Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Keistimewaan Tenaga Sakti Gerbang ke Empat


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...


...Episode 281...


“Hahaha.. mati kau pendekar halilintar!” ucap Iblis Kalong Merah sambil berjalan menuju ke arah pendekar Halilintar.


Kini Iblis kalong Merah sudah berada di dekat tubuh Pendekar Halilintar yang masih pingsan itu. Ia pun berjongkok kemudian memeriksa keadaan Jaka. Iblis Kalong Merah tersenyum sinis mengetahui keadaan pendekar halilintar yang masih pingsan.


“Ternyata yang membuatnya terluka bukan tenaga gabungan kami, melainkan tenaga halilintarnya sendiri,” gumam Iblis Kalong Merah.


Iblis Kalong Merah kemudian mengangkat tangan kananya sambil mengerahkan tenaga sakti beracunnya. Ia berniat dengan sekali pukulan membinasakan pendekar Halilintar. Namun belum sempat tangan itu sampai menyentuh pendekar halilintar, tiba-tiba saja..


Blammm..


Sebuah halilintar berwarna keperakan menyambar tubuh Iblis Kalong Merah. Terdengar ledakan yang sangat keras sehingga membuat istana bergetar. Seketika Dedengkot aliran hitam yang berasal dari negeri timur itu terlempar dan jatuh ke tanah. Tak terlihat pergerakan dari tubuhnya. Ternyata Iblis Kalong Hitam telah tewas dengan keadaan tubuh gosong menghitam.


Apa sebenarnya yang terjadi? Ternyata petir yang menyambar Iblis Kalong Hitam berasal dari telapak tangan kanan Cempaka. Kini istri pendekar halilintar itu dalam posisi mengambang di udara dengan pancaran cahaya halilintar keperakan mengelilingi tubuhnya. Pada bola mata istri pendekar Halilintar  diliputi cahaya keperakan sehingga terlihat bola matanya  seperti bola cahaya.


“Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke empat, mustahil!” seru Raja Selatan melihat perubahan pada diri cempaka.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana serempak menoleh ke arah Raja Selatan. Ucapan sang raja itu terdengar sangat jelas ditelinga mereka. Apalagi kata-kata yang keluar dari mulut Raja Selatan cukup mengagetkan seisi ruangan.


Cempaka melesat ke arah pendekar Halilintar yang terbaring pingsan. Lalu dengan sekali sentuh, tiba-tiba tubuh Jaka memancarkan tenaga sakti inti halilintarnya. Bahkan tenaga yang dipancarkan kali ini lebih dahsyat dari biasanya. Pendekar Halilintar sendiri sudah sadar dari pingsannya.


“Cempaka!” gumamnya lirih.


Pendekar Halilintar yang kembali melihat keadaan  Cempaka seperti kala itu di kediaman murid raja obat menjadi sangat khawatir. Tapi di sisi lain ia sadar, dengan keadaan istrinya seperti itulah ia bisa sembuh total dari luka dalamnya dan berhasil meningkatkan tenaga sakti dari inti batu petirnya.  Dengan pemikiran seperti itu, ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dari balik baju diambilnya pedang geledek yang tadi belum sempat ia gunakan.


“Serang!” teriak Pangeran Mandaka.


Melihat perubahan yang begitu cepat dan menguntungkan pihak lawan, Pangeran Mandaka memerintahkan orang-orangnya menyerang sepasang suami istri itu. Para Prajurit pemanah pun melepaskan ratusan anak panah ke arah Jaka. Lalu dengan sekali tebasan pedang geledek, seluruh anak panah rontok dan menjadi abu.


Sebenarnya saat itu Cempaka dalam kondisi setengah sadar setengah tidak. Sebagaimana dulu waktu Bayu awal-awal menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta, istri pendekar halilintar itu setengah jiwanya dipengaruhi kekuatan dahsyat ilmu tersebut. Karena separuh jiwa nya masih dalam keadaan sadar, hingga sedikit banyaknya ia masih memiliki perasaan yang membuatnya mengenali Jaka dan Danastri.


Cempaka melirik ke arah Danastri yang sudah akan bangkit lagi. Secepat kilat Istri Pendekar Halilintar itu melesat ke arah sang kakak kemudian mencengkramnya. Danastri sendiri tak mampu menghindari cengkraman sang adik. Ia pun terlihat pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Cempaka.


Di luar dugaan siapapun ternyata apa yang dilakukan Cempaka bukanlah untuk mencelakai Danastri. Namun istri Pendekar Halilintar itu menengadahkan kepala sang kakak kemudian menarik sesuatu dari dalam mulut Danastri dengan tenaga sakti miliknya. Pangeran Mandaka yang melihat kejadian itu menjadi sedikit panik. Ia pun mennyuruh prajurit untuk menyerang Cempaka dengan anak panah.


