Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.212. Kembalinya kekuatan Batu Petir


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 212...


“Ada apa kau memintaku ke sini?” Tanya Jaka kepada Bayu yang berdiri di ujung Bukit Benteng Dewa.


Tadi waktu Jaka sedang asik santai di ruang utama perguruan Tangan Dewa bersama pendekar-pendekar yang lain, seorang murid datang menghadap kepadanya. Murid itu mengatakan bahwa ia sedang di tunggu Bayu ketua mereka di belakang bukit. Memang sudah satu minggu ini Jaka, Pertapa Sakti Tanpa Nama, dan Jari Malaikat tinggal di Benteng Dewa. Bayu secara khusus meminta mereka untuk menetap sambil membicarakan pesan dari Empu Adhiyak Sona.


“Aku mendapat kabar dari mata-mata istana Lembah neraka yang disebar untuk mengawasi pergerakan kerajaan Barat bahwa mereka sudah mulai mengerahkan pasukan menuju negeri Selatan. Seperti yang pernah aku katakan sebelumnya, untuk urusan Raja barat secara pribadi aku tidak akan ikut campur. Namun benteng Dewa yang berada di daerah selatan merupakan bawahan dari engkau sebagai ketua dunia persilatan. Selanjutnya apabila pergerakan mereka mengancam pendekar-pendekar di negeri Selatan, kau bisa mengarahkan murid-murid perguruan tangan dewa untuk membantumu.” Ucap Bayu.


Jaka mengangguk-anggukan kepalanya mendengarkan semua perkataan Bayu. Suami Cempaka itu mengerti dengan keadaan Bayu. Memang beberapa hari ini Bayu banyak bercerita tentang dirinya.  Termasuk tentang pengakuan Raja barat yang mengatakan bahwa dia adalah kakek kandung Bayu.


“Kau tak usah terlalu memikirkan hal itu. Aku mengerti keadaan yang serba lalu sulit itu. Bukan saja dikarenakan masalah janjimu kepada Raja Barat, tapi tentang kebenaran status orang tua itu benar tidaknya orang tua itu adalah kakekmu.” Sahut Jaka. “Sebenarnya  ada hal yang ingin kumintakan pendapatmu.” Ucap Jaka lagi.


“Apa itu?” Sahut Bayu.


“Sudah dua malam ini aku bermimpi empu Adhiak Sona  mengingatkan akan bencana yang akan datang. Aku tidak bisa mengerti apa maksud mimpi tersebut.”


“Urusan seperti itu aku sama sekali tidak memahaminya.” Jawab Bayu.


“Kak Jaka. Sejauh pengetahuan ku ilmu yang kau miliki itu berasal dari batu petir. Tapi saat aku menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkatkan ke enam, sama sekali  tidak melihat batu petir itu ada di tubuhmu. Padahal tenaga sakti yang berasal dari inti Batu petir  memiliki kekuatan yang seimbang dengan kedua makhluk keramat api dan es.”


Jaka pun tersenyum mendengar perkataan itu. “Batu itu sudah lama tidak berfungsi lagi, semenjak aku gunakan untuk mengobati Cempaka sepuluh tahun yang lalu. Saat itu ia terkena racun es dikarenakan salah melatih ilmu inti es.” Jawab Jaka.

__ADS_1


“Apakah kau masih memegang batu inti petir itu?”


“Masih, ada apa dengan batu itu sehingga kau menanyakannya?” tanya Jaka penasaran.


“Boleh aku melihatnya? Tanya Bayu lagi, tanpa menjawab pertanyaan Jaka.


Jaka pun mengambil sesuatu dari balik bajunya. Kemudian Pendekar Halilintar itu memberikan sebiji batu seukuran telur ayam kepada Bayu. Batu yang berwarna hitam kelam, namun tidak ada yang istimewa terlihat dari batu itu. Tidak ada juga pancaran kekuatan yang tersembunyi dari batu itu.


Kemudian Bayu mengerahkan tenaga saktinya, dari tangan kanannya muncul pedang pusaka penguasa naga yang bersinar keemasan. Pemuda itu mulai berkonsentrasi kembali, sesaat kemudian pedang penguasa naga yang berwarna keemasan berubah menjadi warna putih cahaya yang bersinar terang. Tiba-tiba pedang penguasa naga lenyap dari tangan Bayu, berganti dengan munculnya cahaya putih terang memancar dari tubuh Pemuda tersebut.


