Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
23. Tewasnya Iblis Kecapi


__ADS_3

Hawa panas mulai merayapi tempat itu. Tubuh dan pedang yang di tangan Iblis kecapi mulai memancarkan sinar merah yang sangat terang. Inilah kehebatan Pedang Naga Geni, apabila yang menggunakannya memiliki ilmu kesaktian berhawa panas, maka kekuatan pedang itu akan menyatu dengannya. Bukan hanya kekuatan Pedang yang berlipat ganda, tenaga sakti pemegang pedang itupun akan bertambah besar. Sehingga semakin si pemakai Pedang Naga Geni, maka Semakin kuat juga tenaga dan perbawa yang ditimbulkan pedang itu.


Iblis Kecapi mulai melesat menyerang Cempaka. Kecepatan Lelaki gembong Istana Lembah Neraka itupun meningkat berkali-kali lipat. Tanpa sempat memberikan perlawanan berarti, Cempaka terlempar sejauh tiga tombak dari tempatnya berdiri ketika mencoba menangkis serangan pedang Iblis kecapi. Bukan hanya dirinya yang terlempar, tapi ujung selendang yang ia gunakan menangkis serangan lawan terbabat putus. Untung saja dirinya masih bisa menguasai keseimbangan hingga tidak membuat wanita itu terjengkang dan terluka, namun tetap saja dadanya terasa sangat sesak ketika tenaga saktinya beradu dengan Pedang Naga Geni tadi.


Cempaka pun kembali bersiap, digunakannya segenap kemampuannya pada batas tertinggi. Putih kebiruan mulai memancar dari telapak tangan Cempaka. Wanita itu mulai menggunakan ilmu kesaktian, Tenaga Inti Es. Mengapa bisa Ilmu andalan Cempaka sama persis dengan Ilmu andalan Pendekar Seruling sakti. Karena memang ilmu mereka bersumber dari orang yang sama, bisa dikatakan antara Cempaka dan Pendekar seruling sakti masih satu keturunan, karena memang keduanya merupakan kerabat dekat. Dan Ilmu Tenaga Inti Es merupakan ilmu peninggalan leluhur keduanya.


Cahaya putih kebiruan mulai menjalar ke selendang cempaka. Dengan gerakan yang indah, bagai naga menari selendang itu bergerak ke sana-kemari kemari.


Blammm!


ledakan terjadi saat selendang Cempaka berbenturan dengan Pedang Naga Geni. Kembali Cempaka terlempar beberapa tombak. Kali ini Istri Pendekar Halilintar itu tak sanggup menyeimbangkan dirinya hingga jatuh terduduk. Dari sela bibirnya meneteskan darah segar. Kali ini bukan cuma dadanya yang terasa sesak, tapi seluruh tulangnya terasa remuk. Cempaka pun tak sanggup lagi bangkit.


"Hahaha hari ini kau akan tau kehebatan Iblis Kecapi Cah manis hahaha" ucap Iblis Kecapi kepada Cempaka dengan perasaan penuh kemenangan.


Perlahan demi perlahan Iblis Kecapi mendekati Cempaka. Sesekali Gembong aliran hitam itu menyabetkan pedang kearah Cempaka. Setiap kali hal itu iya lakukan setiap kali juga Cempaka Menjerit tertahan, karena sedikit demi sedikit bajunya terkoyak hingga memperlihatkan kulitnya yang putih. Cempaka berusaha bangkit untuk melawan, namun semua sia-sia. Tenaganya sudah hampir terkuras habis.


"Hahaha, akan ku buat kau mengingat kejadian ini seumur hidupmu hahaha" Tawa licik Iblis kecapi semakin membahana. Warna merah darah yang memancar dari tubuh dan pedangnya semakin menebal menandakan Tenaga sakti itu terus meningkat. Akibat yang ditimbulkan Hawa Sakti Pedang Naga Geni semakin besar. Beberapa daun dan ranting yang berserakan di dekat Iblis Kecapi mulai

__ADS_1


terbakar.


Cempaka yang melihat kejadian itu semakin bergidik nyalinya. Tak bisa ia bayangkan apabila hawa pedang itu mengenai dirinya tentu pakaiannya ikut terbakar walaupun tubuhnya masih mampu menahan ganasnya hawa pedang. Tapi tentu harga dirinya akan tercabik, bagaimanapun ia lebih memilih mati daripada harus terlihat tanpa pakaian di hadapan musuh.


Walaupun jarak Cempaka dan Iblis Kecapi masih berjarak sepuluh tombak lebih, tetap saja akibat dari hawa pedang itu sangat ia rasakan. Sekali lagi Iblis Kecapi menyabetkan pedang ditangannya ke arah Cempaka. Segaris sinar merah memanjang ke samping melesat ke arah Cempaka. Melihat itu Dewi Selendang Ungu hanya memejamkan mata menerima nasib.


Blarrr!


