Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Bersiasat menyetujui syarat raja


__ADS_3

Episode 297


Setelah menghadap raja pertama dan mendapatkan perintahnya, Raja generasi kedua kerajaan selatan kembali ke kota raja. Selama perjalanan ia terus berpikir apa keputusan terbaik yang akan ia ambil. Untuk melaksanakan perintah sang ayahanda, raja generasi ke dua agak ragu untuk melakukannya. Apalagi ia mencium akan adanya rencana lain dibalik rencana yang sampaikan raja pertama.


Di sisi lain, memang raja selatan generasi kedua tidak menginginkan tahta kerajaan nantinya jatuh ke tangan orang yang bukan keturunannya. Walaupun sebenarnya Chandra Darpa adalah menantunya sendiri. Namun tetap saja ia bukanlah darah dagingnya sendiri.


Sesampainya di istana raja, raja selatanpun memanggil Chandra Darpa untuk datang ke ruang rahasia menemuinya. Beberapa saat kemudian Chandra Darpa datang menghadap. Nampak sang menantu raja itu sedikit tegang. Wajahnya agak pucat, jantungnya berdegup dengan kencang.


“Menghadap Ayahanda Raja,” ucap Chandra Darpa berlutut sambil memberi hormat kepada raja, saat ia tiba di ruang rahasia kerajaan.


“Bangunlah!” jawab Raja Selatan. “silakan duduk!” ucapnya lagi mempersilakan duduk.


“Aku sudah bertemu dengan ayah yang menjadi raja pertama kerajaan Selatan pada dinasti ini. Semua kejadian yang menimpa kerajaan di waktu yang lalu termasuk perjanjian yang kita sepakati saat sebelum menyerang kerajaan yang dikuasai oleh selir penghianat itu. Pada awalnya Raja memang sangat marah mendengar keputusan yang telah kutawarkan padamu itu,” tutur Raja Selatan.


Sesaat raja selatan diam, ia menarik nafas panjang  merasa berat untuk melanjutkan pembicaraan. Sementara Chandra darpa semakin tegang mendengarkan pembicaraan raja. Ia terlihat harap-harap cemas dengan keputusan yang telah diberikan oleh raja pertama.


Sebenarnya ia sudah merasa bahagia menjadi menantu raja. Hanya saja ia mendapatkan desakan  dari orang-orang di sukunya. Chandra Darpa terpaksa mengingatkan kembali akan perjanjian yang telah mereka sepakati kepada raja selatan generasi ke dua.


“Setelah beberapa saat merenungkan dan memikirkan keadaanku saat itu, akhirnya ayahanda menyetujui untuk mengangkatmu sebagai putra mahkota. Ini semua karena beliau berprinsip bahwa apa yang diucapkan seorang raja bagaikan busur panah yang tak mungkin ditarik lagi. Hanya saja dia memberikan syarat untukmu,” ucap Raja Selatan.

__ADS_1


“Syarat apa itu yang mulia?” tanya Chandra Darpa


“Takutnya kalau aku mengatakan, kau akan mengira aku mengada-ada saja. Mungkin saat ini kau akan menganggap tidak masuk akal, namun syarat inilah yang diajukan oleh raja pertama.”


“Hamba tidak berani menuduh yang mulia seperti itu. Hamba percaya apa yang dikatakan oleh yang mulia adalah perkataan dari raja pertama. Apapun syarat yang diajukan hamba akan mencoba untuk memikirkannya,” ucap Chandra Darpa.


“Baiklah aku akan mengatakan apa yang disampaikan oleh raja pertama. Aku harap kau tidak menyangka yang macam-macam.  Syarat ini sebenarnya untuk kebaikan kerajaan ini dan juga kebaikan mu.”


Raja Selatan diam sejenak. Dia mencoba menyelami isi hati Chandra Darpa. Penguasa kerajaan Selatan generasi kedua itu ingin mencari tahu apa yang saat ini dipikirkan oleh Chandra Darpa. Kemudian ia pun melanjutkan ucapannya.


“Ayahku ingin kau melenyapkan semua suku api.”


Chandra Darpa sangat terkejut akan syarat yang diajukan oleh raja pertama. Ia tak menyangka sang raja menginginkan dirinya melenyapkan semua sukunya. Saat ia ingin mengucapkan sesuatu membantah syarat tersebut, raja selatan mendahuluinya berbicara.


“Sebuah kerajaan apabila diturunkan kepada seorang yang bukan dari darah keturunan Raja terdahulu, itu artinya sebuah keruntuhan bagi sebuah dinasti kerajaan. Raja pertama menuuruhmu untuk menghabisi semua suku api agar kau tidak dianggap sebagai penghianat oleh mereka. Karena nantinya saat penobatan kau akan diakui sebagai anakku bukan sebagai suku api. Kau akan disebut sebagai putraku dari salah satu selir yang kumiliki.”


