Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Lanjutan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta sudah terbit


__ADS_3

Salam Dunia Perailatan!


Masih Ingat sama Bayu, si Rajawali Merah? Pemuda sakti pemilik Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Kisahnya akan berlanjut lagi Lebih keren, lebih menegangkan, kolaborasi pendekar-pendekar dari negeri Tiongkok


Ikuti kelanjutan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta di bendera hitam merah (p1jjo) dengan judul


LEGENDA RAJAWALI MERAH


info lengkap cek IG @Junaidielbanjari


Sepenggal Kisa Legenda Rajawali Merah

__ADS_1


Sebuah bayangan cahaya merah bergerak cepat bagaikan menggores lintasan jalan menuruni bukit Benteng Dewa, menuju bukit sebelah kanannya yang bernama Bukit kosong. Bayangan merah itu bukanlah sebuah bianglala yang muncul setelah hujan, atau biasan senja yang memantulkan sinar matahari. 


Bayangan Merah itu merupakan seorang pendekar sakti yang bergerak cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh yang bernama Bianglala Melukis Langit, sebuah Ilmu meringankan tubuh tingkat tertinggi di dunia persilatan. Ia tidak lain adalah seorang pemuda  yang bernama Bayu, seorang pendekar nomor satu di dunia persilatan dengan julukan Rajawali Merah.


“Sebelum kembali ke negeri Ganendra, sebaiknya aku mengunjungi Empu Adhyaksona dulu,” batin pemuda itu


Pemuda yang bernama lengkap Bayu Aruna itu sedang dalam perjalanan pulang menuju negeri kecil yang bernama Ganendra. Tempat yang dulunya merupakan lembah dan perbukitan kini menjadi sebuah kerajaan kecil yang ia sendiri sebagai rajanya. Sebelum balik ke tanah kelahirannya itu, ia berniat ke Bukit Kosong untuk mendatangi makam seorang yang berperan penting dalam hidupnya.  Empu Adhyaksona, yang rela mengorbankan hidupnya dan menyerahkan tenaga murni dari Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta agar ia bisa sadar dan berdiri di atas kebenaran.


Memang dulunya Rajawali Merah bisa dikatakan sebagai seorang angkara murka yang berasal dari aliran hitam. Pemuda yang kini berusia dua puluh tahunan itu memang dikenal sebagai ketua aliran hitam yang sangat ditakuti. Empu Adhyaksona lah salah satu yang berperan membuat pemuda itu  berbalik arah menjadi seorang pemuda yang berdiri di atas jalan kebenaran.


Dari kejauhan Bayu melihat sebuah bayangan kemerahan terbang cepat dari atas langit.  Ia pun langsung bersiul  membuat bayangan merah yang tadinya mengarah ke bukit benteng dewa kini berbelok ke arahnya. Bayangan itu meluruk cepat ke arah Bayu.

__ADS_1


“Wraaaakk.. wraaakk..”


“Apa kabar Rajawali, sepertinya sudah sangat lama kita tidak bertemu,” ucap Bayu kepada bayangan merah yang kini hinggap di tangannnya itu, bayangan merah yang tidak lain seekor Rajawali sakti peliharaannya.


“Berhenti!”


Terdengar sebuah bentakan yang membuat Bayu seketika berhenti dari pergerakannya. Ternyata bentakan itu tidak ditujukan padanya. Melainkan kepada tiga orang yang kebetulan juga datang ke bukit kosong itu. Bayu pun langsung  mencari tempat bersembunyi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


“Mau apa kalian datang ke tempat ini? Kembalikah kalian ke pemukiman suku api, percuma kalian kabur, kalian hanya akan mempercepat kematian kalian. Jangan kalian kira Pangeran Mandaka akan melepaskan kalian kalian begitu saja,” ucap seorang laki-laki berpakaian jingga kepada tiga orang yang menaiki bukit kosong itu.


Tiga orang yang baru saja sampai ke bukit kosong itu nampak kaget dengan bentakan lelaki berpakaian serba jingga itu. Tiga orang itu terdiri dua perempuan dan satu orang laki-laki. Dari pakaian yang mereka kenakan, sepertinya ketiganya merupakan orang-orang penting di suku api.

__ADS_1


“Kau begitu kurang ajar padaku  Darmaji! Semenjak kehadiran pangeran terbuang itu ke suku kita, kau tidak lagi menghormati ku sebagai tetua di suku api. Kelak kalian para suku api yang sudah tidak lagi menjalankan adat suku akan mendapatkan bencana besar dan kehancuran!” sahut lelaki berpakaian serba putih yang sepertinya ayah dari dua orang perempuan bersamanya.


ikuti kelanjutannya


__ADS_2