
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 202...
“Siapa lagi orang bercaping itu? Semakin banyak saja orang-orang sakti bermunculan. Bahkan ia bisa melayang di udara. Beruntung pemuda itu tidak kalah hebatnya dengan orang tersebut. Mungkin benar Empu Adhiyaksona memang menyiapkan pemuda itu untuk menyelamatkan dunia persilatan ini dari kekacauan.” Gumam Pertapa Sakti Tanpa Nama.
Orang bercaping terus melayang terbang menuju bukit kosong, diikuti Bayu di belakangnya. Setelah tiba di tempat pemakaman orang bercaping turun kemudian mengambil tempat duduk di tepian makam yang nampaknya tidak lama selesai dibangun.
“Duduklah Bayu.” Ucap Orang bercaping seolah-olah ia sudah mengenal baik dengan Bayu.
Bayu pun turun ke permukaan tanah. Kemudian ia mengambil tempat yang jaraknya sekitar dua tombak dari orang bercaping. Pemuda itu bersikap waspada, karena biar bagaimanapun ia melihat sendiri bagaimana kesaktian orang yang berada di hadapannya itu.
“Tahukah kau siapa aku?” tanya orang bercaping.
“Siapa kau sebenarnya? Apa tujuanmu membawaku ke sini? Mana Nalini?” Bayu yang sedikit kesal dengan orang yang terlalu berbasa basi menurutnya merenteti dengan banyak pertanyaan.
Perlahan orang bercaping melepaskan caping yang menutupi kepalanya. Nampak Bayu tak terkejut dengan siapa ia berhadapan saat ini. Ia telah mendunga siapa sebenarnya orang itu. Orang yang sudah beberapa kali di temuinya, di Lembah Neraka maupun Di Benteng Dewa Ini sewaktu dia menyelamatkan Dewi Pedang Khayangan. Dia memang Raja Barat atau orang yang menggelari dirinya sendiri dengan sebutan penguasa jagad.
“Di barat aku di panggil dengan sebutan Raja. Karena aku memang seorang raja di sana. Di sini aku menggelari diriku dengan sebutan Penguasa Jagad. Karena aku memang berniat menguasa jagad raya ini, menyatukan semua kerajaan dan menjadi rajanya.”
Sejenak Raja barat diam, pandangannya menerawang menembus angkasa. Bayu sendiri tak ingin memotong pembicaraan orang tua itu. Ia dengan sabar menunggu Raja Barat menyampaikan apa maksud orang itu membawanya ke bukit kosong.
“Pada kurun waktu puluhan tahun yang lalu sebelum aku menjadi raja di negeri barat, orang-orang dunia persilatan memanggilku dengan sebutan Majikan Lembah Neraka. Meneruskan kedudukan turun temurun orang nenek moyangku yang sudah sekian lama tinggal di lembah itu.”
Bayu nampak sangat terkejut dengan ucapan Raja Barat. Hal ini dapat dilihat dari perubahan wajahnya. Hampir saja iya terlonjak kaget, untung sikap tenangnya yang sudah sangat terlatih itu membuat nya tetap terlihat tak terpengaruh. Pemuda itu masih menunggu Raja Barat menyelesaikan perkataanya.
__ADS_1
“Sesuai dengan urutan keluarga seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakek. Apalagi karena aku adalah ayah dari ibu kandungmu sendiri.”
“Apa? Kakek?”
Kali ini Bayu tak lagi mampu menyembunyikan rasa keterkejutannya. Mendengar pengakuan raja barat bahwa sesungguhnya dia adalah sang kakek, Bayu langsung berdiri saking kagetnya. Dari surat wasiat yang ditinggalkan oleh ibunya memang tidak dikatakan bahwa sang kakek telah mati. Tapi di situ pun tidak disebutkan bahwa orang tua itu masih hidup. Mendengar pengakuan Raja Barat itu tentu saja Bayu sangat terkejut.
“Apa buktinya kau adalah kakekku?”
Raja Barat mengerahkan tenaga sakti untuk diperlihatkannya pada Bayu. Tubuh itu mulai memancarkan cahaya berwarna putih keperakan menyerupai kobaran api. Hawa panas pun mulai menjalar ketempat itu.
“Tenaga inti api putih.” Seru Bayu dengan kekagetannya.
