
Salam Dunia Persilatan...
Jangan lupa bahagia. Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta (ITGAS) akan berusaha selalu menemani waktu santai kalian. Mungkin bukan bacaan terbaik, tapi paling tidak bisa menemani lelah kalian.
Selanjutnya mudah-mudahan teman-teman berkenan, sudilah kiranya memberikan like, dan komentar pada cerita ini. Selamat membaca.
Salam Dunia Persilatan
--------- ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA -------
Episode 99
Bayangan Jingga
Srrrappp...
Tanpa bisa mengeluarkan kata-kata lagi, ketua Perkumpulan Teratai Putih tewas dengan kepala dan badan terpisah. Satu sinar keperakan Ilmu Jari Pedang berhasil mengiris leher ketua Partai Teratai Putih.
"Hahaha... kini giliran kau yang ku penggal lehermu"
Iblis Muka Hitam yang menyaksikan ketua Perkumpulan Teratai Putih tewas menggenaskan, bergidik juga perasaannya. Ia pun mengempos tenaga saktinya ketingkat yang paling tinggi.
Kedua tangan Iblis Muka Hitam semakin menghitam. Ada bau amis yang menyebar setelah ia mengerahkan pukulan andalannya. Tanpa menunggu lawan Iblis Muka Hitam langsung menyerang Jari Pedang dengan hebat.
Sebuah pukulan dengan telapak tangan coba disarangkan Iblis Muka Hitam ke dada Jari Pedang. Tanpa melakukan banyak gerakan, Jari Pedang menghindarinya hanya dengan menarik badan sedikit kebelakang. Kemudian kaki orang tua berbaju hijau itu melakukan tendangan kearah lambung Iawannya. Dengan susah payah Iblis Muka Hitam berjumpalitan menghindari tendangan lawan.
Dalam hal kekuatan dan kecepatan nampak sekali Iblis Muka Hitam berada di bawah lawannya. Untung saja hawa pukulannya mengandung racun yang mematikan, sehingga Jari Pedang agak kesulitan melakukan serangan langsung. Untuk melakukan serangan jarak jauh pun sukar, karena Iblis Muka hitam selalu mencecarnya dengan pukulan jarak dekat.
Sepasang suami istri Iblis Api yang dari tadi mengawasi jalannya pertarungan, mengerti akan kesulitan jari pedang. Tanpa diperintah ia pun langsung menyerang Iblis Muka Hitam dari belakang.
Bukkk...
"Hueekkk..."
Iblis Muka Hitam memuntahkan Darah Segar. Pukulan dari belakang yang dilancarkan Raja Iblis api tepat mengenai punggungnya. Seketika ia terjerembab kedepan dan jatuh ketanah. Iblis Muka Hitam bangkit dengan susah payah.
"Hahaha... rupanya kau memang ditakdirkan mati hari ini Iblis Muka Hitam." ejek Jari Pedang.
"Tak disangka tokoh-tokoh besar seperti kalian akan bertindak pengecut." geram Iblis Muka Hitam.
__ADS_1
"Hahaha apakah kau tidak tau aturan dalam aliran hitam, apapun lakukan asal memperoleh kemenangan hahaha" sahut Jari pedang disertai tawa liciknya
Sreettt...
"Ukhh"
Iblis muka hitam melenguh menahan rasa sakit saat lengan sebelah kirinya putus terkena sinar keperakan yang dilancarkan jari pedang. Matanya mendelik penuh dendam. Dengan sekuat tenaga ia berusaha bangkit dan menerjang. Namun luka dalam dan darah yang terus mengalir membuat tubuhnya semakin lemas.
deesss
Sekali lagi Jari Pedang melancarkan ilmu andalannya. Selarik sinar perak meluncur ke arah Iblis Muka Hitam dengan dahsyatnya.
Blammm...
Tiba-tiba saja sinar berwarna merah mengandung hawa yang sangat panas memapaki serangan Jari Pedang. Bersamaan dengan itu bayangan berwarna jingga melesat cepat membawa lari Iblis Muka Hitam. Bayangan itu sangat cepat hingga tak sempat terlihat bagaimana bentuk orang dibalik itu. Hebatnya akibat benturan itu Jari Pedang sampai terdorong tiga langkah.
"Hmmm.. siapa kah orang tadi? mengapa semakin banyak saja orang sakti di Negeri Selatan ini" gumam jari pedang.
Iblis Api suami istri pun tak bisa menyembunyikan kekagetannya. Beberapa saat mereka ternganga melihat kejadian tadi. Setelah tersadar, merekapun berniat mengejar orang yang membawa kabur iblis muka hitam.
"Tidak usah di kejar, kalian bukan lawan orang itu." Cegah Jari Pedang. "Sebaiknya lekas kita kembali bergabung dengan ketua." tambahnya lagi.
Sementara itu Jaka, Bayu, dan Raja Iblis Kelabang sudah sampai di penginapan yang dituju. Sesampainya di sana langsung di sambut istri dan pembantu pimpinan kota yang mengawal perjalanan mereka.
"Tuan Pendekar, cepatlah, hampir seluruh tubuh anakku sudah menghitam" rengek Istri Pimpinan Kota.
