Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Penobatan Raja Baru


__ADS_3

Episode 310


“Anakku, biarkan aku membawanya! Ini semua demi kebaikannya. Biarkan aku mengambil kegelapan dari dalam dirinya. Kelak dia akan bersama kalian kembali!”


Intan dan Nalini yang tak mengerti maksud pembicaraan orang tua itu, sama sekali tidak memperdulikannya. Kali ini Intan memberi serangan yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Ia telah menggunakan tenaga inti es pada puncaknya. Butiran-butiran salju pun berguguran di tempat itu.


“Hmm.. Bidadari Giok Es ternyata. Seharusnya sebagai dewi yang menjaga keseimbangan  dunia kau paham dengan  keadaan anak muda yang satu ini. Ia telah terikat takdir untuk menyelamatkan dunia dari keangkaramurkaan yang sebentar lagi muncul,” ucap manusia suci kuil agung sedikit menyesalkan sikap Intan.


“Hiyattt..”


Intan memekik keras sambil menyerang. Gelombang tenaga  yang mengandung kekuatan dingin meluncur cepat ke arah manusia suci Agung. Melihat serangan yang begitu dahsyat dari Intan, orang tua itupun mengerahkan kekuatannya. Kali ini mau tidak mau ia menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.


Tubuh manusia suci Kuil Agung memancarkan cahaya putih terang yang sangat menyilaukan. Ini bukan sebuah tenaga kesaktian Kanuragan, melainkan sebuah kekuatan batin. Kekuatan ini biasanya hanya dimiliki oleh orang-orang yang mendekatkan dirinya kepada sang pencipta.


Blaassshh..


Pukulan yang dilancarkan oleh Intan bidadari giok es langsung sirna seketika saat menyentuh cahaya putih yang meliputi manusia suci kuil agung. Kemudian orang tua itu menghilang bersama Bayu. Tentu saja hal itu membuat intan dan semua orang yang ada di situ sangat  terkejut.

__ADS_1


“Orang itu pasti membawa Kak Bayu ke kuil  Agung,” ucap Intan kepada Nalini. “Mari kita susun mereka dan menyelamatkan kak Bayu,” ajak Intan kepada Nalini


Nalini mengangguk menyetujui  ajakan Intan untuk menyelamatkan Bayu di kuil Agung. Namun baru saja mereka akan berangkat, datan Pranggala menghampiri mencegahnya. Semua atas saran Raden Raga Lawing.  Ia mengatakan untuk mengatur siasat merebut kembali  Bayu dari tangan  manusia suci kuil agung.


Sebenarnya Intan sedikit keberatan dengan usulan Pranggala itu. Namun gadis itu tidak ingin berdebat dengan wakil ketua perkumpulan istana lembah neraka itu. Intanpun akhirnya mengalah dan mengikuti saran Pranggala. Begitu juga dengan Nalini, ia lebih banyak mengikuti jejak Intan.


Mereka bertiga akhirnya beranjak menuju istana kerajaan selatan atas undangan Raden Raga Lawing. Karena sebentar lagi akan diadakan penobatannya sebagai Raja Baru kerajaan Selatan. Penobatan ini dipercepat untuk menghindari kekosongan pemimpin di kerajaan Selatan.


Sesampainya mereka bertiga di kerajaan selatan, acara penobatan sedang berlangsung. Ketiganya masuk ke ruang utama kerajaan atas permintaan orang-orangnya pangeran raga lawing. Penobatan pun selesai dengan dipakaikannya mahkota kerajaan selatan kepada Raden Raga Lawing. Kini resmi ia dipanggil dengan sebutan Prabu Raga Lawing.


“Hari ini kemenangan ada beserta kita. Itu pertanda perjuangan kita selama ini direstui sang pencipta. Semua ini pun sangat besar peranan pendekar-pendekar  dari Istana Lembah Neraka memberikan bantuannya sebagai prajurit khusus  dalam peperangan. Untuk itu lembah Neraka dan sekitarnya akan dijadikan sebagai Negeri kecil yang bernama Negeri Ganendra. Negeri Ganendra akan diberikan secara khusus untuk pendekar Rajawali Merah dan keturunannya sebagai pemilik.”


“Hidup Prabu Raga Lawing! Hidup Prabu Raga Lawing!” sorak sorai menggema dari ribuan manusia di hadapan Prabu Raga Lawing.


