Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.152. Pedang Yang Mengalahkan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 152...


Bukkk..


“Ukkh..”


Seorang penyerang menjerit saat lambungnya terkena hantaman kaki kanan Bayu. Penyerang seketika terlempar beberapa tombak jauhnya dan jatuh ketanah.


Melihat seorang temannya terpukul hingga terlempar beberapa tombak, ketiga orang bertopeng menyerang semakin gencar. Hal ini membuat Bayu terpaksa meningkatan pertahannya menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke dua. Seketika tubuh Bayu langsung diselimuti cahaya merah yang menimbulkan hawa panas.


Kali ini ke tiga penyerang benar-benar kewalahan dengan tenaga sakti Bayu. Betapa tidak, setiap kali serangan mereka ke arah Bayu selalu saja membentur tembok kuat yang membuat genggaman tangan perekanpada pedang terada ngilu. Belum lagi hawa panas yang menyebar membuat keadaan mereka semakin payah. Hingga pada satu keadaan ketiganyapun harus menelan pil pahit ke kalahan.


Tiga orang penyerang terlempar belasan tombak. Bahkan ketiganya sampai memuntahkan darah segar. Lalu dengan cepat mereka mengambil sesuatu di balik baju, kemudian memasukannya kedalam mulut. Ketiganya serentak mengatur tenaga, kemudian bangkit secara perlahan.


“Cukup! Biar aku saja yang menghadapi.” Ucap lelaki yang tadi memberi perintah menyerang Bayu.


Orang itu langsung melompat ke arah Bayu. Alangkah terkejutnya pemuda itu melihat pergerakan lawannya kali ini sangat cepat. Orang itu langsung menyerang Bayu dengan tenaga Saktinya.


Blammm..


Pertemuan telapak tangan Bayu dengan telapak tangan lawan menimbulkan ledakan dahsyat terdengar sangat keras. Bahkan bias gelombang tenaga yang  menyebar kesegala arah membuat pohon-pohon di tempat itu bergoyang hingga daunnya  berjatuhan. Tidak hanya itu, dua ekor kuda penari kereta yang ditumpangi Bayu dan Nalini menjadi ketakutan, sehingg kuda-kuda itu mengamuk dan berusaha lari dari tempat itu.


Merasa ada sesuatu yang aneh, Nalini melompat keluar dari dalam kereta kuda. Sedangkan kusir yang membawa kereta harus rela terlempar ke tanah akibat kuda yang mengamuk dan balik arah meninggalkan tempat itu. Hanya beberapa saat saja kuda bersama keretanya lenyap. Nalini bergerak menolong kusir kuda yang terjerembab jatuh ke tanah.


Sementara itu hal mengejutkan kembali Bayu alami. Akibat benturan tadi Bayu terdorong mundur empat langkah. Sedangkan lawan hanya terjajar satu langkah ke belakang.


“Hmmmm.. siapa sebenarnya orang ini. Tak mungkin ia hanya perampok biasa saja. Aku yakin antara dirinya dengan orang yang waktu itu menyerang lembah Neraka sendiri tenaga mereka berimbang.”

__ADS_1


Bayu meningkatkan tenaganya. Kali ini ia menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke tiga. Tubuhnya mulai memancarkan aliran listrik yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Bayupun melesat, menerjang orang bertopeng.


Si orang bertopeng pun tak mau kalah. Ia mengerahkan tenaga saktinya. Pada tubuh orang itu muncul sinar pelangi yang mengelilinginya. Dengan gerakan yang tak kalah cepat si orang bertopeng melesat menyambut serangngan Bayu.


Blammm..


Kembali ledakan dahsyat terjadi. Kali ini gelombang enenergi yang di pantulkan lebih dahsyat lagi. Sampai-sampai empat orang bertopeng yang menonton pertarungan pimpinan mereka terjungkal. Begitu juga yang dialami kusir kereta. Hanya Nalini yang tak sampai bergeser posisinya. Namun tak pelak ia merasakan dadanya berdegup keras.


Sementara kedua orang yang bertarung sama sama terpisah akibat dorongan tenaga tolak masing-masing lawan. Setelah menjejakkan kakinya masing-masinh ke tanah keduanya kembali saling terjang. Kini pertarungan dilakukan di udara. Kecuali Nalini, semua orang di sana hanya melihat cahaya pelangi dan cahaya listrik yang saling menyerang dan saling menghindar.


Blaaamm..


Kali ini Bayu yang agak jauh terdorong. Namun begitu kakinya sampai ketanah, kembali pemuda itu menyerang lawannya. Bersamaan dengan itu ia telah mengubah Tenaga Saktinya menjadi tingkat ke empat. Kini tubuh Pemuda itu diliputi angin dahsyat yang menggulung-gulung.


Terlihat pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengerikan bagi mereka yang berkemampuan rendah ataupun sedang. Yang terlihat hanya gulungan angin dan sinar pelangi yang saling berbentrokan. Nampak kali ini sinar pelangi berada dibawah tekanan. Beberapa kali ia terlempar ke tanah lalu bangkit lagi menyerang. Berlalu beberapa jurus, kini sinar pelangi hanya bisa menangkis dan menghindar tanpa bisa balas menyerang.


