
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 255...
“Apakah pemuda ini yang bernama Rajawali Merah seperti yang dikatakan oleh pangeran Mandaka. Dari ciri-cirinya sepertinya memang dia. Sungguh terlalu muda untuk menjadi orang nomor satu dalam dunia persilatan di masa ini,” bisik Gayatri dalam hatinya.
“Ternyata kekacauan yang terjadi di Desa ini disebabkan oleh pihak kerajaan. Dan ternyata pihak kerajaan tidak segan untuk bekerja sama dengan perempuan iblis sepertimu,” ucap Bayu kepada Gayatri.
“Hahaha tidak disangka seorang ketua perkumpulan istana Lembah neraka dan juga perguruan tangan dewa mau bersusah-payah mengurusi masalah seperti ini. Apakah di perkumpulan mu tidak ada kerjaan lain lagi sehingga kau tidak tau malu ikut campur urusan orang,” ucap Gayatri sambil berusaha memanas-manasi Bayu.
“Kau tidak perlu memancingku dengan cara seperti itu. Aku tidak peduli dengan kata-katamu itu, dan aku tidak harus terikat dengan apapun untuk mengurusi atau tidak mengurusi urusan orang. Bila aku suka maka akan kulakukan, kalau aku tidak suka maka tidak akan kulakukan,” tegas Bayu.
Tentu saja ucapan yang di lontarkan oleh Bayu tadi mengejutkan Gayatri. Iya baru teringat oleh kata-kata pangeran Mandaka bahwa Rajawali merah ini tidak bisa dikatakan orang beraliran lurus maupun beraliran orang sesat. Ia bertindak sesukanya dan tidak ada yang bisa memaksa dia untuk melakukan sesuatu yang diluar keinginannya.
“Sebaiknya kau pergi dari sini, dan kembalikan mayat-mayat itu keadaannya seperti semula dan kembalikan ke tempatnya semula. Mungkin kali ini aku akan memberikan kesempatan untuk hidup, bila kau tidak memanfaatkannya maka jangan salahkan aku mau ke neraka,” ancam Bayu dengan nada tegas.
Sekali lagi Gayatri dibuat heran oleh kata-kata Rajawali Merah. Ia tidak menyangka bahwa Bayu akan mengucapkan perkataan seperti itu yang menurutnya sangat aneh dan janggal. Kebanyakan orang dunia persilatan akan saling membunuh apabila dia merasa memiliki kewajiban untuk menumpas lawannya. Tapi tidak dengan pemuda ini bahkan dia memberikan kesempatan untuk Gayatri hidup asalkan mengembalikan mayat-mayat hidup itu ke tempatnya semula.
“Kau kira kau siapa bisa memerintah aku dengan seenaknya,” Geram Gayatri kepada Bayu. “Prajurit siapkan anak panah, habisi pemuda ini!” perintah Gayatri kepada para prajurit kerajaan.
__ADS_1
Serempak para prajurit kerajaan Selatan itu menyiapkan senjata panah mereka. Ada sekitar enam puluhan jumlah para prajurit tersebut. Masing-masing menggunakan dan memasang tiga anak panah pada busurnya. Kemudian para prajurit mengarahkan panahnya kepada Rajawali merah.
Wussshh.. wusshhh..
seratus batang anak panah lebih melesat ke arah Bayu si Rajawali merah. Namun sedikit pun tidak ada rasa gentar di hati pemuda itu. Ia pun tidak terlihat melakukan tindakan apa-apa. Hanya diam menantikan datangnya serangan anak panah ke tubuhnya.
Namun belum sampai menyentuh tubuh Bayu si Rajawali Merah, ratusan batang anak panah itu berhenti pada jarak kurang lebih satu depa dari tubuh Bayu. Ratusan anak panah itu pun mengambang di udara, kemudian secara perlahan berputar membalik seratus delapan puluh derajat ke arah para prajurit. Lalu tiba-tiba saja ratusan anak panah itu melesat berbalik menyerang para prajurit.
Sekali lagi Bayu mendemonstrasikan kesaktiannya dihadapan orang-orang yang ada disana. Anak panah yang tadinya akan menyerang para prajurit kembali berhenti dan mengambang di udara sekitar satu tombak jaraknya dari sasaran. Tentu saja ini membuat para prajurit menggigil ketakutan.
