Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.117. Lawan Tangguh Berdatangan


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 117...


Semua orang di pihak Setan Beruang Hitam melongo melihat apa yang terjadi. Mereka tidak mengerti bagaimana caranya tiba-tiba raja dan ratu pulau es berpindah tangan. Yang membuat mereka semakin heran semua dilakukan oleh seorang pemuda tanggung tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


“Terima kasih anak muda!” ucap Raja Pulau Es kepada Bayu yang menyelamatkannya.


Bayupun mengangguk sambil tersenyum ramah. Tak lama kemudian Tanaka dan Manika menghampiri kedua orang tuanya itu. Mereka pun kemudian mundur bergabung dengan yang lain.


“Sebaiknya kalian tinggalkan tempat ini sebelum aku berubah pikiran untuk menghabisi kalian” ucap Bayu dingin.


“Kau kira aku takut dengan bocah ingusan  sepertimu. Jangankan kau seorang, semua dari kalian maju kami tidak takut.” Tantang Setan  Beruang Hitam.


Tak lama kemudian dari dalam Istana keluar seorang lelaki tua berpakaian serba putih. Pandangannya mencorong tajam bagaikan naga. Sikapnya angker dan berwibawa.


“Dewa Pedang Sejagat.” Gumam Raja Iblis Kelabang. “Bagaimana bisa orang sepertinya bergabung dengan orang-orang beraliran hitam.”


Semua orang memberi jalan kepada orang tua yang baru datang itu. Kini dia yang berada di tengah-tengah orang-orang Partai Iblis Berkabut.


“Sepertinya aku pernah melihatmu anak muda. Apakah kau salah seorang dari murid Perguruan Tangan Dewa.” Tanya orang tua yang bergelar Dewa Pedang Sejagat.


“Aku t tidakau siapa yang kau maksud orang tua. Yang pasti saat ini aku berada di posisi berseberangan denganmu.” Tegas Bayu.


“Hahaha.. aku suka anak muda yang keras dan berpendirian.” Puji Dewa Pedang Sejagat. “Aku lihat kau bukan penduduk pulau es ini. Sebaiknya kau pulang saja jangan ikut campur urusan ini. Serahkan Raja Pulau Es dan seluruh keluarganya pada kami.”


“Kecuali kau mampu membuatku menjadi mayat.” Tegas Bayu.


Sing...


Sebuah benda melesat cepat ke arah Bayu. Tanpa terlihat melakukan gerakan, tiba-tiba saja benda yang rupanya sebuah pisau kecil itu sudah berada dalam jepitan jari pemuda itu.


“Hahaha... berisi juga kau rupanya anak muda. Tak banyak orang yang mampu menangkap senjata rahasia dari Si Pisau Terbang dari Barat.” Puji seorang lelaki  brewokan yang tiba-tiba muncul dari atas atap Istana Pulau Es.

__ADS_1


“Hmmm.. semakin banyak saja orang-orang sakti muncul di pihak Partai Iblis Berkabut. Apakah kita bisa selamat kali ini.” Bisik Raja Pulau Es.


“Tenang saja ayah, pemuda berbaju merah itu memiliki kemampuan sangat tinggi bagaikan dewa. Dia pasti bisa mengatasi mereka semua.” Sahut Tanaka.


Sebenarnya Raja Pulau Es tidak yakin apa yang di katakan anaknya. Namun keadaan memaksanya mau tidak mau membuatnya menaruh harapan besar kepada pemuda itu. Apalagi kejadian tadi saat pemuda itu membebaskannya suami istri, merupakan kejadian yang sulit diterima akal. Hanya dalam sekedipan mata pemuda itu merebut mereka berdua dari tangan musuh.


“Biar aku saja yang membereskan pemuda itu!”


Tiba-tiba terdengar suara dari sisi kanan Istana. Seorang nenek memegang tongkat berkepala ular berada di sana. Matanya hanya ada sebelah yang bagus, sedangkan sebelahnya lagi rusak, bolong di kelopaknya.


“Ratu ular dari Timur!” desis Raja Pulau Es.


Dua buah benda memanjang meluncur ke arah Bayu. Benda itu meliuk-liuk berwarna ke emasan.


“Hati-hati jangan di tangkap. Itu ular emas yang paling berbisa!” seru Raja Pulau Es mengingatkan Bayu.


Tanpa mempedulikan peringatan Raja Pulau Es, Bayu menangkap kedua ular emas yang menyerang dengan sebelah tangannya. Sesaat nampak tangan pemuda itu memancarkan sinar kemerahan. Kemudian kedua ular ditangannya langsung mati dalam cengkraman pemuda itu. Tak lama kemudian mahluk berbisa itu mengering dan berubah menjadi abu.


“Bedebah, berani kau membunuh ular kesayangan ku” teriak Raja Ular Berbisa dari Timur.


Duaarrrr..


