Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.169. Raga Bayu Di Ujung Tanduk


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 169...


Jaka, dan Cempaka mengawal para Pendekar Dunia Persilatan yang terjebak di alam Lelembut ke gerbang alam manusia untuk kembali. Tak berselang lama mereka telah sampai menuju gerbang tersebut. Satu persatu dari mereka masuk ke Lorong yang Nampak terbuat dari cahaya. Hingga tersisa Jaka dan Cempaka saja.


“Kau pergilah dulu Cempaka, nanti aku menyusul. Aku akan membantu Bayu di sana.” Ucap Jaka.


“Tidak kakang, kita sama-sama membantu Bayu. Dia telah bersusah payah membantu kita, tak seharusnya kita berdua meninggalkannya.”


“Ahh.. sebenarnya aku lebih suka kau pergi duluan kembali kea lam manusia. Tapi biarlah mengingat banyak hal yang sudah di lakukan pemuda itu pada kita, tak sepantasnya kita meninggaalkannya. Mari kita kembali ke sana.”


Belum sempat mereka melangkahkan kaki tiba-tiba Nampak seekor ular besar berbadan manusia datang menuju tempat itu. Dia adalah murid kedua dari Raja Siluman Ular, Raksutama.


“Tahan Pendekar Halilintar, jangan kembali ke sana!” Cegah Raksutama. “Aku ke sini menyampaikan pesan Rajawali Merah untuk tidak kembali. Dia sudah mengira kalian pasti akan kembali, sehingga memintaku untuk melarang kalian kembali.”


“Tidak mungkin kami meninggalkannya sendiri.” Sahut Jaka.


“Kalian tidak tau kekuatan sebenarnya guruku. Di dunia lelembut Raja Siluman Ular dan Raja Siluman Macan Putih lah yang terkuat. Bahkan bila dia muncul ke dunia kalian tak sembarang orang bisa menghadapinya. Bila kalian kembali, bukanlah membantu Rajawali Merah, malah hanya akan menjadi beban buatnya.” Ucap Raksutama.


Mendengar ucapan murid kedua dari Raja Siluman Ular itu sebenarnya Jaka dan Cempaka sedikit tersinggung. Namun mereka tak ingin berdebat. Mereka pun mengalah dengan pertimbangan semua adalah permintaan Bayu. Keduanya pun memasuki gerbang ke alam manusia.


Sementara itu di alam manusia Canik Kemuning telah berjuang mati-matian melawan satu dari pengawan Raja Selatan. Nampak beberapa luka tergores terlihat di bagian bahunya. Rupanya gadis itu sudah beberapa kali terkena serangan lawan. Hingga pada satu keadaan Canik Kemuning tak mampu lagi menahan gempuran musuh.


Nalini yang berada di sisi lain sudah selesai dalam semadinya. Namun tenaganya memang belum kembali. Penggunaan Jurus ke tiga Ilmu Pedang Pembelah Jagad memang sangat menguras tenaga. Dan perlu waktu yang cukup lama untuk bisa kembali pulih. Sehingga ia hanya bisa berdoa untuk keselamatan Canik Kemuning saat ini.


Di saat-saat yang menentukan, iba-tiba serangkum angin yang mengandung kekuatan dingin melesat menangkis serangan Pengawal Raja yang menyerang Canik Kemuning. Pengawal Raja Itu langsung tejungkal ke samping beberpa tombak. Tubuhnya tak mampu bergerak, karena perlahan darahnya membeku. Akhirnya pengawal itu tewas seketika dengan tubuh membeku dibalut butiran es.


Rupanya tiba di alam manusia Cempaka langsung bangkit. Ia melihat ke sekeliling. Di dapatinya Canik Kemuning dalam keadaan terdesak diujung pedang lawan. Tanpa berpikir panjang lagi bergegas Cempaka menyerang dengan pukulan hawa dinginnya. Seketika musuh yang akan mencelakai Canik Kemuning mendapatkan serangan dahsyat Cempaka. Apalagi beberapa saat Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta masih bersatu dengan tenaga saktinya.


