Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Harus jaga jarak


__ADS_3

"Nggak mau," ucap Fandi dan Citra bersamaan.


"Ihhh kamu ngapain ngikut-ngikutin aku," ucap Citra.


"Sorry yah kamu yang mengikuti aku malah nuduh aku, secara aku duluan tadi yang bicara, aku duluan satu detik dari kamu," ucap Fandi.


"Haa mana ada, jelas-jelas aku yang duluan dan kamu yang mengikuti aku pakai nggak ngaku segala lagi," ucap Citra.


"Ngapain aku ngikutin kamu, ihh nggak ada manfaatnya sama sekali," ucap Fandi.


"Stooopppp," teriak Aldi yang langsung membuat yang lain segera menutup telinga masing-masing.


"Kamu kenapa sih Aldi?" tanya Rafa..


"Iya nih kamu kenapa sih Al?" tanya Fandi.


"Masih nanya lagi kamu, aku tuh capek dengerin kalian ribut, disini itu meja makan tempat untuk makan bukan tempat untuk ribut," ucap Aldi kepada Fandi.


"Seru kok," ucap Rafa.


"Udah deh Rafa jangan dukung mereka, nanti mereka semakin jadi ributnya, ayo kita makan dan kalian berdua kalau masih mau ribut pergi ribut di luar yah, di meja makan nggak boleh ribut," ucap Aldi kepada Fandi dan juga Citra.


"Dia duluan kali Al," ucap Fandi sambil melihat sinis Citra.


"Aldi, kamu lihat sendiri kan siapa yang mulai jadi kamu jangan salahin aku," ucap Citra sambil melirik sinis Fandi juga.


"Udah deh lebih baik kamu urus dulu dandanan menor kamu itu, karena aku malas melihat wajah seperti itu di meja makan," ucap Fandi.


"Aku nggak mau memang kamu siapa nyuruh-nyuruh aku," ucap Citra.


"Kalian kenapa mulai lagi sih, udah nggak usah berisik, ayo kita duduk makan dulu, nanti kalian lanjut lagi ributnya kalau masih mau lanjut," ucap Aldi.


"Isshh," gumam Citra.


"Ayo duduk Citra, kalian juga ayo duduk dan makan, maaf atas iklan tadi yang sangat menganggu," ucap Aldi lagi sambil duduk di kursi.


"Iklan apaan coba," ucap Rafa sambil tersenyum dan duduk di kursi dan Rara juga begitu.


"Iklan perkelahian," ucap Aldi.


"Kalian berdua mau berdiri ajah sambil tatap-tatapan, nggak berniat duduk kalian?" tanya Aldi.


Fandi dan Citra pun segera duduk ke tempat masing-masing.

__ADS_1


Rara segera mengambilkan makan buat Rafa dan itu membuat Citra terlihat semakin kesal, untuk setiap kemesraan yang dia lihat.


"Tuhkan dia lihat-lihat lagi," ucap Fandi tiba-tiba sambil melihat Citra.


"Emang kenapa sih kalau aku pengen lihat lagian Rara yang aku lihat," ucap Citra.


"Yah justru karena Rara yang kamu lihat, nanti penglihatan kamu itu membawa nasib buruk buat Rara," ucap Fandi.


"Ya ampun udah deh nggak usah berisik, lebih baik sekarang kalian berdua makan," ucap Aldi.


"Rara aku juga dong ambilin," ucap Aldi lagi yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Rafa.


"Kamu ngomong apa barusan?" tanya Rafa dengan menekankan setiap kata-katanya.


"Bercanda doang, keseleo tadi lidah aku," ucap Aldi sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi Rafa yang langsung berubah.


"Nggak apa-apa kok Aldi, siniin piring kamu," ucap Rara.


Rafa langsung menarik Rara duduk.


"Nggak usah sayang, kamu sama suamimu saja bersikap begitu karena kalau sama orang lain, nanti menimbulkan kebaperan, apalagi kalau yang seperti Aldi ini cowok mudah baper," ucap Rafa sambil melihat Aldi.


"Makanya buruan nikah juga biar ada yang mengurus kamu, enak tahu punya istri ada yang sayang selalu," ucap Rafa.


Aldi langsung mencebikan bibirnya begitu mendengar ucapan Rafa.


