
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 274...
Raja Barat yang melihat Bayu jatuh tersungkur tidak berhenti begitu saja untuk menyerang. Ia kembali melesat ke arah Bayu kemudian melancarkan sebuah tendangan ke lambung Bayu. Kembali Bayu terlempar keras, untung saja tadi tenaga saktinya sempat melindungi tubuh pemuda itu, hingga ia tak sampai mengalami luka parah. Meski begitu tetap saja Bayu menyemburkan darah segar lagi.
“Saat ini kau bukan tandinganku anak muda. Apabila kau bersikeras hendak melindungi mereka, jangan salahkan aku bila harus menghabisimu kali ini,” ancam Raja Barat.
Bayu kembali berdiri tegap. Ia menatap tajam ke arah Raja Barat. Ia memang sangat terkejut saat tau kekuatan yang ia kerahkan tidak mampu menandingi kekuatan Raja Barat. Bahkan harus terlempar beberapa kali akibat serangan kakeknya itu.
“Sekalipun aku harus kehilangan nyawaku, tak akan aku menyerah begitu saja,” tegas Bayu.
“Hmmm.. baiklah kalau kau tetap keras kepala. Akan kuturuti keinginanmu. Mungkin kau memang ingin menyusul ayah ibumu itu ke neraka. Memang tak ada bedanya kalian orangtua dan anak, sama-sama durhaka,” ancam Raja Barat.
Kembali Raja Barat mengerahkan tenaga sakti semesta hitamnya. Tidak tanggung-tanggung lagi, tenaga yang dikerahkan sampai ke titik puncak. Tingkat terkuat dari kekuatan Semesta Hitam yang Raja Barat Miliki.
Bayu sendiri sudah bersiap menghadapi serangan Raja Barat berikutnya. Ia telah mengerahkan tenaga sakti gerbang ke limanya sampai ke puncak. Kali ini Bayu tidak memanfaatkan tenaga lain untuk melawan. Ia mencoba memusatkan pertahanan pada tenaga sakti tak nampak untuk melawan kekuatan Raja Barat.
Raja Barat melesat menyerang Bayu dengan pukulan yang tenaga saktinya di pusatkan pada kepalan tangan. Bayu sendiri telah membentengi tubuhnya dengan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang Alam Semesta. Bayu memusatkan gerbang ke lima Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dan mengerahkannya sampai batas puncaknya. Ia pun mencoba menghindar dalam setiap serangan yang di lancarkan lawan.
__ADS_1
Kali ini Bayu menggunakan strategi memukul dan menghindar. Ia tidak berani bentrok langsung tenaga dengan sang kakek. Pemuda itu memilih menggunakan otaknya menghadapi orang tua itu. Untuk sementara ia masih mampu bertahan. Dari sini Bayu menyimpulkan tenaga sakti sang kakek memang bertambah maju dengan pesat, namun tidak diiringi kecepatan gerak.
“Ternyata benar perkiraanku, kekuatannya memang jauh meningkat, namun kecepatannya masih di bawah perpaduan ilmu tujuh gerbang alam semesta dengan ilmu Bianglala melukis langit. Untuk sementara aku bisa menghindarinya mengandalkan kecepatanku,” gumam Bayu dalam hatinya.
Namun ternyata apa yang dia pikirkan meleset. Ternyata Raja Barat belum mengerahkan tenaga semesta hitamnya dalam bentuk ilmu meringankan tubuh. Seketika saat orang tua itu menggabung kekuatan semesta hitam dengan ilmu meringankan tubuhnya, kecepatan Raja barat bertambah berkali-kali lipat.
Blaaaammmm..
Kali ini Bayu terkena pukulan telak dari serangan kakeknya yang mengandung tenaga sakti. Pemuda itu tersuruk ke tanah kemudian terseret beberapa tombak. Tanah yang tempat terjatuhnya Bayu berlubang membentuk semacam kawah. Sementara Bayu sendiri belum mampu bangkit setelah terkena pukulan telak dari kakeknya.
“Kak Bayuuu!” jerit Intan saat melihat Bayu tak mampu bangkit lagi.
Ketika serangkum serangan yang dikirimkan Raja barat hampir mengenai Bayu, dua buah bayangan melesat ke depan Bayu menghadang serangan Raja Barat. Dua buah bayangan itu tak lain adalah Intan dan Nalini si Bidadari Giok Es dan Bidadari Burung Api.
