
"Selamat bertemu Putri dan Pangeran Pulau Es" Sapa Setan Tengkorak Putih seraya menjura memberi hormat.
"Setan Tengkorak Putih, kenapa kau mengikuti kami dan mengganggu perjalanan kami." Bentak anak muda lelaki yang ternyata Pangeran Pulau Es itu.
"Hahaha, kami tidak mengganggu kalian berdua Pangeran. Kami hanya mendapat perintah dari majikan Pulau Es untuk membawa Pangeran dan Putri kembali ke pulau es." Sahut Setan Tengkorak Putih.
"Hmmm.. Tak mungkin ayahku yang menyuruh kalian menangkap kami berdua." geram Pangeran Pulau Es.
"Hahaha majikan pulau Es sekarang bukan ayahmu pangeran. Sekarang ketua kami yang menjadi majikan pulau Es. Sebaiknya kau ikut kami pulang, atau kau akan menyesal?"
"Silakan kalau kau punya kemampuan menangkap kami" tantang pangeran pulau es
"Bocah sombong..." Bentak Setan Tengkorak Putih.
Setan Tengkorak Putih yang dibikin berang oleh Pangeran Pulau Es langsung menerjang kedua remaja tersebut. Menghadapi Satu lawan yang tangguh ini mau tidak mau anak-anak Raja Pulau Es itu harus mengeluarkan segenap kemampuannya. Untuk sementara pertarungan berjalan imbang.
"Manika, kita gunakan ilmu sepasang merpati pedang salju" seru pangeran Es kepada adiknya.
"Baik kak" Jawab putri pulau Es.
Kedua anak Raja Pulau Es itu mulai merubah pola serangannya. Kali ini terlihat jurus-jurus yang mereka keluarkan berkesinambungan satu sama lain. Setiap serangan mengandung hawa dingin dan serpihan salju yang bertebaran. Seketika hawa dingin menyelimuti tempat itu.
Agak kerepotan juga Setan Tengkorak Putih melayani kedua remaja itu. Kali ini ia mulai bertarung serius. Setan Tengkorak Putih mencabut pedang di pinggangnya. Kemudian lelaki itu mulai mengerahkan ilmu andalannya. Ilmu Setan Darah.
Seketika telapak tangan dan pedang yang dipegang Setan Tengkorak Putih berubah berwarna merah darah. Ada bau amis darah yang menyebar dari tenaga sakti yang ia kerahkan. Kali ini keadaan menjadi berbalik. Anak-anak Raja Pulau Es itu yang mulai kelimpungan. Setiap benturan pedang yang terjadi antara Setan Tengkorak Putih dengan anak-anak Raja Pulau Es itu membuat kedua remaja itu harus terdorong mundur.
Sretttt...
Ukhhh...
"Kak..." pekik Manika.
__ADS_1
Pangeran Pulau Es terkena sabetan pedang Setan Tengkorak Putih. Kontan pemuda itu mengeluh kesakitan. Anehnya tak sedikit pun darah keluar dari bagian tubuh yang terluka. Namun wajah pemuda itu semakin terlihat pucat
"Hahaha sebaiknya kalian menyerah. Kau sudah terkena racun iblis darah pangeran. Dalam waktu setengah hari kalau tidak mendapatkan penawarnya tentu kau akan tinggal nama kehabisan darah.
"Lebih baik kami mati dari pada ikut kalian kumpulan manusia seperti hewan itu." cela Manika.
"Hahaha... anak manis tidak ingin kah kau bersenang-senang bebas seperti kami. Bahkan penduduk pulau es sendiri banyak yang menikmati nya hahaha."
"Cuiiihh.. tak akan aku berlaku seperti hewan itu" tegas Manika dengan wajah memerah.
Masih dia ingat semenjak pulau Es dikuasai oleh Dewa Iblis Kegelapan pulau itu seperti pulau iblis saja. Semua orang bebas melakukan apa saja di sana. Bahkan setiap malam selasa di pulau itu diadakan pesta sebagai ritual persembahan kepada Iblis. Semua orang berkumpul di satu tempat, lalu melakukan hubungan badan dihadapan orang banyak tanpa menggunakan pakaian dan tanpa menghiraukan sekeliling.
