Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.179. Sebuah Penyamaran


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 179...


“Ada hal yang aku tak mengerti dari keteranganmu Pasupata.”


“Keterangan apa itu yang mulia?” sahut Dewa Iblis kegelapan agak mengernyitkan keningnya.


“Setahuku peraturan dan penerimaan anggota dalam perkumpulan Istana Lembah Neraka sangat ketat. Apalagi untuk bisa masuk ke dalam istana haruslah anggota yang berada ditingkat tertinggi. Yang aku tahu hanya tiga orang yang kini berada di tingkat itu. Wakil ketua mereka dan dua orang anggota tingkat pertama pendekar tongkat emas dan dewi pedang khayangan.” Ucap raja barat.


“Haha jeli sekali tuanku menganalisa. Memang benar tak kan mungkin kami mendapatkan semuanya kalau tidak menjadi salah satu dari mereka bertiga.” Jawab  Dewa Iblis Kematian.


“Jadi maksudmu kalian berhasil membujuk salah satu dari mereka menjadi anggota kita?” tanya raja barat bersemangat.


“Bukan yang mulia.” Jawab dewa iblis kegelapan sambil tersenyum bangga.


“lalu?”


Prok.. prok..


Dewa iblis kegelapan menepuk tangannya. Tak lama kemudian datang dua orang anggota membawa seorang perempuan tua dalam keadaan terikat. Nampak keadaan tubuhnya sangat lemah. Sepertinya perempuan itu telah diracuni dengan racun pelemah  tenaga.


“Dewi Pedang Khayangan!” seru raja barat. “apa maksudnya ini Pasupata.”


“Kami telah menggantikan Dewi Pedang Khayangan dengan orang lain.” Jawab Dewa Iblis Kegelapan.


“Bagaimana bisa?” tanya raja barat.


“Tentu bisa yang mulia. Kalau yang melakukannya adalah Iblis Seribu Wajah.” Jawab Dewa iblis kegelapan yang nama aslinya Braja Pasupata itu.


***


Di kerajaan selatan, sang Raja sangat berang mendengar kekalahan telak yang mereka terima. Seribu lebih pasukan yang tewas saat melakukan serangan ke lembah Neraka.


“Bagaimana bisa pasukan sebanyak itu kalah? Bahkan lebih separu yang tewas dalam penyerangan.” Tanya raja selatan penuh emosi.

__ADS_1


“Ampun seribu ampun yang mulia. Pasukan kami kalah dengan seorang pemuda yang menjadi pemimpin di tempat  itu. Ilmunya sangat sakti, bisa menahan dan mengembalikan serangan anak panah kami. Beruntung ia mengampuni kami menyuruh kami menyampaikan pesan kepada yang mulia.” Sahut seorang perewira kerajaan yang ditunjuk sebagai panglima pasukan saat penyerangan ke lembah neraka.


“Apa pesan bocah sialan itu panglima Barka?”


“Maafkan kelancangan hamba yang mulia, dia berpesan agar kerajaan tidak mengganggu orang-orang Lembah Neraka. Kalau tidak..” Panglima Barka tidak jadi mengeruskan kalimatnya. Ia tertunduk di hadapan raja masih dalam keadaan berlutut.


“Kalau tidak apa? Katakan dengan jelas!” bentak raja.


“Maaf yang mulia hamba tidak berani.” Jawab panglima Barka.


“Cepat katakan saja! Kau tak akan di hukum karena perkataan orang lain.” Bentak sang raja lebih keras lagi.


“Ampun yang mulia, pemuda itu mengatakan akan meratakan Istana ini dengan tanah apabila masih mengganggu orang-orang lembah neraka.”


“Bedebah!! Berani bocah itu mengancamku.” Bentak raja selatan. “lalu adakah berita lain dari dunia persilatan?”


“Ada yang mulia. Dua hari lagi di hutan pengecoh arwah akan berkumpul para pendekar dunia persilatan. Kabar yang tersiar mereka akan berunding untuk memilih seorang pemimpin dalam upaya pemberontakan terhadap kerajaan.”


“Apa? Ada kejadian seperti itu mengapa kau tidak bertindak?”


“Cepat segeralah bergerak cegah mereka jangan sampai berkumpul, atau kalian tangkap saja mereka setelah usai melakukan pertemuan.”


“Baik yang mulia, titah segera di laksanakan.”


Ke esokan harinya di hutan pengecoh arwah hampir semua undangan telah berkumpul. Padahal pertemuan direncanakan besok. Rupanya banyak dari para pendekar yang sudah tidak sabaran. Terhitung semua perkumpulan besar mengutus perwakilannya datang. Bahkan sebagian besarnya yang datang langsung ketua perkumpulannya.


Untuk kenyamanan para undangan, semua jebakan yang di pasang di hutan pengecoh arwah dimatikan. Bahkan racun alam berupa gas yang biasanya menyebar di tempat itu di tutup sumbernya. Sang tuan rumah melakukan itu semua sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi mereka yang datang.


