Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Teka Teki Ruang Bawah Tanah Kuil Agung


__ADS_3

Episode 317


Pagi-pagi sekali setelah sebelumnya sepakat untuk melakukan perjalanan ke kuil agung, Bayu dan Intan beranjak meninggalkan negeri kecil Ganendra. Dengan menggunakan kapal kecil keduanya menyusuri sungai buatan yang mengelilingi negeri kecil tersebut ke arah tempat terdekat menuju kuil agung. Sepeninggalnya Bayu, Negeri Ganendra akan dipimpin oleh Nalini sementara waktu.


Bila dilihat dari negeri Ganendra, kuil agung berada di sebelah kiri negeri kecil tersebut dengan jarak ribuan mil. Dengan menggunakan kuda yang bagus,¹ mungkin akan membutuhkan waktu sekitar dua hari perjalanan. Mereka sendiri berencana untuk ke tempat itu menggunakan ilmu meringankan tubuh. Bayu khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada  orang tua yang dianggapnya sebagai pemimpin kuil tersebut.


Setelah beberapa waktu lamanya menggunakan kapal, Intan dan Nalini sampai di ujung kiri Negeri Ganendra. Keduanya pun meninggalkan kapal pribadi milik kerajaan kecil Ganendra itu, dan memerintahkan pengemudi kapal untuk kembali. Sepanjang perjalanan tadi Bayu sering kali di sapa oleh para penduduk yang tinggal di negeri kecil tersebut. Meski pemuda itu tidak ingin dipanggil sebagai raja, tetap saja para penduduk negeri Ganendra memanggilnya dengan sebutan demikian.


Tiba di daratan keduanya langsung melesat dengan ilmu meringankan tubuh nya menuju kuil Agung. Hanya butuh waktu seperempat hari, mereka sudah tiba di kuil agung. Tempat itu kini diberikan penjagaan oleh prajurit-prajurit khusus Nagendrapura yang sebagian besarnya  adalah orang-orang bekas  anggota perkumpulan Istana Lembah Neraka.


Melihat Bayu datang, para prajurit bekas anggota istana Lembah neraka secara serentak langsung berlutut satu kaki di hadapan Pemuda tersebut. Mereka memberi hormat kepada bekas ketua mereka yang banyak memberi jasa. Meski sudah berada di lingkungan negeri yang berbeda para prajurit itu  membuktikan bahwa mereka bukanlah kacang yang lupa akan kulitnya.


“Bangunlah, kalian bukan lagi sebagai anggota istana Lembah neraka. Jadi tidak perlu memberikan penghormatan seperti itu layaknya anggota-anggota istana Lembah Neraka. Perkumpulan istana Lembah neraka sendiri telah dibubarkan, karena tempat itu dan beberapa wilayah di sekitarnya kini menjadi sebuah negeri kecil,” ucap Bayu.


Serentak semua prajurit bangkit, namun mereka tidak bisa menutupi rasa haru bertemu dengan Bayu. Bahkan beberapa orang di antara para prajurit terlihat menyeka air matanya. Biar bagaimanapun diantara mereka telah terjalin ikatan emosional. Apalagi rata-rata para anggota istana Lembah neraka lahir dan besar di tempat itu.


“Bagaimana keadaan para penghuni kuil agung?” tanya Bayu kepada para prajurit.


“Tidak ada satupun yang selamat ketua, semuanya tewas dibantai oleh orang yang tidak diketahui siapa pelakunya,” jawab salah satu prajurit.


Rupa-rupanya kebiasaan mereka memanggil Bayu dengan sebutan ketua tidak dapat mereka hilangkan. Bayu sendiri memahami hal itu. Karena apabila mereka tidak memanggil demikian, tentu para prajurit harus memanggilnya dengan sebutan raja kecil atau Pendekar Rajawali seperti yang biasanya diucapkan orang-orang dunia persilatan.

__ADS_1


“Apakah kalian sudah memeriksa ruangan bawah tanah kuil tersebut?” tanya Bayu lagi.


Para prajurit menggelengkan kepalanya. Mereka memang tidak pernah tahu ada ruangan bawah tanah di dalam kuil agung. Sehingga mereka hanya memeriksa bagian utama kuil dan ruangan-ruangan di dalamnya. Saat mereka memeriksa tempat itu pun tidak ada kecurigaan ataupun tanda-tanda bahwa kuil tersebut memiliki ruang bawah tanah.