Memang tenaga yang dipancarkan oleh Raja Barat merupakan wujud dari Tenaga Sakti Inti Api khas kepunyaan orang-orang Lembah Neraka. Bahkan tenaga yang di pancarkan oleh Raja Barat jauh lebih dahsyat ketimbang milik pranggala orang yang paling tinggi tingkatannya menguasai Ilmu Inti Api di perkumpulan Istana Lembah Neraka.
“Ketahuilah, Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang kau miliki sebelum di gantikan oleh tenaga sakti empu Adhiyaksona , dasar-dasarnya berasal dari transferan tenaga sakti milikku. Itu sebabnya dengan mudah kau dapat menguasainya selain dikarenakan juga kau adalah keturunan langsung dari si pencipta ilmu itu. Kakek dari ayahmu merupakan anak kandung tokoh sakti legendaris itu.
Sesaat Bayu nampak mulai terpengaruh oleh ucapan orang tua itu. Ia nampak menunjukkan wajah emosi ketika mengingat kembali apa yang menimpa pada sukunya dahulu. Hal ini ia ketahui dari surat wasiat ibunya. Cerita dari Raja Iblis Bukit Tengkorak. Dan kini diungkit lagi oleh Raja Barat.
“Aku tidak bisa mempercayai sepenuhnya kau adalah kakekku. Apalagi karena kau juga memiliki Ilmu Tujuh Gerbanh Alam Semesta sampai tingkat ke empat walau dengan cara sesat mempelajarinya. Akan sangat mudah bagi orang yang sudah menguasai Ilmu tujuh gerbang Alam Semesta yang sudah melewati tingkat pertama untuk menguasai Ilmu lain yang berada di bawahnya.” Ucap Bayu dingin.
“Hahaha.. sudah aku duga kau akan berkata hal seperti itu. Kau tidak jauh berbeda dengan ayahmu yang sangat pintar dan sangat berhati-hati itu. Ayahmu memang seorang pendekar yang gagah, sayang ia tak mau mengikuti kemauanku untuk membalas dendam dan menguasai dunia.”
“Apa yang kau inginkan dariku hingga membawaku ke sini? Mana Nalini? Apakah keselamatannya terancam seperti katamu di bukit benteng Dewa tadi.”
“Saat ini gadis itu memang tidak akan mengalami kejadian apa-apa. Tapi kelak beberapa tahun kemudian kau tak akan lagi menemui gadis itu sebagai dirinya. Jiwanya akan lenyap di ambil alih oleh jiwa roh keramat burung api.” Sahut Raja Barat sambil menatap mata Bayu
__ADS_1
“Lalu apa yang bisa kau lakukan untuk membuat itu semua tidak terjadi?” tanya Bayu tegas.
“Bukan aku, tapi kau sendiri yang melakukannya dengan cara menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam. Kitab petunjuk Ilmu itu ada padaku. Dan aku ingin kita melakukan pertukaran bila kau ingin memiliki Ilmu itu.”
“Pertukaran apa yang kau maksud?” tanya Bayu.
“Aku ingin kau merebut pedang Pusaka Penguasa Naga dari tangan anak buah Raja Selatan itu.”
“Kalau aku tidak mau melakukannya?”
“Itu terserah apa yang kau putuskan. Aku hanya memberikan tawaran ini padamu. Kitab satu-satunya dari Ilmu yang kau miliki ada padaku. Tanpa kitab ini kau tidak bisa menggunakan gerbang ke enam sesuka hatimu seperti lima gerbang yang lain.”
“Hmmm.. bukankah kau bilang kau ini adalah kakekku. Mengapa kau sedemikian rupa ingin memperalatku untuk ambisimu itu. Tapi baik lah.. aku setuju dengan pertukaranmu itu. Kau tunggulah di sini aku akan merebutnya.” Tegas Bayu.
“Dengan kemampuanmu sekarang? Kau tak akan sanggup melawan kekuatan pedang itu. Kau pelajarilah dulu gerbang ke enam dengan petunjuk buku ini.” Ucap Raja Barat sambil menyerahkan Kitab Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.
Bersambung...
Dukung Novel ini dan penulisnya dengan cara :
1. Rate bintang 5 bagi yang belum
2. Beri like setiap babnya
3. Tinggalkan komentar di setiap babnya.
__ADS_1
Dengan kebijakan baru yang diterapkan noveltoon tiga hal diatas sangat berharga bagi kami para penulis.