Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Syarat Dari Raja Pertama


__ADS_3

Episode 296


“Sengaja kalian aku kumpulkan kalian di sini untuk membicarakan hal yang sangat penting yang ada kaitannya dengan kerajaan ini. Mungkin kalian masih  ingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat hampir saja aku terbunuh oleh penghianatan salah seorang selir. Bukan hanya akan membunuh raja, bahkan selir itu telah membunuh permaisuri dan juga putra mahkota kerajaan ini.”


Hampir bersamaan para pejabat kepercayaan raja yang berkumpul di ruang rahasia itu menganggukkan kepalanya. Semua yang berada di situ merupakan orang-orang yang ikut berkumpul di lembah neraka saat raja masih berada di sana. Namun tidak ada  yang tau perjanjian yang disepakati antara raja dan Chandra Darpa.


Di tempat pertemuan rahasia itu raja menceritakan semua yang terjadi kala itu termasuk saat raja membujuk suku api membantunya. Raja menjanjikan sebuah imbalan apa bila raja berhasil akan menghadiahkan gelar putra mahkota kepada ketua suku api saat itu. Tentu saja penuturan raja itu membuat semua yang berada di sana sangat terkejut. Bahkan ada beberapa diantara mereka sampai keceplosan mengatakan Raja tidak berpikir panjang.


Sadar akan ucapannya yang terlalu lancang, pejabat itupun berlutut minta ampun kepada Raja. Raja sendiri walau sempat gusar, namun ia tidak memperpanjang urusan apalagi sampai memberi hukuman. Kemudian sang Raja meminta pendapat para pejabat bagaimana cara terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi.


Di antara para pejabat yang berada di sana terbagi menjadi dua pendapat yang berbeda. Ada yang berpendapat Raja harus menepati janji yang sudah diucapkannya. Karena janji seorang Raja adalah takdir yang harus ditepati. Sementara  yang lain menganggap janji itu tidak perlu ditepati, tak mungkin darah keturunan raja diteruskan oleh orang lain. Dan pendapat terakhir inilah yang sebagian besar pejabat memegangnya.


“Maafkan hamba yang mulia, walaupun selir telah melakukan pemberontakan terhadap paduka raja, namun semua tidak terkait sama sekali dengan pangeran Cata Ararya. Dia satu-satunya putra paduka yang Syah kedudukannya sebagai penerus paduka,” ucap salah satu pejabat.


Hampir semua pejabat di tempat itu membenarkan ucapannya. Sang Raja pun bimbang untuk mengambil keputusan. Akhirnya mereka menyarankan raja untuk meminta pendapat raja terdahulu, yaitu ayahanda dari raja yang sekarang.


Raja pertama  memang masih hidup, dia mengasingkan diri di sebuah perbukitan untuk mengamalkan sebuah ilmu kesaktian. Raja Pertama itu bernama Saka Prawara. Dia lah yang dinobatkan sebagai raja  sesudah berhasil menggulingkan kerajaan sebelumnya.


Saka Prawara tidak menyelesaikan pemerintahannya. Saat putranya mencapai umur tiga puluh tahun, ia pun memberikan tahta kerajaannya. Ia sendiri menyepi untuk memperdalam ilmu kanuragannya. Ia berusaha  untuk meningkatkan kesaktiannya agar bisa menyaingi sahabatnya yang bernama  Nirwasita. Memang sedari muda keduanya selalu bersaing siapa yang lebih kuat dalam hal ilmu kadigjayaan.

__ADS_1


Raja Selatan memberi penjelasan pada Candra darpa dan meminta waktu untuk raja bertemu dengan ayahandanya. Chandra Darpa pun tidak keberatan dan menyetujui permintaan raja untuk menunggu beberapa hari. Besoknya Raja selatan generasi kedua itu bertolak dengan kereta kudanya dari istana menuju bukit tempat raja pertama menyepi.


Hanya butuh waktu satu hari satu malam perjalanan akhirnya raja  tiba di tempat pertapaan Raja Saka Prawara. Walau tempat itu disebut pertapaan,  namun bangunan yang ada di sana terkesan megah, bagai istana kecil. Tempat itu juga dijaga oleh beberapa orang penjaga yang nampaknya memiliki kemampuan yang tidak rendah.


