Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Karena kamu nggak peka,,,


__ADS_3

Astaga harus bagaimana aku menghadapi Citra,, kenapa tuh wanita jadi seperti itu sih,, aku bingung banget,, kenapa dia deketin aku seperti itu,, apa dia benar-benar Citra? jangan-jangan dia bukan Citra lagi,, batin Fandi sambil berjalan.


Bug...


Fandi dengan cepat menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh ke lantai.


Citra langsung senyum-senyum bahagia karena Fandi menahannya,, Citra sengaja menabrakan dirinya pada Fandi karena dia melihat Fandi sedang tidak fokus dengan harapan Fandi akan menahan dirinya dan sesuai harapan Fandi menahannya.


Sedangkan Fandi yang tau kalau wanita itu adalah Citra,, dia langsung melepaskan Citra dan itu langsung membuat Citra terjatuh ke lantai.


"Astaga Abang Fandi tega banget sih aku dilepas,, sakit ini,, untung ganteng kamu jadi termaafkan," ucap Citra sambil melihat Fandi yang sedang bergidik ngeri begitu mendengar ucapan Citra.


"Citra sadarlah kamu Citra sadarlah," ucap Fandi sambil menggoyangkan bahu Citra.


Citra benar-benar menahan tawanya begitu melihat Fandi yang seperti itu pada dirinya.


Aku udah sadar kali ngapain disuruh sadar lagi,, dia ganteng banget yah ternyata kalau dilihat dari dekat begini,, biarin aja dulu lama-lama seperti ini,, kapan lagi dia mau sedekat ini sama aku jadi harus dimanfaatkan momen seperti ini,, rela aku jatuh berkali-kali kalau seperti ini mahh, batin Citra sambil melihat Fandi.

__ADS_1


"Citra, kamu udah sadarkan?" ucap Fandi lagi.


"Aku memang udah sadar,, aku kan nggak lagi pingsan," ucap Citra lagi sambil menahan tawanya.


"Bukan itu maksud aku Citra,, kamu jangan seperti ini dong sama aku,, kamu itu kenapa sih,, ingat kita ini musuh nggak usah aneh-aneh kamu deh,," ucap Fandi.


"Siapa juga yang aneh-aneh sih Abang Fandi, kamu aja tuh yang nggak peka," ucap Citra.


"Jangan panggil aku abang Fandi,, aku geli dengarnya,, panggil Fandi aja," ucap Fandi lagi.


"Nggak usah aneh-aneh deh Cit,, kamu ini kenapa sih,, kamu aneh banget," ucap Fandi.


"Aku aneh seperti ini juga karena kamu," ucap Citra yang membuat Fandi benar-benar bingung dengan Citra.


"Aku nggak apa-apain kamu Citra,, kenapa kamu menuduh aku," ucap Fandi.


Astaga dasar nggak peka,, ya ampun gini amat suka sama cowok yang jomblo dari lahir,, batin Citra sambil melihat Fandi yang tampak serius dan terlihat semakin tampan dimata Citra.

__ADS_1


"Citra aku apain kamu? cepat katakan sama aku biar aku merubahnya,, supaya kamu bisa kembali seperti dulu lagi,," ucap Fandi.


"Kamu nggak akan mengerti karena kamu nggak peka,, tapi aku akan membuat kamu peka," ucap Citra dengan penuh keyakinan.


Fandi menggelengkan kepalanya sambil melihat Citra,, bukannya mendapatkan solusi malah membuat dia semakin pusing saja, begitu yang ada dipikirannya Fandi.


"Citra cepat deh kamu katakan,, kamu jangan seperti ini,, aku benar-benar takut kamu yang seperti ini,, jangan dekati aku,, dan jangan panggil aku abang Fandi, aku nggak mau," ucap Fandi lagi.


"Aku sudah berikan kamu jawabannya Fandi,, tapi kamu nggak mengerti,," ucap Citra lagi.


"Bantuin aku berdiri dong,, tega banget sih liatin cewek cantik seperti aku ini dilantai," ucap Citra lagi.


"Berikan aku jawabannya dulu,, baru aku bantuin," ucap Fandi.


"Ya ampun kamu itu nggak mengerti,, karena kamu nggak peka," ucap Citra.


"Peka itu apa sih?" ucap Fandi yang membuat Citra melongo.

__ADS_1


__ADS_2