
Hahaha aku benar-benar sangat beruntung saat ini,, ngapain aku pusing sejak tadi kalau ternyata dirinya lah yang menyerahkan diri dengan sendirinya,, pasti mereka nggak berpikiran sama sekali kalau akan ada yang berniat jahat padanya,, mereka keluar tanpa pengawalan sama sekali, terutama Rara,, ini sangat bagus,, batin Gracia sambil terus melihat Rara dan yang lainnya.
Sementara Zahra yang berada di suatu ruangan benar-benar terkejut begitu bangun tangannya telah diikat.
"Aku lagi dimana nih? bukannya tadi aku sedang mengintai Rara,, kok bisa seperti ini," ucap Zahra sambil melihat ke sekelilingnya.
"Siapa kamu?" ucap Zahra sambil melihat anak buah Gracia yang sedang menjaga dirinya.
"Udah kamu tenang saja disini,, kata bos kamu nggak boleh kemana-mana sampai rencana dia beres,, karena kamu bisa merusak semuanya,, rencana kalian sama untuk menyingkirkan seseorang tapi biar dia saja yang lakukan,, kamu nggak perlu lakukan itu," ucap anak buah Gracia sambil melihat Zahra.
Zahra tampak sangat kebingungan begitu mendengar ucapan Anak buah Gracia.
__ADS_1
Apaan sih,, sok tau banget,, yah emang aku ingin menyingkirkan Rara,, tapi mana mungkin sih ada juga orang yang berniat sama dengan aku? pasti bos dia ini salah orang deh,, aku nggak mau yah Rara nggak kenapa-kenapa gara-gara aku berharap pada orang yang salah,, batin Zahra.
"Heh,, kamu ini salah orang,, cepat lepasin aku,, aku mau keluar dari sini," ucap Zahra yang memilih keluar dari tempat itu.
"Aku nggak salah orang,, kamu ingin menyingkirkan wanita yang bernama Rara kan?" ucap Anak buah Gracia sambil melihat Zahra yang ekspresi wajahnya langsung berubah.
Dengan segera Zahra menganggukkan kepalanya.
"Iya kok tau sih? jadi beneran aku dan bos kamu memiliki tujuan yang sama?" ucap Zahra lagi sambil melihat anak buah Gracia.
"Iya,, kan sudah aku katakan tadi,, jadi lebih baik kamu disini saja biar bos aku yang melakukan semua itu,, karena kalau kamu nanti bakalan tidak berhasil,, tentu kamu ingin rencana menyingkirkan wanita bernama Rara itu berhasil kan?" ucap anak buah Gracia lagi.
__ADS_1
"Iya,, mau banget,, oke deh aku disini aja,, menunggu semuanya beres," ucap Zahra lagi sambil melihat anak buah Gracia.
Hmmm bagus deh,, semoga saja berhasil biar aku bisa tenang dan bisa menggoda Rafa,, siapa tau kan Rafa mau sama aku,, lagian cantikan aku kali daripada Rara,, Rara nggak pantas banget jadi istri Rafa yang kaya raya itu,, dasar wanita miskin nggak tau diri,, batin Zahra.
"Eh tapi kok bos kamu ingin menyingkirkan Rara juga,, apa tujuan dia?" tanya Zahra yang mendadak jadi kepo.
Anak buah Gracia pun tampak berpikir sejenak.
"Kamu nggak perlu tau tujuan bos aku,, yang pentingkan wanita yang ingin kamu singkirkan bisa tiada,, bukannya itu sangat bagus?" ucap anak buah Gracia lagi yang merahasiakan tujuan Gracia pada Zahra.
"Hmm oke," ucap Zahra lagi yang memilih tidak kepo lagi karena dipikiran Zahra bos pria itu adalah laki-laki.
__ADS_1
Zahra berpikir bos pria itu ingin menyingkirkan Rara karena bos pria itu ada saingan bisnis dengan Rafa.
Sementara di pantai Rara benar-benar sangat panik ketika ban yang dia gunakan perlahan-lahan mengempes ditambah dengan ombak yang besar,, Rara tidak bisa berenang dan dia berada cukup jauh dari yang lain.