Sementara itu Malaikat Putih dan Raja Selatan sedang bertarung hebat. Tanpa terasa pertarungan sudah memasuki enam puluh jurus. Namun tak terlihat sedikitpun diantara keduanya ada yang terdesak.


Malaikat Putih melompat kebelakang. Nampak ia mulai membaca mantra. Beberapa saat kemudian keluar asap putih tebal menutupi tubuhnya. Kemudian asap putih itu pudar. Kini nampak seekor naga berwarna putih muncul. Rupanya Malaikat Putih telah menjelma dalam  wujud siluman naga.


“Siluman Naga Putih.!” Seru Raja Selatan.

__ADS_1


Lelaki separuh baya itu sangat terkejut dengan perubahan wujud Malaikat Putih yang berubah menjadi Siluman Naga Putih. Sesaat kemudian Naga Putih mulai menyerang sang raja. Walaupun menggunakan segenap kekuatannya untukmenahan serangan, tetap saja Raja Selatan mendapatkan kerugian. Dia terlempar beberapa tombak karena hantaman ekor Naga Putih.


Raja Selatan kembali bangkit. Ia menggunakan tenaga Sakti Sinar Pelangi miliknya sampai kepuncak. Cahaya pelangi berpendar dari setiap pukulan yang ia lancarkan. Namun bagi naga putih pukulan-pukulan itu tak ada artinya. Terbukti setiap serangan yang mengenai tubuh naga putih tak sedikitpun membuatnya terluka.


Kembali Raja Selatan harus menelan pil pahit. Tubuhnya terlempar karena serudukan naga putih. Kali ini ia pun harus merasakan luka dalam hingga membuat mulutnya menyemburkan darah. Apalagi tubuhnya jatuh menimpa bongkahan batu yang lumayan besar.


Sesaat Naga Putih diam tak meneruskan serangan. Naga Putih menatap Raja Selatan dengan tajam. Perbawa yang dipancarkan oleh jelmaan Siluman Naga itu benar-benar kuat.


“Bertobatlah kau raja lalim. Keserakahanmu  dan ke senanganmu terhadap dunia telah membuat rakyat-rakyatmu.” Seru Naga Putih dengan suara yang berwibawa.


Sementara itu Radeng Raga Lawing dan semua orang yang berada dalam gedung utama perguruan Jari Sakti sudah keluar termasuk Jaka. Nampak terlihat keadaan mereka sangat lemah, tidak terkecuali pendekar Halilintar.


“Eyang, mereka semua terkena racun pelemas tenaga.  Sehingga tenaga mereka saat ini tidak ada dan tak dapat membantu.” Teriak Raden Raga Lawing.


“Kakang, apa yang terjadi?” tanya Cempaka kepada Jaka.


“Kami terkena racun pelemas tenaga saat di dalam. Rupanya mereka sudah memperkirakan segala kemungkinan yang terjadi, sehingga semua sudah disiapkan. Racun ini tidak berbahaya, selama sehari semalam didiamkan juga akan sembuh. Atau dengn penawarnya.” Sahut Jaka.


Di lapangan Raja Selatan mulai menggunakan senjatanya. Ia mengeluarkan pedang penguasa naga dari sarungnya. Seketika memancar cahaya keemasan dari tubuh pedang.


Naga putih nampak gentar melihat perbawa pedang. Pedang Pusaka Penguasa Naga memang pusaka yang paling ditakuti para siluman dan lelembut. Tiba-tiba saja  Naga Putih berpaling dan meliuk terbang menuju Raden Raga Lawing. Kemudian Naga putih menyelimuti Lelaki berumur empat puluh tahun itu dengan tubuhnya lalu muncul asap putih. Setelah asap pudar, tiba-tiba mereka menghilang.


“Hahaha dasar Siluman Pengecut.” Ejek Raja Selatan.


Kemudian Raja Selatan mendorong tangan kirinya kearah tubuh Bayu yang sedang bersila. Lalu secarik sinar pelangi melesat kearah Bayu. Nampak Raja Selatan  telah mengirimkan pukulan maut kepada pemuda itu.