“Kalau begitu ada kemungkinan orang-orang yang masih hidup di dalam kuil.” Ucap Bayu.


Kemudian Bayu dan Intan ditemani beberapa orang prajurit masuk ke dalam kuil agung. Bayi berusaha mengingat-ingat dimana kiranya pintu rahasia menuju ruang bawah tanah kuil tersebut. Pemuda itu curiga tempat tersebut berada di ruangan pemujaan dewa. Merekapun bergerak cepat menuju tempat itu.


Tiba di sana mereka tidak melihat ada sesuatu yang mencurigakan atau menjadi petunjuk tentang keberadaan ruang bawah tanah. Bayu mengerahkan tenaganya, kemudian mengeluarkan pedang pusaka naga dari dalam tubuhnya. Betapa terkejutnya pemuda itu ternyata pedang penguasa naga belum hilang yang dari pengaruh kekuatan tenaga sakti semesta hitam. Padahal pemuda itu berencana menggunakan kekuatan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam untuk mencari pintu masuk ruang bawah tanah.


“Mengapa kekuatan tenaga sakti semesta hitamnya tidak juga menghilang dari pedang pusaka naga? Bila seperti ini tentu aku tidak akan bisa lagi menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam.” Gumam Bayu yang sedikit cemas.


“Biar aku saja yang mencobanya kak Bayu,” ucap Intan menawarkan diri.


Bayupun mengangguk. Sementara itu, Intan si Bidadari Giok Es mulai menggunakan penglihatan ghaibnya sebagai titisan mahluk keramat untuk memeriksa tempat itu. Gadis itu mulai merasakan sebuah kekuatan yang berada di bawah tanah. Kekuatan yang sangat lembut dan penuh dengan perbawa tinggi.


“Kak Bayu, di bawah gedung ini memang terdapat ruangan bawah tanah. Aku bisa merasakan beberapa pancaran   di bawah sana. Hanya saja aku belum dapat mengetahui dimana letak pintu ruang bawah tanah tersebut. Sepertinya untuk mengetahui hal itu kita harus memecahkan beberapa teka-teki yang ada di ruangan ini,” ucap Intan setengah berbisik.


Bayu kembali menganggukkan kepalanya kepada Intan. Ia  memang sepakat dengan ucapan gadis cantik itu. Kemudian pemuda itu mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan pemujaan Dewa. Bayu melihat beberapa tulisan yang berisikan sajak pemujaan.


Kasih yang agung tak pernah terputus

__ADS_1


Sejak matahari muncul dari tempat persemayaman dengan megahnya.


Jika kau mencari kasihNya, ia ada dimana-mana.


Namun Wajah indah merupakan puncak kasih sayangNya.


“Aiii.. di antara semua prasasti yang ada di ruang pemujaan dewa ini, sepertinya sajak ini belum lama dibuat. Coba kalian lihat, goresan ini benar-benar baru!”


Bayu dan Intan yang sedang berkonsentrasi mencari petunjuk tentang keberadaan pintu masuk ruang bawah tanah tiba-tiba saja dikejutkan oleh seruan salah seorang prajurit. Prajurit itu menemukan sebuah kejanggalan dari salah satu prasasti yang terukir di sekeliling tempat pemujaan. Benar saja salah satu papan prasasti yang yang menempel di dinding ruang pemujaan, terdapat satu papan prasasti yang terlihat sangat baru. Berbeda dengan  lainnya yang menunjukkan ketuaan usia prasasti tersebut.


Bayu menurunkan papan prasasti dimaksud yang menempel di dinding ruang pemujaan dewa. Pemuda itu membolak-balikkan papan yang berada di tangannya. Memang nampak sekali papan prasasti itu baru saja di buat dan di tempelkan di dinding pemujaan. Namun Pemuda tersebut tidak menemukan sebuah petunjuk apapun kecuali sebuah sajak yang terukir di papan itu.


“Sepertinya ini hanya papan prasasti biasa, tidak ada sebuah peta atau petunjuk yang menerangkan dimana letak pintu utama ruang rahasia itu,” gumam Bayu dengan nada sedikit kecewa.


 


Bersambung...


Salam dunia persilatan, sudah lama saya tidak menyapa pembaca sekalian. Sebelumnya saya mohon maaf atas jarangnya update Novel ini. tapi ini sementara saja, menunggu habis bulan ini. selanjutnya akan normal kembali. hal ini saya lakukan karena beberapa alasan terkait kebijakan dari Noveltoon.


 

__ADS_1


__ADS_2