Pernah satu ketika dua kakak beradik itu diajak ke perjamuan. Betapa jijiknya mereka mereka melihat pemandangan di hadapan mereka. Bahkan yang lebih membuat mereka tersiksa melihat orang tua mereka yang dipaksa melakukan ritual yang sama. Karena keduanya tidak mau, lalu mereka di siksa dan dipenjarakan.
Melihat keadaan yang semakin tidak aman, kedua kakak beradik itu memutuskan untuk meninggalkan pulau es. Lalu dengan bantuan pembantu setia Raja Pulau Es, merekapun berhasil kabur dari tempat itu. Namun baru beberapa hari mereka sampai di daratan, keduanya sudah mendapatkan pengejaran dari orang-orangnya Dewa Iblis Kegelapan.
"Hmmm... rupanya kalian memang benar-benar ingin dikirim ke neraka secepatnya. Baiklah kalau begitu aku turuti kemauan kalian" ancam Setan Tengkorak Putih.
"Akankah hari ini akhir dari kami berdua" keluh manika.
Hiyaaatt...
Setan Tengkorak Putih memekik panjanh, kemudian menyerang Manika. Hanya beberapa kali saja ia mampu menangkis serangan lawan sudah terjengkang beberapa tombak. Untung saja ia hanya menderita luka luar akibat benturan dengan tanah.
Manika kembali bangkit menyongsong serangan lawan. Dikuatkan hatinya untuk tetap memberikan perlawanan. Walaupun nyalinya sudah mulai goyah, namun harga dirinya membuat dia masih bertahan.
"Manika..." desah Pangeran Pulau Es yang melihat adiknya menghadapi lawan sendirian. Sedangkan dirinya hanya mampu duduk menunggu keadaan.
Hiyaaaa...
Pekikan Man'ika menandai serangan yang ia lancarkan. Kali ini gadis itu tidak menunggu serangan musuh. Dia lebih memilih menyerang lawan.
__ADS_1
Trangg...
Bukk...
Dua batang pedang beradu kembali. Manika langung terlempar tiga tombak dan jatuh berdebuk. Kali ini ia memegang dadanya yang terasa sesak. Gadis itu tak mampu lagi bangkit.
"Hahaha... Bagaimana gadis manis, masih mau melawan? Bila kau menyerah maka kau akan kuampuni. Dan kau akan kujadikan istriku hahaha" Ucap Setan Tengkorak Putih.
Mendengar ledekan pimpinannya sontak anak buah Setan Tengkorak Putih turut tertawa jahat. Tidak sedikit dari mereka yang ikut menggodai gadis itu. Bahkan beberapa diantara mereka mengeluarkan kata-kata cabul.
"Cuiihhhh.. tak akan aku sudi menjadi istri lelaki bertampang jelek dan codet sepertimu" hardik Manika.
"Kurang ajar kau perempuan sundel, akan kucabik cabik tubuh mu itu dengan pedang ini, akan ku makan jantungmu itu mentah-mentah" pekik Setan Tengkorak Putih
Mendengar dirinya di hina sedemikian rupa, apalagi sudah menyinggung wajahnya yang memang rusak Setan Setan Tengkorak Putih menjadi sangar Murka. Dengan mengerahkan kembali ilmu iblis darah yang ia miliki, Setan Tengkorak Putih berniat menghabisi Manika.
Hiyaaaa...
Setsn Tengkorak Putih memekik panjang sambil melesat menerjang kearah manika yang sedang rebah di tanah. Pedang nya diangkat dan siap di tebaskan ke tubuh gadis itu. Tak ada lagi perasaan kasian di hatinya. Terlebih penghinaan yang Manika lontarkan benar-benar membuatnya murka.
"Tapak halilintar..."
Blamm...
Awww...
Tiba-tiba terdengar pekikan keras disusul sebuah cskaya kilat menyerupai halilintar menghantam pedang Setan Tengkorak Putih. Tubuh lelaki itu oun terdorong beberapa tombak. Pedang ditangannya terlepas dan patah menjadi dua bagian. Dia pun mengibas-ngibaskan tanganyya yang terasa kesemutan.
Sebuah bayangan biru melesat ke arah Putri Oulau Es. Disusul bayangan ungu melesat menghampiri Pangeran Pulau Es. Setan Tengkorak Putih pun tersentak kaget melihat siapa yang datang.
"Pendekar Halilintar..." Desis Setan Tengkorak Putih. Ada perasaan gentar menyelimuti hatinya.
__ADS_1