
"Kamu yakin nggak akan menyesali keputusan kamu ini?" tanya Ayah Gracia untuk meyakinkan Gracia tentang keputusannya.
"Nggak akan Ayah, aku sudah punya rencana untuk wanita itu, kalau aku masih dengan wajah yang sama semuanya tidak akan berhasil, Rafa juga sangat pintar Ayah, aku yakin dia sudah menjaga istrinya dengan sebaik mungkin," ucap Gracia yang sudah terbakar api cemburu dan juga dendam.
"Baiklah kalau itu mau kamu, kamu bisa merubah wajahmu, asal harus setimpal dengan apa yang akan kamu dapatkan nanti, Ayah tidak mau kamu merubah wajahmu dengan sia-sia," ucap Ayah Gracia.
"Tenang saja Ayah setelah aku merubah wajahku, semuanya akan lebih mudah," ucap Gracia.
"Oke," ucap Ayah Gracia.
########
"Fandi loe dengarkan istriku mau, jadi loe urus semuanya yah," ucap Rafa senang begitu dia mendengar Rara mau pergi berbulan madu dengan dirinya.
"Iya tenang ajah gampang sih tuh urusnya, kapan kalian maunya pergi?" tanya Fandi.
"Hari ini bisa nggak," ucap Rafa yang membuat semua orang di dalam ruangan itu terkejut.
"Gila loe Rafa ngegas banget, Rara sudah setengah mati jalan gitu loe beri istirahat dulu dong Rara," ucap Aldi yang membuat pipi Rara merona.
Apa jelas banget terlihat jalan aku yang berbeda hari ini batin Rara.
"Iya aku beri istirahat kok istriku, masa aku nggak beri istirahat nggak mungkin lah," ucap Rafa.
"Iyakan sayang kamu istirahat juga?" ucap Rafa lalu mencium pipi istrinya itu.
"Ya ampun Rafa hargailah kami yang jomblo ini, tolong jangan bermesraan disini kasian kami ini," ucap Fandi ngenes.
"Sorry abis kalau lagi bersama istriku itu serasa di dunia ini hanya kami berdua saja," ucap Rafa lalu tertawa.
__ADS_1
"Wahh sombong banget suami loe Ra, nemu dimana sih?" tanya Aldi.
"Nggak tahu nemu dimana," jawab Rara lalu tertawa.
"Ehh tapi ngomong-ngomong gimana tuh masalah Gracia, gue berharap kalian cepat nemuin dia, karena dia itu wanita yang sangat berbahaya, gue benar-benar nggak mau kalau sampai terjadi sesuatu sama kalian berdua, terutama Rara yang pasti menjadi incaran dia banget," ucap Aldi yang membuat Citra sangat penasaran tentang Gracia.
"Iya kita lagi mencarinya tapi emang dia sudah menyiapkan semuanya sehingga susah di temukan, dan juga penjagaan ketat kepada Rara memang sudah kita siapkan, bukan cuma Rara tapi Rafa juga karena dia itu wanita yang sudah mendekati gila," ucap Fandi.
"Dia menghilang begitu saja?" tanya Aldi.
"Iya menghilang begitu saja," jawab Fandi.
"Ana Gracia itu siapa?" bisik Citra kepada Ana.
Kalau aku tahu Gracia itu siapa mungkin aku bisa bekerja sama dengan dia untuk menyingkirkan Rara batin Citra.
"Gue juga nggak tahu, tapi sepertinya dia wanita jahat, bisa-bisanya dia ingin melukai kak Rara sehingga kak Aldi lah yang jadi korban," bisik Ana.
"Itu semua karena Rara yang pembawa sial tahu nggak akhirnya Aldi jadi terluka begini, kalau gue jadi loe gue nggak bakalan mau baik sama orang yang sudah membuat kakak gue terluka begitu," bisik Citra lagi.
Ana pun mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan Citra.
"Kok loe bicara seperti itu, maksud loe apa?" bisik Ana lagi.