Blammmm..
Ledakan Dahsyat kembali terjadi. Lagi-lagi orang-orang yang berada di tempat itu harus berusaha bertahan agar tidak menjadi korban keganasan gelombang pantulan bentrokan tenaga sakti. Sementara Raja Barat sendiri hanya Bajunya saja berkibar diterpa gelombang pantulan tenaga sakti, hal ini juga di alami Intan dan Nalini. Nampak kedua gadis itu telah mengerahkan tenaga sakti mereka, ini dapat dilihat dari butiran salju yang menyebar di tempat itu, dan api hitam yang mengitari tubuh Nalini.
“Hmmmm.. Bidadari Giok Es dan Burung api rupanya. Sebaiknya kalian bawa pemuda itu meninggalkan tempat ini. Jangan sampai aku menurunkab tangan kejam untuk membunuhnya,” ancam Raja Barat.
__ADS_1
Intan dan hal ini saling menatap, kemudian mereka sama-sama menganggukkan kepala. Seolah-olah mereka sedang berbicara melalui hati masing-masing. Kemudian keduanya menghampiri Bayu yang setengah tak berdaya hanya mampu duduk di tempatnya.
Intan dan Nalini mengerahkan tenaga masing-masing ke tubuh Bayu. Mereka mencoba membangkitkan gerbang ke enam di tubuh Bayu seperti pada saat di alam lelembut sewaktu menghadapi Raja Siluman Ular. Keduanya menyentuh punggung Bayu kemudian mengalirkan tenaga saktinya masing-masing. Bayu yang mengerti maksud kedua orang gadis itu langsung mengerahkan tenaga saktinya.
Gerbang ke enam di tubuh Bayu pun bangkit. Meski bukan gerbang ke enam ilmu tujuh gerbang alam semesta yang mencapai taraf sempurna, tetap saja kekuatan yang terpancar sangat dahsyat. Cahaya putih menyilaukan seketika memancar dari tubuh Rajawali merah. Bayu pun kembali melayang di atas udara, didampingi Intan dan Nalini di sampingnya.
Sebenarnya Bayu menyadari bahwa kekuatan yang digunakannya saat ini belum tentu bisa mengalahkan kakeknya yang menggunakan ilmu semesta hitam yang sudah mencapai tingkat sempurna itu. Hanya saja ia mencoba mempengaruhi nyali lawan agar menghentikan serangannya di kota itu. Sementara pada diri Raja barat masih terlihat tenang melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh Bayu si Rajawali merah.
Kemudian Bayu mengambil pedang pusaka naga yang menggantung di punggungnya. Semenjak kekuatan pedang itu menghilang sementara, Bayu tak dapat menyimpan benda itu di dalam tubuhnya. Ia menjadi pedang biasa yang tidak memiliki keistimewaan maupun kekuatan gaib di dalamnya.
Sadar bahwa kini tubuhnya sudah memancar kekuatan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat dalamnya. Bayu berusaha mempercepat pemulihan kekuatan pedang dengan menyalurkan tenaga saktinya ke tubuh pedang tersebut. Ternyata yang dilakukannya nama berhasil. Pedang penguasa naga memancarkan sinar keemasan yang terang benderang.
Kali ini melihat perubahan pada Bayu mau tidak mau Raja barat timbul rasa getarnya. Namun orangtua itu berusaha tidak menunjukkannya di depan Bayu. Ia menunjukkan senyum sinisnya seolah-olah kekuatan Bayu saat ini bukan tandingannya.
Sebenarnya sebelum Bayu menggunakan pedang penguasa naga, Raja Barat tak sedikitpun merasakan kegentaran kepada Bayu. Namun pedang yang saat ini berada di genggaman pemuda tersebut memiliki tenaga ghaib yang bisa menyerap ilmu hitam di tubuh seseorang. Sedangkan Raja barat menciptakan ilmu semesta hitam yang menggunakan ajian pancasona yang merupakan salah satu hitam yang terkuat saat itu. Tentu saja pedang itu akan sangat berbahaya bagi ilmu yang ia miliki.
Bersambung...
Maaf sebelumnya sempat tidak up satu hari, kondisi badan agak drop karena padatnya kegiatan. Alhamdulillah sekarang sudah normal lagi
__ADS_1