Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.230. Dua Dewa Bertangan Iblis.


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 230...


Blaaammm..


Dua orang lelaki tua yang menyerang Benteng Dewa terlempar beberapa tombak, karena benturan tenaga sakti Formasi Dewa Penakluk Iblis yang di gunakan murid-murid Tangan Dewa.


“Hmmmm.. apa-apaan ini. Masa murid-murid tingkat rendah seperti mereka bisa menggempur kita dengan formasi menggabungkan kekuatan itu.” Ucap salah satu penyerang dalam kekagetannya.


Kedua penyerang itu merupakan murid perguruan Tangan Dewa yang mendapatkan hukuman dari ketua perguruan pertama untuk mengasingkan diri di lembah tanpa kehidupan. Mereka dihukum dikarenakan telah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran aturan Perguruan tangan dewa. Semasa hampir dua puluh tahun dalam pengasingan, mereka terus mempelajari ilmu perguruan tangan dewa  lebih mendalam lagi hingga merasa apa yang dimiliki saat ini sudah melebihi tingkatan sang ketua.


Setelah menyelesaikan latihan tingkat terakhir jurus telapak tangan Dewa, mereka meninggalkan pengasingan. Keduanya memutuskan  pergi ke benteng dewa untuk membalas dendam kepada sang ketua. Mereka tidak menyangka sama sekali terjadi banyak perubahan. Bahkan melawan formasi gabungan murid-murid tangan dewa saja mereka harus terlempar.


Dulu mereka dalam dunia persilatan dikenal dengan sebutan dua dewa bertangan iblis. Gelar itu di dapatkan karena kesaktian mereka saat itu jarang memiliki tandingan. Namun perbuatan jahat yang mereka lakukan bagaikan seorang iblis. Bahkan sang ketua pun jika saja tidak dibantu beberapa orang dunia persilatan tak kan sanggup mengatasi mereka.


“Kakang Danu Karta, kita beri pelajaran cecunguk-cecunguk kecil yang kurang ajar kepada sesepuh nya ini.” Ucap salah satu lelaki tua itu.


“Baiklah Karam Patih, kita gunakan pukulan Tapak Suci” jawab Danu karta.


Keduanya menyatukan salah satu telapak tangan mereka, kemudian  mereka mengerahkan tenaga sakti sampai kepuncak. Lalu tenaga gabungan itu dialirkan kearah formasi Dewa Penakluk Iblis melalui tangan yang luar yang tidak disatukan.


Wussssshh..


Segulugan tenaga sakti yang berwarna keperakan melesat ke arah murid-murid tangan dewa yang menjadi barisan formasi. Kali ini tenaga yang mereka hadapi adalah tenaga sakti tingkat tertinggi milik perguruan tangan Dewa yang pernah ada. Apabila mereka tetap nekat untuk menahan serangan, dapat dipastikan mereka akan mengalami celaka bahkan binasa.


Tenaga yang di kerahkan oleh kedua orang tua itu memang dahsyat. Tanah yang dilewati oleh gulungan tenaga berhamburan membentuk lubang memanjang. Bahkan gelombang angin yang dihasilkan membuat pijakan bergetar.


Bleessshh..

__ADS_1


Tiba-tiba saja tenaga yang mereka lontarkan lenyap. Kedua orang tetua dari perguruan tangan dewa itu terkejut setengah mati dengan mulut ternganga. Mereka tidak menyangka tenaga yang mereka latih selama puluhan tahun lenyap di tengah jalan. Kini di depan mereka berdiri seorang pemuda berpakaian serba merah dengan jubah merah hitam menggantung di punggungnya.


“Hormat kepada ketua!” seru murid-murid perguruan tangan dewa serentak dengan berlutut.


“Bangunlah!” ucap pemuda yang tak lain Bayu si Rajawali Merah itu.


Serentak mereka  bangkit dari berlutut. Kemudian Arya yang menjadi murid utama perguruan tangan dewa menghampiri Bayu. Kembali ia berlutut menghormat sebelum memberi laporan


“Ketua, kedua orang itu merupakan murid durhaka perguruan tangan dewa angkatan pendiri perguruan ini. Mereka sebenarnya mendapat hukuman mengasingkan diri menjauhi duniawi untuk menyucikan hati mereka. Namun mendapat berita tetua yang menjadi dewa dunia persilatan meninggal merekapun keluar.” Ucap Arya menjelaskan.


Bayupun mengangguk. Kemudian pemuda itu mengalihkan pandangannya kepada dua orang penyerang itu. Matanya  menatap dengan tajam.


“Kalau kalian masih merasa sebagai murid perguruan tangan dewa maka kembalilah ke pengasingan. Kalau tidak akan kucabut seluruh kepandaian kalian.” Tegas Bayu.


Mendengar ucapan Bayu, tetua Perguruan tangan dewa itu pun menjadi gusar. Hendak tertawa salah hendak menangis salah. Mereka merasa aneh di nasehati oleh seorang pemuda. Sementara kekagetan mereka sendiri atas kejadian tadi masih belum hilang.


