Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.205. Muslihat Raja Iblis Kelelawar


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 205...


Desss.. desss..


Selarik  cahaya lurus mengincar iga Pertapa Sakti Tanpa Nama. Tanpa perasaan gugup sesepuh di dunia persilatan itu menghindarinya hanya dengan menggeser badannya kesamping. Sambil menghindar Pertapa Sakti Tanpa Nama  mengibaskan tangannya hingga sebuah deru angin berkekuatan panas tenaga sakti inti bumi menyerang Jari Pedang. Dengan bersalto beberapa kali, tangan kanan Dewa Iblis Kegelapan itu menghindari serangan lawan.


Pertapa Sakti Tanpa Nama dan Jari Pedang Saling menatap. Mereka sadar bahwa kemampuan masing-masing seimbang. Apalagi dari segi usia mereka memang tak terlalu jauh seilisihnya. Namun dari segi perjalanan di dalam dunia persilatan bisa dibilang mereka satu angkatan.


Pertapa Sakti tanpa nama mengerahkan kekuatannya hingga tingkat teratas. Dari kepala orang tua itu mengepul asap tipis berwarna putih. Hawa panas pun mulai melanda di sekitar tempat itu.


Sementara itu jalan pedang pun tak mau kalah dengan Pertapa Sakti tanpa nama. Pendekar yang memiliki tenaga sakti setajam pedang itu pun mengerahkan tenaga saktinya hingga ke Puncak. Cahaya keperakan nampak memancar dari seluruh tubuhnya.


Jari pedang merangkapkan Kedua telapak tangannya di depan dada. Cahaya keperakan yang memancar dari telapak tangannya semakin menebal. Jari pedang akan menggunakan ilmu yang baru saja diciptakannya, yaitu telapak pedang Sakti. Tragedi kehilangan jari telunjuknya saat bertarung dengan Bayu tempo dulu, membuatnya terpacu untuk menciptakan jurus baru.


Gelombang tenaga sakti yang memancar dari kedua orang tokoh Sakti di lapangan, dirasakan oleh seluruh penonton yang ada di sana. Walaupun Nampak tak sehebat pertarungan sebelumnya yang membawa-bawa kekuatan gaib, pertarungan kali ini  mempertontonkan tenaga murni oleh seorang ahli bela diri. Jurus-jurus yang diperagakan maupun tenaga sakti yang diperlihatkan  kan membuat hadirin yang menonton tak dapat mengedipkan matanya barang sesaat pun.


Hiaaatt..

__ADS_1


Keduanya memekik keras sambil menerjang lawannya masing-masing. Jari pedang menjadikan telapak tangannya sebagai senjata menggantikan jurus jari pedangnya. Sabetan dan tusukan menggunakan telapak tangan gencar diarahkan kepada lawan. Sementara Pertapa Sakti tanpa nama pun tak mau kalah, jurus-jurus Sakti andalannya digunakan kan menangkis dan menyerang lawan.


Blaaamm..


Ledakan dahsyat terjadi saat dua kekuatan beradu. Kedua telapak tangan masing-masing menimbulkan dua tenaga bentrok. Jari pedang dan Pertapa Sakti tanpa nama sama-sama terlempar beberapa tombak ke belakang. Dari mulut masing-masing kedua tokoh Sakti itu menyemburkan darah segar berwarna kehitaman. Ternyata tenaga kedua tokoh Sakti tersebut sama-sama mengandung racun.


“Apa yang terjadi pada mereka, yang aku tahu tenaga sakti yang dimiliki keduanya tidak memiliki unsur racun. Tapi dari darah yang disemburkan oleh keduanya tadi  nampak mereka mengalami keracunan.” Ucap Jari Malaikat.


“kau benar sekali jari malaikat, tidak ada satupun dari mereka yang memiliki tenaga sakti mengandung unsur racun. Tapi kita melihat sendiri dari darah yang keluar dari mulut mereka berwarna hitam kelam menandakan mengandung racun.” Sahut Bargawa atau Raja Kelabang.


Tiba-tiba saja hal mengejutkan terjadi. Hampir separuh dari hadirin yang datang roboh dan terkapar. Di antara mereka terlihat mengeluarkan cairan hitam dari mulut hidung dan telinga. Puluhan orang yang mengalami pendarahan itu berkelojotan di tanah sampai akhirnya tewas. Hal ini tentu saja membuat semua orang yang berada di sana menjadi panik.


