Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.223. Penuh teka-teki.


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 223...


Setelah menempuh perjalanan satu hari satu malam dengan kapal akhirnya mereka tiba di kerajaan Barat. Kapal yang ditumpangi Bayu dan Intan berhenti di tepi sungai desa intan. Desa ini terkenal dengan pencaharian penduduknya mendulang intan di sungai.


Setelah sampai keduanya tidak langsung melanjutkan perjalanan mencari Nalini. Tuan Gardana beserta istri mengundang mereka berdua untuk datang ke rumah. Tak ingin mengecewakan orang yang sudah memberi mereka tumpangan, keduanya pun setuju untuk singgah.


Berjarak satu mil dari tepian sungai karang intan,  terdapat sebuah rumah yang sangat besar dan megah mirip sebuah istana. Di situlah  tuan Gardana beserta istrinya tinggal. Walaupun rumah itu terkesan megah dan mewah namun bagi Bayu dan Intan itu terlihat biasa saja. Karena tempat tinggal mereka di lembah neraka jauh lebih megah.


“Ayo nak Bayu nak Intan jangan sungkan-sungkan. Anggap saja rumah ini rumah kalian sendiri. Kami  sudah menganggap kalian sebagai anak kami sendiri.” ucapkan tuan Gardana mengajak Bayu dan Intan masuk.


Bayu dan Intan tersenyum mendengar ucapan tuan Gardana. Mereka pun masuk pintu gerbang rumah Tuan Gardana bersamaan. Istri Tuan Gardana langsung menggandeng tangan Intan. Nyonya rumah itu terlihat sangat menyayangi Intan.


Sampai di dalam rumah pemandangan yang lebih menakjubkan terlihat. Ternyata bangunan di dalam dihiasi dengan hiasan hiasan yang biasanya ada ada di istana raja. Keramik-keramik maupun guci-guci di tempat itu itu sangat khas dengan nuansa kerakerajaan.


“Paman Gardana aku lihat rumahmu ini bagaikan miniatur sebuah kerajaan. Banyak hiasan-hiasan yang bernilai mahal. Belum lagi keramik-keramik yang memang biasanya ada di lantai sebuah istana raja. Bagaimana caranya kau mendapatkan ini semua.” Tanya Bayu penasaran.


“Wah.. hebat sekali penilaianmu nak Bayu. Bagaimana caranya kau mengetahui semua hiasan yang ada di sini mirip dengan kerajaan.” Tanya Tuan Gardana bersemangat.


“Waktu Aku kecil suka membaca hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan. Di perpustakaan rumah hanya ada buku-buku tentang kerajaan dan buku-buku silat. Itulah sebabnya aku banyak mengetahui hal-hal yang berbau kerajaan.” Jawab Bayu.


Kini mereka sudah berada di ruangan tamu. Ruangan tamu rumah itu pun mirip dengan ruangan utama kerajaan. Hanya  saja yang membedakan adalah tidak adanya singgasana di tempat itu.


“Waktu sudah hampir siang, pasti kalian sudah lapar. Sebaiknya kita makan dulu, baru nanti aku ajak kalian berkeliling tempat ini.” Ajak tuan Gardana.


Setelah makan siang Bayu dan Intan diajak oleh Tuan Gardana mengelilingi rumah dan taman  di tempat itu. Di setiap sudut tempat  semuanya mirip dengan ornamen-ornamen Kerajaan. Hal ini sedikit membuat Bayu penasaran.

__ADS_1


“Paman, kau belum menjawab pertanyaanku tentang alasan kenapa ke tempat tinggalmu ini penuh dengan hal-hal yang berbau kerajaan.” Tanya Bayu sedikit mendesak.


Tuan Gardana tersenyum mendengar pertanyaan Bayu. Lelaki separuh baya itu pun mengajak intan dan Bayu untuk duduk di sebuah kursi taman yang lengkap dengan meja dan perabotan lainnya. Baru saja mereka duduk, istri Tuan Gardana datang  bergabung.


“Ketahuilah nak Bayu nak Intan! Sesungguhnya suamiku ini masih ada hubungannya dengan kerajaan Barat. Dia merupakan putra mahkota  kerajaan Barat dari Raja sebelumnya.  Raja yang sekarang dulu memimpin pemberontakan untuk menggulingkan kepada Raja sebelumnya yang merupakan ayah dari suamiku ini.


 Raja yang sekarang tidak membuang kami dikarenakan ingin mengambil simpati rakyat. Sedikit banyaknya pengaruh dari keluarga Kerajaan terdahulu masih sangat melekat di hati rakyat. Itulah  sebabnya raja yang sekarang bertahta di kerajaan Barat masih sangat memperhatikan suamiku, putra mahkota raja terdahulu.” Tutur Istri Tuan Gardana menjelaskan.


