Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Kekuatan seratus kali lipat Jantar Geni


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 272...


Kembali tubuh Jantar Geni mengeluarkan asap tebal. Kali ini asap yang muncul tak lagi berwarna putih, melainkan berwarna kehitaman. Tubuhnya pun mulai menghitam seluruhnya, tak lagi berwarna kemerahan. Sepertinya kali ini tenaga api yang dipancarkan benar-benar berhawa panas.


Dengan menelan pil kedua pemberian Dewa Obat, itu artinya ia  telah meningkatkan tenaganya menjadi seratus kali lipat. Walaupun dengan itu Ia harus rela umurnya di dunia ini tinggal sepeminuman teh saja. Begitulah kebanyakan orang-orang persilatan, harga dirinya lebih mahal daripada nyawanya sendiri.


Bayu dapat mengerti tenaga sakti yang dimiliki lawan kali ini benar-benar dahsyat. Semua dapat terlihat dari setiap sesuatu yang ia sentuh ataupun yang ia injak akan langsung hangus  tanpa terlihat ada api yang membakar. Bahkan dapat dipastikan panas api yang dimilikinya  mengimbangi api putih milik Bayu, maupun api Hitam milik Nalini.


“Hahaha.. ahhaha.. ahhahahaha..”


Entah kenapa tiba-tiba saja Jantar Geni tertawa-tawa seperti orang kesetanan. Setiap sesuatu yang di singgahinya pasti terbakar, namun kejadian itu malah membuatnya sangat senang, ia pun berlompatan dengan riang seperti anak kecil. Orang tua itu tidak lagi mengincar Bayu, melainkan berlompatan ke sana kemari kegirangan.


“Apa yang terjadi padanya?” tanya Bayu dalam gumamannya.


“Sepertinya ia mengalami putus urat syaraf sehingga kewarasannya terganggu. Tenang saja kak Bayu, waktu hidupnya hanya sepeminuman teh, setelah itu dia akan musnah selamanya. Tak akan dia sempat menghancurkan banyak tempat,” ucap Nalini meyakinkan Bayu.


Bayu menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Nalini. Walaupun dalam hatinya terbesit rasa penasaran mengapa Nalini bisa mengetahui tentang semua itu. Namun rasa penasaran itu pun seketika ia hilangkan. Pemuda itu coba berpikir bahwa ada kemungkinan gadis itu mengetahuinya karena ceritanya saat kejadian di Pulau es.


Berbeda dengan Bayu, Intan yang berada  di belakang Nalini begitu tajam pandangannya melihat ke arah gadis titisan burung api keramat itu. Dari pandangan gadis titisan giok es itu terlihat bahwa ia mencurigai sesuatu dari Nalini. Namun Intan tidak mengungkapkan kecurigaannya kepada Bayu.


“Hendak kita apakan Si Raja Iblis Kelelawar ini?” tanya Bayu kepada Intan dan Nalini.

__ADS_1


“Kak Bayu, di dalam tubuh orang ini terdapat mutiara pengikat jiwa. Dengan mutiara itu kita dapat memisahkan jiwa jahat Bidadari burung api dan mengurungnya di sini,” ucap Nalini.


Mendengar ucapan Nalini itu, Bayu terlihat Sangat Gembira. Kedatangannya kali ini ke kota Sedaha memang bertujuan untuk menyadarkan Nalini dari pengaruh sisi jahat mahluk keramat burung api. Kitab sejarah yang ia baca di perguruan tangan dewa menyebutkan bahwa makhluk keramat bunga api memiliki dua sisi sifat yang berbeda. Satu sisi yang bersifat penghancuran layaknya api, sisi lain ia bagaikan air yang menyejukkan.


Dua sisi yang berseberangan itu diyakini memiliki dua jiwa. Memandang hal itu, penulis kitab itu berkesimpulan bahwa kedua jiwa itu dapat di pisahkan, atau dihilangkan salah satunya. Penulis kitab itupun menuliskan beberapa cara untuk memisahkan ke dua jiwa itu.


“Kalau begitu kita bawa saja orang ini ke Benteng Dewa. Segala petunjuk ataupun tata cara pemisahan dua sisi mahluk keramat burung api ini ada perguruan tangan dewa,” ucap Bayu.


Nalini pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa  yang diusulkan Bayu. Sementara Intan hanya tersenyum menanggapi itu. Melihat sikap Intan yang sedikit aneh, Nalini memandanginya dengan penuh selidik. Tiba-tiba saja gadis itu tersenyum, lalu mendekati Intan dan membisikkan sesuatu ke telinga gadis itu.


