
Episode 301
Blaaaammmm..
Sebuah ledakan dahsyat terjadi ketika lelaki tua berpakaian serba putih menyerang pasukan pancasona milik kerajaan barat. Sinar berwarna kuning melesat ke arah salah satu dari mereka. Beruntung Raja Barat langsung menangkis serangannya menggunakan tenaga sakti semesta hitam. Namun tetap saja ledakan yang begitu dahsyat itu membuat puluhan prajurit terpental
“Apa kabarmu raja pertama? Rupanya dengan kekuatan mestika kehidupan suku api kau telah menguasai ilmu inti Surya yang kau ciptakan, atau tepatnya yang kitab yang kau temukan itu,” ucap Raja Barat sambil tersenyum mengejek.
Mendengar ucapan Raja Barat yang menyindirnya, wajah Raja Selatan pertama sedikit mengalami perubahan. Sedikit banyaknya ia heran mengapa Raja Barat mengetahui tentang ilmu yang ia pelajari. Tentu saja apabila itu tersebar luas akan membuatnya malu, karena ia menyebarkan kepada orang-orangnys, terutama orang terdekatnya bahwa ialah yang menciptakan Ilmu Tenaga Sakti Inti Surya.
Lalu bagaimana Raja Barat mengetahui rahasia yang hanya diketahui oleh raja Selatan pertama itu sendiri. Mengetahui semua rahasia itu dikarenakan ilmu yang saat ini digunakannya yaitu ilmu semesta hitam merupakan gabungan dari ilmu tenaga sakti intisurya dan ilmu tujuh gerbang alam semesta, ditambah kekuatan mistis dari ilmu Panca Sona. Dikarenakan sudah mengalami jalan api menyebabkan dia tidak bisa mempelajari ilmu itu secara sempurna. Raja baratpun memutuskan untuk menggabungkan ketiga ilmu tersebut dan menyesuaikan keadaan dirinya.
Lalu dari mana Raja Barat mendapatkan ilmu tersebut? Secara tidak sengaja saat melarikan diri dari Raja Barat memasuki sebuah goa yang ternyata bekas tempat tinggal tokoh sakti yang hidup ratusan tahun silam. Di situlah dia menemukan sebuah kitab ilmu pancasona sebuah catatan di dinding goa tentang ilmu tenaga sakti inti Surya. Dikatakan dalam catatan di dinding itu ia telah menyempurnakan Ilmu Tenaga Inti Surya yang sebelumnya.
Di dinding lain juga dikatakan tokoh sakti itu telah membuat sebuah kitab tenaga sakti ilmu inti Surya yang belum sempurna. Siapa saja yang mempelajari ilmu itu melalui petunjuk dalam kitab, maka ia akan tersesat. Tubuhnya akan selalu membutuhkan menyerap inti tenaga api orang yang mempelajari kesaktian berunsur api minimal satu kali dalam sebulan. Apabila ia tak melakukannya maka tubuhnya akan membeku karena inti panas di tubuhnya diserap oleh ilmu tersebut.
Kitab ilmu pancasona sendiri dipelajari tokoh tersebut agar bisa bangkit kembali saat mati membeku ketika ia masih belum mendapatkan jalan keluar dari ilmu tenaga sakti inti matahari yang masih memiliki efek samping itu. Walaupun ilmu itu sudah disempurnakan dan tidak memiliki efek samping lagi, Raja Barat enggan mempelajarinya. Ia menilai ilmu itu masih berada di bawah ilmu tujuh gerbang alam semesta. Itu sebabnya Raja Barat lebih memilih mengatasi efek samping ilmu tujuh gerbang alam semesta yang ia pelajari dengan ilmu pancasona.
__ADS_1
“Hahaha rupanya kau si pemuda ketua suku api itu. Mereka tentu berterima kasih atas apa yang aku lakukan, karena kematian mereka atas pembantaianmu dulu masih memberi manfaat. Bahkan mungkin mereka memang menginginkannya agar aku bisa membalaskan dendam kepadamu.”
“Kau kira dengan coba memutar balikkan fakta bisa menutupi semua yang kau lakukan selama ini? Semesta jadi saksi semua kelicikanmu itu. Biar lah hari ini kita selesaikan hutang piutang kerajaan selatan dengan suku api,” tegas Raja Barat.