“Racun kelelawar hitam ternyata. Mengapa racun itu ada di sini. Seharusnya hanya Raja Iblis kelelawar hitam yang memilikinya. Racun ini memang dapat disebarkan melalui udara oleh pemiliknya. Tapi sedari tadi aku tak melihat tokoh tua itu berkeliaran.” Ucap Raja Kelabang lagi.


“Hahaha, jangan kalian harap dengan meninggalkan tempat ini akan selamat. Semua yang berada di sini mengalami keracungan. Kalau kalian tidak percaya cobalah kalian kerahkan tenaga dalam kalian masing-masing.”


Tiba-tiba saja pemuda yang menjadi penjelmaan Braja pasupata atau Dewa iblis kegelapan muncul dan bersuara dengan lantang. Ia mengatakan bahwa semua yang ada di sana Setelah mengalami keracunan.


Semua orang yang berada di sana kecuali Intan dan Bayu mencoba mengarahkan tenaga dalam mereka masing-masing. Betapa terkejutnya mereka ternyata apa yang dikatakan oleh Braja Pashupata benar adanya. Hal ini juga dialami oleh Pendekar Halilintar, Cempaka, dan Canik Kemuning. Bahkan orang-orang yang berada di dalam tenda rombongan Bayu juga mengalami keracunan. Hanya Intan dan Bayu saja yang tidak mengalami keracunan sama sekali.

__ADS_1


“Bedebah kau Pasupata, rupanya semua ini sudah kau rencanakan sejak awal.” Geram Pertapa Sakti Tanpa Nama yang terbaring di atas panggung berusaha untuk bangkit.


“Kau kira siapa aku hingga tak berani melakukan hal yang dianggap curang. Apakah kau tak mengenali aku Suro Geti?” tanya Braja Pasupata.


Braja Pasupata mengerahkan tenaga saktinya, tubuhnya melayang ke udara. Sinar hitam mulai memancar dari tubuh Pemuda penjelmaan Dewa iblis kegelapan itu. Asap hitam juga keluar dari tubuh Braja pashupata. Mata pemuda yang menggelari dirinya sendiri dengan sebutan Dewa iblis kegelapan menjadi hitam seluruhnya.


“Raja Iblis Kelelawar” Seru Pertapa Sakti Tanpa Nama dan Bargawa bersamaan.


“Bagaimana mungkin raja iblis kelelawar masih begitu muda. Seharusnya paling tidak usia orang itu sebaya atau lebih tua dariku. Tapi di dunia ini hanya raja iblis kelelawar yang memiliki ilmu hitam, siluman kelelawar hitam” Gumam Pertapa Sakti Tanpa Nama.


“Hahaha.. Apa yang kau ragukan? Bukankah kau mengetahui Namaku yang sebenarnya. Dari dulu namaku adalah Braja pasupata. Aku memang telah menggunakan ilmu hitam untuk melakukan perpindahan sukma ke raga  pemuda ini.”


Betapa terkejutnya Pertapa Sakti tanpa nama atas penjelasan Braja pasupata atau raja iblis kelelawar. Orang tua itu sama sekali tidak menyangka pemuda yang berada di hadapannya ini adalah seorang tokoh aliran hitam yang malang melintang sejaman dengan gurunya. Braja Pasupata atas bantuan dewa obat dan juga Raja Barat bukan saja  sembuh dari luka dalamnya karena mencoba mempraktekkan isi kitab Ilmu Tujuh Alam Semesta kemaren, tetapi juga telah berhasil menyempurnakan ilmunya.


Sementara itu secara diam-diam Bayu melakukan pengobatan kepada orang-orang yang berada dalam tenda rombongannya. Pranggala dan dua orang anggota Istana Lembah Neraka berpakaian hijau telah selesai ia obati. Dengan Ilmu mengirimkan suara ia membisiki ketiganya untuk tetap bersikap seolah-olah sedang mengalami keracunan. Selanjutnya pemuda itu melakukan pengobatan kepada Bargawa dan juga Jari Malaikat. Sementara kedua murid jari malaikat Tidak bisa lagi diselamatkan, mereka telah tewas duluan.


Nampak hanya pendekar-pendekar yang memiliki ilmu kesaktian cukup, tidak langsung tewas saat terkena racun yang disebarkan oleh raja iblis kelelawar. Namun tetap saja hampir separu orang yang berada di tempat itu telah tewas karena tidak sanggup menahan laju jalannya racun kelelawar hitam.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya sebagai apresiasi kepada penulis.


 


__ADS_2