"Sekarang adik aku sayang kamu dulu yang mengurus kakakmu ini yang masih jomblo," ucap Aldi kepada Ana.


"Siap kak," ucap Ana lalu segera mengambilkan makan juga buat Aldi.


Sedangkan Fandi dan Citra masih saling lihat-lihatan dengan kesal.


"Emm enak banget, pasti ini masakan kamu kan sayang?" ucap Rafa kepada Rara.


"Kita bertiga masaknya, ada Ana dan Citra juga," ucap Rara.


"Kak Rara semua kok yang masak, kita berdua hanya bantuin ngiris bumbu-bumbunya ajah," ucap Ana.


"Tuh benarkan yang aku bilang, karena aku tahu betul masakanmu," ucap Rafa sambil melihat Rara.


Rara hanya tersenyum sambil melihat Rafa.


Romantis banget sih Rafa, nggak nyangka juga dia bakalan begini, dia tahu betul masakan istrinya, apa aku juga nanti bakalan seperti itu batin Aldi.

__ADS_1


#########


Setelah makan Rafa dan Fandi tidak langsung kembali ke kantor, mereka duduk-duduk santai dulu bersama dengan yang lain termasuk dengan Citra.


"Kalian boleh lanjut lagi ributnya kebetulan aku udah kenyang nih," ucap Aldi tiba-tiba sambil melihat Fandi dan Citra.


"Nggak mau, aku sebenarnya nggak mau bicara dengan dia," ucap Citra cepat.


"Astaga kamu pikir aku juga mau, ya ampun aku juga nggak mau kali, kepedean banget kamu," ucap Fandi juga tidak mau kalah.


"Aku yang lebih-lebih nggak mau," ucap Citra.


"Kamu lebih baik pergi menghapus bedak yang ada di wajahmu itu, lipstikmu juga kamu hapus, tahu nggak dari tadi wajahmu itu menyakiti mataku, membuat aku tidak nafsu makan, kalau tidak percaya tanyakan saja pada yang lain mereka pasti akan berpendapat sama dengan aku," ejek Fandi sambil tersenyum menjengkelkan pada Citra.


"Dasar manusia menjengkelkan," ucap Citra lalu berjalan masuk ke kamarnya untuk melihat penampilannya.


Apa benar yang dia katakan, batin Citra.


Citra segera bercermin dan melihat penampilannya yang memang sangat menor.


"Aku dandan hanya untuk Rafa, tapi Rafa tidak melihat aku sama sekali, matanya selalu tertuju pada Rara, dan malahan si manusia menyebalkan itu yang melihat aku sekaligus membuat aku malu," gumam Citra kesal, lalu segera menghapus make up tebal yang ada di wajahnya.


"Bilangin aku ondel-ondel lagi," gumam Citra.


Semoga saja aku keluar dia sudah nggak ada, kalau dia masih ada pasti aku akan merasa kesal lagi batin Citra.


##########


"Sayang kalau aku balik ke kantor, kamu langsung pulang juga yah ke rumah, atau aku antarin kamu dulu?" tanya Rafa.


"Nggak usah kamu langsung ke kantor ajah, kan ada sopir juga," ucap Rara.


"Yakin nih, kamu nanti rindu sayang sama aku jadi lebih baik aku antarin kamu pulang dulu," ucap Rafa.


"Nggak kebalik tuh," ucap Fandi.


Rafa hanya nyengir begitu mendengar ucapan Fandi.


"Kamu langsung ke kantor ajah, aku juga nanti bentaran mau balik, aku disini dulu yah bareng Ana," ucap Rara lagi.


"Oh ya udah kamu tunggu aku ajah pulang kantor nanti aku datang lagi untuk menjemput kamu sayang, oke, nggak usah bantah harus terima," ucap Rafa.


"Iya," ucap Rara sambil tersenyum pada Rafa.

__ADS_1


"Oh iya Ra kamu harus jaga jarak sama Citra yah, aku nggak mau kalau kamu nanti bakalan ketularan sama dia, kalau Ana kan udah lulus dia nggak ketularan Citra," ucap Fandi.


"Aldi jagain Rara dari wanita itu," ucap Fandi lagi.


__ADS_2