Tiba-tiba Iblis Kecapi terdorong tersurut mundur sebanyak enam langkah. Sesaat sebelum sinar pedang Naga Geni mengenai Cempaka, berkelebat bayangan merah menghadang di depan perempuan itu. Dengan satu tangan disambutnya serangan hawa Pedang Naga Geni hingga menimbulkan ledakan dan daya tolak kearah Iblis Kecapi.


Memang Iblis Kecapi tidak dapat mengenali Rajawali Merah yang kini berada di hadapannya karena tak sekalipun Lelaki itu pernah melihat wajah langsung dari ketuanya. Selama ini di Istana Lembah Neraka Bayu selalu menggunakan topeng berbentuk rajawali, dan sangat jarang berbicara dengan orang lain kecuali Raja Iblis Bukit Tengkorak dan Iblis Pelebur Sukma.


"Hari ini kau yang akan tinggal nama" sahut Bayu dingin. Sesekali matanya menampakkan kilatan halus yang menandakan ia sudah mulai menggunakan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.


Iblis Kecapi yang belum juga sadar siapa yang menjadi lawannya mulai mengempos tenaganya sampai ketingkat paling tinggi, Hawa Panas mulai menyebar di tempat itu. Cempaka yang tadi berada di belakang bayu kini sudah berpindah dengan dipapah Intan menjauh dari tempat itu.


Iblis Kecapi melesat menyerang kearah Bayu. Kali ini pedang Naga Geni langsung disabetkan nya ke tu buh lawan. Namun Bayu tak sedikitpun menghindar. Bagaikan Kebal terhadap senjata, ditangkisnya serangan pedang langsung dengan lengan atau kakinya. Setiap pedang menyentuh bagian tubuh Rajawali Merah, bukan pemuda itu yang terluka. Malah Iblis Kecapi yang terjengkang beberapa tombak. Kali ini darah segar menyembur dari mulut salah satu pimpinan Istana Lembah Neraka itu.

__ADS_1


Pendekar Seruling Sakti, Intan, dan Cempaka yang melihat kejadian itu hanya bisa ternganga melihat kagum kejadian tersebut. Dalam hidup mereka belum pernah melihat kejadian yang begitu dahsyat seperti sekarang.


Iblis Kecapi sudah siap menyerang kembali ke arah lawannya. Tenaga Sakti nya kembali ditingkatkannya pada batas tertinggi. Sinar merah dan hawa panas semakin membuat tempat itu seperti berada di kawah gunung berapi.


Sementara itu Embun tipis yang membias pada tubuh Bayu. Hawa dingin yang sejuk perlahan menggantikan hawa panas yang tadi melanda tempat itu. Kilatan-kilatan tipis mulai memancar di bola mata Rajawali Merah.


"Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta," Iblis kecapi sangat terkejut menyaksikan perubahan pada diri Bayu. Seketika ia mengenali Ilmu apa yang dipergunakan lawan. "Ket..."


Belum sempat Iblis Kecapi menyelesaikan kata yang akan keluar dari mulutnya. Dengan kecepatan yang sulit diikuti pandangan mata, dari arah Bayu terlihat sekelebatan bayangan merah kearah Iblis kecapi dan kembali lagi ketempat nya semula. Entah apa yang terjadi tiba-tiba tubuh Iblis kecapi terbelah menjadi dua. Kini di tangan kanan Bayu telah menggenggam Pedang Naga Geni yang meneteskan darah segar.


Rupanya dengan kecepatan luar biasa, Bayu bergerak cepat merebut pedang dari tangan Iblis Kecapi, kemudian membelah dua tubuh Iblis itu dari atas kebawah hingga bagian kanan dan kirinya terpisah.


"Ihhh" Cempaka dan Intan menjerit ngeri menyaksikan keadaan Iblis Kecapi yang tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian. Lelaki itu tewas tanpa sempat melawan bahkan melihat serangan lawannya. Gembong aliran hitam yang terkenal dengan kesaktian dan keganasannya kini harus berakhir di tangan pimpinannya sendiri.


Bayu pun menghampiri tubuh iblis kecapi dan mengambil sarung pedang pada pinggang tubuh yang telah terbelah itu. Kemudian dimasukkan nya pedang Naga Geni ke sarungnya. Seketika Sinar merah yang menerangi tempat itu lenyap. Kemudian perlahan-lahan pemuda itu melangkahkan kakinya menuju tiga orang yang sedang duduk tak jauh dari tempat itu.


"Terima kasih dik Bayu" ucap Cempaka dengan keharuan, karena nyawa dan kehormatannya telah terjaga oleh bantuan pemuda ini. Wanita itu mengetahui nama Rajawali merah dari Intan yang menceritakan secara singkat perkenalan gadis itu dengannya. Bayu pun tersenyum seraya mengangguk kecil ke arah Cempaka yang kini sudah melapisi bajunya yang robek sana-sini dengan pakaian yang masih bagus. Kemudian Bayu menyodorkan pedang Naga Geni ke pada Intan. Gadis itupun menyambutnya dengan perasaan sangat berterima kasih. Hanya tatapan mata dan linangan air mata yang bisa ia tunjukan sebagai rasa terimakasihnya kepada pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2