Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.229. Penyerangan di Benteng Dewa.


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 229...


Setelah mendapatkan pengobatan dari Bayu kedua pendekar dari negeri timur itu diajak untuk menikmati jamuan di ruang utama Istana Lembah neraka. Hadir di sana pendekar halilintar, dua pendekar dari negeri timur, Pranggala, Bayu dan Intan.


“Benar-benar tidak tahu diri kami ini. Bukan saja sudah merepotkan Pendekar Halilintar, lalu meminta Rajawali merah mengobati luka, bahkan sekarang diberikan jamuan istimewa di istana Lembah neraka. Rasa-rasanya terlalu berdosa niat kami untuk  menentang kalian kemarin.” Ucap Malaikat pedang dari negeri timur.


“Tidak usah terlalu dipikirkan tetua, kalau tidak dengan cara begini mana mungkin kita bisa saling mengenal hanya saja yang kami tidak mengerti apa tujuan tetua menantang kami. Bukankah sebelumnya antara kita tidak pernah ada saling singgung menyinggung.” Ucap Jaka sambil melemparkan pertanyaan kepada jago-jago dari negeri timur itu.


“Sebenarnya tujuan kami datang ke sini bukan untuk menantang kalian. Kami bertujuan untuk meminta kalian membantu perjuangan Raden Raga Lawing dan Malaikat putih dalam menggulingkan kerajaan. Namun entah  yang ada di benakku timbul pikiran lain untuk mencoba ilmu kalian.” Jawab Malaikat Pedang dari Timur dengan nada menyesal.


“Sebenarnya kami sudah menyatakan sikap kepada Raden Raga Lawing dan juga malaikat putih. Sampai kapanpun kami orang-orang dunia persilatan negeri selatan tidak akan ikut campur masalah kerajaan. Apabila ada sebagian para pendekar yang bergabung dengan orang-orang kerajaan, itu bukan berarti mewakili seluruh insan dunia persilatan.” Jawab Jaka.


“Tuan Rajawali Merah sendiri bagaimana? Bukankah letak Lembah neraka tidak berada persis di bagian Negeri Selatan. Itu artinya tidak ada keterikatan istana Lembah neraka dengan dunia persilatan Selatan.” Tanya Malaikat Pedang dari Negeri Timur lagi.


“Aku tidak pernah memikirkan untuk ikut campur dalam masalah kerajaan. .” Jawab singkat.


Malaikat pedang dari negeri timur terdiam mendengar ucapan tegas Bayu. Dia  dapat menilai betapa kerasnya sikap anak muda ini. Bahkan dari gambar yang ia terima, Rajawali melek merah merupakan tokoh dunia persilatan yang sulit untuk diajak bicara.


Setelah selesai menikmati perjamuan dua pendekar dari negeri timur itu pun berpamitan. Tidak lupa ia berterima kasih sekali lagi kepada Bayu dan juga Jaka. Kemudian kedua pendekar itu pun meninggalkan Lembah neraka.


“Kak Jaka selanjutnya engkau hendak kemana?” tanya Bayu.

__ADS_1


“Apabila kau tidak keberatan aku tinggal di sini dulu beberapa hari menunggu Cempaka.”


“Memangnya ka Cempaka kemana?” Tanya Bayu. “tentu aku tidak keberatan kalau kau menginap di sini. Jangankan  menginap untuk menetap pun di sini pun pintu istana Lembah neraka akan selalu terbuka untukmu dan juga kak Cempaka.” Ucap nya lagi.


“Aku rasa saat ini dia berada di Benteng Dewa dan bersiap untuk pergi lembah neraka.  Lalu kau sendiri apa rencanamu selanjutnya?”


“Itulah yang mau ku katakan Kak Jaka. Aku hendak menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menemanimu lama-lama di sini. Ada beberapa urusan yang harus segera aku selesaikan.” Ucap Bayu.


“Ohhh.. kalau memang begitu kau selesaikanlah dulu urusanmu. Aku tidak masalah tinggal di sini. Ada tuan Pranggala dan juga gurunya Cempaka Dewi Pedang Khayangan yang bisa aku ajak bicara.”


“Baiklah kak Jaka. Setelah menguji bagaimana kemajuan ilmu tenaga sakti inti api yang dimiliki oleh paman Pranggala aku dan Intan akan segera meninggalkan tempat ini.”


