
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 173...
Dalam kepemimpinannya sebagai seorang raja Pendekar Tangan Api tak terlalu menonjol. Tidak terlihat gebrakan yang dilakukan untuk memajukan kerajaan, namun tak terlihat pula kebijakan yang merugikan. Pergerakan roda kehidupan di kerajaan ini menjadi biasa-biasa saja.
Tapi sebenarnya dibalik keseharian sang Raja yang biasa-biasa aja dan tidak menonjol itu tersimpan ambisi yang sangat besar. Sebenarnya ia telah merencanakan melakukan penyerangan ke tiga kerajaan besar dunia untuk menjadi penguasa pada ketiganya. Agar tidak mendapatkan kecurigaan, sengaja ia menyamarkan keadaan kerajaan sebenarnya.
Di wilayah kerajaan sendiri telah merekrut pemuda-pemuda untuk di latih menjadi prajurit-prajurit yang tangguh. Selain itu mereka juga di latih ilmu silat dan kesaktian. Sehingga terbentuklah pasukan-pasukan perang yang tak biasa.
Di kerajaan Barat sang raja dikenal sebagai Pendekar Tangan Api, sedangkan di dunia persilatan kerajaan Selatan dialah yang kita kenal sebagai Penguasa Jagad. Selain mempersiapkan pasukan dari wilayah kerajaannya, dia pun menyiapkan orang-orang yang kelak membantunya di dalam pada saat penyerangan.
“Yang Mulia, sebenarnya pasukan yang kita bentuk telah siap. Kenapa kita belum melakukan penyerangan.” Tanya seorang perwira kerajaan kepada Raja Barat yang sedang duduk di singgasananya.
“Tidak segampang itu Sanjaya. Kerajaan Selatan juga memiliki pasukan-pasukan terlatih. Selain itu di kerajaan selatan banyak terdapat ahli-ahli silat nomor satu. Apabila mereka turut campur dalam membela kerajaan, maka kita akan mendapat rintangan yang tak ringan.”
“Lalu apakah kita hanya menunggu yang mulia? Saya takut semangat perang pasukan akan surut.” Ucap perwira yang bernama Sanjaya itu.
“Tenang saja, saat ini aku telah mengatur rencana mengadu domba kerajaan dengan orang-orang dunia persilatan. Semua telah berjalan dengan sempurna. Pihak kerajaan selatan telah memburu orang-orang persilatan yang dianggap mengancam kerajaan. Apalagi yang terlibat dalam pergerakan pemberontakan. Sedangkan di mata para pendekar persilatan, Raja dianggap sebagai momok yang menjadi algojo memusnahkan mereka”
“Sampai sejauh itu rupanya yang mulia sudah bergerak. Aku yakin kali ini kita akan berhasil menaklukkan kerajaan selatan dan kerajaan yang lainnya. Hingga tiba masanya nanti kerajaan dunia menjadi satu di bawah pimpinan yang mulia.” Puji Sanjaya.
Raja Barat tersenyum puas atas pujian anak buahnya. Ia sendiri dalam hati sangat yakin akan berhasil menaklukkan kerajaan Selatan dan menyusul seluruh kerajaan yang ada dunia. Apalagi dengan kemampuan yang dimilikinya sekarang, tak mudah bagi siapapun untuk menghabisinya. Pancasona dapat membuatnya bangkit dari kematian.
“Sanjaya, aku akan pergi ke daerah selatan lagi untuk melihat perkembangan di sana. Ku serahkan pengaturan kerajaan dan pasukan kepadamu. Saatnya kita lebih keras lagi kepada Rakyat untuk menyiapkan mereka menjadi bangsa penguasa di muka bumi.”
“Baiklah Yang Mulia, titah hamba terima.” Sahut Sanjaya.
Raja Baratpun meninggalkan kerajaannya. Dengan menggunakan kuda ia menuju ke negeri selatan. Walaupun dengan kesaktiannya ia bisa saja sampai dengan cepat ke tempat tujuan, namun dengan cara itu akan sangat menguras tenaga.
Di bukit Benteng Dewa, orang yang menggelari dirinya sendiri sebagai Dewa Iblis Kegelapan dan seluruh pembantu utamanya telah berkumpul. Tinggal satu bulan lagi dari acara pemilihan ketua dunia persilatan daerah selatan di Bukit Benteng Dewa di laksanakan. Merekapun telah melakukan persiapan dan perencanaan untuk hari itu.
__ADS_1
“Bagaimana Raja Iblis Merah? Apakah ada berita baru yang kau dapatkan mengenai perkembangan dunia persilatan?” tanya Dewa Iblis Kegelapan.
“Ada tuanku, bahkan bisa dikatakan ini berita yang sangat menarik.”
