Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Perbedaan antara berlian dan sampah....


__ADS_3

Fania lalu melihat kesal pada orang itu.


"Reno ngapain kamu tahan tangan aku,, lepaskan biar aku beri pelajaran pada wanita ini,," ucap Fania.


Hah,, kenapa dengan wanita ini,, apa dia sudah gila datang-datang langsung mau menampar aku,, apa salah aku sama dia,, aku kenal dia saja tidak,, masa hanya karena dia melihat aku bersama tante dan juga Reno dia seperti ini,, seharusnya kan dia bertanya dulu,, batin Ana sambil melihat pada Fania.


Mama Reno melihat kesal pada Fania.


Dasar tidak tau diri,, enak saja mau asal menampar orang memang kamu siapa,, baru pacar anak aku sudah begitu,, belum kalau sudah menikah bisa-bisa pembantu juga dia tampar,,, batin Mama Reno sambil melihat kesal pada Fania.


"Kamu ngapain mau menampar dia sih Fania,, jangan tampar dia,," ucap Reno serius,, dia sebenarnya tidak mau Ana ikut terkena kemarahan dari Fania karena Reno tau Ana tidak salah apa-apa. Ana tidak seperti yang ada di dalam pikiran Fania sekarang.


Ana yang mendapatkan pembelaan dari Reno langsung tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepalanya agar tak ada yang tau tapi mama Reno melihat itu.


Ana kok senyum-senyum seperti itu,, apa jangan-jangan dia sudah mulai sedikit-sedikit menaruh hati pada Reno,, akkhhh senangnya,, ehh tapi aku nggak boleh terlalu kegeeran dulu,, bisa saja Ana lagi pengen senyum aja karena Fania mendapatkan ucapan seperti itu,,, tapi aku akan tetap mendekatkan Reno dan Ana,,, batin Mama Reno.


"Oh jadi sekarang kamu sudah bela dia bukan bela aku lagi,, berapa kali kalian sudah tidur bersama sehingga kamu membela dia bukan aku?" ucap Fania dengan kemarahannya.


Plaakkk....


Reno menampar dengan keras pipi Fania,, yang langsung membuat Mama Reno,, Ana,, Fania terkejut apalagi Reno dia benar-benar terkejut karena malah menampar Fania.


"Sayang maafin aku,, maafin aku,, pipi kamu sakit yah?" ucap Reno setelah menampar pipi Fania.

__ADS_1


"Kamu tega banget Reno menampar aku hanya gara-gara wanita itu,," ucap Fania sambil memegang pipinya yang terkena tamparan dari Reno.


"Aku khilaf,, maaf,, karena kamu bicara sembarangan tadi,, apa sih yang kamu pikirkan aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia,,, kenapa kamu mikirnya sembarangan sih,, ini tidak seperti yang kamu pikirkan,, maafkan aku sudah menampar kamu,," ucap Reno.


"Tidak seperti yang aku pikirkan apa sih maksud kamu,, kamu tadi aku telfon dan pura-pura nggak kenal aku,,, pura-pura aku salah nomor dan yang sebenarnya karena ada wanita ini kan,, makanya kamu seperti tadi,, tega sekali kamu Reno seperti ini di belakang aku,, aku benar-benar tidak menyangka Reno,, mana kamu bilang sangat mencintai aku,, dan ternyata di belakang aku kamu selingkuh,, bahkan kamu menampar aku Reno,," ucap Fania kesal.


Oh jadi tadi yang menelepon Reno itu Fania,, sudah ku duga sih sebelumnya kalau itu pasti Fania terlihat jelas dari ekspresi wajah Reno tadi,, tapi biarlah Reno sendiri yang menjelaskannya sepertinya Fania sudah sangat salah paham,, baguslah,,, dia juga sudah mendapatkan satu tamparan dari Reno,, sakit banget tuh pasti,, di pikiran dia hanya begituan saja dia pikir semua wanita sama seperti dia kali yang gampangan,,, Ana tidak sama seperti kamu Fania,, batin Mama Reno sambil tertawa bahagia di dalam hatinya.


