Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.162. Dedemit Sukma Ular


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...EPISODE 162...


Setelah mendapat dukungan dan bantuan beberapa orang tokoh sakti aliran putih, mereka bersepakat menyerang perguruan Jari Sakti selepas siang nanti. Saat waktu yang ditentukan telah tiba, Jari Malaikat bersama tokoh-tokoh persilatan lain bergerak menuju perguruan jari sakti. Ada sekitar delapan orang yang bergabung dengan mereka. Sehingga jumlah mereka saat ini ada tiga belas orang.


Sementara itu di perguruan Jari Sakti telah dimulai perayaan ulang tahun Jari Malaikat sekaligus berdirinya perguruan Jari Sakti. Nampak para undangan sudah berkumpul di lapangan di depan panggung yang telah disusun meja kursi untuk mereka duduk. Di atas meja telah siap berbagai hidangan untuk di nikmati.


Sambil menunggu tuan rumah para undangan menikmati hidangan yang di sediakan. Selain itu mereka disuguhkan  pertunjukan seni beladiri yang diperagakan para murid pilihan perguruan Jari Sakti. Tak berapa lama setelah pertunjukan selesai terdengar bunyi gong. Setelah itu terlihat Jari Malaikat Palsu menaiki panggung.


“Selamat Datang kawan-kawan dunia persilatan sekalian.” Sapa Jari Malaikat Palsu seraya menjura. Para hadirinpun membalas dengan cara menjura pula.


“Terima kasih atas kedatangan kalian memenuhi undangan kami. Bukan hanya hari ini  merupakan peringatan hari kelahiranku, tapi juga merupakan peringatan berdirinya perguruan Jari Sakti. Selain itu ada beberapa hal juga yang ingin aku diskusikan bersama kalian.


Belakangan kita dikejutkan dengan berdirinya perkumpulan Iblis Berkabut yang kini berganti menjadi perkumpulan Benteng Dewa. Dalam waktu dekat akan diadakan pemilihan ketua dunia persilatan yang diprakarsai oleh mereka. Kepada hadirin yang ada di sini saya ingin mendengar tanggapan kalian mengenai hal tersebut.” Tutur  Jari Malaikat Palsu.


“Jangan percaya dengan mereka, kita bersatu dan habisi saja mereka.” Terdengar teriakan dari sebelah kanan.


“Menurutku kita ikuti saja, siapa tau yang menjadi pemenang adalah orang sealiran dengan kita, dengan begitu kita malah bisa mengendalikan mereka.” Ucap yang lain


“Bagaimana kalau kita bekerja sama dengan kerajaan untuk membasmi mereka.” Usul Jari Malaikat Palsu.


“Kalau itu aku tidak mau. Apalagi yang kudengar raja sekarang merupakan raja yang lalim terhadap rakyat.” Protes seorang yang berada di tengah.


“Ya benar aku tidak setuju.”


“Aku juga”


Hampir semua hadirin yang ada di sana tidak menyetujui usulan Jari Malaikat Palsu. Bahkan beberapa di antara mereka sampai menggebrak meja.

__ADS_1


“Kawan-kawan sekalian.. kiranya kita di sini dikumpulkan untuk menjadi antek-antek kerajaan.  Bukan untuk perayaan berdirinya perguruan Jari Sakti. Sungguh sangat di sayangkan, perguruan yang terkenal banyak melahirkan pendekar-pendekar muda yang berbakat pada akhirnya tunduk dengan pemerintahan.” Sindir seorang lagi yang menggunakan pakaian serba biru.


“Hmmm.. benar sekali sobat, sebaiknya kita tinggalkan saja tempat ini.” Sahut yang lain.


Beberapa orang mulai bangkit dari tempat duduk berniat untuk meninggalkan tempat itu. Jari Malaikat palsu nampak tidak senang. Tangannya melontarkan sesuatu ke arah orang-orang yang akan beranjak dsri tempat itu.


Wusssh.. wusshh..


“Aaahhk”


Tiga orang menjerit kemudian menggelepar di tanah. Pada dahinya terdapat lubang yang membuat kulit di sekitarnya menghitam. Sontak hal itu membuat orang-orang di sana kaget bercampur geram. Mereka tidak menyangka orang yang mereka kenal sebagai Jari Malaikat bertindak demikian.


“Tak ada seorang pun yang boleh meninggalkan tempat ini. Jangan jadi orang primitif yang tidak memiliki adab. Siapapun yg keluar dari sini sebelum acara selesai, akan bernasib sama dengan mereka.” Ancam Jari Malaikat palsu sambil menunjuk tiga sosok mayat yang sudah terbujur kaku.


“Biadab kau Jari Malaikat. Kau kira aku takut denganmu.” Bentak seorang tokoh berpakaian serba hitam. Bukan hanya membentak ia melompat ke panggung menyerang Jari Malaikat Palsu.


