Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.131. Dikeroyok Tokoh-tokoh Sakti


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 131...


“Bedebah! Di mana kalian sembunyikan Nalini. Kalau sampai terjadi apa-apa padanya, akan kubakar kalian hingga jadi debu.” Geram Bayu.


 Desshh.. dessssh..


Dua larik sinar keperakan meluncur dari telunjuk Jari Pedang yang mengarah ke Bayu. Kali ini pemuda itu tak menghindar. Ia sengaja memamerkan kesaktiannya untuk membuat lawan gentar.


Drereeeett..


Kedua sinar keperakan yang menyerang Bayu itu sirna saat menyentuh telapak tangan si pemuda. Nampak di telapak tangannya aliran listrik memancar. Rupanya tenaga sakti itulah yang menelan jurus andalan Jari Pedang.


Terkejut juga tangan kanan Dewa Iblis Kegelapan itu melihat serangannya mentah di tangan Bayu. Ia pun kembali menyerang si pemuda. Kali ini serangannya dilakukan dari jarak dekat.


Jurus jari pedang dengan pengerahan tenaga dalam sepenuhnya di lancarkan Jari Pedang. Tenaga Saktinya di pusatkan pada kedua ujung jari telunjuknya. Lalu Jari Pedang melakukan totokan ke arah bagian mematikan Bayu.


Bayu sadar kali ini lawannya melakukan serangan mematikan. Ia belum berani menghadang secara langsung tusukan lawan. Pemuda itu lebih memilih menghindari setiap serangan lawannya.


Setelah beberapa kali ia merasakan gempuran lawan, Bayu dapat menyimpulkan bahwa tenaga saktinya masih jauh berada di atas lawan. Lalu ketika Jari pedang akan menusuk kea rah tenggorokan si pemuda dengan telunjuk, Bayu menangkis serangan itu dengan telunjuk juga.


Blaammm..


“Akhh..”


Telunjuk kanan Jari pedang beradu dengan telunjuk kiri Bayu. Jari Pedang terlempar sejauh delapan tombak. Jari telunjuknya yang beradu dengan telunjuk Bayu tadi hancur remuk hingga menjadi cacat. Tubuhnya terjerembab ke tanah payah untuk bangkit lagi.


Sedangkan Bayu sendiri sedikitpun tak mengalami cedera. Ia masih kokoh berada di tempatnya. Matanya menatap tajam kepada Jari Pedang yang terluka.


“Katakan di mana kalian sembunyikan Nalini?” tanya Baru dengan marah sambil perlahan menghampiri Jari Pedang.

__ADS_1


Jari pedang hanya bungkam. Mulutnya hanya meringis menahan rasa sakit di jarinya. Berkali-kali dia berusaha bangkit, namun roboh kembali.


Bayu semakin mendekat. Jari pedangpun semakin pucat wajahnya. Kali ini ia betul-betul tidak berdaya.


“Kalau kau tak mengatakan, jangan salahkan aku mengirim kau orang tua ke neraka.” Ancam Bayu.


Bayu semakin mendekat. Tangan pemuda itu mulai memancarkan aliran listrik dengan bias gelombang tenaga yang dahsyat. Terdengar suara berderitan dari pancaran tenga itu.


Bayu Berhenti melangkah saat jaraknya dengan Jari Pedang terpaut lima tombak. Kini telapak tangan kanannya di arahkan ke Jari Pedang. Matanya nampak berkilatan.


“Cepat katakana di mana kalian menyembunyikan Nalini.” Bentak Bayu.


Walau dibentak sedemikian rupa, tak jua Jari Pedang membuka mulutnya. Entah kenapa orang tua itu lebih memilih celaka daripada mengatakan di mana keberadaan Nalini.


Dongkol dengan kekerasan hati  Jari Pedang yang masih bungkam, Bayupun menyerang Jari Pedang menggunakan tenaga saktinya. Sederet Sinar beraliran Listrik meluncur ke arah orang tua berpakaian hijau itu.


Blaammmm…


Sebuah bayangan hitam  dan bayangan putih melesat dari arah kiri dan kanan Bayu kemudian menggabungkan tenaga menyambut serangan si pemuda. Ledakan besar terjadi saat Tenaga Sakti Bayu di tangkis ke dua orang yang baru datang.


Orang berpakaian hitam dan putih itu saling pandang. Lalu keduanya mengangguk secara bersamaan. Kemudian orang berpakaian hitam  dan putih yang tak lain Singa lembah Hitam dan Dewa Obat itu memegang Jari Pedang lalu melesat meninggalkan tempat itu.


