Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Penyelidikan Eka Wira


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 263...


Setelah keluar gedung, Jantar Geni langsung saja melompat ke atas atap. Walaupun bisa dikatakan orang tua itu sudah sangat sepuh, namun gerakannya jauh lebih lincah daripada muridnya, si raja iblis kelelawar. Saat berada di atas atap ia tidak menemukan siapapun kecuali retakan atap yang di dengarnya tadi.


“Hmmm.. siapa orang tadi? Mengapa bisa begitu cepat ia menghilang, padahal aku tadi telah menggunakan ilmu meringankan tubuh  tertinggi yang kupunya,” gumam Jantar Geni.


Setelah melihat ke sekeliling tidak menemukan jejak sedikitpun dari orang yang mencuri dengar pembicaraan mereka, Jantar Geni pun kembali ke dalam gedung. Di dalam Raja Iblis Kelelawar sedang menunggu dengan penasaran. Nampak dari wajahnya diliputi sedikit ketegangan.


“Apakah kau menemukan seseorang yang mencuri dengar pembicaraan kita guru?” tanya Raja Iblis Kelelawar.


“Aku tidak menemukan siapapun di luar bahkan sekelebatan bayangan pun tidak nampak di pandangan mataku. Mustahil ada orang yang memiliki kecepatan sedemikian rupa sehingga aku tidak sempat melihat sedikit pun,” jawab Jantar Geni.


“Apa mungkin dia si Rajawali Merah yang mengintip pembicaraan kita? Kemungkinan hanya dia yang mampu bergerak secepat itu,” sahut raja iblis kelelawar.


“Siapakah Rajawali merah itu? Apa benar kecepatan yang ia miliki berada di atasku. Asal kau tahu, Raja barat yang memiliki kesaktian sedemikian rupa itupun masih belum mampu menandingi kecepatanku, walaupun dari segi tenaga sakti kami masih berimbang. Kesaktiannya berada di atasku hanya karena memiliki ilmu pancasona saja,” ucap Jantar Geni meragukan ucapan muridnya si Raja Iblis Kelelawar.


“Dia adalah seorang pemuda yang menjadi ketua Istana Lembah Neraka dan sekarang juga menjadi ketua perguruan tangan Dewa. Kesaktiannya bahkan mampu mengalahkan empu Adhiyaksona. Orang tua itu telah tewas di tangannya pada saat terjadi pertarungan di benteng Dewa.”


Kemudian secara singkat raja iblis kelelawar menceritakan beberpa kejadian belakangan ini di dunia persilatan. Salah satunya tentang penyerangan istana Lembah neraka ke Benteng Dewa yang kemudian dihadang oleh persatuan tokoh-tokoh dunia persilatan aliran putih. Bahkan disana empu Adhiyaksona juga terlibat untuk menghalangi niat dari perkumpulan istana Lembah neraka menguasai dunia persilatan.

__ADS_1


Mendengar cerita yang sampaikan oleh muridnya, Jantar Genipun menjadi sangat terkejut. Ia seolah tidak percaya apa yang sudah diceritakan Raja Iblis Kelelawar. Terutama  mendengar cerita terbunuhnya Empu Adhiyaksona di tangan pemuda yang dimaksud.


“Apakah benar ada kejadian seperti itu? Sungguh benar-benar sulit untuk dipercaya. Empu Adhiyaksona adalah pewaris tokoh sakti seperti dewa yang bernama Begawan Nirwasita yang sampai saat ini tidak ada tandingannya. Bagaimana bisa pemuda itu mampu mengalahkan pewarisnya bahkan dengan ilmu yang sama dimiliki orang-orang sakti itu,”


“Memang sulit untuk dipercaya guru, namun itulah kenyataan yang terjadi belakangan ini. Bisa dikatakan saat ini Rajawali merah adalah orang nomor satu tersakti di dunia persilatan,” ucap Raja Iblis Kelelawar.


“Tapi bila benar pemuda itu yang mencuri pembicaraan kita tadi, apa yang menjadi tujuan Pemuda tersebut. Lalu untuk apa dia lari saat aku memeriksa keluar tadi. Bukankah dapat saja baginya untuk mengalahkanku apabila memang memiliki kesaktian seperti itu.”


“Mungkin saja ia tidak ingin keberadaannya diketahui oleh orang lain. Apalagi pemuda itu sudah memiliki perjanjian dengan raja barat untuk tidak mencampuri urusan kami,” jawab Raja Iblis Kelelawar.


