
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 237...
Hari itu juga Pendekar halilintar bersama istrinya Cempaka meninggalkan istana lembah neraka untuk menuju kediaman Malaikat Putih. Bayu memberitahukan di mana kakak angkatnya itu dapat menemukan si malaikat putih. Yang ia tahu tokoh kenamaan itu tinggal bersama orang-orangnya Raden Raga Lawing. Ia pun mengatakan bahwa tempat persembunyian para pemberontak itu berada di Hutan Jati Alam desa Sangga Alam.
Sepasang suami istri menuju hutan jati alam dengan menggunakan kuda. Butuh waktu perjalanan sekitar dua hari baru mereka sampai di Desa Sangga alam tempat tujuan mereka. Sebenarnya desa itu dulunya merupakan tempat para pendekar dunia persilatan yang mengasingkan diri. Namun dengan keberadaan Raden Raga Lawing dan Malaikat Putih di sana mereka berhasil mengajak para pendekar yang bertempat tinggal di situ untuk bergabung.
“Tetua, di depan ada Pendekar Halilintar beserta istrinya ingin bertemu dengan Tetua.”
Seorang setengah baya tiba-tiba datang melapor kepada malaikat putih yang sedang asyik duduk di tepi pinggiran sungai hutan jati alam. Mendengar ada orang yang datang menghadap dan memberi laporan Malaikat Putih yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka mata. Kemudian tokoh kenamaan itu mengalihkan pandangannya kepada orang yang berbicara kepadanya tadi.
“Apa yang membuat Anda pendekar muda itu datang ke sini. Apakah dia tidak puas dengan kedatangan dua orang sahabat ku untuk bertemu dengan dengannya dan bergabung dengan kelompok kita waktu itu. Apakah mereka benar-benar memiliki perasaan mendendam sehingga datang menyantroni kita di tempat ini. Padahal kekalahan ada pada pihak kita.”
Malaikat Putih sepertinya sedikit khawatir dengan keadaan perkumpulan mereka saat ini. Usahanya untuk menggalang kekuatan dari para pendekar dunia persilatan negeri selatan telah pupus. Kekalahannya pada pemilihan ketua dunia persilatan kala itu masih membekas di hatinya.
“Saya tidak tahu Tetua. Saat ini mereka sedang ditemani dua pendekar dari timur yang menjadi tamu kita itu. Di lihat dari gelagat yang mereka tunjukkan, tak sedikitpun ada rasa permusuhan yang terlihat.”
“Baiklah, Aku akan segera kesana menemui mereka,” ucap Malaikat Putih setelah mendengar penjelasan
__ADS_1
Saat malaikat putih tiba di tempat pertemuan, Pendekar Halilintar dan juga dua orang pendekar dari negeri timur itu sedang duduk sambil berbincang. Melihat malaikat putih datang ke tempat itu, seketika mereka pun berdiri menyambut sambil menjura memberi hormat.
“Selamat datang Pendekar Halilintar, pendekar nomor satu di dunia persilatan Negeri Selatan,” sapa Malaikat putih sambil memuji Pendekar Halilintar.
“Ah.. tua terlalu menyanjungku. Seantero Jagad siapa yang tidak tahu dengan ketenaran pendekar sakti si malaikat putih. mana bisa aku di bandingkan dengan mu, apalagi dikatakan nomor satu,” sahut Jaka merendah.
Kemudian malaikat putih pun bergabung duduk sambil mengobrol dengan pendekar Halilintar dan para pendekar yang lain.
“Sebenarnya apa gerangan yang membawa seorang Pendekar Halilintar datang menemuiku ke tengah hutan ini?” tanya Malaikat Putih.
“Ada hal penting yang ingin aku sampaikan dan aku tanyakan kepadamu tetua. Ini mengenai dua makhluk keramat yang kini telah muncul di dunia persilatan. Bidadari giok es dan juga Bidadari burung api.”
“Ada apa dengan kedua makhluk tersebut?” tanya malaikat putih berusaha menekan keterkejutannya.
Rupanya berita itu menarik perhatian sang pendekar ternama itu. Memang di masa mudanya ia pernah bercita-cita untuk memiliki kekuatan salah satu dari mahluk keramat itu. Namun setelah berusaha mencari keberadaannya tak jua bisa di temukan. Dan yang membuat pendekar legenda itu putus asa adalah keterangan tentang mahluk keramat itu hanya bisa menitis pada seorang perempuan, bukan lelaki. Itulah sebabnya ia memutuskan untuk menyatu dengan raja siluman naga putih.
