
Di depan sebuah lemari buku yang cukup besar merekapun berhenti.
"Tuanku, di sinilah pintu rahasia perkumpulan kita." ucap salah seorang penjaga.
"Mana pintunya?" Tanya Pranggala yang sedikit mengerutkan dahi karena bingung melihat lemari besar di hadapannya, namun tidak terlihat sesuatu apapun yang bisa di sebut sebuah pintu.
"Maaf sebelumnya tuan, apakah ketua memberikan sebuah kunci pada tuan?"
Sejenak Pranggala terdiam. Lalu dari balik baju diambilnya sebuah kantung kain yang pernah diberikan Rajawali Merah. Dibukanya kantong kain itu, lalu diambilnya sebuah anak kunci yang terbuat dari emas.
"Apakah yang ini?" tanya Pranggala sambil menunjukkan sebuah anak kunci kepada para penjaga.
Kemudian seorang penjaga mengambil salah satu buku yang ada di lemari itu. Di situ terlihat sebuah lubang kecil. Kemudian penjaga itu mundur mempersilahkan Pranggala.
Pengawal kepercayaan Rajawali Merah itupun memasukan anak kunci. Tiba-tiba bagian kiri lemari bergeser ke belakang, dan bagian kanan bergeser kedepan. Terlihatlah sebuah jalan masuk di balik lemari besar itu.
"Ayo kita masuk, dua orang berjaga di sini, apabila ada sesuatu yang mencurigakan tutup kembali pintu ini." Perintah Pranggala.
"terima perintah" jawab mereka serentak.
Kemudian Pranggala dan empat orang penjaga khusus masuk kedalam. Ternyata di balik lemari terdapat ruangan yang cukup luas. Walaupun terlihat sangat berdebu, tapi nampak ruangan itu sangat tertata rapi. Dapat di tebak sudah sangat lama sekali ruangan itu tidak dimasuki.
__ADS_1
Pranggala memerintahkan kepada penjaga yang mengikutinya untuk menyalakan lampu minyak yang ada di sana. Setelah lampu dinyalakan nampaklah semua isi ruangan. Tepat berjarak lima tombak dihadapan mereka, terlihat dua kerangka manusia yang masih menggunakan pakaian lengkap berwarna merah dalam posisi duduk bersila.
Seketika ke empat penjaga khusus itu berlutut di hadapan tengkorak manusia itu. Pada awalnya Pranggala bingung melihat perbuatan orang. Tapi kecerdasannya seketika dapat menangkap maksud dari para penjaga itu berlutut. Kemudian Pranggala pun ikut berlutut.
"Kami orang bawahan Rajawali Merah menghormat pada majikan Lembah Neraka" Ucap para penjaga serempak.
Kemudian para penjaga berdiri diikuti oleh Pranggala. Salah seorang dari penjaga menghampiri kerangka majikan lembah neraka itu kemudian mengambil sebuah gulungan surat yang ada di pangkuan salah satu kerangka. Kemudian gulungan itu di serahkan kepada Pranggala.
Kemudian Pranggala menerima gulungan itu, dan mengambil sebuah peti penyimpanan pusaka di ruangan itu. Diapun memasukan gulungan kertas itu kedalam peti.
"Surat ini kemungkinan besar di tujukan untuk ketua. Maka sebaiknya kita simpan dulu dan menyerahkannya kepada ketua langsung saat dia kembali." tutur Pranggala. Selanjutnya kita aktifkan semua jebakan dan penjagaan alam di lembah ini. Lalu kumpulkan semua anggota yang tersisa dan tanyakan kesetiaan mereka terhadap Istana Lembah Neraka." tambahnya lagi.
"Siap terima perintah" sahut penjaga bersamaan.
"Baik wakil ketua".
Kemudian keempat penjaga itupun memohon diri. Sesudah itu Pranggala menekan tombol yang berada tepat disamping kerangka majikan Istana Lembah Neraka. Seketika seluruh jebakan dan penjagaan alam aktif. Lembah itupun dari luar mulai diliputi asap berwarna kemerahan, dan api-api bumi yang berpijaran mengelilingi lembah.
...***...
Bentrokan besar di Bukik kosong pun tak bisa terhindarkan lagi. Pertarungan antara manusia yang sebagian besar menggunakan pakaian berwarna hitam dan pakaian berwarna putih tak dapat terhindarkan. Teriakan-teriakan kematian dan kesakitan dimana-mana mulai terdengar di tempat itu. Dalam waktu singkat saja sudah puluhan orang yang tewas dari kedua belah pihak.