Raja Barat mengibaskan tangannya sambil melesat keudara. Dari kibasan tangannya meluncur sinar berwarna hitam ke arah Raja selatan pertama. Kemudian Raja Barat menyusul serangannya secara langsung dengan telapak tangannya.
Raja Selatan pertama melihat segumpalan sinar yang melesat ke arahnya langsung menepis sinar hitam itu. Seketika sinar itu berbelok arah dan menghantam beberapa orang prajurit kerajaan selatan. Baru saja Raja Selatan pertama selesai menangkis serangan pertama, datang lagi serangan raja barat secara langsung dengan telapak tangannya. Mau tidak mau Raja Selatan menangkis telapak tangan itu dengan telapak tangannya.
Blaaammmm..
Untuk pertama kalinya tenaga sakti inti surya bentrok langsung dengan tenaga sakti inti semesta hitam. Yang terjadi selanjutnya adalah ledakan yang sangat dahsyat. Pantulan bentrokan kedua tenaga sakti tersebut membuat ratusan prajurit terlempar dan berterbangan. Raja barat dan raja selatan pertama sendiri terdorong beberapa tombak. Pada bentrokan pertama ini dapat disimpulkan kekuatan mereka seimbang.
Kedua tokoh sakti itu kembali saling serang. Kini keduanya menghindari untuk melakukan bentrokan secara langsung. Bentrokan pertama tadi sudah mereka rasakan akibatnya. Isi dalam perut mereka tergetar sehingga mengalami luka dalam.
Blaaammm..
Kedua belah pihak kembali terlempar kebelakang akibat hantaman yang mengenai perut mereka masing-masing. Keduanya mengalami luka dalam sehingga terlihat dari serangan tadi langsung menyemburkan darah segar dan jatuh ke tanah. Hanya sesaat berada di tanah, keduanya bangkit dan kembali melayang ke udara.
__ADS_1
Raja barat merasakan bahwa musuhnya kali ini benar-benar tangguh. Bahkan ilmu pancasona yang ia miliki saja berjalan lambat dalam memulihkan keadaannya. Ada ke khawatiran dari raja barat dirinya tidak bisa bangkit lagi setelah tewas dalam pertarungan. Ia pun bermaksud untuk lebih berhati-hati lagi menghadapi lawan.
Di pihak lawan, Raja selatan pun merasakan hal yang sama. Ia tidak menyangka ilmu yang dimiliki raja barat meampu menandingi tenaga saktinya. Bahkan membuatnya harus mengalami luka dalam.
Raja Selatan mengerahkan tenaga saktinya hingga kepuncak. Kemudian mulutnya berkomat-kamit merapalkan sesuatu. Lalu ia menepuk kedua telapak tangannya dan di satukan di depan dada. Pada telapak tangan itu cahaya memancar sinar yang lebih terang. Perlahan raja selatan membuka telapak tangannya, bersamaan dengan itu terlihat cahaya memanjang kesamping.
Ternyata cahaya yang keluar dari telapak tangan raja selatan berbentuk sebuah pedang. Pedang itu kini berada digenggaman raja selatan pertama. Lalu diangkatnya pedang itu ke atas langit. Seketika cahaya terang menyilaukan memancar dari cahaya berbentuk pedang. Kemudian raja selatan pertama melesat ke arah Raja Barat.
“Pedang Inti Matahari,” seru Raja Barat.
Raja barat yang tak mau kalah kembali mengerahkan tenaga sakti hingga sampai kebatas maksimal. Cahaya hitam semakin menyebar di sekitaran tempat raja barat berada. Ia pun kemudian melesat menyambut serangan Raja Selatan dengan tangan kosong.
Dessshh..
“Akhhh..”
Ternyata pedang terbuat dari tenaga sakti inti matahari itu sangat tajam. Kedua lengan Raja barat yang digunakan untuk menangkis langsung putus dan jatuh ketanah. Tak sampai di situ, Raja selatan kembali menebas kepala Raja barat dengan pedangnya. Dengan putusnya kepala Raja barat dan meluncur jatuh ketanah, badannya pun langsung meluruk ke bawah. Beberapa kali tebasan Raja Selatan tadi membuat raja barat tewas seketika.
__ADS_1
Bersambung...