“Kau tidak perlu balik bertanya cukup jawab pertanyaanku!” tegas Bayu.


Tentu saja ucapan Bayu itu menambah besar dua Dewa Bertangan Iblis. Tanpa diberikan aba-aba mereka pun mengerahkan tenaga saktinya masing-masing sampai ke tingkat paling tinggi. Lalu dengan sekali hentakan keduanya menyerang Bayu dengan pukulan tapak sucinya.


Blassshh..


Sekali lagi kedua orang tua itu dibuat tercengang. Telapak tangan mereka yang tadinya penuh dengan kekuatan  sakti tiba-tiba kehilangan tenaga. Dua telapak tangan itu tertahan saat tinggal sejengkal menyentuh tubuh si pemuda. Lalu dengan sekali hentakan pemuda itu melontarkan keduanya.


Bukkk.. bukkkk..


Keduanya jatuh terjengkang sejauh lima tombak dari tempat Bayu berdiri. Sesaat mereka tidak mampu bangkit, kemudian berhasil berdiri setelah berjuang sekuat tenaga. Keduanya saling pandang melihat keadaan masing-masing.


“Tak pantas kau mengatakan dirimu sebagai ketua perguruan tangan dewa apabila melawan kami kami menggunakan jurus perguruan lain. Jangan-jangan kau memang menjadi ketua perguruan ini dengan cara yang licik, menaklukkan mereka yang lemah lemah ini dengan ilmumu yang tak jelas itu.”

__ADS_1


“Hmmmm.. kau boleh coba. Setelah  itu kujamin kau tidak akan lagi memiliki kekuatanmu itu.” Ucap Bayu .


Kedua Dewa bertangan iblis kembali mengerahkan tenaga saktinya. Cahaya keperakan memancar dari tubuh kedua orang tua itu. Di pihak lawannya Bayu hanya diam menunggu pergerakan musuh. Sementara kedua orang itu pun menyerangnya dengan dahsyat.


Dua gulungan tenaga sakti dengan sinar keperakan menyerang ke arah Bayu. Tenaga yang dikerahkan kedua orang murid murtad perguruan tangan Dewa itu memang dahsyat. Seluruh kekuatan yang mereka miliki telah ditumpukan pada serangan ini. Sementara Bayu tanpa mengerahkan tenaga  membentangkan sebelah telapak tangannya ke arah dua orang  Dewa bertangan iblis itu.


Blaaammmmmm...


Sebuah ledakan dahsyat terjadi. Kedua dewa bertangan iblis terpental deras sejauh puluhan tombak. Tubuh kedua orang sesepuh itu langsung membentur dua batang pohon. Mulut mereka langsung menyemburkan darah segar.


Saat serangan tenaga sakti dari kedua sesepuh perguruan tangan dewa itu meluncur, saat itu jua dari telapak tangan Bayu keluar sebuah cahaya putih berbentuk telapak tangan menghantam kedua serangan itu. Karena perbedaan tingkat tenaga yang terlalu jauh, akhirnya mereka berdua terlempar. Serangan tenaga Bayu dengan jurus terakhir ilmu perguruan tangan dewa itu terlalu tangguh untuk mereka hadapi.


“Ju.. jurus Tapak Dewa Suci.” Ucap Danu Karta lirih kemudian ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Sementara orang satunya yang bernama Karam Patih itu masih bisa bertahan walaupun dalam keadaan luka parah. Ia hanya mampu berbaring di tanah tempat ia terjatuh. Di lain sisi semua orang murid perguruan tangan Dewa terpana melihat kesaktian ketua mereka. Baru kali ini mereka melihat secara langsung bagaimana ketua mereka bertarung.


“Bawa dia yang masih hidup ke sini.” Ucap Bayu.


Dua orang murid pegang tangan dewa pun membawa Karam Patih kehadapan Bayu. Terlihat orang tua itu sangat lemah. Nafasnya mulai terdengar satu-satu.


Bayu mengerahkan tenaga saktinya untuk mengobati orang tua itu. Tidak sampai sepeminuman teh keadaan Karam Patih pun kembali pulih. Ia pun duduk dihadapan Bayu.


“Tenaga Sakti mu untuk sementara aku hilangkan. Kau akan di masukan ke pengasingan kembali namun  tempatnya disiini. Temukanlah pencerahan di sisa-sisa umurmu. Apabila kau mampu menyadari semua perbuatanmu dan bertobat, maka kesaktianmu akan kukembalikan.


Karam Patih tertunduk lesu tidak menjawab. Ia memang benar-benar takluk oleh Bayu. Masih tak bisa di terimanya dengan nalar seorang manusia dengan sekehendaknya melukai lalu menyembuhkan orang. Bahkan tanpa diketahui ia telah menghilangkan kepandaian orang.


Bersambung..


jangan lupa like dan komentanya

__ADS_1


__ADS_2