Blammm..


Sebuah Bayangan ungu menyambut serangan Raja Selatan. Namun rupanya tenaga si bayangan ungu yang tak lain adalah  cempaka itu kalah telak dengan Raja Selatan ia pun terlempar jauh puluhan tombak. Mulutnya langsung menyemburkan darah kemudian pingsan saat itu juga.


“Cempaka!” teriak Jaka. Namun apa daya ia tak mampu lagi bergerak menghampiri Istrinya.


“Cari mampus! Tenang saja kalian semua akan ku habisi setelah aku menghabisi pemuda itu.” Tunjuk Raja Selatan ke arah Bayu.


Sekali lagi Raja Selatan melancarkan serangannya. Serangkum kekuatan berwarna pelangi melesat ke arah Bayu.

__ADS_1


Blammmm..


Ledakan terjadi. Namun semua tidak sesuai perkiraan Raja Selatan. Ternyata Tubuh Bayu mempunyai perlindungan sendiri walau sukmanya tidak berada dalam raganya. Tenaga sakti berupa kilat merah menghadang serangan Raja Selatan. Bahkan Ia sendiri harus terdorong tiga langkah karena kalah kuat. Sementara Nalini dan yang lainnya lega melihat Bayu tak apa-apa oleh serangan Raja Selatan.


“Bedebah.. benar-benar sialan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta itu. Baiklah akan kuhabisi kau dengan pedang ini.” Bentak Raja Selatan.


Raja selatan mengangkat pedangnya ke atas. Iamengerahkan tenaga saktinya dan menyalurkannya ke pedang Penguasa Naga. Nampak Cahaya keemasan pedang semakin tebal. Kemudian Raja Selatan melancarkan serangannya ke arah Bayu dengan tenaga sakti yang berasal dari pedang. Cahaya keemasan pun dengan cepat melesat ke arah Bayu.


Blammm..


Kali ini tenaga sakti Bayu tak mampu menandingi tenaga sakti yang di keluarkan Pedang Pusaka Naga. Tubuhnya terlempar beberapa tombak. Mulutnya pun menyemburkan darah. Walau begitu secara ajaib tubuh itu kembali duduk bersila. Namun terlihat sekali muka pemuda itu memucat tanda ia terluka dalam.


“Hahaha kuat juga kau anak muda. Tapi aku yakin serangan selanjutnya kematian yang kau dapatkan. Dan sukmamu hancur ditelan Raja Siluman Ular di alam lelembut sana.”


Kembali Raja Selatan mengangkat pedangnya ke atas. dengan tenaga sepenuhnya ia alirkan ke tubuh pedang. Bukan hanya sinar emas memancar lebih kuat, bahkan kilatan sinar pelangi menyelimuti tubuh pedang.


“Haaaa...”


Raja Pedang Memekik. Kemudian ia melepaskan serangannya ke pada Bayu. Pedang pusaka penguasa naga langsung melesat ke arah pemuda itu. Tanah yang dilewati pedang terbelah. Kali ini Bayu tak akan lagi mampu menahan serangan dahsyat dari tubuh pedang punguasa naga. Semua orang memejamkan matanya tak sanggup melihat apayang terjadi.


“Perisai Giok Es!”


Tiba-tiba terdengar seruan lembut, di susul melesatnya bayangan berwarna kehijauan kedepan tubuh Bayu. Kemudian  Sebuah dinding berwarna putih kehijauan menghadang laju pedang penguasa naga. Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja tempat itu di turuni salju, dan hawa dingin mulai menyebar.


Di depan tubuh Bayu yang sedang bersemadi kini berdiri seorang gadis menggunakan pakaian serba putih berhias sulaman berwarna hijau muda. Gadis itu melayang sekitar satu tombak di udara. Wajahnya sangat cantik dengan mata yang jeli, tepat di tengah-tengah antara keningnya terdapat mutiara berbentuk kristal. Sementara Pedang Penguasa Naga sendiri terpental balik ke arah tuannya.


Bersambung..


sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :


1. memencet tombol like


2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.


Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.

__ADS_1


__ADS_2