“Pergilah dari sini, kalau tidak anak panah kalian sendiri yang akan membinasakan kalian,” ancam Bayu.
“Bedebah kau Rajawali merah, jangan kau kira aku takut denganmu. Jangankan satu orang sepertimu, sepuluh orang pun tak akan aku gentar,” bentak Gayatri yang sangat gusar oleh perbuatannya Bayu. “Anak-anak maju, habisi pemuda congkak itu!” perintah Gayatri.
Serempak puluhan mayat hidup yang ada di sana menyerang. Saat para mayat hidup itu mulai memeluruk ke arahnya, Bayu langsung mengibaskan tangan ke arah mereka. Tiba-tiba saja muncul angin yang sangat dahsyat melempar mayat hidup itu. Rupanya pemuda itu telah menggunakan Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke tiga. Akibatnya para makhluk hidup itu terlempar dan bagaikan melayang di udara bagaikan kapas berterbangan kemudian berjatuhan.
Namun sayangnya perbuatan Bayu itu tidak banyak menimbulkan efek untuk mereka, setelah jatuh pada mayat hidup itu bangkit kembali. Mereka memang tidak mempunyai jiwa seperti orang-orang masih hidup. Sehingga segala apapun mereka terjatuh tetap akan bisa bangkit kembali. Sekalipun jasad mereka mengalami luka-luka akibat serangan fisik.
“Hmmm.. rupanya mayat hidup yang ada di sini lebih kuat daripada mayat hidup yang menyerang desa mala Jangkit. Baiklah aku akan mencobanya dengan menggunakan tenaga sakti ilmu gerbang alam semesta tingkat ke empat,” gumam Bayu.
Kemudian pemuda itu mengerahkan tenaga sakti tingkat ke empat ilmu Tujuh gerbang alam semestanya. Seketika memancar dari tubuh Bayu sinar keperakan berbentuk halilintar menyambar-nyambar dengan jarak sekitar satu tombak mengelilingi tubuh pemuda itu. Nampak ada kegentaran dari mata dan mimik wajah yang ditunjukkan oleh Gayatri.
__ADS_1
“Haaaaa..”
Duarrrr..
Bayu memekik keras sambil merentangkan tangannya ke arah-arah mayat hidup itu berada. Seketika kekuatan petir keperakan yang berada di tubuh Bayu menyambar tubuh mayat-mayat hidup. Seketika tubuh menikmati hidup itu hancur berantakan. Tak ada satupun dari puluhan mayat hidup yang mampu bangkit lagi.
Betapa terkejutnya Gayatri melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Ia tidak menyangka dengan satu kali pukulan saja mayat hidup yang memiliki kekuatan khusus yang ia bangkitkan dengan ritual persembahan darah dan jantung bayi sedikitpun tidak mampu memberikan perlawanan kepada Bayu. Kini di tempat itu hanya ada tiga orang tersisa, yaitu Bayu Gayatri dan Danastri.
“Sekarang giliran kalian yang akan ku kirim keneraka,” geram Bayu kelada Gayatri dan Danastri.
Gayatri mulai merasa gentar. Namun semangat dan nyalinya dipompa untuk menghadapi Rajawali Merah. Ia pun mulai mengerahkan tenaga saktinya hingga kepuncak. Begitu juga Danastri yang ada di sampingnya, sudah mengerahkan tenaga sakti hingga ketingkat tertinggi.
Tubuh keduanya mulai berubah wujud. Gayatri berubah menjadi dedemit wanita yang menyeramkan. Kuku-kukunya memanjang, dengan giginya mulai berubah menjadi taring. Mata perempuan itupun berubah menjadi berwarna merah menyala, keadaannya hampir mirip dengan mayat hidup yang ia bangkitkan. Hanya saja kulit dan wajahnya masih terlihat mulus layaknya seorang gadis.
Sementara Danastri sendiri sudah berubah wujud menjadi manusia setengah serigala. Bagian atas tubuhnya dari pinggang hingga ke atas ditumbuhi bulu-bulu yang mirip bulu serigala. Wajahnya pun berubah menjadi mirip serigala. Gadis itu kini telah menggunakan ajian siluman ratu serigala.
Bersambung
__ADS_1