Untuk mereka yang datang lebih awal pun pertapa sakti tanpa nama telah menyediakan kemah-kemah untuk bermalam. Selain itu murid-murid perguruan tangan dewa pun telah lama berada di sana. Atas tawaran pertapa sakti tanpa nama mereka dianjurkan untuk berkumpul di tempat itu saja. Mereka  itulah yang kini melayani para pendekar yang datang.


“Jaka, menurutmu apakah pertemuan di tempat ini akan berjalan lancar.” Tanya Arya murid utama perguruan tangan dewa kepada pendekar halilintar.


“Mengapa kau bertanya seperti itu Arya?” tanya pendekar halilintar.


“Entahlah aku hanya merasa pertemuan kita ini akan mendapatkan hambatan. Apalagi pertemuan ini telah tersiar ke halayak umum.” Jawab Arya.

__ADS_1


“Asal kita tetap bersatu dan berpegang pada jalan yang sama, niscaya kekuatan kita akan kuat. Keadaan dunia persilatan bertambah kacau dengan terseretnya kaum persilatan ke masalah kerajaan. Apalagi raja yang bertahta sekarang seperti anti dengan orang-orang dunia persilatan.” Tutur Jaka si Pendekar Halilintar.


Sementara itu di bukit Kosong Bayu telah selesai melaksanakan pemakaman untuk pendekar tongkat emas. Pemuda itu membuat lubang makam tepat berada di sisi kiri empu Adhiyaksona. Sedemikian rupa pemuda itu membangun makam untuk menghormati pendekar tongkat emas.


Di samping Bayu berdiri Dewi Pedang Khayangan yang mengikuti setiap prosesi yang dilakukan Bayu. Hanya ada sesuatu yang mengganggu pikiran pemuda itu, tidak terlihat kesedihan dari raut wajah si pendekar wanita tua ini. Padahal Bayu yang terkenal dengan sikap kerasnya berkali kali mengusap mata mencegah air mata jatuh ke pipinya.


Namun pemuda itu berusaha mengesampingkan dulu hal yang mengganggunya itu. Ia tetap berkonsentrasi pada pemakaman yang dilakukannya seorang diri. Terakhir Bayu duduk di depan makam sang pendekar tua sambil sesekali keluar ucapan nada penyesalan kenapa ia melakukan itu. Selesai semuanya, Bayupun bangkit. Ia berdiri menghadap Dewi Pedang Khayangan.


“Sudah selesai semuanya, Kita pulang. Kalau kau ingin mengucapkan sesuatu padanya ucapkanlah, aku tunggu di sini.” Ucap Bayu dengan suara bergetar.


“Sepertinya sudah cukup ketua. Tapi bolehkah aku mengajukan permintaan?” ucap Dewi Pedang Khayangan.


“Katakanlah!” jawab Bayu.


“Sebelum pulang aku ingin menengok muridku dulu, bila ketua berkenan mengizinkan, maka aku pulangnya belakangan saja. Silakan ketua lebih dulu kembali ke Lembah Neraka.” Tutur Dewi Pedang Khayangan.


“Baiklah. Kalau begitu aku pergi duluan.” Ucap bayu.


Kembali Rajawali Merah merubah dirinya dalam bentuk cahaya putih terang. Kemudian cahaya itu segera lenyap. Kini di bukit kosong hanya tinggal Dewi Pedang Khayangan. Ia pun bergegas menuruni gunung dan berputar arah menuju bukit benteng dewa.


Dewi Pedang Khayangan dengan Ilmu meringankan tubuhnya yang sudah sempurna melesat cepat. Tak berapa lama ia sudah berada di kaki Bukit Benteng Dewa. Sesaat ia melihat-lihat kesekeliling. Merasa keadaan aman iapun perlahan naik ke bukit benteng dewa.


“Sejak kapan muridmu pindah ke benteng dewa. Bukankah saat ini dia berada di hutan pengecoh arwah.”


Betapa terkejutnya Dewi Pedang Khayangan melihat Bayu sudah berada di depannya. Sedikitpun ia tak mendengar adanya gerakan ataupun kesiuran angin orang yang melewatinya. Tanpa di duga kini Bayu sudah berada di depan mendahuluinya.


Melihat gelagat semua rencananya telah dicurigai Bayu, perempuan tua itu langsung menyerang Bayu. Namun setinghi apapun ilmunya, sudah pasti bukan tandingan pemuda yang saat ini masih diliputi Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam. Tak satupun serangannya mampu menyentuh Bayu, padahal pemuda itu tak sedikitpun melakukan gerakan. Selalu saja serangannya mentah dan meleset satu jengkal sari tubuh Bayu.


Bersambung..


Sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :


1. memencet tombol like


2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.

__ADS_1


Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.


__ADS_2