Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
53. Lima Kekuatan Bergabung


__ADS_3

Pendekar halilintar berada di sebelah utara, Pertapa Sakti Tanpa Nama Berada di sebelah timur, Iblis Muka Hitam berada di sebelah Selatan, dan Pendekar Tongkat Emas di sebelah Barat. Masing-masing mereka berjarak dua puluh tombak. Berada tepat di bawah Rajawali Merah Empu Adhiyak Sona memberi arahan.


Di empat penjuru tokoh-tokoh sakti itu mulai mengerahkan tenaganya. Berderapan hawa tenaga sakti mulai memancar. Perlahan Tenaga sakti mereka masing-masing dikerahkan sampai kepuncaknya.


Sementara itu Tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang memancar dari tubuh Rajawali Merah semakin mengganas. Sambaran demi sambaran mengenai apa saja dan siapa saja yang berada di tempat itu. Lima orang tokoh yang berada dibawahnya tak luput dari hantaman tenaga sakti yang memancar.


Untung saja di situ ada Empu Adhiyak Sona yang berjaga, sehingga setiap pancaran tenaga sakti yang berhamburan itu hendak mengenai empat orang yang bersiap, setiap kali itu juga orang tua sakti itu menghalaunya. Tapi tetap saja mereka tergetar oleh bentrokan tenaga sakti itu. Padahal itu hanya biasan nya saja, bukan tenaga pukulan.


Hal yang lebih parah dirasakan oleh mereka yang tingkat kemampuannya rendah. Bagai terjadi sebuah pembantaian, di sekitar tempat itu banyak bergelimpangan mayat-mayat yang menjadi korban sambaran hawa sakti Rajawali Merah. Bahkan kedua pihak yang tadi bertarung pun berhenti. Kini mereka sedang berjuang mati-matian menghindari sambaran-sambaran pancaran tenaga sakti itu. Bahkan tidak sedikit yang tewas karenanya.


Malaikat Bertangan Sakti beserta lainnya yang sudah berada jauh dari tempat Rajawali Merah, terus melihat cemas keadaan di sana. Tidak sekali lelaki tua itu memgeluh dan menghela nafas. Iapun sangat sedih dengan pemandangan mengerikan bergelimpangannnya mayat-mayat di tempat itu.


"Tidak kusangka kehancuran dan korban yang diakibatkan sedemikian parah." keluh Malaikat Bertangan Sakti dengan suara bergetar.


Semua orang yang ada di dekat Malaikat Bertangan Sakti pun merasakan hal yang sama. Ada kepedihan yang hati mereka rasakan melihat banyaknya korban yang jatuh.


"Apa yang bisa kita lakukan ki?" Tanya Cempaka.


"Tak ada yang bisa kita lakukan" Potong Jari malaikat yang tiba-tiba saja berada di tempat itu.


"Eh..." Gumam Cempaka sambil pandangannya sebentar sebentar melihat kearah pertarungan lalu beralih ke Jari Malaikat.


"Ini aku yang asli, Jari Malaikat. Yang di sana seorang tokoh sakti yang menyamar" Ucap Jari Malaikat tau akan kebingungan Cempaka.


Memang percakapan di tengah arena tadi tidak terdengar jelas olehnya dan yang lain. Hanya mereka yang masih berada di sana saja yang mendengar cukup jelas. Apalagi tingkat kesaktian mereka memang berbeda. Dengan suasana hiruk pikuk akibat amukan Rajawali Merah itu membuat mata dan telinga sulit bekerja.

__ADS_1


"Siapa Dia Ki?" tanya Cempaka


"Empu Adhiyak Sona. Satu dari mereka yang menguasai ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta."


Semua orang yang berada di sana terlonjak girang, tokoh yang selama ini hanya bisa mereka dengar dari cerita kecerita keberadaanya, kini dengan mata kepala sendiri bertemu langsung. Seketika tumbuh harapan besar di hati mereka untuk bisa memenangkan pertarungan kali ini.


"Sejak kapan ki beliau bersama kita?" tanya Malaikat Bertangan Sakti.


"Sejak diadakannya uji kemampuan di bukit Benteng Dewa" jawab Jari Malaikat.


"Pantas saja aku merasakan hal yang tak biasa pada orang itu. Bahkan dia mampu memukul mundur Iblis Muka Hitam. Walaupun saat itu dia mengalah, tapi kalau diamati secara teliti, Iblis Muka Hitam lah sebenarnya yang kalah" tukas Malaikat Bertangan Sakti.


Semu orang di situ mengangguk angguk tanda setuju akan pensdapat Malaikat Bertangan Sakti. Pikiran mereka menerawang kembali pada kejadian uji kemampuan kemarin. Memang saat itu terlihat orang yang menyamar sebagai Jari Malaikat tampak mengungguli yang lain.


