.


"Kejar dan habisi dia" perintah Dewa Iblis Kegelapan.

__ADS_1


Serentak Raja dan Ratu Iblis api melompat mengejar. Merasa ada yang mengejarnya di belakang, Ketua Perkumpulan Teratai Putih mempercepat larinya. Ia kerahkan ilmu meringankan tubuhnya pada tingkat yang tertinggi.


Di belakang ,suami istri Iblis Api mempercepat lari melihat buruannya semakin jauh. Dengan mengerahkan Ilmu meringankan tubuh tingkat tertinggi hanya dalam waktu singkat keduanya hampir menyusul Ketua Perkumpulan Teratai Putih. Lalu dengan sekali lompatan Raja Iblis Api sudah berada di depan buruannya tersebut.


"Hahaha mau lari kemana kau tua bangka" Seru Raja Iblis Api.


Melihat tidak ada lagi jalan untuk kabur, ketua Perkumpulan Teratai Putih langsung menyerang Raja Iblis Api. Dia menyerang lawannya dengan membabi buta. Tak sesaatpun memberi kesempatan Raja Iblis Api memberikan serangan balasan.


Namun walaupun dicecar serangan sedemikian rupa, tak sedikitpun Raja Iblis Api kerepotan. Nampak sepertinya dia hanya main-main. Berlalu jurus ke dua puluh Raja Iblis Api pun memberikan serangan balasan.


Bukk...


"huekk..."


Ketua Perkumpulan Partai Teratai Putih terjengkang beberapa tombak akibat tendangan Raja Iblis Api. Bukan tendangan sembarangan, namun mengandung tenaga dalam tingkat tinggi. Mulutnya menyemburkan darah segar.


"Hahaha baru terkena satu tendangan sudah tak bisa apa-apa, apa pantas kau menjadi ketua sebuah perkumpulan. Pantas saja anak buahmu semua tidak berguna." Ejek Ratu Iblis Api yang dari tadi memperhatikan pertarungan suaminya.


"Cuiiihh.. kau kira akan dengan mudah menghabisiku." sahut Ketua Perkumpulan Teratai Putih.


"Hmmmm.. rupanya kau lebih memilih mati menggenaskan" ancam Raja Iblis Api.


Kemudian Raja Iblis Api menyiapkan pukulan andalannya. Kedua telapak tangannya di rangkapkan di depan dada. Asap hitam berhawa panas mulai keluar dari telapak tangan Raja Iblis Api. Lalu ia pun mendorong kedua telapak tangannya ke arah Ketua Perkumpulan Teratai Putih. Serangkum asap hitam berhawa panas menerjang kearah kakek berpakaian putih itu.


Blammm...


Betapa terkejutnya Raja Iblis Api melihat pukulannya hanya mengenai tanah. Ketua Perkumpulan Teratai Putih sudah lenyap dari tempatnya. Sekilas tadi


ia sempat melihat bayangan hitam melesat ke arah lawannya. Ia memperkirakan bayangan hitam itulah yang membawa kabur musuhnya.


"Tak ada satupun orang yang boleh kabur dari cengkraman Partai Iblis Berkabut"

__ADS_1


Tiba-tiba suara bentakan terdengar dari belakang Raja Iblis Api. Tak lama kemudian bayangan hijau lewat melintasi mereka dengan cepat. Seketika wajah Raja Iblis Api dan istrinya berubah pucat.


"Mari kita susul wakil ketua" bisik Raja Iblis Api kepada Istrinya.


Sesaat kemudian keduanya melesat meninggalkan tempat itu menyusul kearah bayangan hijau melesat. Setelah kurang dari sepeminuman teh, Raja Iblis Api dan istrinya akhirnya dapat menyusul orang baju hijau yang tak lain adalah si Jari Pedang Wakil ketua dari Partai Iblis Berkabut.


Saat itu Si Jari Pedang sedang bertarung melawan Ketua Perkumpulan Teratai Putih dan Iblis Muka hitam. Rupanya sosok bayangan hitam yang tadi menyelamatkan Ketua Perkumpulan Iblis Muka Hitam.


Sebenarnya sewaktu terjadi penyerangan terhadap Partai Iblis Berkabut oleh Perkumpulan Teratai Putih, Iblis Muka Hitam tak berada jauh dari tempat itu. Dia memang sedang melakukan pengintaian terhadap pergerakan Dewa Iblis Kegelapan. Saat melihat Ketua Partai Teratai Putih sudah dalam keadaan sangat berbahaya, iapun keluar dari persembunyian kemudian membawa lari orang tua itu.


Iblis Muka Hitam tak menyangka setelah lari cukup jauh ternyata masih bisa dikejar. Ternyata orang yang mengejar adalah si Jari Pedang, pendekar digjaya yang ternama di jaman gurunya dulu. Dengan kata lain sejaman dengan gurunya.


"Iblis Muka Hitam, aku tahu kau bukanlah orang baik-baik yang berasal dari aliran lurus. Buat apa kau mati-matian membela orang itu. Lebih baik kau bergabung bersama kami" Ucap Jari Pedang.


Saat itu walaupun bertarung dua lawan satu, keadaan Jari Pedang tetap lebih unggul. Ini dikarenakan dari segi Ilmu kesaktian keduanya masih dibawah Jari Pedang. Hanya saja dikarenakan Wakil Ketua Partai Iblis Berkabut itu ingin mengajak Iblis Muka Hitam bergabung, ia pun tak bersunggug sungguh dalam menghadapi keduanya.


"Walaupun orang memanggilku iblis, dan aku berasal dari aliran hitam, namun aku masih punya nurani untuk melihat kebenaran. Tidak seperti kau dulu dipuja-puja dunia persilatan bagai maikat, kini menjadi kacung dedengkotnya iblis." hardik Iblis Muka hitam.


Mendengar itu semua Jari Pedang merah padam mukanya. Pernyataan Iblis Muka hitam betul-betul mengena.


"Rupanya kau benar-benar ingin mampus" Dengus Jari Pedang.


Kini orang tua berbaju hijau itu benar-benar marah. Menggunakan jurus andalannya Jari Pedang, orang tua itu menyerang hebat kedua lawannya. Sinar-sinar putih kepeeakan melesat ke arah dua lawannya. Saat sinar itu tidak menemui sasarannya, namun mengenai sebongkah batu, batu itu terbelah dua tanpa retak ataupun pecah.


Hal itu membuktikan bahwa Ilmu Jari Pedang miliknya bukanlah ilmu sembarangan. Untung saja Iblis Muka Hitam dab Partai Teratai Putih sempat melompat menghindari sinar yang berasal dari jari Si Jari Pedang.


Si Jari Pedang Meningkatkan kekuatannya. Tanpa Ampun ia kembali menyerang kedua lawannya.


"Aakkk..." jerit Ketua Partai Teratai Putih. Sebelah lengannya putus terkena sinar keperakan Ilmu Jari Pedang. Kontan Pakaiannya yang putih bercampur warna merah dari darah yang keluar di lengan kanannya yang putus.


Sreeett...

__ADS_1


"Akkhhh..." Kali ini kaki kirinya kembali teriris sinar keperakan. Kontan ia terjatuh, karena satu kakinya yang buntung tak mampu menopang keseimbangan tubuhnya yang banyak mengeluarkan darah.


__ADS_2