Sebuah suara menggelegar terdengar. Bersamaan dengan itu terlihat satu sosok teubuh terlempar ke udara lalu jatuh ke tanah. Ternyata itu tubuh Nenek Ratu Ular Berbisa dari Timur yang langsung tewas saat tongkatnya membentur tenaga sakti Bayu. Tubuhnya menghitam gosong mengeluarkan aroma  daging terbakar.


Sementara itu nampak tubuh Bayu mengeluarkan aliran listrik bagai pusaran halilintar. Tanah di sekitar tempatnya berterbangan di hantam arus tenaga yang sangat kuat. Nampak matanya memancarkan kilat yang berderapan. Sesaat kemudian kembali tubuhnya dalam keadaan seperti semula.


Sekali lagi pihak Partai Iblis Berkabut dibuat terganga. Mereka tak menyangka salah satu dedengkot aliran hitam daerah timur roboh hanya dalam sekali bentrokan. Bahkan lawan tak sedikitpun melakukan serangan. Ratu Ular Beracun dari Timur tewas hanya karena menyentuh pancaran tenaga sakti lawan.


“Siapakah sebenarnya pemuda itu? Ilmu apa yang di gunakannya tadi. Sepertinya aku pernah melihatnya?” gumam Dewa pedang Sejagat.


“Apakah mungkin dia Rajawali Merah ketua Istana Lembah Neraka itu?” timpal Setan Beruang hitam yang kebetulan mendengar kata-kata Dewa Pedang Sejagat.


“Sepertinya tidak mungkin. Ketua Istana Lembah Neraka telah lama tewas di bukit kosong melawan Empu Adhiyak Sona.”

__ADS_1


“Apa yang kita lakukan selanjutnya tuan?” tanya Setan Beruang Hitam.


“Biar aku yang menghadapinya.” Seru Si Pedang Terbang dari Barat.


Lelaki itu melompat ke arah Bayu sambil melepempar puluhan pisau dari balik bajunya. Bukan Lemparan Biasa, namun sebuah lemparan menggunakan tenaga sakti tingkat tinggi. Hal ini nampak dari bekas pisau terbang yang melesak ke tembok istana dari serangan yang meleset karena Bayu tiba-tiba menghilang dari tempatnya berdiri.


Melihat sasarannya menghilang, Pisau Terbang dari Barat segera melompat kebelakang, namun terlambat punggungnya tiba-tiba mendapat tendangan sehingga iapun jatuh terjerembab ke tanah.


"Bedebah, ilmu siluman apa yang kau gunakan?" bentak si Pisau Terbang dari Barat yang gusar.


Laki laki itu pun kembali berdiri. Kini dia mengerahkan tenaganya ke tingkat tertinggi. Lalu di lemparkannya tiga batang pisau pusaka yang menjadi andalannya. Pisau itu berwarna ke emasan. Namun siapa sangka pada setiap mata pisau mengandung racun yang sangat ganas.


"Hati hati nak Bayu, itu pusaka Pisau Dewa yang terkenal ganas itu." teriak Raja Pulau Es mengingatkan.


Pisau melesat ke arah Bayu. Kemudian Pemuda itupun melayang ke udara menghindari. Namun ajaibnya pisau itu terus mengikuti kemanapun Bayu bergerak. Pemuda itu bagaikan terbang melesat kesana kemari menghindari kejaran pisau pusaka lawan.


"Hiyaaatt.."


Blammm..


Tiba-tiba Bayu memekik hebat. Sebuah ledakan terjadi. Tak lama kemudian berjatuhan tiga batang pusaka yang dilemparkan lawan. Pada tubuh pemuda itu memancar aliran listrik berwarna keperakan. Kemudian tanpa belas kasihan, Bayu menyerang lawannya melalui telunjuk kanannya yang memancarkan tenaga sakti berbentuk halilintar.


Blaarrrr..


Tak sempat Pisau Terbang dari Barat menghindar, tubuhnya telah tersambar tenaga sakti yang dilontarkan Bayu. Seketika tubuhnya rebah dengan kondisi menghitam mengeluarkan aroma gosong daging yang terbakar.


"Sepertinya kita menghadapi lawan tangguh." Ucap Dewa Pedang Sejagat. "Kini giliran ku menghadapinya." sambungnya lagi


Kemudian Dewa Pedang Sejagat melangkah turun dari pelataran istana. Orang tua itu menghampiri pemuda yang tadi bertarung dengan intan. “Tirta, pergilah dari sini, kemudian pelajari Ilmu Pedang Sinar Biru dari kitab yang ku berikan. Tak usah kau bergabung dengan Partai Iblis Berkabut.” Bisik orang tua itu kepada muridnya.


Lalu Dewa Pedang Sejagat melompat ke halaman yang menjadi gelanggang pertarungan. Matanya menatap Bayu dengan penuh welas asih. "Rajawali Merah.." Bisiknya seraya tersenyum.


Bersambung...

__ADS_1


**Jangan lupa like dan kasih komentar, biar novel ini mendapat apresiasi dari pihak Noveltoon**


 


__ADS_2