“Heiii.. mau lari kemana kalian?” Seru Bayu yang tidak menyangka kedua orang yang baru datang lari membawa Jari Pedang.


Bayu langsung melesat mengejar. Dengan Bianglala Melukis Langitnya hanya dengan waktu yang singkat Bayu berhasil menyusul buruannya. Pemuda itu langsung memberi hajaran dengan melancarkan tenaga saktinya ke arah ke tiganya.


Blam...


Ketiga orang buruan Bayu terpental. Mereka tak menduga Bayu berhasil menyusul bahkan langsung memberikan serangan. Beruntung bagi Dewa Obat dan Singa Lembah hitam masih mampu bangkit. Malang bagi Jari Pedang, tubuhnya terjengkang dan jatuh berdebuk di tanah.


Dewa Obat dan Singa Lembah Hitam menyerang Bayu secara bersamaan. Mudah saja bagi Bayu melayani keduanya karena saat ini dia sedang menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke tiga. Sehingga pertarungan ke tiganya nampak imbang.

__ADS_1


Hingga berlalu seratus jurus tak nampak dari kedua belah pihak siapa yang menang. Padahal ketiganya telah menggunakan seluruh kekuatannya masing-masing. Tapi keadaan Bayu lebih menguntungkan, Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tak membuatnya cepat kehabisan tenaga.


Blammm..


Kembali terjadi bentrokan tenaga yang sangat kuat. Ketiga orang yang bertarung sama-sama terpental kebelakang. Namun Bayu berhasil mendarat kembali ketanah dengan ringannys. Sedangkan kedua lawannya harus sempoyongan akibat dorongan tenaga lawan.


“Kak Bayuu..!”


Tiba-tiba terdengar teriakan Nalini dari arah kanan Bayu. Seketika pemuda itu melesat meninggalkan lawan-lawannya menuju arah suara. Sekilas tadi Bayu melihat berkelebat bayangan hitam lari masuk ke arah hutan. Tanpa mengenal rasa takut pemuda itu masuk kedalam hutan. Padahal bagi orang-orang persilatan pantang masuk kehutan yang menjadi pelarian musuh, karena kemungkinan di sanalah musuh memasang jebakan.


Kembali Bayu melihat bayangan hitam berkelebat. Kali ini bukan hanya satu bayangan, melainkan tiga. Tiga bayangan itupun lari ke arah yang berbeda. Tentu saja hal itu membuat Bayu kebingungan.


“Bedebah...!”


Blarrr..


Blaarr..


Bayu yang sangat marah melontarkan pukulannya ke segala arah. Seketika hutan itu menjadi terbakar. Hanya beberapa saat saja hutan itu berubah menjadi lautan api. Bayupun mengejar salah satu bayangan hitam yang berlari ke arah sebelah kanannya.


Sebenarnya di manakah Nalini berada? Lalu benarkah yang berteriak itu adalah Nalini?


Salah seorang bayangan hitam yang berpencar tadi adalah Raja Ular Hitam yang sedang membopong Nalini di Bahunya. Ia berlari menghindari kejaran Bayu. Awalnya Raja Ular Hitam hendak menjadikan Nalini sebagai sandra. Namun melihat kesaktian Bayu yang bergerak bagaikan setan saja, iapun tak berani mengambil resiko.


Raja Ular Hitam yang sedang bersembunyi di balik semak-semak tak jauh dari tempat pertarungan tak memperhitungkan bahwa totokannya segera lepas. Walaupun gadis itu telah dicekoki dengan racun pelemas tenaga, namun untuk berteriak masih bisa dipaksakannya. Merasa kecolongan Raja Ular hitam lari dengan sekuat tenaga bersama dua orang anak buahnya. Lalu ia pun menyuruh anak buahnya berlari dengan arah yang berbeda.


“Hahaha ternyata kekasihmu itu bisa juga di bodohi. Biarkan ia mengejar anak buahku, kita akan bersenang-senang di sini.” Ucap Raja Ular Hitam sesampainua di sebuah goa kecil yang berada di balik semak-semak yang cukup tinggi.


“Cah manis, inilah tempat tinggalku, goa ular hitam.” Ucap lelaki tua yang menggunakan pakaian terbuat dari kulit ular itu.


Raja Ular Hitam membaringkan Nalini di sebuah kasur yang terbuat dari batu. Matanya begitu liar melihat kecantikan dan kemulusan kulit Nalini. Jakunnya bergerak turun naik karena seringnya menelan ludah

__ADS_1


Bersambung...


Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja


__ADS_2