"Yah maksud gue seharusnya loe jangan baik kepada Rara, karena Rara sehingga kakak loe jadi seperti sekarang ini, dia itu nggak pantas tahu nggak di baikin, dan sekarang loe lihat dia malah asik-asikan dengan Rafa dan juga tertawa-tertawa bahagia di depan Aldi lagi yang sedang terbaring lemah gitu," hasut Citra.
"Loe salah paham tahu nggak sama kak Rara lagian kak Aldi yang dengan ikhlas menolong kak Rara, kalau kak Aldi melakukan itu sudah pasti kak Rara itu baik, dan aku nggak mau berbuat jahat pada kak Rara," bisik Ana yang membuat Citra merasa kesal.
****** banget sih ini Ana, emang nggak bisa dia di ajak kerjasama tahu nggak, dia terlalu kelewatan gobloknya batin Citra.
__ADS_1
"Terserah loe deh Ana, tapi loe jangan menyesal nanti kalau Aldi bakalan lebih terluka lagi nanti bahkan bisa-bisa mati karena Rara, loe dengar sendiri kan tadi Rara itu tidak di sukai oleh Gracia dan Gracia itu belum di temukan sampai sekarang, wanita itu wanita berbahaya dan juga yang membuat Aldi terbaring lemah begini, bisa-bisa nanti dia juga berniat membunuh Aldi karena kesal Aldi menolong Rara waktu itu," bisik Citra lagi sambil melihat kesal pada Rara.
"Loe jangan ngomong seperti itu dong, sama ajah loe doain kakak gue yang tidak-tidak, gue berharap kakak gue nggak mengalami hal berbahaya lagi dan juga kak Rara nggak ngalamin hal berbahaya juga pokoknya semua orang terdekatku, kak Rafa juga pasti akan melakukan penjagaan penuh pada kak Rara," bisik Ana juga.
"Gue nggak doain loe, gue cuma pengen loe sadar kalau Rara itu nggak bisa di baikin karena dia itu wanita pembawa sial," bisik Citra.
"Kamu kenapa sih kayak nggak suka sama kak Rara, dia itu baik tahu nggak lihat ajah dia tersenyum tulus banget dan kelihatan kalau dia itu wanita yang penyayang, walaupun gue baru kenal dia, tapi melihat kak Rafa, kak Aldi dan juga kak Fandi sangat menjaga dia sudah pasti dia wanita yang baik, udah loe nggak usah berpikiran terlalu jauh," bisik Ana lagi.
Baru Citra mau berbisik lagi untuk menghasut Ana, tapi Fandi sudah menegur mereka yang membuat Citra sedikit terlonjak kaget.
"Kalian lagi bisik-bisik apaan?" tanya Fandi penuh selidik.
"Ada deh kak Fandi kepo banget, yang kepoan itu cewek ajah kak," ledek Ana.
"Cowok juga bisa kali, yah jangan sampai kalian lagi bisik-bisik yang nggak benar," ucap Fandi.
"Kak Fandi mikirnya sembarangan ajah," ucap Ana.
"Kita bisik-bisiknya yang benar kok kak," ucap Ana sedangkan Citra hanya diam saja.
######
"Zahra loe mau ngapain?" tanya Fania begitu melihat Zahra yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Gue mau membuat malu wanita itu, dia itu nggak pantas buat Rafa, gue bakalan sebarin foto-foto dia yang hanya seorang pelayan," ucap Zahra.
"Udah deh Zahra bisa nggak sih loe mikir dulu sebelum bertindak jangan ikuti kemarahan loe tahu nggak, itu nggak akan menghasilkan apa-apa," ucap Fania.
"Kalau Rafa tahu habis loe, lagian Rafa juga akan dengan mudah merubah semua pandangan orang-orang terhadap Rara, lebih baik kita susun rencana yang benar-benar bagus supaya balas dendamnya nggak setengah-setengah," ucap Fania.
__ADS_1
"Bodoh amat gue udah kirim pakai akun palsu," ucap Zahra yang langsung mendapatkan jitakan dari Fania.