
"Kenapa Cit, mau tanya sama Fandi?" goda Ana lagi.
"Ishh ogah,, kamu tau kan seberapa tidak cocoknya kita dan seberapa menjengkelkan si Fandi itu,," ucap Citra kesal.
"Yah,, siapa tau aja kan kamu mau tanyakan langsung pada Fandi," ucap Ana lagi.
"Ishh nggak,, mendingan kita tidur aja,, besok mau balik,," ucap Citra lagi.
"Lah iya Cit,, kan tadi aku udah ngajak," ucap Ana.
"Ya udah ayo tidur," ucap Citra lagi.
Dan akhirnya mereka pun tidur.
Sementara di kamar Rafa dan Rara...
__ADS_1
"Sayang,, kamu beneran kan udah nggak kenapa-kenapa,, udah baik-baik aja kan?" tanya Rafa yang sangat mengkhawatirkan Rara meskipun Rara sudah katakan bahwa dia merasa sudah jauh lebih baik.
Rara pun menganggukkan kepalanya.
"Iya sayang aku benar-benar sudah nggak apa-apa,, lihatlah aku sudah baik-baik saja, jangan terlalu khawatir yah,," ucap Rara sambil tersenyum lembut pada Rafa.
"Gimana aku mau nggak khawatir sayang,, aku tuh hampir kehilangan kamu, aku nggak bisa bayangkan kalau nggak ada Ana disana dan kamu terlambat mendapatkan pertolongan,, bisa-bisa Gracia menjadi perkedel ditangan ku sendiri," ucap Rafa yang membuat Rara bergidik ngeri membayangkan nya.
"Nggak usah dibayangkan sayang," ucap Rafa sambil mengelus lembut rambut Rara.
"Yah abis kamu bicara seperti itu,, aku kan langsung membayangkan nya," ucap Rara sambil bergelayut manja di lengan Rafa.
"Walaupun Gracia si wanita gila itu sudah tertangkap,, tapi kita nggak tau,, jangan sampai masih ada orang seperti Gracia diluaran sana yang ingin mencelakai kamu,, jadi aku mohon sayang,, kamu harus selalu dalam pengawasan ku," ucap Rafa lagi menasehati istrinya.
Rara pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Iya aku akan selalu ingat yang kamu katakan sayang,, maafin aku terkadang aku melanggar nya,," ucap Rara lagi.
"Iya sayang aku maafkan,, kamu jangan mengulanginya lagi yah," ucap Rafa sambil tersenyum pada Rara.
"Iya,, aku nggak akan mengulanginya lagi,, aku nggak mau membuat suami ku sedih," ucap Rara.
"Baguslah kamu bisa mengerti sayang,," ucap Rafa.
"Oh iya kapan yah bisa ada baby disini,, apa aku kurang yah dalam membuatnya, sepertinya harus banyak kali dalam sehari supaya ada baby disini," ucap Rafa sambil mengelus lembut perut Rara.
Rafa sudah sangat mendambakan seorang anak dari rahim Rara.
Rara pun tersenyum malu begitu mendengar ucapan Rafa.
"Ada apa istriku sayang? kok senyum-senyum seperti itu,, benarkan kataku sayang? aku sepertinya kurang dalam membuatnya,, harus sering-sering biar cepat jadi baby nya,, aku yakin itu,," ucap Rafa lagi sambil mengelus lembut pipi Rara.
__ADS_1
"Sayang,, gimana kalau aku nggak bisa hamil?" tanya Rara karena sangat khawatir,, dirinya tidak bisa memberikan Rafa keturunan.
Rara sangat mengkhawatirkan hal itu,, dia tidak sanggup melihat kesedihan Rafa jika dirinya tidak bisa memberikan Rafa keturunan,, Rara akan terima jika Rafa menikah lagi demi mendapatkan keturunan.