Sementara itu, Dewi api yang tadinya berada di atas atap mencuri dengar pembicaraan Raja Iblis Kelelawar dengan Gurunya Jantar Geni, menjadi terkejut ketika ada seorang pemuda memanggilnya di balik pohon yang berada tak jauh dari gedung. Pemuda itu memanggilnya dengan sebutan Nalini. Itu sebabnya Dewi api secara tak sengaja menginjak atap hingga membuatnya retak. Seketika itu juga Dewi Api langsung menuju ke arah pemuda yang memanggilnya kemudian membawanya pergi menggunakan ilmu berpindah tempat dalam sekejap.


“Siapa kau? Mengapa kau mengejutkanku saja?” Tanya Dewi Api marah.


“Heeii.. aku bertanya denganmu. Apakah kau tuli?” bentak Dewi Api.


“Bu bukankah kau Na nalini?” ucap pemuda itu gugup.


Bukannya menjawab pertanyaannya Dewi api, pemuda itu malah bertanya balik kepada gadis itu. Si Pemuda mengenali Dewi api sebagai Nalini. Karena keduanya memang pernah bertemu di Pulau es sewaktu Bayu membawa gadis itu untuk berobat. Pemuda itu adalah murid dewa pedang sejagat yang bernama Tirta Wulung.


“Hmmm.. ada keperluan apa kamu mencariku di sini?” ucap Dewi Api yang mulai mengerti keadaan bahwa si pemuda menyangkanya adalah pemilik raga yang sedang ia tempati, menjadi sedikit melunak bicaranya.

__ADS_1


“Ah ternyata benar kau adalah Nalini kekasihnya Bayu si Rajawali Merah,” ucap Tirta Wulung. “Aku hanya ingin memperingatkan saja saat kau mencuri dengar di bangunan itu tadi, di sana telah datang  orang sakti yang menjadi gurunya Raja Iblis Kelelawar. Aku hanya menyuruhmu untuk berhati-hati agar jangan sampai tertangkap olehnya,” ucap Tirta.


“Hmmm.. terima kasih. Kalau begitu aku pergi dulu.”


Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya Dewi api melesat meninggalkan tempat itu. Kecepatan gerak yang ditunjukkan oleh Dewi api membuat Tirta Wulung terkagum-kagum. Sampai-sampai pemuda itu lupa menutup mulutnya yang menganga terbengong-bengong.


“Sungguh gadis yang sangat sakti, tak berbeda dengan kekasihnya.”


Sementara itu perjalanan ekawira yang berbeda arah dengan Dewi api, menemukan sebuah kelompok lain yang berseberangan dengan kelompok raja iblis kelelawar. Di sebuah hutan yang lumayan jauh jaraknya dengan pusat kota terdapat sekelompok orang pelarian peperangan yang terjadi di kota Sedaha. Mereka merupakan rombongan pemimpin kota Sedaha dari kerajaan Selatan. Ada beberapa prajurit yang menyertai mereka dan juga beberapa orang mayat hidup yang masih tersisa.


Ternyata disana sudah ada pangeran Mandaka. Pemuda itu kembali  ketika mendapat berita bahwa kota Sedaha jatuh di tangan pihak kerajaan Barat. Pangeran mendaka kembali ke kota itu ditemani oleh Gayatri. Mereka berencana untuk merebut kembali kota Sedaha dari tangan orang-orang kerajaan Barat.


“Pangeran Apakah tidak sebaiknya kita meminta bantuan pasukan kerajaan untuk merebut kembali kota Sedaha. Pasukan yang mereka miliki benar-benar hebat, terutama orang yang membantu panglima perang Maludra waktu itu,” ucap pemimpin kota Sedaha.


“Tidak perlu, kau cukup mencari informasi di mana letak pemakaman yang banyak orang dikubur di sana, dan tak jauh jaraknya  dari tempat ini,” sahut pangeran Mandaka.


“Baiklah yang mulia, apabila keputusan Pangeran memang seperti itu. Untuk lokasi kuburan yang banyak mayat di dalamnya sudah kami ketemukan. Jaraknya ada sekitar dua mil dari tempat ini yang mulia,” jawab Pemimpin kota.


“Kalau begitu antarkan kami ke tempat itu,” sahut Pangeran Mandaka.


Semua pembicaraan pangeran Mandaka dengan pemimpin kota Sedaha itu didengar oleh Eka Wira ketua aliran. Pemuda itu berencana mengikuti kemana perginya mereka dan apa yang akan di rencanakan. Ia mengikuti orang-orang itu berharap mendapatkan informasi yang penting untuk Dewi api.

__ADS_1


Bersambung..


Dukung Novel ini dengan memberikan like dan komentar.


__ADS_2