Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Cempaka Terluka Parah


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 256...


 


Serentak Gayatri dan Danastri yang sudah berubah wujud menjadi setengah manusia setengah siluman menyerang Bayu. Keduanya menyerang pemuda itu dengan jurus-jurus cakar yang beracun dan mematikan. Namun mudah saja pemuda itu menghindari serangan  dengan kecepatannya yang memang luar biasa. Bayu tidak menyerang balik sengaja ingin melihat kekuatan lawan.


Sudah lima puluh jurus berlalu, namun tidak sedikitpun Gayatri maupun Danastri bisa menyentuh  Rajawali Merah. Bahkan sedikitpun pemuda itu tidak melakukan perlawanan atau menangkis, ia hanya menghindari serangan-serangan lawan. Hal ini membuat Gayatri benar-benar putus asa lalu ia pun menarik diri dari pertarungan, melompat beberapa tombak ke belakang. Matanya yang merah menatap tajam kearah pertarungan antara Bayu dan Danastri.


“Pemuda ini benar-benar tangguh. Dia belum melakukan serangan balasan saja sudah membuat kami repot. Sebaiknya aku meninggalkan tempat ini saja terlebih dahulu,” bisik Gayatri dalam hatinya.


Kemudian perempuan itu pun meninggalkan huta. Ia membiarkan danastri anaknya sendiri bertarung melawan Bayu seorang diri. Sementara pertarungan antara Danastri dengan Bayu, mulai sedikit terjadi perubahan. Sesekali Bayu memberikan serangan balasan yang membuat Ratu siluman serigala itu keteteran melayani.


Bukkk..


“Ukhhh.. grrr..”


Danastri menjerit tertahan, kemudian menggeran. Sebuah pukulan telak mendarat di dada gadis itu. Tubuhnya terhuyung-huyung kebelakang. Padahal Bayu belum mengerahkan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam  semestanya. Pemuda itu hanya menggunakan tenaga sakti milik perguruan tangan dewa. Itupun hanya menggunakan enam bagian tenaga yang ada dalam tubuhnya saja.


Danastri kembali meningkatkan tenaganya. Kini tubuhnya dikelilingi sinar berwarna kehitaman. Cahaya itu memang sulit untuk dilihat karena keadaan saat itu sedang gelap gelapnya malam. Namun pandangan Bayu yang tajam dapat melihatnya.

__ADS_1


Danastri mulai menyerang Bayu dengan seluruh kemampuannya. kuku-kuku pada jarinya yang  kini digunakan untuk menyerang mengandung racun yang sangat mematikan. Bias asap berwarna kehitaman pun mulai muncul dari jari-jarinya. Gadis itu mulai menggunakan ajian Ratu serigala hitam miliknya.


Blaaammmm...


Danastri terdorong beberapa langkah dari tempatnya saat terjadi bentrokan antara telapak tangannya dengan telapak tangan Bayu tadi. Sementara Bayu sendiri terlempar beberapa tombak  saat bentrokan tadi. Ini disebabkan pemuda itu terlalu meremehkan lawannya sehingga ia berpikir tidak perlu menggunakan tenaga sakti andalannya dalam bertarung. Untung saja tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta secara otomatis melindungi bagian-bagian penting di dalam tubuhnya.


Merasa kecolongan Bayu pun mengerahkan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke empat. Seketika dari tubuhnya keluar sinar keperakan berbentuk aliran listrik menyerupai halilintar menyambar-nyambar dengan jarak satu tombak. Pemuda itu pun melesat menerjang Danastri yang berubah menjadi Ratu serigala itu.


Blammmm..


Sekali lagi terjadi ledakan dahsyat saat bertemunya dua kekuatan ilmu tujuh gerbang semesta tingkat ke empat melawan ajian ratu serigala hitam milik Danastri. Walaupun ajian ratu serigala hitam merupakan salah satu ilmu nomor satu di kalangan aliran hitam, namun berhadapan dengan ilmu tujuh gerbang alam semesta kekuatannya tidak berarti apa-apa. Danastri terlempar beberapa tombak hingga jatuh ke tanah menyemburkan darah segar. Wujudnya kembali dalam wujud manusia biasa. Nampak  gadis itu mengalami luka dalam yang tanya ringan.


Rajawali merah melayang ke udara sekitar lima tombak. Dengan keadaan seperti ini nampak sekali cahaya aliran listrik yang berbentuk halilintar di sekeliling tubuhnya. Bayu mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan telunjuknya ke danastri yang berada di bawah. Sekilas terlihat danastri hanya pasrah sambil tersenyum, nampak  air  mengembang di kelopak matanya. Sementara diatas Bayu sudah mulai melayangkan pukulannya.


“Bayu jangan bunuh dia!”


Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah kanan Bayu. Teriakan itu merupakan teriakan seorang wanita yang menginginkan Bayu membatalkan serangannya. Namun terlambat tenaga sakti itu sudah terlepas dari tangannya. Sesuatu yang tidak disangka-sangka pun terjadi, sebuah bayangan berwarna hijau keunguan melesat ke depan Danastri menyambut serangan.


Blaaammmm..


Ledakan dahsyat terjadi yang membuat tanah di tempat itu bergetar dan gelombang yang di ditimbulkan oleh serangan Bayu tadi membuat pohon-pohon di sekitarnya bergoyang. Sementara itu sesosok tubuh berpakaian hijau keunguan terlempar beberapa tombak dari tempatnya karena berusaha menangkis serangan Bayu. Bayu dan juga Danastri yang tadinya saling serangpun melongo tidak mengerti apa yang terjadi.

__ADS_1


“Cempaka!”


Terdengar teriakan dari arah yang lain. Bersamaan dengan itu melesat sebuah bayangan berwarna biru ke arah orang yang terlempar tadi. Ternyata orang yang mencoba menangkis serangan Bayu tadi  adalah Cempaka. Dan bayangan biru yang melesat ke arahnya itu tidak lain adalah suaminya sendiri Jaka si Pendekar Halilintar. Lalu apa sebenarnya yang terjadi?


Sebelumnya Pendekar Halilintar berada di desa tambang ulang yang terletak di sebelah desa mala jangkit. Di desa itu pun terjadi pembunuhan bayi-bayi dengan ciri-ciri yang sama seperti yang terjadi di Desa Mala jangkit. Pendekar Halilintar dan Cempaka yang kebetulan melewati Desa itu berkesimpulan bahwa yang melakukan itu adalah Gayatri. Benar saja setelah melakukan penyelidikan ia sempat bentrok dengan perempuan itu namun Gayatri keburu kabur. Rupa-rupanya perempuan siluman itu melakukan aksinya tidak hanya di satu desa.


Gayatri oleh pangeran Mandaka memang mendapatkan tugas untuk membentuk pasukan yang terdiri dari mayat-mayat hidup sesuai dengan kemampuan yang ia memiliki, yaitu ilmu hitam membangkitkan mayat. Kemudian mayat-mayat yang dibangkitkan itu diisi dengan jiwa-jiwa siluman yang menjadi anak buahnya Gayatri di alam lelembut. Sehingga mayat mayat hidup itu bukan hanya bisa bangkit, melainkan juga memiliki ilmu kanuragan setengah siluman yang tidak mudah untuk di kalahkan.


Selain mendapati bahwa Gayatri sebagai biang utama kekacauan yang terjadi di Desa tambang ulang, Jaka dan Cempaka pun menyimpulkan bahwa Danastri juga dibangkitkan dalam wujud manusia setengah siluman. Hanya saja pikirannya lebih dikuasai oleh Hawa jahat ratu siluman  sehingga ia tidak bisa menguasai dirinya sendiri dan berada di bawah kekuasaan Gayatri.


Setelah menyelidiki beberapa hari di mana tempat persembunyian Gayatri akhirnya Jaka dan Cempaka pun menemukannya. Keduanya pun langsung menuju ke tempat persembunyian Gayatri. Sesampainya  di sana betapa terkejutnya Cempaka saat melihat Danastri kakaknya yang telah meninggal itu sedang bertarung dengan Bayu. Tentu saja ia sudah dapat menduga siapa yang bakalan kalah dan mendapat kerugian dalam pertarungan itu. Cempaka pun semakin panik saat melihat Bayu mengerahkan tenaga saktinya halilintar.


Melihat keadaannya tidak menguntungkan bagi kakaknya itu, Cempaka berteriak meminta kepada Bayu untuk tidak melakukan serangan kepada Danastri. Namun semua terlambat karena Bayu tidak bisa langsung menangkap maksud dari Cempaka apalagi pemuda itu tidak melihat siapa yang berteriak memintanya untuk tidak menyerang. Karena  tidak ada cara lain kecuali menangkis serangan Bayu Cempaka pun melesat depan Danastri untuk menyambut serangan. Akibatnya serangan halilintar yang terpusat di ujung jari Bayu secara telak mengenai Cempaka istri Pendekar Halilintar itu.


“Istriku, mengapa kau begitu bodoh menyambut serangan adik Bayu,” Isak pendekar halilintar sambil memangku istrinya yang sedang terluka parah terkena sambaran serangan Bayu.


Nampak tubuh Cempaka menghitam dan mengepulkan asap. Nafasnya terlihat sangat lemah. Ia berusaha untuk berbicara namun tidak ada tenaga untuk melakukan itu.


Bersambung..


di tunggu like dan komentarnya,

__ADS_1


__ADS_2