Raja selatan terdiam sejenak. Ia melihat respon dari Chandra Darpa. Setelah melihat menantunya itu hanya diam, raja selatan pun meneruskan perkataannya.


“Itulah syarat yang diajukan oleh raja pertama, kau boleh memikirkannya dulu. Aku beri waktu satu purnama untuk berpikir, kau boleh kembali ke Lembah Neraka bersama salah satu orang kepercayaanku. Apabila kau menyetujuinya maka utuslah dia untuk kembali ke istana mengajariku. Namun apabila lebih satu purnama dia tidak datang maka aku anggap perjanjian kita batal,” ucap raja.

__ADS_1


Setelah mendengar semuanya dari raja, Chandra Darpa pun meminta izin meninggalkan ruangan itu. Keesokan harinya Candra Darpa pulang bersama anak istrinya. Namun Raja meminta anak dan istri Chandra Darpa untuk tetap tinggal di istana dengan alasan masih kangen terhadap anak cucunya. Raja meminta Chandra Darpa kembali lagi setelah satu purnama untuk menjemput.


Chandra Darpa paham bahwa anak dan istrinya itu dijadikan jaminan atas keputusan yang nanti diambil olehnya. Dengan berat hati Ia pun meninggalkan istana ditemani orang kepercayaan sang raja menuju Lembah neraka. Dengan menggunakan kuda khusus, tak sampai dua hari perjalanan Chandra Darpa dan orang kepercayaan raja tiba di lembah neraka.


Setelah dua hari berada di  lembah neraka Chandra Darpa pun mengumpulkan beberapa orang yang menjadi orang-orang utama suku api secara rahasia tanpa sepengetahuan orang kepercayaan raja. Chandra Darpa menyampaikan semua yang dibicarakan nya dengan raja selatan di istana. Tentu saja semua itu membuat orang-orang utama suku api marah besar. Namun mereka sadar untuk melakukan pemberontakan terhadap kerajaan akan sangat besar resikonya. Akhirnya mereka pun sepakat untuk melakukan siasat terhadap kerajaan.


Mereka berencana untuk berpura-pura dihabisi oleh chandra Darpa. Agar supaya semuanya terlihat seperti benar- terjadi, para anggota suku api akan diberikan pil mati tiga hari. Yang mana pilih ini akan membuat orang-orang yang meminumnya seperti apa yang telah tewas. Namun pil itu bekerja hanya selama tiga hari, apabila sudah lewat orang yang meminum pil tersebut akan bangun kembali seperti sedia kala.


Agar rencana itu tidak buat bocor keluar, maka mereka sepakat siasat itu hanya boleh di ketahui oleh orang-orang yang berada di situ saja. Kemudian merekapun membubarkan diri dan akan merencanakan siasat itu tujuh hari lagi. Chandra Darpa pun memberitahukan kepada orang kepercayaan raja bahwa ia menyanggupi syarat yang diajukan oleh raja. Tujuh hari yang akan datang ia akan melakukannya.


Setelah mendengar ucapan dari chandra Darpa, keesokan harinya orang kepercayaan raja meninggalkan lembah neraka untuk melapor. Raja sendiri kebingungan apa yang harus dilakukan dengan keputusan menantunya yang tak disangkanya itu. Namun ia percaya ayahnya si raja pertama memiliki rencana yang sudah  di siapkan dengan apapun keputusan yang diambil Chandra Darpa nanti.


Tujuh hari berikutnya rencana pun dilaksanakan setelah kedatangan orang kepercayaan raja. Sebelumnya Chandra Darpa dan yang lainnya mencampurkan ramuan mati tiga hari di makanan semua orang-orang di suku api. Setelah ramuan itu  bekerja iapun seolah-olah mengamuk di tempat itu dan menewaskan ribuan orang-orang suku api yang ada di sana. Disaksikan dengan mata kepala orang yang menjadi kepercayaan raja, ia seolah-olah menghabisi sukunya sendiri.


“Bagus Yang Mulia, aku akan melaporkan semuanya kepada Raja,” ucap orang kepercayaan Raja itu seraya meninggalkan lembah neraka segera.


Baru saja orang kepercayaan Raja meninggalkan tempat itu, tiba-tiba saja melesat sebuah bayangan putih yang langsung memberikan pukulan terhadap Chandra Darpa. Menantu raja itu terlempar dan jatuh menghantam dinding bangunan. Mulut nya mengeluarkan darah segar kehitaman pertanda ia mengalami luka dalam yang tak ringan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2