"Setelah aku hitung sampai tiga, kerahkan tenaga kalian ke Rajawali Merah."


Ke empat penjuru serentak mengiyakan perintah Empu Adhiyak Sona. Kini terlihat orang tua itu mengeluarkan tenaga saktinya hingga puncak. Badannnya sedikit bergetar. Dari tubuhnya memancar cahaya merah dan biasan embun halus bergantian. Lalu terlihat tenaga sakti itu memancar ke empat orang bagaikan tali penghubung. Dan keempat orang itupun merasakan tenaganya meningkat menjadi beberapa kali lipat.


"Bersiap, satu... dua... tiga..."


"Hiyaaaa...." Teriak semua secara bersamaan.


Serangkum hawa sakti meluncur dari ke lima orang itu. Tenaga sakti itu langsung menuju Rajawali Merah yang sedang melayang di udara.


Blammmm...

__ADS_1


Terjadi ledakan yang sangat keras karena pertemuan lima tenaga sakti yang menghantam Rajawali Merah. Ledakan itu menimbulkan getaran yang sangat dahsyat. sampai sampai beberapa bagian tanah di bukit kosong retak terbelah. Rajawali merah terlambung ke udara lalu berputaran dan dengan perlahan menjejakkan kakinya ketanah. Seandainya yak menggunakan topeng, tentu akan terlihat raut keterkejutan di wajahnya.


Hebat lagi yang dialami kelima orang yang menyerang Rajawali Merah. Kaki mereka sama-sama melesak ke dalam tanah hingga sebatas lutut. Dari mulut mereka menyemburkan darah. Walau tidak berat, nampak mereka mengalami luka dalam.


Kemudian kelima orang tersebut melompat dan berkumpul berhadapan dengan Rajawali merah. Jarak mereka dengan Rajawali Merah hanya terpaut empat tombak. Sejenak kedua belah pihak terdiam.


"Hmmm..."


Terdengar jelas gumaman Rajawali Merah dari balik topengnya. Kemudian tiba-tiba saja dia melesat menerjang lawannya. Dengan kecepatan yang luar biasa Rajawali Merah melemparkan lawan-lawannya hanya dengan tendangan kakinya. Hanya Empu Adhiyak Sona yang sempat menangkis lalu melompat kebelakang. Sedangkan yang lain harus menelan pil pahit, merasakan tendangan Rajawali merah diperut mereka sehingga terjengkang beberapa tombak.


Kembali Rajawali Merah Melompat ke udara. Lalu dengan beberapa kali melakukan gerakan tangan, pemuda itu menyiapkan sebuah serangan. Lalu serangkum tenaga dahsyat meluncur menyerang ke lima lawannya.


"Awaasss" seru Empu Adhiyak Sona.


Kelima orang itu berusaha menghindar. Namun seperti memiliki mata saja, tenaga sakti itu bergerak mengikuti sasarannya. Nampak di atas Rajawali Merah menggerak-gerakan tangannya. Inilah Ke istimewaan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta Tingkat Ke lima, pemiliknya dapat mengendalikan tenaganya sekehendak hatinya.


Merasa tidak ada gunanya untuk menghindar, ke lima orang lawan Rajawali Merah itu pun berusaha menangkis serangan dengan seluruh tenaga saktinya. Lalu kembali terjadi bentrokan tenaga.


Blammmm..


Lima ledakan terdengar bergantian. Disusul Terlemparnya lima orang lalu jatuh berdebukan. Empat orang dari mereka rebah menahan dadanya yang sakit tanpa mampu bangun. Hanya Empu Adhiyak Sona yang mampu bangkit.


Aaaaaaaaaaaa


Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Rajawali Merah menjerit keaakitan memegangi kepalanya. Tubuh Pemuda itu semakin tinggi naik ke atas. Pancaran tenaga yang keluar semakin besar. Tanah yang berada di tempat itu bergetar, bahkan retak terbelah di mana-mana.

__ADS_1


"Kalau begini terus bisa hancur bukit ini, korban akan semakin banyak. Mungkin aku harus melakukannya. Mudah-mudahan pengorbanan ini tak sia-sia." Bisik Empu Adhiyak Sona dalam hati.


Kemudian orang tua itu pun melayang keudara. Perlahan-lahan tubuhnya naik dan berhenti di udara sejajar dengan Rajawali Merah. Matanya mulai menatap pemuda itu dengan wibawa dan penuh kasih. Lalu iapun mengerahkan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta miliknya hingga kepuncak. Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta tingkat ke tiga dengan kekuatan penuh sedang ia persiapkan.


__ADS_2