"Aku memang sangat mencintai kamu Fania,, aku menampar kamu karena sudah kelewatan menuduh dia seperti itu padahal tidak seperti itu kejadiannya,, kamu hanya salah paham saja percaya sama aku,,, dan tadi aku pura-pura nggak kenal sama kamu nanti aku beritahukan alasannya,, dia hanya di dapur kok bersama mama aku,, dia lagi masak dengan mama aku,,, jadi kamu jangan mikir macam-macam,," ucap Reno.


"Iya kita lagi masak dan Reno juga sedang berada di dapur kerja sayur,, tapi karena kita menghargai kamu yang datang makanya kita keluar untuk menyambut kamu,,, tapi kamu datang-datang langsung mau menampar Ana,," ucap Mama Reno yang membuat Fania semakin kesal.


Astaga mama aku ini sungguh kejam,, sejak tadi dia diam aja sudah bagus ehh tapi dia malah bicara,, dan begitu bicara buat Fania semakin salah paham, Fania pasti makin marah nih,, batin Reno.


"Tidak sayang percaya sama aku,, aku nggak merayu dia sama sekali,, aku hanya mau membantu mereka saja biar cepat karena aku sudah sangat lapar,," ucap Reno.


"Mana pelayan di rumah kamu Reno,, aku tau kamu punya banyak pelayan jadi kamu nggak usah alasan, kamu pikir aku bodoh mau percaya sama kamu,,," ucap Fania.


"Hee kamu dengar baik-baik yah,, Reno ini pacar aku,, jadi kamu nggak usah ke ganjenan sama dia,, mengerti kamu?" ucap Fania sambil menunjuk Ana.


Dia benar-benar tidak sopan kepada mama Reno.


Wanita ini benar-benar tidak sopan,, padahal disini ada tante yang sudah jelas kalau dia jadi dengan Reno akan jadi mertua dia,, gimana Tante mau setuju kalau dia seperti ini,, emang pantas sih dia tidak di suka,, bahkan Reno yang pacarnya sendiri pun dia tidak percaya,, lagian aku juga nggak mau kali rebut pacar orang,, batin Ana.

__ADS_1


"Dan Reno anakku,, aku yang berhak menentukan dia bersama siapa, karena restu aku penting,, Reno nggak akan pernah menikah dengan wanita tanpa restu dari aku,," ucap Mama Reno tegas.


Ana hanya diam tidak mau ikut campur,, dia takut nanti salah bicara,, dia juga tidak perduli pada Fania karena dia tidak mengenal Fania sama sekali.


"Fania sayang kamu jangan seperti ini yah,, aku mohon nanti mama semakin nggak suka sama kamu,, tahan emosi kamu dan percaya sama aku,, kamu hanya salah paham saja Ana ini bukan siapa-siapa nya aku dan dia hanya kenalan mama saja,," ucap Reno pelan.


"Hah kenalan mama kamu dan kamu juga dekat tuh sama dia,, bahkan kamu mau di dapur bersama dia Reno dengan alasan membantu biar cepat, padahal kamu pasti lagi mencari perhatian dia kan,, mungkin sekarang dia hanya kenalan mama kamu saja tapi nanti bisa jadi dia menjadi selingkuhan kamu,," ucap Fania.


Astaga Fania kenapa dia semakin ngegas sih,, kenapa dia tidak pernah mau mendengarkan aku kalau memberikan dia saran,,, mama aku pasti semakin punya banyak alasan untuk tidak merestui hubungan kita Fania,, dan aku tidak mau menikah tanpa restu dari mama,, aku udah mati-matian supaya kamu diterima dengan mama tapi kamu malah..., batin Reno yang malah semakin pusing karena Fania tidak mau diberitahu.


"Kamu marah-marah hanya karena Reno membantu Ana di dapur,, lebih baik kamu masuk juga memasak,, biar adil kan,, kamu bisa juga merasakan gimana rasanya dibantu dengan Reno," ucap mama Reno tiba-tiba.


Aku ingin memperlihatkan dengan jelas kepada anakku yang goblok ini,, perbedaan antara berlian dan sampah,, batin Mama Reno.


##########


Mampir ke novel author yang baru yee....


"Dendam dan Cinta"


klik profil aku aja


mksh sebelumnya🙏😊

__ADS_1


__ADS_2