“Mulai hari ini negeri selatan ini aku namakan dengan sebutan Nagendrapura!”


“Hidup Prabu Raga Lawing! Hidup Kerajaan  Nagendrapura.”

__ADS_1


Kembali sorak sorai bersahutan menyerukan nama prabu Raga Lawing dan kerajaan Nagendra Pura. Prabu Raga Lawing dalam pidatonya berjanji akan bersikap adil kepada rakyat, dan memajukan negeri Nagendrapura untuk kemakmuran rakyat. Ia pun berjanji akan mengkaji ulang pajak-pajak yang harus dibayar oleh rakyat dan dianggap membebani mereka. Harapan besar akan kemakmuran pun muncul di hati rakyat.


Setelah berpidato panjang Prabu Raga Lawing kembali ke istana kemudian membicarakan beberapa hal dengan orang-orang terdekatnya. Ia membicarakan susunan-susunan pejabat pemerintahan yang nantinya akan menggantikan sebagian besar pejabat yang ada sekarang. Prabu Raga Lawing pun meminta Pranggala untuk bersedia menjadi mahapatih di kerajaan nya.


Dengan berbagai pertimbangan dan bujukan dari berbagai pihak, akhirnya Pranggala menyetujui tawaran dari prabu Raga Lawing. Pranggala mengajukan syarat kepada Prabu Raga Lawing untuk menggunakan kekuasaannya untuk menekan kuil agung agar melepaskan Bayu. Sang prabu sendiri tidak keberatan untuk syarat itu. Apalagi mengingat peran besar orang-orang Lembah neraka yang dipimpin oleh  Bayu.


Setelah semuanya sepakat dengan kepentingannya masing-masing, Pranggala meminta diri kepada Prabu Raga Lawing untuk  kembali ke Lembah Neraka mengatur segala urusan di sana. Pranggala, Intan, dan Nalini kembali ke Lembah Neraka diikuti sebagian besar anggota perkumpulan istana lembah neraka yang menjadi pasukan kerajaan. Sebagian kecil dari mereka meminta izin untuk mengabdikan diri pada kerajaan, dan semua itu diaminkan oleh Pranggala.


Sesampainya di lembah neraka, Pranggala pun mengatur urusan disana. Sesuai dengan titah raja, Wilayah Lembah Neraka dan desa-desa kecil di sekitarnya dijadikan satu menjadi sebuah negeri kecil yang bernama Negeri Ganendra yang artinya negeri prajurit dewa. Itu artinya Negeri Ganendra adalah negeri kecil yang dipimpin oleh seorang raja kecil yang masih dibawah kekuasaan kerajaan Nagendrapura. Atas kesepakatan semuanya, posisi untuk sementara posisi raja kecik Bayu diwakili oleh Nalini sebagai.


Keputusan untuk menjadikan lembah  neraka dan sebagian kecil wilayah di sekitarnya adalah atas saran Malaikat Putih kepada Prabu Raga Lawing, ketika Bayu memutuskan untuk membantu. Namun niat itu tidak diberitahukan kepada Bayu maupun orang-orang Istana lembah neraka lain. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemberontakan oleh orang-orang lembah neraka yang sudah pasti memiliki kekuatan besar. Apalagi mereka tahu bahwa Bayu adalah cucu dari Raja barat yang berkeinginan untuk menguasai kerajaan Selatan.


Pengangkatan Pranggala sebagai mahapatihpun atas saran dari malaikat putih, supaya kelak apabila dibutuhkan orang-orang Lembah neraka kamu masih mau membantu kerajaan yang dipimpin oleh Raga Lawing nantinya. Tentu saja hal itu sangat disetujui oleh Raga Lawing, karena dengan begitu Ia memiliki orang yang sakti berada di sampingnya. Dengan kata lain Pranggala selain sebagai mahapatih juga berfungsi sebagai pelindungnya.


Setelah dua pekan berada di Lembah Neraka yang kini berganti nama dengan sebutan Negeri Ganendra, Pranggala berangkat ke Istana Kerajaan Nagendrapura. Kepergiannya ke istana Nagendrapura selain untuk menjalankan tugasnya sebagai Mahapatih, juga untuk meminta Prabu Raga Lawing untuk segalanya membebaskan Bayu yang kini berada di Kuil Agung. Sementara Intan  Nalini menunggu kabar dari Pranggala di Negeri Ganendra.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2