"Bawa kami ke kamar anakmu nyonya!" ucap Jaka.
Mereka pun langsung menuju kamar putri pimpinan kota. Di kamar itu, nampak seorang gadis yang terbujur di atas pembaringan. Nafasnya terlihat normal, seperti orang yang sedang tidur. Namun hampir seluruh tubuh gadis itu menghitam. Bau amis pun tercium saat dekat dengan gadis itu.
"Silakan!" ucap Jaka mempersilahkan Bayu.
"Tolong dudukkan dia" pinta Bayu.
Bayu berpindah tempat kebelakang putri pimpinan kota Rambalangan. Kemudian ia menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung gadis itu. Lalu ia mengerahkan tenaga saktinya. Seketika dsri tubuhnya memancar seberkas cahaya kemerahan.
Hawa hangat mulai menyebar di tempat itu. Perlahan-lahan warna hitam di tubuh pimpinan kota mulai bergerak dan berkumpul di tenggorokan gadis itu. Kurang dari sepeminuman teh, semua warna hitam berkumpul di tenggorokan gadis itu. Lalu dengan sekali sentakkan Bayu mengeluarkan seluruh racun di tubuh si gadis.
"hueekk..."
__ADS_1
Putri pimpinan kota itupun memuntahkan seluruh r cairan hitam di tenggorokan melalui mulutnya. Setelah itu Bayu melepaskan telapak tangannya dari punggung si gadis. Tak lama kemudian gadis itupun membuka mata.
"Ibu..."
Kata itu yang pertama kali keluar dari bibirnya. Nampak tubuh gadis itu masih sangat lemah.
"Biarkan dia beristirahat" ucap Raja Iblis Kelabang.
"Terima kasih atas pertolongan tuan-tuan" ucap Istri Pimpinan kota.
Bayu hanya tersenyum menanggapi ucapan Istri pimpinan kota itu. Kemudian ia berpaling ke arah Pendekar Halilintar.
"Tuan Pendekar Halilintar, kiranya tugas saya sudah selesai. Saya mohon pamit dulu" ucap Bayu.
Tanpa menunggu balasan dari Pendekar Halilintar, Bayu langsung lenyap dari tempat itu. Semua orang tercengang melihatnya. Hanya dalam sekedipan mata pemuda itu telah menghilang dari tempat itu. Tanpa meninggalkan suara, tanpa meninggalkan jejak apapun.
"Terima Kasih Pendekar Muda" Seru Pendekar Halilintar.
Tak terdengar sedikitpun jawaban dari Bayu. Kemudian pendekar Halilintar mengajak Raja Iblis Kelabang meninggalkan kamar putri pimpinan kota. Suami Cempaka itu mengajaknya untuk berbincang sambil makan dan minum. Keduanya pun memilih meja yang telah tersedia.
"Boleh kah ku tahu siapa nama majikanmu itu ki?" tanya Jaka yang tidak lagi memanggil orang dihadapannya dengan sebutan Iblis Kelabang.
"Panggil saja aku Bargawa." ucap Raja Iblis Kelabang. "Sedangkan nama majikanku, aku tak punya hak mengatakannya. Jadi aku minta maaf tidak bisa menyebutkan namanya." terangnya lagi.
"Baiklah ki Bargawa aku tak ingin memaksamu lagi. Silakan pesan apa saja aku yang mentraktir, hahaha" Ujar Jaka sambil tertawa renyah.
"Hahaha baik lah, jangan menyesal aku makannya banyak" sahut ki Bargawa sambil meneguk secangkir arak di atas meja.
Saat mereka berdua asik menyantap hidangan yang telah dipesan, Cempaka dan Intan datang ketempat itu.
"Kakang, aku tak menemukan Raja Iblis Kelabang di Kediamannya" seru cempaka sambil menghampiri Jaka.
Sontak keduanya tertawa mendengar ucapan Cempaka. Cempaka dan Intan sendiri bingung akan sikap pendekar Halilintar dan ki Bargawa yang tiba-tiba tertawa.
"Dialah ki Bargawa atau yang di kenal Raja Iblis Kelabang" Ucap Jaka memperkenalkan. "Dan putri pimpinan kota sudah disembuhkan." tambahnya lagi.
Sebelumnya mereka bertiga memang memutuskan berpencar untuk mencari Raja Iblis Kelabang. Cempaka dan Intan menuju kediamannya, sedangkan Jaka mencari berlawanan arah. Ternyata Jakalah yang bertemu ki Bargawa di jalan, hingga terjadi pertarungan sampai akhirnya bertemu dengan Bayu.
"Ayo sekalian makan sama-sama." Ajak ki Bargawa.
__ADS_1
Kemudian kedua perempuan itupun bergabung. Setelah selesai menyantap hidangan ki Bargawapun pamit. Sempat Istri pimpinan kota ingin memberi orang tua itu sekantong uang perak, namun ditolaknya. Hal itu tak lepas dari perhatian Jaka. Ia merasakan perubahan yang sangat berarti terhadap diri ki Bargawa atau Raja Iblis Kelabang.