“Kedua makhluk itu telah menitis ke tubuh dua orang gadis. Bidadari giok es telah menitis pada seorang gadis yang berasal dari suku es, sedangkan Bidadari burung api menitis kepada gadis yang berasal dari negeri Utara,” jawab Jaka.
Secara singkat Jaka menceritakan tentang keadaan Bidadari Giok es dan Bidadari burung api. Kemudian secara khusus pula suami cempaka itu pun menceritakan tentang apa yang terjadi saat ini ini pada gadis yang menjadi titisan Bidadari burung api. Sampai cerita itu selesai, malaikat putih baru memberikan tanggapan.
__ADS_1
“Hmmm.. Mereka lagi yang berulah. Di sisi lain sungguh berbahaya apabila raja kerajaan barat mendapatkan berita ini. Tentu ia akan mengajak suku api itu bekerja sama. Mereka bukanlah suku api yang asli. Namun mereka adalah orang yang memiliki pusaka-pusaka peninggalan suku api.”
Kemudian giliran malaikat putih yang menceritakan tentang siapa sebenarnya orang-orang yang mengaku suku api itu. Pada puluhan tahun yang silam, pernah terjadi sebuah bencana alam yang mengakibatkan kehancuran Pulau merah yang menjadi tempat tinggal para suku api asli. Saat itu tidak banyak yang bisa menyelamatkan diri dari bencana yang datangnya mendadak itu. Hanya ada sekitar seratusan suku api asli yang selamat dari ribuan jumlah mereka.
Dari bencana yang terjadi, menenggelamkan pulau Merah. Namun ada beberapa pusaka peninggalan dari suku api yang hanyut dan ditemukan oleh penduduk yang jaraknya tidak jauh dari perairan Pulau merah. Merekalah yang sekarang menamakan diri dengan sebutan suku api. Kekuatan yang mereka miliki didapatkan dari kitab-kitab peninggalan yang mereka temukan. Salah satunya adalah kitab pusaka ilmu tenaga inti api, dan kitab sejarah suku api sendiri.
Dalam buku yang mereka temukan juga diceritakan tentang keberadaan mahluk keramat yang dianggap oleh suku asli sebagai Dewi pelindung mereka. Puluhan tahun lamanya para suku api palsu itu menunggu kedatangan sang makhluk keramat itu. Dari buku peninggalan suku api itulah mereka memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan makhluk keramat burung api dan berkomunikasi dengannya.
“Rupanya mereka hanyalah sekumpulan orang-orang yang secara beruntung menemukan pusaka peninggalan suku asli. Menurut adik angkatku, keturunan suku asli hanya tinggal kakeknya dan ketua padepokan naga geni di negeri timur,” ucap Jaka. Lalu Apakah tetua tahu bagaimana caranya menembus pagar gaib yang mereka buat untuk menemukan keberadaan mereka?” Tanya Jaka lagi.
“Sebenarnya tidak begitu sulit bagi kami Para manusia setengah siluman untuk menemukan keberadaan mereka. Karena pastinya di alam siluman sebuah tempat yang dipagari dengan kekuatan gaib akan terlihat sangat bercahaya. Cuma aku tidak tahu apakah bisa dengan mudah bagi orang lain untuk memasuki tempat itu,” ucap Malaikat Putih.
“Menurut tetua bagaimana langkah yang harus kita ambil untuk mencegah kehancuran terjadi di dunia ini, khususnya di negeri Selatan ini,” tanya Jaka kepada malaikat putih.
“Aku bisa melakukannya, hanya saja itu terlalu menguras tenagaku. Apabila itu aku lakukan bagaimana cara melindungi Raden raga lawing,” jawab malaikat putih.
Pendekar legenda itu sengaja menempatkan posisi pendekar halilintar dalam keadaan sulit. Di sisi lain dia sebagai ketua dunia persilatan harus bersikap netral tidak memihak salah satu pihak yang bertikai dalam sengketa kerajaan. Namun di sisi lain Ia pun berkeinginan membantu Bayu menyelesaikan masalahnya. Apalagi keadaan Bidadari burung api itu bisa mengancam keselamatan umat manusia.
Bersambung...
__ADS_1
ditunggu like dan komentarnya