“Apa itu?”
“Dari informasi yang di dapat, tokoh-tokoh dunia persilatan akan berkumpul di Hutan Pengecoh Arwah tempat kediaman Pertapa Sakti Tanpa Nama. Mereka akan membicarakan tentang rencana dan strategi yang akan di jalankan saat pemilihan ketua dunia persilatan nantinya.”
“Hmm.. rupanya Pertapa Sakti Tanpa Nama tidak menghiraukan peringatanku. Lalu apakah kalian tahu siapa yang akan dijadikan andalan mereka dalam pertemuan nanti.”
“Mengenai hal ini kami tidak mendapatkan keterangan yang jelas ketua. Namun menurut pengamatan saya saati ini tentunya Pendekar Halilintarlah yang menjadi andalan mereka.”
“Lalu Bagaimana dengan pihak Istana Lembah Neraka? Apakah mereka juga akan mengikut sertakan perwakilan mereka?”
“Belum ada berita tentang itu ketua. Menurut berita dari mat-mata yang kami utus ke sana, Rajawali Merah yang menjadi pimpinan Istana Lembah Neraka sering kali tidak ada di tempatnya.” Jawab Iblis Merah.
“Baiklah.. kalau begitu kau kutugaskan untuk mengacaukan pertemuan para pendekar aliran putih di Hutan Pengecoh Arwah. Bawa serta beberapa orang terbaik untuk membantumu.” Perintah dewa Iblis Kegelapan.
Sementara itu di depan pintu gerbang masuk menuju Lembah Neraka nampak Nalini dan Intan sedang menunggu. Tak berselang lama tiba-tiba muncul sebuah cahaya berwarna putih terang. Kemudian cahaya itu berubah menjadi sesosok manusia yang tak lain Bayu yang sedang ditunggu.
“Kenapa tidak langsung masuk?” tanya Bayu kepada kedua gadis yang sedang menunggunya.
“Kami baru saja menakut-nakuti puluhan prajurit kerajaan yang lalu lalang di sini. Sepertinya mereka ingin masuk kedalam lembah kak. Mereka kabur karena mengira kami sebagai hantu.” Sahut Nalini.
Sedangkan Intan yang berada di situ hanya tersenyum geli. Sepertinya mereka memang baru saja melakukan kejahilan terhadap para prajurit kerajaan. Tak lama berselang, datang dua orang anggota Istana Lembah Neraka menghadap.
“Hormat ketua, semoga ketua panjang umur.”
Kedua anggota Istana Lembah Neraka melakukan penghormatan kepada Bayu. Kemudian keduanya mengantar Bayu, Intan dan Nalini menuju ke dalam lembah.
“Apa yang ingin kau bicarakan padaku Intan?” tanya Bayu sambil tetap melangkah.
__ADS_1
“Biar nanti di dalam Istana Lembah Neraka kuceritakan semuanya kak.” Jawab Intan.
Sesampainya di Istana Lembah Neraka, ke tiganya langsung di sambut Pranggala, Pendekar Tongkat Emas, dan Dewi Pedang Khayangan. Ketiganya pun di antar ke dalam.
“Sebaiknya kita istirahat sebentar di kamar masing-masing. Nanti malam kita bertemu lagi di ruangan depan.” Ucap Bayu.
Nalini dan Intan pun menganggukan kepala mereka secara bersamaan. Kemudian ketiganya berpisah menuju kamar masing-masing.
Menjelang malam hari, nampak ribuan prajurit bergerak di perbukitan yang mengelilingi Lembah Neraka. Mereka kemudian berpencar menjadi empat bagian. Rata-rata dari mereka menggunakan panah sebagai senjata.
Dari atas bukit nampak lembah Neraka begitu menakjubkan. Walaupun sudah malam, tempat itu masih terlihat terang oleh api yang mengelilinginya.
Di depan pintu gerbang masuk Lembah Neraka sendiri terdapat ratusan prajurit bersiaga.
“Ingat jangan ada perasaan belas kasihan. Apabila siapapun terlihat keluar dari tempat ini, bunuh saja.” Seru seorang laki-laki yang menjadi pimpinan.
Sementara itu di dalam lembah, di ruang depan Istana Lembah Neraka Nampak Bayu, Intan dan Nalini sedang bercakap-cakap.
“Apa yang ingin kau bicarakan Intan?” tanya Bayu saat mereka sudah duduk bersantai.
Belum sempat Intan membuka mulutnya, tiba-tiba saja seorang anggota datang.
“Gawat ketua.. tempat ini telah di kepung Prajurit-prajurit kerajaan.”
Bersambung..
sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :
1. memencet tombol like
2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.
__ADS_1
Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.