Blammm..


“Yang Mulia..”


Seru empat orang anak buah orang bertopeng serentak. Sang pimpinan memberi isyarat kepada para anak buahnya bahwa ia tidak apa-apa. Kemudian orang bertopeng itupun mencabut pedang di punggungnya. Seketika cahaya keemasan berpendar menyinari tempat itu. Hampir semua orang di tempat itu  pandangannya silau oleh cahaya keemasan yang memancar dari pedang di genggaman orang bertopeng.


Bayu sendiri tak dapat menutupi rasa kekagumannya atas perbawa yang ditampilkan pedang itu. Terlihat orang bertopeng memejamkan matanya berkonsentrasi sambil mengerahkan tenaga. Semakin lama sinar yang di pancarkan pedang itu semakin terang dan melebar sebaran cahayanya.


Orang bertopeng melompat dan menerjang Bayu. Pemuda itu sendiri telah siap dengan tenaga saktinya. Gulungan angin yang semakin dahsyat mengelilingi tubuh Bayu. Dua kekuatan dahsyat siap beradu di udara.


Blammm..


Tubuh Orang Bertopeng tergetar hebat dan terdorong jatuh ke tanah. Namun dengan sigap orang itu bangkit kembali. Sementara Bayu terlempar hebat sampai jatuh ketanah. Kali ini pemuda itu yang banyak mengalami kerugian. Mulutnya sampai menyemburkan darah segar. Untuk pertama kalinya Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semestanya kalah dengan tenaga lain.

__ADS_1


Perlahan Bayu Bangkit kembali. Ia mengerahkan tenaga saktinya sampai pada batas akhir. Kali ini pemuda itu telah mengerahkan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke lima. Suasana di tempat itu seketika  berubah drastis.


Tenaga Embun, api merah, kilat listrik, angin, dan benda-benda kecil di di sekeliling Bayu melayang mengitari tubuh pemuda itu. Pepohonan bergerak bergoyang membuat daun rontok berterbangan.  Bahkan tenaga sakti yang memancar dari tubuh Bayu membuat tanah di sekitar tempat itu bergetar seperti di landa gempa kecil.


Tubuh Bayu mulai melayang  di udara. Seluruh kekuatannya di pusatkan. Pandangan pemuda itu menatap tajam ke arah orang bertopeng. Mata pemuda itu berkali-kali memancarkaan cahaya kilat.


Tak jauh dari tempat itu Nalini memperhatikan pertarungan dengan sangat khawatir. Selama pertarungan yang di lewati Bayu, baru kali ini ia melihat pemuda itu sangat tersudut. Berbeda waktu dulu menghadapi penguasa Jagad, memang pemuda itu sempat kalah. Namun semua terjadi karena keadaan pemuda itu yang belum seperti sekarang.


“Haaaaa..”


Bayu memekik keras. Kedua telapak tangannya diarahkan kedepan. Bersamaan dengan itu seluruh unsur kekuatan yang berada disekeliling Bayu, meluncur cepat ke arah orang bertopeng. Tanah di bawah yang dilewati tenaga sakti itupun terbelah membentuk lubang memanjang.


Melihat serangan dahsyat yang Bayu lancarkan, orang bertopeng mengangkat pedangnya ke atas. Tiba-tiba saja pedang melesat keatas, dan berubah menjadi sinar emas memanjang. Lalu sinar emas itu mengelilingi tubuh orang bertopeng. Lama kelamaan  itu semakin jelas berbentuk seekor naga.


Dessshhh..


Serangan Bayu tiba-tiba punah. Nampak sinar yang berbentuk seekor naga raksasa itu seolah menghisap pukulan yang di lancarkan Bayu. Alangkah terkejutnya pemuda itu melihat pukulan tenaga saktinya tak berbekas sama sekali. Malah pedang yang berbentuk naga emas itu terlihat semakin kuat dan warnanya semakin menyilaukan.


“Hahaha.. hari ini akan kuhabisi kau anak muda, maka di dunia ini tak akan ada lagi yang bisa mengganggu kekuasaanku.” Ucap orang bertopeng sambil tertawa jahat.


Orang Bertopeng merapalkan mantra. Kemudian telapak tangannya di arahkan ke pada Bayu. Seketika Naga Berbentuk emas itu melesat ke arah Bayu. Sementara Pemuda itu mengerahkan sepenuh kemampuannya menyambut serangan sang naga.


Blammm...


Ledakan Dahsyat terjadi. Tubuh Bayu terlempar dan melambung ke udara. Mulutnya menyemburkan darah seketika itu  juga. Kemudian tubuh pemuda itu meluncur jatuh ketanah.


“Kak Bayu..” pekik Nalini. Gadis itupun melesat menyambut tubuh Bayu yang meluncur kebawah.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon kesediaan pembaca sekalian yang menyukai karya ini untuk meluangkan waktu untuk memberikan like dan komentar. Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.


Namun kalau memang tidak menyukai novel ini silakan abaikan saja.


__ADS_2