Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.172. Misteri Pesan Terakhir Raja Siluman Ular


__ADS_3

... Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 172...


Sesaat terjadi ledakan Cahaya yang membuat silau mata. Tak lama kemudian semua terlihat kembali normal seperti sedia kala. Raja Ular telah lenyap di telan cahaya terang. Bayu melihat ke kanan dan kirinya.


“Intan.. Nalini.. terima kasih.” Ucap Bayu.


Kedua gadis yang berada di sisi kanan dan kirinya mengangguk bersamaan.


“Kak Bayu, sebaiknya kita tinggalkan saja tempat ini, dan secepatnya meninggalkan tempat perguruan Jari Sakti.” Ucap Intan.


Baru saja mereka hendak beranjak, tiba-tiba Nalini bersuara “Tulisan apa itu?” Ucap Nalini menunjuk sebuah tulisan pada dinding puri yang hancur.


Anak muda kuakui kali ini aku kalah. Namun jiwaku tak akan mati bersama Iblis Neraka. Kelak kita akan bertemu lagi,  apimu itu akan memanggilku dan membawa kehancuran dunia.. hahaha


“Pendekar Rajawali Merah, Syukurlah kau selamat.”


Kembali perhatian mereka terpecah dengan kehadiran Raksutama.


“Paman, apa maksud tulisan itu?” Tanya Bayu sambil menunjuk tulisan baru yang ada di dinding puri.


Raksutama mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Bayu.


“Ahh.. rupanya guru belum benar-benar mati. Dia telah melakukan perjanjian dengan Iblis sehingga akan ada kebangkitan kedua baginya.” Ucap Raksutama. “Api?” gumamnya lagi.


Raksutama kembali mengarahkan pandangannya kepada Bayu. Murid kedua Raja Siluman Ular itu menatap pemuda itu dengan tajam. “Bukan..” ucapnya pelan namun terdengar jelas.


Bayu dan kedua orang gadis di sisinya tak mengerti apa arti sikap dan ucapan Raksutama. Mereka masih menunggu siluman ular itu untuk memberikan penjelasan. Lalu ia memandang ke arah Intan dan Nalini bergantian. Ketika matanya tertuju pada Nalini, terlihat raut wajahnya menunjukkan keterkejutan.


“Ah...” keluhnya seraya berbalik kembali memandang tulisan yang dibuat gurunya. “Api yang menebar bencana.. Api dan Air yang tak mungkin menyatu.” Gumam Raksutama lagi.

__ADS_1


“Tuan Pendekar, tulisan di dinding itu bisa di katakan peringatan bisa juga di katakan ancaman dari guruku. Pernah dulu seorang pertapa sakti meramalkan bahwa dunia akan kedatangan seorang pembawa bencana dengan apinya yang menghancurkan. Aku sendiri tak mengerti apa artinya itu.” Ucap Raksutama.


Bayu mengerutkan keningnya. Intan dan Nalini saling pandang lalu sama sama mengangkat bahunya.


“Baiklah kalau begitu paman. Kami pamit, mudah-mudahan dengan kau yang memimpin, para siluman ular bisa berada di jalan yang baik.”


Setelah mengakhiri ucapannya, Bayu dan yang lainnya berpamitan meninggalkan alam lelembut. Setibanya di pintu gerbang menuju alam manusia, intan memberikan usulan.


 “Kak Bayu, sebaiknya sekembalinya ke dunia kita langsung pergi dari kediamannya Jari Malaikat. Agar mereka tak khawatir kau tinggalkan saja pesan. Kalau aku tidak salah, gerbang ke enam milikmu akan masih terbuka di dunia manusia selama sepeminuman teh. Itu artinya kau mampu berpindah tempat dalam sekejap dalam waktu itu. Kami tunggu kau di depan pintu gerbang Istana Lembah Neraka, ada beberapa hal yang ingin kusampaikan denganmu.”


“Tapi bagaimana cara melakukannya?” tanya Bayu terlihat agak kebingungan.


“Kau cukup niatkan dalam hatimu dan membayangkan tempat yang kau tuju. Baiklah kak, kami pergi duluan.”


Intan dan Nalini kembali berubah menjadi dua buah cahaya Hijau keputihan dan kuning kemerahan. Kemudian keduanya lenyap. Bayupun melesat melewati gerbang menuju alam manusia. Setibanya di alam manusia, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi cahaya putih terang kemudian lenyap.


Semua orang yang berjaga di sana sangat dikejudkan dengan lenyapnya tubuh Bayu secara tiba-tiba. Hampir semua yang ada di sana bereaksi mengerahkan tenaga saktinya. Begitu juga dengan Jaka dan Cempaka.


Tiba-tiba terdengar suara Bayu dari kejauhan. Walau terdengar agak pelan, namun sangat jelas. Setelah menyampaikan pesannya, suara Bayu pun tak lagi terdengar.