Kini seluruh tubuh Bayu memancarkan sinar putih yang terang benderang. Kedua bola matanya yang berwarna hitam itu pun berubah menjadi putih memancarkan cahaya. Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta gerbang ke enam memancar dari tubuh Pemuda sakti tersebut.


Kemudian Bayu memegang batu inti petir yang diserahkan Jaka tadi. Ia pun mengalirkan tenaga saktinya ke dalam batu inti petir tersebut. Tiba-tiba saja sebuah keajaiban terjadi. Batu inti petir yang tadinya hanya seperti batu biasa, kini memancarkan kilat berwarna keperakan.


“Bagaimana cara kau melakukannya? Sudah hampir sepuluh tahun batu itu tidak lagi memancarkan kekuatan. Namun kini ini kekuatan yang dipancarkannya melebihi kekuatan yang dulu ia miliki.” Ucap Jaka.


Itu salah satu keistimewaan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam. Dengan tingkatan itu aku mampu mengembalikan tenaga yang telah hilang dari seseorang atau sebuah benda. Bahkan membuatnya berkekuatan tingkat tertinggi dari yang ia memiliki.


Tiba-tiba saja Jaka yang tadinya  terlihat gembira berubah jadi  murung.


“Ada apa kak Jaka?” tanya Bayu yang melihat perubahan raut wajah Jaka yang mendadak.


“Walaupun keadaan batu petir telah kembali, bahkan ia jadi jauh lebih kuat lagi, namun aku tidak tau bagaimana caranya memasukkan kembali batu itu ke tubuhku.” Jawab Jaka dengan nada sedih.

__ADS_1


Mendengar jawaban Jaka, Bayu pun tersenyum. Bayu yang dalam keadaan menggunakan tenaga sakti gerbang ke enam, tiba-tiba saja menghantamkan telapak tangannya yang menggenggam batu inti petir ke dada Jaka. Tentu saja hal ini membuat Jaka sangat terkejut.


“Kakang!”


Cempaka dan beberapa orang lainnya yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat itu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Bayu. Ia yang memang sudah lama berada di situ tidak berani mengganggu pembicaraan Jaka dan Bayu. Melihat kejadian tadi tentu saja istri Pendekar Halilintar menjadi sangat khawatir. Ditambah lagi Bayu seolah menyeret Jaka ke udara.


Setelah mengambang di udara nampak Bayu memisahkan diri dari Jaka. Terlihat  Jaka masih mengambang di udara dengan keadaan tubuhnya yang memancarkan tenaga halilintar berwarna perak.


“Aku telah meningkatkan tenaga sakti inti halilintar dengan cara menggabung kekuatan gerbang ke empat dengan kekuatan inti batu petir. Paling tidak kekuatanmu sekarang sudah meningkat hingga sepuluh kali lipat dari kekuatan tertinggi yang kau miliki. Itu sebabnya tenaga sakti inti halilintar yang kau miliki dapat membuatmu mengambang di udara selayaknya terbang.”


Kemudian Jaka melesat ke sana ke mari dan mencoba melontarkan tenaga sakti inti halilintarnya di udara. Terdengar gemuruh badai halilintar di langit. Hal ini tentu saja mengundang perhatian orang-orang yang berada di benteng dewa. Cempaka sendiri hilang kekhawatirannya, bahkan ia menangis terharu melihat perubahan pada suaminya. Sesaat ia teringat pengorbanan suaminya tempo dulu untuk menyembuhkan sakitnya.


Bayu pun turun dari atas ke arah Cempaka yang kebetulan disampingnya ada Intan. Cempaka menatap pemuda itu dengan penuh rasa terima kasih. Ia pun tak mampu lagi mengucapkan kata-kata terima kasih kepada Bayu karena perasaan sangat haru bergemuruh di dadanya.


Tak lama kemudian, Jaka turun menghampiri Bayu dan yang lainnya. Cempaka pun memeluk suaminya dengan tangisan haru. Begitupun Pendekar Halilintar, iya tak mampu lagi membendung air matanya yang yang mengalir.


“Terima kasih Bayu adikku.” Ucap Pendekar Halilintar  serak penuh keharuan setelah melepaskan pelukan istrinya. Bayupun membalasnya dengan anggukan kepala yang disertai senyuman.


Bersambung...


Ditunggu like dan komentarnya


 

__ADS_1


 


__ADS_2