Di sisi lain Pendekar Halilintar sudah di keroyok oleh  puluhan jago silat dari kerajaan selatan. Tidak tanggung-tanggung hampir seluruh jago silat simpanan istana yang diturunkan. Bahkan kini pendekar bayangan setan yang sudah ikut ke gelanggang setelah meminum ramuan pemulih dari tabib sakti istana.

__ADS_1


Namun Pendekar Halilintar yang kini dihadapi bukanlah Pendekar Halilintar dengan kekuatan sebelumnya. Setelah mendapat aliran tenaga inti gerbang keempat ilmu tujuh gerbang alam semesta, kekuatan Jaka meningkat beberapa kali lipat. Batu petir di dalam tubuh Jaka yang dalam keadaan kekosongan tenaga menyerap langsung tenaga sakti yang di salurkan oleh cempaka. Dengan kejadian itu, membuat batu petir di tubuh Jaka memiliki dua kekuatan petir, setengahnya berasal dari batu itu sendiri, setengahnya lagi berasal dari kekuatan gerbang ke empat ilmu tujuh gerbang alam semesta.


Akibat kejadian yang tidak disengaja itu, kini bisa dikatakan pendekar halilintar memiliki kekuatan separuhnya Ilmu tujuh gerbang Alam Semesta gerbang ke empat. Tentu saja hal itu sangat menguntungkan bagi Pendekar Halilintar. Karena sebelumnya kekuatan yang dimiliki suami Cempaka itu belum mencapai setara kekuatan tingkat pertama ilmu tujuh gerbang alam semesta.


Pendekar Bayangan Setan sendiri kebingungan dengan perubahan yang terjadi pada pendekar halilintar. Sebelumnya setiap serangan yang dilancarkan Pendekar Halilintar kepadanya selalu mental balik kepada Pendekar Halilintar sendiri. Namun kini hanya biasan gelombang halilintar yang menerpanya akibat saat pendekar halilintar menyerang yang lain.


Ratusan anak panah melesat menyerang Cempaka yang sedang berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh Danastri. Nampak dari mulut kakak Cempaka yang sedang terbuka itu memancar sinar kemerahan. Sementara setiap serangan anak panah yang mengarah ke Cempaka selalu rontok menjadi abu terkena sambaran ratusan halilintar yang memancar  dari tubuh Cempaka.


Pangeran Mandaka yang melihat sebuah sinar kemerahan akan keluar dari tubuh danastri semakin panik. Ia pun langsung melesat sambil mengerahkan tenaga sakti sinar pelanginya. Tepat berjarak satu tombak dari  Cempaka, Pangeran Mandakapun melayangkan sebuah pukulan kepada Cempaka.


Blammmm...


Lagi-lagi pangeran Mandaka harus menerima pil pahit oleh perbuatannya sendiri. Ia terlempar belasan tombak setelah pukulannya ditangkis dengan satu tangan oleh Cempaka. Pangeran Mandaka pun tersuruk jatuh  akibat bentrokan itu. Mulutnya mengeluarkan darah segar akibat kejadian tadi. Sesaat ia hanya terbaring, hingga akhirnya berhasil duduk di tempat dia terjatuh.


Cempaka sendiri sudah berhasil mengeluarkan batu merah delima dari dalam tubuh Danastri. Batu itulah yang membuat Danastri tunduk dalam pengaruh mestika milik pangeran Mandaka. Batu itu dimasukkan oleh Gayatri ke tubuh Danastri sebelum gadis itu dibangkitkan kembali.


Melihat istrinya sudah berhasil mengeluarkan pengaruh pangeran Mandaka terhadap Sang Kakak, iapun meng hampiri istrinya itu. Bersamaan dengan itu bermunculan kembali jagoan-jagoan istana Negeri Selatan salah satunya Gayatri. Merekapun bersiap untuk melakukan serangan terhadap Pendekar Halilintar dan dua orang lainnya. Semua orang pihak Istana telah mengerahkan tenaga saktinya sampai ke puncak, termasuk Raja Selatan.


Melihat keadaan yang sudah semakin genting, Pendekar Halilintar mengerahkan seluruh tenaga saktinya ke puncak. Begitu juga dengan Cempaka yang masih berada dalam pengaruh kekuatan Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke empat. Danastri pun tak mau kalah, ia telah berubah wujud menjadi ratu siluman serigala. Di pihak Istana Pendekar Bayangan Setan menjadi tumpu untuk menyatukan seluruh tenaga yang berada di pihaknya untuk menyerang ketiga orang lawan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2