
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 164...
Kedua orang perempuan itu menbalas penghormatan dari Nalini. Namun nampak ke khawatiran masih menyelimuti keduanya. Sehingga terkesan keduanya kurang memperdulikan.
“Ahh.. bagaimana nasib kakang Jaka, siluman itu dengan liciknya tak mampu menandingi kekuatan kang Jaka lalu menjebaknya ke alam siluman.” Keluh Cempaka
“Aku akan menyelamatkannya. Hanya saja aku tak tau bagaimana caranya untuk masuk ke alam itu.” Timpal Jaka.
“Aku akan membawamu ke alam itu.”
Tiba-tiba terdengar suara lelaki tua dari arah gerbang. Tak lama kemudian muncul seorang laki-laki berpakaian serba putih dengan rambut, alis dan jenggotnya memutih semua. Bukan hanya itu, bola matanya pun memutih semua. Dia datang bersama lelaki yang berusia sekitar empat puluhbtahunan. Mereka adalah Malaikat Putih dan Raden Raga Lawing.
“Selamat berjumpa lagi Pendekar Muda! Apa kabar anda?” sapa Raden Raga Liwang.
Bayu hanya tersenyum menanggapi ucapan Raden Raga Lawing. Kemudian ia pandangannya beralih pada lelaki tua di sebelah Raden Raga Liwang.
“Benarkah kau bisa membawaku ke sana orang tua? Tanya Bayu kepada Malaikat Putih.
“Seharusnya kau sendiri bisa melakukannya. Dengan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta gerbang ke enam di tubuhmu. Kau mampu berpindah tempat dalam sekejap se jauh apapun tempatnya. Bukan hanya itu, kau pun bisa memasuki alam lelembut dan keluar sesuka hatimu.” Ungkap Malaikat Putih.
“Bagaimana kau tau aku memiliki ilmu itu orang tua?” tanya Bayu.
“Sebenarnya aku sudah berada di sini saat kau melakukan pertarungan dengan Dedemit Sukma Ular. Saat aku ingin ke sini dan bergabung, Dedemit Sukma Iblis telah mengerahkan ilmu pamungkasnya Kabut Halimunan Maya. Siapapun yang masuk dalam kabut itu akan terseret ke alam lelembut.
Sifat ilmuku berlawanan dengan sifat ilmunya, walaupun kami sama-sama memiliki penyatuan dengan bangsa lelembut. Aku memiliki penyatuan jiwa dengan siluman Raja Naga Putih, sedangkan dia melakukan penyatuan jiwa dengan Siluman Raja Ular Hitam.
Setiap orang yang memiliki ilmu yang bersumber dari penyatuan jiwa dengan dengan bangsa siluman akan sangat peka terhadap orang-orang yang memiliki ilmu dari aliran kebatinan. Pencipta Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta merupakan seorang penganut paham Ilmu kebatinan. Itu sebabnya ilmu ini hanya bisa sempurna dikuasai oleh orang yang memiliki hati lurus.
Namun sepertinya kau memang belum mampu mengendalikannya anak muda. Terbukti saat ini ilmu itu sama sekali tidak memancar dari tubuhmu. Bahkan seakan-akan kau tak memilikinya. Untungnya gerbang itu telah terbuka, sehingga saat kau dalam keadaan terdesak ia akan muncul sendiri melindungimu.
__ADS_1
“Lalu bagaimana cara aku ke sana orang tua. Dan Bagaimana caranya keluar dari sana. Sedangkan aku memang belum menguasai gerbang ke enam Ilmu tujuh Gerbang Alam Semesta.”
“Aku yang akan memebawamu ke sana, tapi aku tidak bisa menemanimu. Waktumu hanya tiga hari, apabila kau tidak bisa menyelamatkan dalam waktu itu segera keluar dari sana. Bila tidak aku tak bisa membawamu kembali. Yang perlu di ingat di alam lelembut tidak ada perbedaan malam dan siang, jadi kau harus memperkirakannya.”
“Baiklah. Kalau begitu kapan kau orang tua akan membawaku ke sana? Tanya Bayu.
“Kapan kau siap, dan dengan siapa kau kesana. Dan di sini tetap harus ada yang menjaga. Karena aku hanya dapat membawa sukmamu, tidak jasadmu. Jadi ada dua resiko yang mengincarmu.”
“Apa itu?”
“Resikonya apabila ada yang mengganggu jasadmu atau bahkan melukainya, sukmamu pun akan terganggu. Bahkan kau akan binasa.”
