
Salam Dunia Persilatan...
Bagaimana kabar pembaca sekalian? mudah-mudahan selalu dalam keadaan bahagia dan dalam perlindungan terbaik dari yang kuasa.
Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta (ITGAS) akan berusaha selalu memberi warna pada hidup kalian. Mungkin bukan bacaan terbaik, tapi paling tidak bisa menemani lelah kalian.
Mudah-mudahan teman-teman berkenan memberikan like, dan komentar pada cerita ini. Selamat membaca.
Salam Dunia Persilatan
--------- ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA -------
Episode 84
Raja Iblis Kelabang
Sudah seminggu Ki Farja, Nalini, dan Bayu pulang ke desa Bojana setelah berhasil menghancurkan sarang Partai Seribu Racun. Tak sekalipun Ki Farja maupun Nalini menanyakan atau mengungkit kejadian di persembunyian Siluman Racun dan gurunya itu. Semua berjalan seperti hari-hari biasa.
Setelah seminggu tak pernah menggunakan kekuatannya, Bayu merasa timbul keinginan untuk berlatih. Dalam seminggu ini dia menemani Nalini berlatih jurus-jurus silat dengan diawasi gurunya ki Farja. Terkadang gatal tangannya untuk ikutan berlatih. Namun dia sendiri bingung harus berlatih seperti apa.
Hari itu pagi-pagi sekali seperti biasa seorang diri dia pergi ke pantai Bojana membeli ikan untuk keperluan keluarga ki Jatar. Saat ini tenaga sakti di dalam tubuhnya sudah banyak mampu ia kendalikan. Seperti hari ini, seseorang sejak tadi mengikutinya. Orang itu selalu bersembunyi, setiap kali pemuda itu menoleh ke belakang. Tapi mudah saja baginya mengetahui keberadaan orang itu.
Tukk...
Tiba-tiba saja Bayu mengambil sebuah batu dan menjentikkannya ke arah semak belukar yang ada di kanan belakangnya.
"Keluarlah, tak usah mengendap-endap mengikuti orang." tegur Bayu.
Tap... tap...
Tiba-tiba di balik semak-semak seorang lelaki tua berpakaian serba hitam melompat menghindari batu yang di jentikkan Bayu. Kemudian orang itu mendaratkan kakinya sejauh lima tombak di hadapan Bayu. Sejenak orang itu memandang si pemuda dengan tatapan tajam. Lalu dia pun tertawa.
__ADS_1
"Hahaha... Tak disangka di desa Bojana ada seorang anak muda yang berkepandaian. Pantas saja desa ini aman dan tentram" ucap orang tua itu.
Ternyata wajah kakek-kakek ini sangat menyeramkan. Sebagian hitam sebagian lagi sawo mateng. Begitu pula tangannya. Yang kiri hitam, dan yang kanan normal. Sesekali beberapa ekor kelabang merayap di wajahnya, lalu masuk kebajunya. Berulang-ulang hal itu terjadi
"Siapa kau orang tua?" mengapa kau mengikutiku?" tanya Bayu dengan nada sedikit tinggi.
"Hmmmm.. takutnya kalau tahu namaku, kau akan lari terkencing-kencing bocah hahaha" Tawa orang tua itu pun pecah. Bukan tawa sembarangan, tapi mengandung gempuran tenaga sakti yang kuat. Sengaja orang tua itu melakukannya untuk memberi sedikit pelajaran kepada pemuda di depannya.
"Dasar orang tua gila" sungut Bayu. Seketika ia teringat akan Dewa Tuak Gila yang dlu menemaninya berlatih dan menyerbu Hutan Seribu Racun. Pikirnya di dunia ini banyak kakek-kakek yang sudah gila. Pemuda itupun jadi geli sendiri.
"Eh bocah kurang ajar, apa kau bilang? aku gila?" Bentak orang tua itu. Sebenarnya dia tidak benar-benar marah pada Bayu. Hanya ingin menakut-nakuti pemuda itu. Namun yang membuat dia kagum, serangan gelombanh tawa yangbia kerahkan tak sedikitpun berpengaruh pada pemuda itu. Sehingga iapun semakin penasaran hendak menguji pemuda tersebut.
"Orang tua, aku tak ingin berdebat denganmu. Aku lagi repot. Nanti saja kalau mau main adu mulut." Sahut Bayu. Kali ini dia memang benar-benar sedang repot. Sehingga sedikit banyaknya ke hadiran orang tua itu membuatnya kesal.
"Eh berani sekali kau bilang aku mengganggumu. Baru kali ini ada orang berani meremehkan Raja Iblis Kelabang." bentaknya agak serius.
"Terserah kau lah orang tua, mau iblis kebang kek, mau malaikat kelabang kek, aku sedang tidak ada waktu." Balas Bayu yang semakin kesal.