“Ahhh.. yang dulu-dulu itu tidak usah dikenang lagi. Yang pasti sekarang aku hanyalah seorang rakyat biasa yang memiliki kekayaan yang cukup untuk menghidupi keluarga. Hanya saja sangat disayangkan kan anak-anak kami entah dimana keberadaannya.” Keluh Tuan Gardana.


“Memang apa yang terjadi dengan anak-anak paman? Maafkan aku kalau terlalu lancang bertanya.” Tanya Bayu berhati-hati.


“Lima tahun yang lalu, putra-putri kami diculik oleh seseorang yang tidak dikenal. Hingga sekarang tidak sedikitpun kabar ataupun berita yang didapatkan. Seolah-olah para pencuri itu bersama putra-putri kami menghilang ditelan bumi.” Sahut Tuan Gardana.


Braaaakkk..


“Hahaha apa kabar kalian Gardana? Masih ingatkah kau dan Istrimu dengan kami? Hahaha”


Kakek tua yang baru saja menjebol dinding yang mengelilingi kediaman Tuan gardana itu tertawa keras. Saking kasa membuat tempat itu seakan bergetar. Tuan Gardana dan istrinya sendiri sampai-sampai menutupi telinganya karena tidak tahan mendengar suara yang sangat keras itu.


“Hmmm..”


Terdengar Bayu mendehem dengan pelan. Walaupun terdengar pelan, namun akibatnya sungguh luar biasa. Seketika kakek yang tertawa terbahak-bahak itu terdiam bahkan ia sampai terdorong tiga langkah ke belakang.


“Tua Bangka tak tau diri, bukannya ingat umur malah menimbulkan kekacauan di tempat ini.” ucap Bayu ketus.


“Hai kau bocah, siapa namamu? Lancang sekali kau mengusik urusanku. Kalau kau memang sudah bosan hidup jangan libatkan  aku dengan derita mu itu.” bentak Kakek  tua itu.

__ADS_1


“Gardana, apakah kau yang mengundang bocah bau kencur ini ke sini untuk menantang ku. Apa tidak ada lagi jagoan silat yang mampu kau dapatkan sewaktu pelesir ke Selatan kemarin? Ucap Kakek tua itu lagi.


“Hati-hati nak Bayu, merekalah yang selama ini mengganggu kami dan menculik kedua orang anak kami. Besar kemungkinan dua orang muda-mudi itu adalah anak kami. Dilihat dari wajah dan perawakan sepertinya memang benar begitu.


Kakek tua itu adalah tokoh beraliran hitam di negeri barat ini. Orang-orang persilatan memanggilnya dengan sebutan Setan dari Lembah mayat.” Ucap tuan Gardana Menjelaskan.


“Hei bocah, sebaiknya kalian tidak usah ikut campur urusan kami. Urusan ini adalah urusan antara kedua orang anak ini dengan sepasang suami istri itu.” Bentak Kakek tua itu.


Sesaat suasana menjadi hening.


“Kak Bayu sepertinya ada yang tidak beres dengan urusan ini. Entah mengapa aku merasa paman Gardana beserta istrinya memang sengaja membawa kita kemari untuk berhadapan dengan Kakek ini. Aku pun merasa sepasang suami istri ini memang sudah tahu siapa kita berdua.” Bisik Intan dengan menggunakan ilmu mengirimkan suara yang hanya mereka berdua tahu.


“Sebenarnya sejak di kapal itu aku sudah menaruh curiga kepada paman Gardana dan istrinya ini. Hanya saja aku tidak memiliki alasan untuk mencurigai mereka. Itulah sebabnya kenapa aku ikut saja ketika mereka mengajak kita ke sini. Ada yang ada hal yang ingin aku ketahui dari kejadian ini.” Sahut nya kepada Intan dengan menggunakan ilmu yang sama.


“Kalau aku ingin ikut campur apa yang akan kalian lakukan terhadapku?” tanya Bayu kepada Si kakek tua dengan nada menantang memecah kesunyian yang sempat melanda.


“Maka jangan salahkan aku yang tua ini untuk memberikan sedikit hajaran kepadamu” sahut  kakek tua itu.


“Apakah kau kira sanggup untuk merobohkan ku.” Ucap Bayu.


Tanpa sepengetahuan Bayu dan Intan, tuan Gardana menunjukan senyum licik penuh kemenangan kepada istrinya. Sang istripun balas tersenyum sambil menyenggol badan suaminya perlahan.


**Bersambung...


Jangan lupa like dan komentarnya**!


 

__ADS_1


__ADS_2