Tiba di gerbang, Raja Selatan generasi kedua langsung disambut penghormatan oleh penjaga di sana. Meski begitu tetap saja sang Raja tidak bisa langsung masuk ke dalam tanpa perintah atau persetujuan raja pertama. Setelah mendapatkan keterangan dari raja, penjagapun beranjak kedalam melapor kepada sang pemilik kediaman. Tak berapa lama kemudian si penjaga muncul kembali dan mengatakan raja pertama bersedia bertemu.


Raja Selatan generasi kedua pun langsung melangkah menuju tempat bertapanya raja Saka Prawara di dampingi oleh penjaga. Di sebuah ruangan yang cukup luas dan mewah terdapat sebuah batu giok putih seukuran meja makan. Di atasnya seorang lelaki tua berpakaian serba putih duduk di atasnya dengan posisi semedi.


“Ananda Cata Barmana menghadap ayahanda. Mohon ampun apabila kedatangan ananda mengganggu ketenangan Ayahanda,” ucap Raja selatan generasi kedua sambil berlutut dihadapan orang tua yang berada di atas batu giok.


“Bangunlah, ada hal segawat apa sehingga membuatmu  harus mengganggu istirahatku di sini?” tanya Raja Pertama terdengar sedikit tidak suka akan kehadiran Raja kedua.


“Hmmmm.. katakanlah!” ucap Raja Pertama menanggapi perkataan anaknya.


Kemudian Raja Kedua yang bernama Cata Barmana itupun mengatakan apa yang dialaminya pada waktu lalu. Ia menceritakan tentang pemberontakan yang dilakukan salah satu selirnya yang bekerja sama dengan beberapa tokoh ahli silat. Akibat pemberontakan itu ia pun harus melarikan diri, namun tetap saja terkejar bahkan hampir mati jika tidak diselamatkan ketua suku api yang masih muda.


Raja Selatan kedua kemudian menceritakan juga saat ia meminta ketua suku api muda untuk membantunya merebut kembali kekuasaan di istana. Ia pun mengatakan imbalan yang ditawarkannya adalah gelar putra mahkota yang nantinya akan menjadi pengganti dirinya sebagai raja.


“Bodoh sekali kau Barmana! Bagaimana bisa kau mempertaruhkan tahta kerajaan atas ketidak becusanmu itu,” bentak Raja Pertama.

__ADS_1


Raja kedua Cata Barmana hanya terdiam tak berani mengangkat kepalanya di hadapan sang ayah. Nampak sekali raja pertama begitu marah atas apa yang telah dilakukan oleh raja kedua. Beberapa saat keduanya terdiam, tenggelam dalam lamunan mereka masing-masing.


“Hahaha...”


Tiba-tiba saja Raja Selatan pertama tertawa. Hal ini membuat Raja Selatan generasi kedua  menjadi sangat kebingungan. Ia pun dengan sabar menunggu apa yang akan diucapkan ayahandanya itu.


“Bagus juga kau janjikan itu pada mereka. Ini mungkin akan menjadi jalan untukku mencapai tujuanku. Lawan dari Ilmu Tujuh gerbang Alam Semesta. Hahaha... kali ini aku yang akan mengungguli Nirwasita. Hahaha..”


Raja Selatan masih tidak mengerti apa yang dibicarakan ayahnya. Namun iapun mencoba ikut tersenyum. Ia yakin Ayahnya sudah memiliki jalan untuk memecahkan masalah ini.


“Barmana, katakan pada ketua suku api muda itu bahwa kau akan mengangkatnya  sebagai putra mahkota dan akan menjadi raja asal dia mau melakukan sesuatu untuk kita.”


“Apa itu ayahanda?”


“Membunuh semua suku api!”


“Ahh.. apa mungkin dia bersedia ayah. Dan apa untungnya kita menyuruhnya membasmi semua suku api,” tanya Raja Selatan kedua tak mengerti.


“Kau ajukan saja syarat itu kepadanya. Dan katakan itu syarat yang aku raja pertama ajukan. Kau jelaskan semua untuknya juga, karena tidak mungkin suku api menjadi penerus raja, dia akan diakui sebagai putramu yang hilang, dan istrinya bukanlah anakmu. Dan tidak boleh ada yang tau termasuk orang-orangnya suku api,” jawab Raja Selatan Pertama.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2