"Kurang ajar kau anak muda, bosang hidup kau rupanya."
Kali ini Raja Iblis Kelabang benar-benar tersinggung. Dengan perasaan marah ia pun melompat menendang Bayu dengan kuat dan sangat cepat. Namun yang terjadi sangat diluar dugaanya.
"Eh..." Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Raja Iblis Kelabang. Betapa terkejutnya orang tua itu saat tendangannya hanya mengenai angin. Sedangkan orang yang menjadi sasarannya sudah berpindah puluhan tombak tanpa dia tau dengan cara apa. "Bocah setan mau lari ke mana kau" teriaknya.
Bayu sedikitpun tak memperdulikan teriakan Raja Iblis Kelabang itu. Dia terus melangkah menuju pantai. Sesekali ia mengedarkan pandangan matanya ke kanan dan ke kiri. Untuk memastikan di situ tidak ada orang lain.
"Orang tua. Sebaiknya kau jangan mengacau di sini. Kau hanya akan membuat orang-orang di sini ketakutan." tegur Bayu kepada Raja Iblis Kelabang.
"Kalau aku memang berniat mengacau kau bisa apa?" jengek Raja Iblis Kelabang.
"Akan kupatahkan kedua lenganmu." ancam Bayu dingin.
__ADS_1
Entah kenapa tergetar juga nyali Raja Iblis Kelabang mendengar ancaman Bayu. Ada perbawa yang menakutkan dari ucapan yang keluar dari mulut pemuda itu. Tapi tetap saja orang tua itu keras kepala, masih saja dia mengganggu Bayu.
"Coba saja kalau kau mampu" ejek Raja Iblis kelabang.
Blammmm...
buuukkk...
"hueeekk..."
Kraaakkk...
Tanpa Sempat mengelak telapak tangan Bayu berserang di dada Raja Iblis Kelabang. Terjadi ledakan kecil saat telapak tangan Bayu menghantam dada orang tua itu. Mulutnya pun langsung menyemburkan darah. Untung saja Bayu hanya menggunakan sedikit kekuatannya. Kalau tidak tentu Raja Iblis Kelabang sudah berangkat ke akhirat.
"Anak muda sialan, beraninya kau memukulku saat aku sedang tidak siap" protes Raja Iblis Kelabang. Padahal sesungguhnya dia sudah menggunakan hampir seluruh bagian tenaga saktinya untuk melindungi tubuh. Ia sadar pemuda yang diuslinya ini bukan pemuda sembarangan. Namun alangkah kagetnya Raja Iblis kelabang saat mengetahui dengan sangat mudah pemuda itu menembus benteng pertahanannya.
"Anak muda sekarang gantian kau yang merasakan hebatnya pukulanku" seru Raja Iblis Kelabang.
Ia pun menarik nafas dalam. Kemudian mengerahkan seluruh tenaga saktinya ketarap tertinggi. Seketika bau amis menyebar di tempat itu. Dari telapak tangannya muncul asap tipis berwarna hitam. Itula Pukulan Kelabang Hitam tingkat tertinggi yangbia miliki.
Raja Iblis Kelabang benar-benar marah. Kali ini dia tak segan-segan lagi ingin menghabisi Bayu. Namun sayang orang tua itu tidak mengetahui siapa gerangan pemuda yang di hadapinya. Seandainya ia mengetahui, tentu akan berpikir seribu kali untu berhadapan dengan pemuda itu.
Hiyaaaaa...
Raja Iblis Kelabang melompat dari tempatnya berdiri dan menerjang ke arah Bayu. Kedua telapak tangannya diarahkan ke dada pemuda itu. Dan sesaat kemudian...
Desss...
Kedua telapak tangan Raja Iblis Kelabang tepat mengenai dada Bayu. Tapi yang mengejutkan orang tua itu si pemuda tak sedikitpun terpengaruh. Ternya pada jarak yang sangat tipis, pukulan itu terhenti tanpa bisa menyentuh tubuh si pemuda. Bahkan kini tangan orang tua itu yang menempel tak dapat ditariknya lagi.
Perlahan-lahan tenaganya seperti tersedot keluar dari tubuhnya. Lalu serangkum hawa dingin mulai memasuki tubuhnya. Sekuat tenaga ia menarik tangannya, namun tetap saja sia-sia.
__ADS_1
Pada tubuh Bayu mulai mengeluarkan butiran embun tipis. Semakin lama semakin banyak embun yang memancar. Raja Iblis Kelabang yang melihat perubahan di tubuh Bayu itu tersentak kaget. Ada rasa penyesalan di hatinya mengapa ia mengganggu anak muda tersebut.
"Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta..." Keluhnya lirih.