__ADS_1
Sementara itu Pancaran Tenaga Sakti dari tubuh Bayu semakin menghebat. Beberapa benda kecil di dekatnya ikut terangkat dan berhenti di sekitar Rajawali Merah. Deru angin kencanh mulai melanda tempat itu. Beberapa orang yang berada di dekat bayu harus merasakan bagaimana rasanya terlempar oleh tiupan angin yang memancar dari tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.
"Gawat... sudah mencapai tingkat ke lima" gumam Jari malaikat. Pandangannya mengedar ke sekeliling tempat itu. Dilihatnya orang-orang sudah menyingkir puluhan tombak dari Rajawali Merah. Hanya beberapa orang tokoh dari pihak Istana Lembah Neraka dan Benteng Dewa saja yang masih bertahan. Namun yang membuatnya resah, terjadinya bentrokan antara kedua belah pihak di anggota tingkat rendah.
"Pertapa Sakti Tanpa Nama, Iblis Muka Hitam, Pendekakar Halilintar, dan Pendekar Tongkat Emas, mari kita coba menyadarkan ketua Istana Lembah Neraka ini. Ia akan kehilangan kendali akibat racun ganas yang ada di kepalanya" seru Jari Malaikat.
Semua orang di sekitar tempat itu sontak mengalihkan pandangannya ke arah Jari Malaikat. Entah kenapa mereka merasakan perbawa tersendiri dari suara ketua Perguruan Jari Sakti itu. Sepertinya mereka sedang berhadapan dengan orang lain saja. Beberapa diantara mereka bahkan sempat bengong terdiam kebingungan.
"Ikuti saja kata beliau, tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan, pada intinya dia bukanlah si Jari Malaikat. Namun dia adalah pewaris asli dari pencipta Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Dialah Empu Adhiyak Sona" tutur Pendekar Tongkat Emas.
Hampir semua tokoh utama di pihak Benteng Dewa terkejut. Bahkan ada diantara merek yang tidak percaya. Namun semua tak sempat berpikir lagi, karena kini keadaan Rajawali Merah semakin membahayakan saja.
Tenaga Sakti yang di pancarkan Ketua Istana Lembah Neraka itu kini bukan hanya memancar di sekitarnya saja. Bahkan sudah semakin meluas. Tapi tak sampai di situ saja, pancaran tenaga listrik mulai menyambar-nyambar apapun di sekitar tempat itu. Beberapa bebatuan membeku karena terserang hawa dingin tenaga lalu pecah tersambar tenaga listrik yang menyerupai halilintar itu. Ada juga bebatuan yang memerah tersambar hawa panas lalu hancur menjadi debu.
Itulah hebatnya Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke lima. Pemiliknya dapat mengeluarkan lima jenis tenaga sakti dalam waktu bersamaan. Bahkan tingkat penghancur tenaga itu jauh berada diatas ilmu-ilmu sakti yang ada di dunia persilatan.
"Segera menyebar mengelilingi Rajawali Merah. Pancarkan tenaga sakti membuat lingkaran. Kita coba membendung kekuatannya. Nanti aku bantu mengalirkan tenaga untuk meningkatkan tenaga kalian." perintah Jari Malaikat palsu yang ternyata adalah Empu Adhiyak Sona murid langsung dari pencipta Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.
Tanpa diperintah lagi semua orang yang disuruh menyebar mengelilingi tempat Rajawali merah berada. Hanya saja mereka berada tepat di bawah Rajawali Merah yang sedang melayang di udara.
Sementara itu Malaikat Bertangan Sakti, dan beberapa orang lainnya yang tingkat kemampuannya berada di bawah Pertapa Sakti Tanpa Nama segera menjauh dari tempat itu. Mereka sadar dengan kemampuan yang mereka miliki bukannya dapat membantu, malah hanya akan menjadi beban.
__ADS_1
"Kerahkan tenaga kalian sampai puncaknya. Bentangkan tangan kalian menyamping untuk menghubungkan tenaga satu dengan yang lainnya." perintah Empu Adhiyak Sona lagi.
Serentak mereka semua melakukan apa yang diperintahkan oleh Empu Adhiyak Sona.