Kemudian Bayu dan pranggala menuju lapangan yang tak jauh dari istana Lembah neraka. Di belakang mereka Intan, Jaka, dan Dewi pedang kayangan mengikuti. Sesampainya di sana Bayu menyuruh Pranggala  mengerahkan tenaga sakitnya ke tingkat yang paling tinggi.


“Itukah batas maksimal tenaga sakti yang kau miliki paman Pranggala.” Tanya Bayu.


“Benar sekali ketua inilah batas maksimal ilmu yang aku miliki. Sudah  beberapa kali aku mencoba untuk melampaui tingkatan ini namun mungkin memang bakatku yang kurang atau tenagaku yang sangat terbatas sehingga tidak mampu melewatinya.”


“Baiklah Paman, kau bersemadilah.” Perintah Bayu.


Kemudian  Pranggala mengambil sikap bersila. Kedua  tangannya masing-masing diletakkan di atas lutut. Matanya pun mulai dipejamkan. Tak lama kemudian Ia pun masuk ke dalam dunia semadi.


Bayu mendekati Pranggala. lalu pemuda itu meletakkan kedua telapak tangannya di punggung. Ia pun mulai mengerahkan tenaga saktinya kepada orang itu. Seketika tenaga sakti yang dipancarkan oleh panggala jauh menjadi lebih dahsyat daripada sebelumnya.

__ADS_1


“Nanti kau coba lagi mempelajari ilmu inti api api pada bab-bab yang belum kau pelajari dengan baik. Kita tidak tahu yang akan terjadi selanjutnya di dunia persilatan titik Aku berharap orang-orang Istana Lembah Neraka  akan bisa meningkat kemampuannya dari jauh  sebelumnya.”


Setelah selesai menguji Pranggala, Bayu dan Intan pun berpamitan. Untuk sementara Yassika ditempatkan oleh Bayu di Istana Lembah Neraka. Setelah selesai semua urusan nanti barulah ia dikembalikan ke keluarganya.


Lalu mengapa Yassika tidak ditempatkan di pulau apa saja. Semua karena memang ada hubungannya dengan keadaan sekarang  di Pulau itu. Tidak  ada lagi penghuninya karena semuanya sudah berpindah tempat ke pulau yang lain. Sedangkan Pulau es yang sekarang tidak memiliki kekuatan mistis untuk menghalangi kedatangan makhluk keramat burung api.


Sementara di istana Lembah neraka terdapat sebuah hutan yang dikelilingi oleh api alam. Api ini  tidak ada sebuah kekuatan gaib pun yang mampu memasukinya. Di tempat itu tidak ada ilmu kesaktian yang bisa digunakan. Karena  bagaikan sebuah tempat keramat, tidak ada ilmu kesaktian yang bisa berfungsi di tempat itu, kecuali yang berasal dari pedang penguasa naga.


Setelah agak siang Bayu dan Intan meninggalkan Lembah neraka. Kembali mereka menggunakan naga cahaya untuk bepergian. Namun sebelum kembali ke tempat semula, Bayu berniat untuk singgah dulu ke bukit benteng dewa. Iya ingin melihat kemajuan yang dialami oleh para murid perguruan tangan dewa.


Tak berapa lama menempuh perjalanan dari atas langit, Bayu dan Intan pun telah sampai di bukit Benteng Dewa. Namun pemuda itu tidak langsung turun, karena di benteng itu Ia melihat pertarungan dua orang berpakaian serba putih melawan para murid yang terbentuk dalam formasi Dewa Penakluk Iblis.


“Siapakah mereka berdua itu Kak Bayu?. Mengapa mereka mengacau di benteng Dewa ini.” Tanya Intan.


“Intan, coba kau lihat yang digunakan oleh kedua orang tersebut.”


“Jurus-jurus dari perguruan Tangan Dewa.” Jawab Intan sedikit terkejut dengan jurus-jurus yang diperagakan oleh kedua orang itu.


“Itulah yang membuatku bingung. Setahuku di perguruan tangan dewa tidak ada lagi anggota yang umurnya lebih dari lima puluh tahun. Sedangkan mereka berdua paling tidak berusia antara enam puluh sampai delapan puluh tahun. Yang lebih Mengherankan  ku adalah tenaga sakti yang mereka berdua miliki berada beberapa tingkat di atas tenaga malaikat bertangan Sakti.”


**Bersambung..


Jangan lupa like dan komentarnya**

__ADS_1


__ADS_2