
Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Episode 246
Bukkk..
Pukulan telak mengenai dada Bayu dan membuatnya terpental ke bawah. Untung saja di saat yang genting tadi secara alami tenaga sakti Ilmu tujuh gerbang alam semesta di dalam dirinya melindungi bagian-bagian penting dalam tubuhnya. Sehingga pemuda itu tidak sampai luka dalam. Bayu hanya merasakan sesak di dadanya sesaat.
Sementara Raja Siluman ular sendiri harus menderita kerugian karena hantaman balik tenaganya sendiri. Semua akibat berbenturan dengan tenaga sakti ilmu gerbang alam semesta yang secara otomatis melindungi Bayu. Ia harus terjengkang beberapa tombak jauhnya, untungnya masih bisa mendarat dengan baik di tanah. Nampak di sela-sela bibirnya mengalir darah segar.
“Ketua, bertarunglah jangan khawatirkan kami. Kami masih bisa mengatasi siluman itu,” ucap salah seorang murid perguruan benteng Dewa haru yang melihat Bayu terkena serangan lawan karena mengkhawatirkan mereka.
“Kerahkan tenaga sakti, bentuk barisan dan saling melindungi!” perintah Arya.
Serentak semua murid berkumpul dalam satu tempat mengerahkan tenaga sakti kemudian menggabungkannya. Seketika tempat itu menjadi terang benderang oleh tenaga gabungan para murid. Semenjak Bayu memimpin perguruan tangan dewa semua diajarkan ilmu tenaga sakti inti jiwa suci, sehingga mereka memiliki ilmu kesaktian dalam tubuh walaupun murid tingkat rendah. Walaupun rata-rata yang mereka miliki hanya tingkat satu dari ilmu itu, namun karena itu merupakan kekuatan menjadi kekuatan yang sangat besar.
“Hmmm.. besar juga tenaga gabungan mereka. Walaupun hanya murid-murid tingkat bawah namun tenaga yang dipancarkan. Rasanya terlalu berisiko kalau aku memaksakan diri untuk menyerang mereka,” gumam Iblis Mayat Hidup.
“Gunakan tenaga pedang penguasa untuk menghancurkan siluman”
__ADS_1
Entah darimana datangnya tiba-tiba saja ada suara yang menyuruh Bayu menggunakan Pedang Penguasa naga untuk menghadapi bangsa siluman itu. Beberapa kali ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu tapi dia tidak menemukan siapapun di sana. Dan sepertinya suara itu diucapkan melalui ilmu mengirimkan suara. Sehingga hanya dia yang terlihat mendengarnya.
Bayu pun mengerahkan kekuatan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat empatnya digabung dengan tenaga sakti yang berasal dari Pedang penguasa Naga. Kilatan listrik keperakan bercampur cahaya listrik berwarna keemasan memancar dari tubuhnya. Bukit Benteng Dewa bergetar menopang kaki manusia berkekuatan dahsyat itu. Bunyi gemuruh dan suara petir beberapa kali terdengar berasal dari kekuatan yang Bayu gunakan. Lalu dengan sekali lesatan tiba-tiba tubuhnya sudah berada di dekat Iblis Mayat Hidup.
Blaammmm...
Iblis mayat hidup terkena pukulan langsung yang dilancarkan oleh tangan kanan Bayu di dadanya. Seketika terjadi ledakan dahsyat yang mengakibatkan tubuh dedengkot aliran hitam itu meledak dan hancur. Tanpa sempat melakukan perlawanan ia pun tewas untuk kedua kalinya. Melihat temannya bernasib sedemikian rupa Raja siluman ular pun langsung kabur. Ia tak ingin mengambil resiko bernasib sama dengan Iblis Mayat Hidup sehingga melarikan diri melalui gerbang alam siluman.
“Bayu tidak mempedulikan kepergian Raja silumannular itu. Kini pemuda itu menggunakan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang semesta tingkat ke enam. Seketika cahaya yang memancar daru tubuhnya berubah menjadi putih menyilaukan. Ia pun menghampiri murid tangan dewa yang kehilangan lengannya seraya mengambil potongan lengan yang berada di tanah.
