
... ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 163...
Sembilan orang sakti mengeroyok Dedemit Sukma Ular. Rata-rata dari mereka sudah menggunakan tenaga sakti mereka sampai ke tingkat paling tinggi. Di keroyok sembilan orang berkepandaian tinggi tak sedikitpun membuat Dedemit Sukma Ular gentar. Beberapa kali terdengar desissan mirip suara ular mengiringi pertarungan. Sementara empat orang murid Nyai Penjaga Bunga menyerang dari bawah panggung.
Kesaktian Dedemit Sukma Ular memang sangat luar biasa. Bahkan bisa dikatakan bukan kesaktian sebangsa manusia. Beberapa kali ia tiba-tiba lenyap saat tubuhnya hampir terkena serangan lawan. Orang itu benar-benar bisa menghilang.
Berlalu dua puluh jurus, sembilan orang tadi masih belum mampu membuat Dedemit Sukma Ular terdesak. Yang ada mereka yang semakin kocar kacir oleh serangan beracun dedemit itu. Sampai pada jurus ke tiga puluh, dua orang terkena hantaman tongkat Dedemit Sukma Ular hingga terlempar keluar panggung. Ketika tubuh mereka menyentuh tanah tiba-tiba saja dua orang itu menghilang.
“Hei.. kau kemanakan dua orang teman kami.” Pekik Nyai Penjaga Bunga.
Keadaan di tempat itu mulai kacau. Beberapa orang yang mencoba meninggalkan perguruan Jari Sakti baru satu langkah keluar gerbang, tiba-tiba ia lenyap tanpa bekas. Sekitar separuh undangan tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sehingga mereka yang tersisa saat itu tak berani lagi meninggalkan tempat.
“Apa sebenarnya yang terjadi? Kemana hilangnya orang-orang tadi?” tanya Nalini yang masih mengawasi bersama Bayu di atas pohon.
“Aku sendiri tidak mengerti. Kau tunggu saja di luar gerbang Nalini, biar aku masuk. Sepertinya tempat itu penuh jebakan.” Sahut Bayu.
Baru saja Bayu hendak melesat ke arah perguruan Jari Sakti, tiba-tiba bayangan biru melintas cepat ke arah pintu gerbang.
Blaammm..
Ledakan dahsyat terdengar seiring menyambarnya sebuah halilintsr ke arah Dedemit Sukma Ular. Ia pun menarik kembali serangannya kepada tujuh orang lawannya untuk menghindari Sambaran halilintar. Hampir saja ke tujuh orang pengeroyok dedemit Sukma Ular terkena serangan ilmu andalan dedemit itu. Ke tujuh orang itu sempat terkena gendam sehingga seperti orang linglung.
“Pendekar Halilintar.” Seru orang-orang yang ada di situ.
Ternyata Bayangan biru yang melintas tadi merupakan Pendekar Halilintar yang menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Walaupun tak berhasil melukai Dedemit itu, namun gelombang pukulan pendekar Halilintar td menyadarkan para pendekar dari pengaruh ilmu gendam siluman itu.
“Sebaiknya kalian menghindar, biar aku yang menghadapinya.” Ucap Pendekar Halilintar.
Melihat yang datang adalah lawan tangguh, Dedemit Sukma Ular mulai bersungguh-sungguh. Beberapa kali tangannya diusap-usapkan ke wajah. Lalu tiba tiba saja tubuhnya terlihat membesar hingga seperti raksasa.
__ADS_1
Jaka yang melihat musuhnya berubah menjadi raksasa menjadi panik. Ia pun menyerang dengan sepenuh tenaganya. Kali ini serangan halilintarnya tidak berarti apa-apa. Bagaikan menyerang tempat hampa.
“Ada apa dengan pendekar halilintar? Mengapa serangannya tidak terarah seperti itu?” ucap Bayu.
Nalini yang berada di samping Bayu juga melihat jelas. Pendekar Halilintar selalu menyerang ke arah kosong, Sementara Dedemit Sukma Ular hanya tertawa-tawa. Beberapa kali Jaka harus bergulingan menghindari serangan manusia siluman itu.
“Kakang, kami bantu!”
Terdengar suara seruan Cempaka. Kemudian melesat dua Bayangan langsung menyerang Dedemit Sukma Ular. Lagi-lagi serangan-serangan hanya mengenai tempat kosong. Sebaliknya serangan-serangsn yang dilancarkan tubuh raksasa Dedemit Sukma Ular beberapa kali hampir mencelakakan mereka. Hingga tidak terhitung berapa kali mereka harus bergulingan menghindari.
Jaka, Cempaka, dan Canik Kemuning mundur beberapa langkah. Mereka menghimpun kekuatan dan mengerahkannya hingga ketingkat paling tinggi. Tubuh Jaka nampak mengeluarkan pancaran halilintar yang sangat kuat.
“Blammm..”