“Aku dan Nalini yang akan berjaga ki, biar kak Cempaka yang akan menemani Bayu.” Sahut Canik Manika. Rupanya mereka sempat saling berbicara dan menyepakat tugas masing-masing.
“Baik lah kalau begitu kita mulai. Nak Bayu silakann bersemadi. Nanti aku yang akan mengantar ke gerbang alam lelembut dengan sukma nagaku.”
Bayu dan Cempaka pun bersila bersiap melakukan semadi. Disusul Malaikat Putih melakukan hal yang sama. Sebentar kemudian keduanya tenggelam dalam dunia semedi.
Sementara itu di kerajaan selatan nampak sang raja sesang duduk di singgasananya. Keningnya nampak berkali-kali terlihat berkerut. Kadang sesekali dia berdiri, kemudian duduk lagi. Tak lama kemudian datang seorang lelaki menghadap.
“Berita apa yang kau bawa panglima Abiyasa?” tanya Raja Selatan.
“Maafkan hamba yang mulia, hamba mendapat berita bahwa Dedemit Sukma Ular telah mengalami kekalahan dan terluka parah.”
“Apa Dedemit Sukma Ular terluka parah? Bagaimana bisa?” tanya Raja sangat terkejut dengan berita yang di bawa sang panglima.
“Dedemit Sukma Ular dikalahkan oleh seorang pemuda. Sepertinya pemuda yang menjadi ketua Istana Lembah Neraka.”
“Dia Lagi!” bentak sang raja sambil menggebrak pegangan kursi singgasananya.
“Tapi hamba juga membawa berita bagus yang mulia.”
__ADS_1
“Berita apa?” tanya raja.
“Semua pendekar yang hadir di perguruan Jari Sakti telah terperangkap di alam lelembut di bawah kekuasaan Dedemit Sukma Ular. Bahkan termasuk pendekar Halilintar.” Terang Panglima.
“Benarkah, sungguh kabar yang menggembirakan, apabila pendekar Halilintar dapat kita lumpuhkan.”
“Benar yang mulia.. hanya saja Pendekar Halilintar belum dapat di tangkap. Ia masih berkeliaran di alam lelembut mencari jalan untuk keluar. Dan terakhir telik sandi kita melaporkan keadaan di perguruan Jari Sakti, pemuda yang mengalahkan Dedemit Sukma Ular itu hendak masuk ke alam lelembut menyelamatkan para tokoh persilatan.”
“Tak akan dia berhasil ke alam lelembut. Pemuda itu belum menguasai Gerbang ke enam Ilmu tujuh gerbang alam semesta sehingga tidak akan bisa masuk ke alam lain.” Sahut Sang Raja.
“Pemuda itu dibantu Malaikat Putih yang mulia. Dia yang akan mengantarkan pemuds itu masuk ke gerbang alam lelembut.”
“Benarkah? Berarti ini kesempatan kita untuk menghabisi pemuda itu?”
“Mengapa bisa begitu yang mulia?”
“Karena Malaikat Putih hanya bisa melakukan raga sukma. Itu artinya ia hanya bisa membawa sukma pemuda itu, buka bersama jasadnya. Bila seperti itu keadaannya akan mudah kita mengalahkannya, karena ia hanya seonggok jasad yang tak berdaya. Hahaha.”
“Kalau begitu biar saya yang akan kesana membawa beberapa orang jagoan untuk menghabisi pemuda itu yang mulia.”
“Tidak usah kau yang ke sana. Tapi aku sendiri yang akan ke sana. Siapkan dua orang jagoan utama kita untuk ikut aku ke sana. Sedangkan kau berjaga-jaga saja dari keajuhan agar kalau terjadi hal yang tak diinginkan bisa mengambil tindakan.” Tegas Raja Selatan.
“Baik yang mulia. Titah segera di laksanakan.”
Akhirnya Raja Selatan dan dua orang jagoan utamanya, berangkat menuju perguruan Jari Sakti.
Kembali ke tempat Bayu berada. Berselang tak lama setelah memasuki alam semadi, Malaikat Putih menarik sukma Bayu dan Cempaka bersamanya. Kemudian keduanya melewati semacam terowongan yang agak gelap.
“Bayu, Cempaka, teruslah berjalan ke depan. Cahaya redup itu merupakan pintu masuk ke alam Lelembut. Berhati-hatilah di sana. Ingat jangan memakan atau meminum apapun di sana. Karena bila itu kalian lakukan, kalian akan berubah menjadi bangsa siluman.
**Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen, karena keduanya sangat berharga bagi karya ini**