“Tak di sangka orang yang kita lawan dulu di Bukit Kosong menjadi penyelamat kita.” Ucap Jari Malaikat. “kiranya hari ini tidak ada dia, mungkin kita semua telah menjadi budak siluman itu.”


“Benar sekali apa yang kau katakan Jari Malaikat.” Sahut Nyai penjaga bunga. “Mudah-mudahan pemuda itu benar-benar berada di jalan yang lurus, walau latar belakang perkumpulan yang ia pimpin merupakan perkumpulan golongan hitam.”


“Yang aku tak menyangka, semua kejadian ini di dalangi oleh Raja Selatan. Raja yang menjadi pemimpin tanah yang kita pijak ini.” Pendekar kipas maut menimpali.


“Kali ini keadaan golongan putih benar-benar sedang terjepit. Musuh-musuh bertebaran di mana-mana seolah-olah sedang memperebutkan kita sebagai makanan empuk.” Keluh Jari Malaikat. “Oh iya, di mana Pendekar Halilintar dan Istrinya tadi? Tanya Jari Malaikat yang baru tersadar Jaka dan Cempaka tidak ada lagi di tempat itu.


“Mereka sudah pergi guru. Beberapa saat yang lalu berpamitan dengan murid” ucap seorang pemuda yang menggunakan pakaian ala perguruan Jari Sakti. “Katanya titip salam saja pada guru, dia tak ingin mengganggu jadi tidak berpamitan langsung. Dia juga berpesan kepada kawan-kawan dunia persilatan untuk bisa hadir di Hutan Pengecoh Arwah”


“Ah.. benar-benar sepasang pendekar yang menolong tanpa pamrih. Pertolongan mereka kali ini juga tidak lah ringan. Aku belum sempat berterima kasih padanya.”

__ADS_1


“Seandainya Rajawali Merah itu berada di pihak kita, niscaya kekuatan kita akan kokoh. Tak akan ada yang berani menyerang aliran putih seperti sekarang ini.” Ucap Pendekar Kipas Maut.


“Entahlah, tapi satu hal yang dapat melegakan kita. Walaupun pemuda itu tidak bisa dikatakan beraliran lurus, setidaknya dia termasuk orang yang memegang prinsif dan kesetiakawanan.” Sahut Jari Malaikat. “Baiklah,  mumpung kalian ada di sini, biarkan aku menjamu kalian, sebagai ganti perjamuan yang tertunda.” Ucapnya lagi.


***


Kerajaan Barat yang terletak di bagian bumi paling Barat merupakan kerajaan yang wilayahnya terkecil di antara empat kerajaan. Sebagian besar wilayahnya merupakan sungai dan lautan. Hanya empat bagiannya saja dari sepuluh bagian yang merupakan kawasan daratan.


Kerajaan ini sendiri terbagi menjadi tiga daratan besar dan ratusan pulau-pulau kecil. Sebagian besar pendapatan rakyatnya berasal dari bertani dan menangkap ikan. Kerajaan ini dipimpin orang yang bernama Chandra Darpa. Bagi Rakyat Kerajaan barat ia adalah sosok penyelamat kerajaan dari kehancuran.


Sebelumnya kerajaan barat dipimpin oleh raja yang sangat dzolim terhadap rakyatnya. Bukan hanya memberlakukan pajak yang mencekik rakyat, tidak jarang raja dan bawahan dipemerintahannya melakukan perampasan harta benda. Hal ini menyebabkan timbulnya pemberontakan-pemberontakan di kalangan Rakyat. Sehingga pada suatu ketika muncul seorang pendekar sakti membela rakyat yang sedang tertindas.


Semenjak kemunculan sang pendekar, rakyat merasa mendapatkan pertolongan dari sang dewa. Sehingga para pemberontak yang tadinya bergerak sendiri-sendiri bersatu melawan pemerintahan. Mereka pun sepakat mengangkat seorang lelaki yang sering mengeluarkan api dari tangannya yang mereka beri gelar pendekar Tangan api itu menjadi pemimpin.


Karena kekejaman dan kesewenangan Raja di kala itu, pergerakan Pendekar Tangan Api mudah sekali mendapapatkan dukungan rakyat. Hampir di seluruh belahan bumi kerajaan barat terjadi pemberontakan yang mengatas namakan gerakan rakyat tangan api. Hanya dalam waktu yang singkat kerajaan pun berhasil digulingkan. Lalu semua orang sepakat mengangkat Pendekar Tangan Api sebagai Raja.


Bersambung..


Sebelumnya Author minta maaf kali ini agak telatbupdate, karena ada kesibukan yang tak bisa ditinggalkan.


Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :


1. memencet tombol like


2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2