Entah apa yang dilakukan oleh Rajawali merah itu, tiba-tiba saja tangan yang putus bisa disambungkan kembali tanpa terlihat bekas sambungannya. Satu persatu dua anak buahnya yang mengalami celaka tadi diobati hingga sembuh. Kemudian Bayu pun menarik kembali pengerahan tenaga sakti ilmu tujuh Gerbang alam semesta tingkat ke enamnya.
“Kakang Arya, perintahkan semua murid yang terluka untuk segera diobati. Terutama yang mengalami cidera,” perintah Bayu.
Beberapa orang murid yang mengalami cidera di bawa ke hadapan Bayu. Ternyata jumlahnya cukup banyak, ada sekitar dua puluhan. Kemudian Bayu kembali mengerahkan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enamnya mengobati para murid itu. Setelah selesai, Bayupun kembali ke keadaannya semula.
“Kekuatan yang kugunakan mengobati tadi merupakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam. Sesudah ini paling tidak menunggu tiga hari baru bisa menggunakan kembali kekuatan pedang penguasa naga. Takutnya mereka kembali datang, apabila itu terjadi bawalah murid-murid bersembunyi di tempat rahasia sementara waktu” perintah Bayu kepada Arya.
Arya menganggukkan kepalanya. Dia tak tau harus mengucapkan apa kepada ketuanya yang masih sangat muda itu. Banyak aturan yang dilanggar oleh sang ketua, namun semua untuk kebaikan para murid. Seandainya bukan Bayu sendiri yang menolaknya, sudah ia panggil dengan sebutan guru pemuda yang saat ini menjadi ketua Perguruan Tangan Dewa itu.
__ADS_1
“Mengapa ketua tadi membiarkan yang satunya pergi. Bukankah dengan ilmu yang ketua miliki bisa mengejarnya,” tanya Arya tanpa bermaksud menyalahkan.
“Apabila aku melakukukan itu, maka untuk mengobati murid-murid yang terluka tidak bisa aku lakukan, karena kekuatan pedang penguasa naga telah hilang sementara waktu bila kupakai mengerahkan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam untuk melakukan pengejaran ke alam lelembut itu.”
“Ah... tidak ku sangka ini untuk kami semua. Padahal membunuh siluman itu lebih penting. Kami para murid rela berkorban untuk itu,” jawab Arya.
“Membunuh silumann itu masih bisa dilakukan lain waktu. Raja Siluman Ular itu tidaklah lebih penting daripada nyawa kalian,” jawab Bayu.
Mendengar ucapan Bayu itu tentu saja para murid menjadi tambah terharu dan mengagumi ketua mereka yang satu ini. Memang pemuda yang satu ini walau terkesan tegas terhadap bawahannya, namun ia juga sangat melindungi. Baginya apapun posisi si bawahan sangatlah penting. Hukuman maupun keutamaan di berikan sama kepada seluruh anggota.
“Di tangan ketua pedang penguasa naga menjadi lebih hebat dan lebih cepat pemulihannya. Kalau aku tidak salah seharusnya pedang itu pulih paling cepat sepuluh hari,” ucap Arya memuji sang ketua.
“Seharusnya lebih dari itu. Dengan Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta, pedang itu seharusnya tidak akan kehabisan energinya. Ketua mu itu yang malas melatihnya sehingga belum bisa menggunakan gerbang ke enam tanpa bantuan pedang”
Tiba-tiba terdengar suara menimpali pembicaraan Bayu dan Arya. Entah dari mana datangnya kini di samping Arya berdiri sesosok mahluk berbentuk cahaya menyerupai tubuh manusia berwarna putih terang. Sosok cahaya itu kemudian melesat meninggalkan mereka ke arah bukit benteng dewa. Dari gerakannya yang tidak terlalu cepat itu nampak sengaja agar Bayu mengikutinya.
“Kakang Arya, kau tetap di sini dan bereskan keadaan perguruan. Aku akan mengejar orang itu,” seru Bayu seraya melesat meninggalkan tempat itu menyusul sosok Cahaya yang tadi berlalu mendahuluinya.
Bersambung...
__ADS_1
Yang like dan komen mudahan diluaskan rezekinya.