“Tenang saja jangan Khawatir aku tak akan merebutnya darimu,” bisik Nalini dengan senyuman nakalnya.


Rupanya Nalini mengira Intan yang menatapnya sedemikian rupa karena mengira Nalini akan mendekati Bayu lagi. Gadis itu mengira Intan sedang cemburu dengannya. Padahal bukanlah itu yang dipikirkan bidadari giok es itu.


“Aaakkhhh..”


Belum jauh Intan meninggalkan Bayu dan Nalini tiba-tiba terdengar teriakan-teriakan kesakitan. Mendengar teriakan itu Intan menghentikan langkahnya. Gadis itu pun berbalik arah kemudian berlari menuju tempat Bayu dan Nalini berdiri.


“Apa yang terjadi? Sepertinya teriakan itu berasal dari arah sana!” ucap Intan sambil menunjuk kearah pusat kota yang menjadi tempat berlangsungnya peperangan.


“Ayo mari kita ke sana! Takutnya kakek tua api itu mengamuk di sana dan memakan korban,” ucap Bayu.


Serentak kedua gadis itu pun mengangguk tanda menyetujui ucapan Bayu. Kemudian pemuda itu mengangkat tubuh Raja Iblis Kelelawar lalu membawanya pergi dari situ ke arah pusat kota. Sesampainya di tempat itu mereka melihat kobaran api di sana-sini. Bangunan-bangunan banyak yang terbakar, beberapa di antaranya hangus seketika.

__ADS_1


Saat ini Jantar geni berlompatan di medan perang. Tak perduli kawan atau lawan, siapapun di dekatnya ia sentuh. Tentu saja hal ini membuat semuanya menjadi kacau. Semua orang kocar-kacir menghindari Jantar Geni. Raja Barat sendiri yang  melihat apa yang dilakukan Jantar Geni hanya tertawa-tawa.


“Intan Bantu aku memadamkan api, kita gunakan tenaga gabungan kita menyebarkan hawa dingin,” ucap Bayu kepada Intan.


Ucapan Bayu itu dibalas anggukan kepala dan senyuman oleh Bayu. Keduanya pun menyatukan sebelah telapak tangan mereka yang kanan dengan yang kiri secara berdampingan. Sementara telapak tangan yang satunya berada di depan dada masing-masing. Merekapun mulai mengerahkan tenaga sakti masing-masing hingga kepuncak. Keduanya pun melayang di udara.


Sesaat kemudian di tempat itu turun salju bercampur embun yang sangat banyak dan deras. Semakin lama hujan embun salju itu semakin meluas dan semakin deras. Setiap embun itu mengenai api, seketika itu juga api padam. Tentu saja hal ini membuat Raja Barat berang. Padahal ia sudah sangat senang dengan apa yang di lakukan Jantar Geni.


Jantar Geni sendiri sudah mencapai batas waktunya. Ia roboh di tempatnya. Tak lama kemudian orang tua itu menghembuskan nafas terakhirnya. Kini jagoan-jagoan utama raja Kerajaan Barat semuanya roboh. Tinggal beberpa ahli silat yang tingkat kepandaiannya berada di bawah  Raja Iblis Kelelawar.


“Bedebah anak itu. Tak ku sangka dia berani melawan kakeknya sendiri. Keturunan ku sendiri yang menghalangiku menguasai dunia. Padahal dulu ia ku besarkan dengan harapan membantuku mewujudkan impianku. Dan kelak ia juga yang akan mewarisi semuanya,” gumam Raja Barat dengan kegeramannya.


Kini semua api di tempat itu padam. Semua prajurit kerajaan selatan dan beberapa tokoh sakti bertepuk tangan. Apalagi di sana ada orang-orangnya pertapa sakti tanpa nama yang memang sudah mengenali Bayu.


Melihat kejadian itu Raja Barat bertambah berang. Ia pun terbang ke udara naik dari tempatnya. Kembali Kakek Bayu dari sisi ibunya itu mengerahkan tenaga sakti semesta hitamnya.


“Hmmmm.. anak muda, kau telah ingkar terhadap janjimu untuk tidak mencampuri urusanku,” ucap Raja Barat dengan suara marah.


Terkejut juga Bayu melihat keadaan kakeknya yang berubah itu. Baru beberapa waktu saja ia tak bertemu, peningkatan yang dialami oleh orang tua itu sangat pesat. Bahkan ia tidak bisa mengukur sampai di mana kesaktian orang tua itu. Bayu merasa kekuatan orang tua itu kali ini, mencapai tarap kekuatan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam.


**Bersambung..


Jangan lupa like dan komen. Akan ada empat bab lagi meluncur**

__ADS_1


__ADS_2