Terjadi pertarungan di panggung antara Jari Malaikat Palsu melawan orang berbaju hitam. Nampak orang itu sudah menggunakan tenaga saktinya sampai kepuncak. Tapi ternyata kemampuannya masih jauh berada di bawah Jari Malaikat Palsu.


“Akkhh..”


Si penyerang terlempar keluar panggung terkena tendangan Jari Malaikat Palsu. Sempat mengaduh beberapa saat, ia pun akhirnya diam selamanya. Orang itu tewas dengan luka dalam akibat tendangan keras Jari Malaikat Palsu.


“Siapa lagi yang ingin maju silakan naik ke atas panggung. Akan kulihat seberapa banyak dari kalian yang berkeinginan cepat-cepat ke akhirat.” Ancam Jari Malaikat Palsu.


“Bagus Sekali Kelakuanmu pengacau. Sudah menghancurkan perguruan yang sudah lama ku bangun, namaku pula yang kau hancurkan.”


Tiba-tiba terdengar suara bentakan dari atas tembok samping kanan yang mengelilingi Perguruan Jari Sakti. Semua pandangan seketika tertuju ke sana. Nampak Jari Malaikat yang asli berada di atas.


“Kawan-kawan sekalian jangan  tertipu dengan dia yang di atas panggung. Dia bukanlah Jari Malaikat. Dia hanya penjahat yang mengacaukan tempatku.”

__ADS_1


“Ya dia benar! Aku saksinya.


Tak lama setelah kemunculan Jari Malaikat di atas tembok sebelah kanan. Muncul Nyai Penjaga Bunga di sebelah kiri tembok di susul empat orang tokoh sakti lainnya. Sisanya dari mereka yang tadinya berjumlah tiga belas orang datang melalui pintu gerbang utama.


“Hahaha kalian kira aku takut dengan keroyokan kalian.” Ejek Jari Malaikat Palsu.


Blammm..


Terdengar sebuah ledakan kecil di atas panggung. Kemudian muncul asap menutupi Jari Malaikat Palsu. Tak lama kemudian sosok di balik asap muncul kembali. Namun yang nampak bukan wujud Jari Malaikat. Melainkan sesosok Lelaki tua menggunakan pakaian cokelat.


Tangan lelaki tua itu memegang tongkat berkepala tengkorang manusia. Wajahnya walau terlihat bersih dan seperti manusia kebanyakan, namun matanya membuat siapa saja yang melihat pasti bergidik. Mata itu seperti mata ular, bukan mata manusia.


“Dedemit Ular Sukma !”


Hampir semua orang berseru terkejut dengan wujud asli Jari Malaikat Palsu. Hampir semua orang dunia persilatan tak ada yang tak tau tentang orang yang bergelar Dedemit Sukma Naga. Seorang tokoh sakti beraliran hitam yang mempelajari Ilmu Siluman Ular hingga memiliki kesaktian  sebangsa siluman. Entah kenapa orang ini muncul di sini, padahal setahu mereka orang-orang persilatan telah lama Dedemit Ular Sukma  telah memutuskan berpindah alam, ke alam halus alam para lelembut.


“Akhh.. bagaimana bisa Dedemit Ular Sukma muncul di sini. Siapa sebenarnya di balik semua ini.” Keluh ketua perguruan Bangau Putih yang merupakan salah satu tokoh yang membantu Jari Malaikat merebut kembali perguruannya.


“Hanya orang yang memiliki Pedang Penguasa Naga yang mampu memerintah para dedemit ataupun lelembut keluar dari alamnya. Mungkin benar kerajaanlah yang telah memerintahkannya untuk mengacaukan tempat ini.” Sahut pendekar kipas maut yang juga hadir dalam rombongan itu.


“Rasa-rasanya kekuatan kita tak akan mampu mengalahkan kekuatan bangsa dedemit seperti dia.” Ucap Ketua Perguruan Bangau Putih.


“Tidak ada salahnya mencoba ki. Kita pernah mengalahkan Rajawali Merah dahulu, orang yang jauh lebih kuat dari siluman init.” Sahut Pendekar Kipas Maut.


“Serang..!”


Terdengar teriakan nyaring dari samping kanan. Teriakan itu berasal dari teriakan Jari Malaikat yang sudah menyiapkan diri mengerahkan tenaga sakti dengan kekuatan penuh.Dari arah yang lain Serentak kedua belas orang yang memang dari tadi tidak sabaran langsung ikut menyerang ke atas panggung.


Sementara itu berada di sebuah pohon yang cukup tinggi, Bayu dan Nalini mengawasi setiap gerak gerik yang  terjadi di perguruan Jari Sakti.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2