Lagi-lagi serangan pendekar halilintar mengenai tempat kosong. Gagal serangan Jaka, Cempaka dan Canik Kemuning melakukan serangan dari jarak dekat. Tak berbeda dengan Jaka serangan mereka hanya mengeni tempat kosong. Lalu dengan sekali hentakan tubuh keduanya terlempar hampir melewati gerbang, beruntung sebuah bayangan merah langsung menangkap mereka sebelum keluar dari tempat itu.
“Bayu!” seru Cempaka. “Terima kasih.” Ucapnya Lagi.
Blarrrrr..
“Kakang..” pekik cempaka hendak meluruk keatas panggung. Namun niatnya tertahan karena Canik Kemuning memegang tangan Cempaka. Gadis itupun sadar akan sesuatu, hingga dia melarang Cempaka melakukan serangan.
“Hahaha sekarang giliran kalian!” seru Dedemit
Wussshh.. wussshh..
Serangkum asap putih mengandung tenaga sakti meluncur ke semua arah di tempat itu. Tiba-tiba semua orang yang terkena sambaran asap itu menghilang. Kini tersisa Bayu, Cempaka dan Canik Kemuning. Di tempatnya Nalini menjadi sangat khawatir.
Deesshh..
Saat Asap putih menyambar ke arah Bayu, Cempaka dan Canik Kemuning, Bayu langsung mengerahkan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke Empat. Sebuah benteng yang terbuat dari angin tercipta. Seketika asap yang menyerang lenyap tanpa bekas.
__ADS_1
“Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta” gumam Dedemit Sukma Ular. “Rupanya ini pemuda yang di maksud Yang Mulia Raja. Baiklah akan kuhabisi dia dengan ilmu andalanku.”
Dedemit Sukma Ular berdesis. Lidahnya keluar masuk, dan ternyata lidah itupun mirip lidah ular. Kemudian tubuhnya mengeluarkan asap hitam yang berbau amis. Lama kelamaan asap hitam menyebar cepat menutupi tempat itu sehingga orang yang di dalamnya menjadi gelap pandangannya.
“Hati-hati dik Bayu.” Ucap Cempaka memperingatkan.
Tanpa di sadari Bayu, matanya memancarkan sinar putih terang, sehingga di balik kegelapan itu terlihat dua cahaya bersinar, mirip cahaya mata kucing di malam hari. Secara otomatis Gerbang ke enam akan bereaksi apabila penggunanya dalam keadaan Bahaya. Apalagi bila lawan menggunakan kekuatan yang memiliki unsur ghaib, maka gerbang ke enam akan langsung berekaksi tanpa di kerahkan.
Cahaya putih terang mulai keluar dari tubuh Bayu dan semakin meluas sehingga menyelimuti tubuh Cempaka dan Canik Kemuning. Sementara itu puluhan ekor ular mulai merayap mendekati Bayu dan yang lainnya. Ular yang sangat besar seukuran batang pohon kelapa sehingga mampu melahap mangsa seukuran manusia.
“Ihh..” jerit Canik Kemuning.
“Hati-hati jangan sampai keluar dari cahaya” ucap Bayu memperingati.
Tiba-tiba dengan sangat cepat ular-ular menyerang ke arah Bayu. Namun setiap ular-ular itu membentur cahaya yang menyebar dari tubuh Bayu, ular-ular itu langsung terbakar kemudian menjadi abu.
“Bedebah, berani kau membunuhi anak buahku.” Bentak Dedemit Sukma Ular. Entah berada di mana dia, memanfaatkan kegelapan tempat itu ia bersembunyi.
Bayu memusatkan pikirannya. Kemudian dengan sekali hentakan pemuda itu memancarkan tenaga saktinya. Seketika terjadi ledakan cahaya yang amat dahsyat, sehingga sesaat di segala penjuru tempat itu menjadi sangat terang menyilaukan. Setelah cahaya itu pudar, nampak Dedemit Sukma Ular sedang terkapar. Tiba-tiba tubuhnya lenyap.
“Hahaha.. kuakui kau sangat hebat anak muda. Pantas saja Pedang Penguasa Naga sampai takluk terhadapmu. Orang-orang persilatan berada dalam tawananku di alam lelembut. Kalau kau punya nyali menyelamatkan mereka, aku tunggu kau di alam maya lelembut.
Kemudian suara itupun lenyap. Keadaan perguruan Jari Sakti menjadi sepi. Hanya beberapa orang murid yang kebetulan berjaga di luar gerbang yang selamat. Yang lainnya selain Bayu, Cempaka, dan Canik Manika yang berada dinsitu lenyap semuanya di bawa Dedemit Sukma Ular ke alamnya. Alam ghaib siluman atau lelembut.
Melihat keadaan yang sudah tenang Nalini melesat ke dalam padepokan. Di hampirinya ke tiga orang di sana. Ia pun memberi salam dan menjura kepada kedua orang perempuan yang berada di dekat Bayu.
Bersambung..
ditunggu like dan komentarnya
__ADS_1