Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Melihat ke tempat lain,,,


__ADS_3

Rara hanya melihat heran pada Rafa yang senyum-senyum penuh maksud setelah mendengar ucapan Fandi.


"Semangat banget Fan ke rumah sakitnya, karena ada Citra yah? ekhhemm,, ekhhemm,,," goda Rafa pada Fandi.


Astaga aku kenapa jadi gini sih,, Rafa semakin jadi nih gangguin aku,,, batin Fandi yang merutuki kebodohannya sendiri.


"Apaan sih Rafa,, aku itu pengen lihat Ana,, pengen tau keadaan Ana,, itu aja nggak usah mikir macam-macam kamu," ucap Fandi.


"Lagian aku tuh seperti tadi,, karena kita udah dekat nih dengan rumah sakit sayang aja gitu kalau kita nggak langsung menemui Ana," ucap Fandi lagi sambil fokus menyetir mobilnya dan berharap agar Rafa diam tidak mengganggunya lagi.


"Ahh massa sih,, sayang kamu nggak rasa ada yang berubah dari Fandi?" ucap Rafa sambil melihat Rara.


Rara dengan segera menggelengkan kepalanya pertanda merasa tidak ada yang berubah dari Fandi.


"Istriku nggak peka,," ucap Rafa sambil mengelus lembut rambut Rara.


"Rara tuh benar kali Rafa,, bukannya nggak peka,,, kamu aja tuh nuduh-nuduh sembarangan melulu,, dasar kamu tuh aneh banget,," ucap Fandi.


"Hmmm mana ada aneh,, kamu aja tuh yang nggak menyadarinya atau kamu nggak mau ngaku," ucap Rafa.


"Yah terserah kamu deh Rafa mau bilang apa,,, terserah kamu aja," ucap Fandi yang langsung membuat Rafa malah tertawa.

__ADS_1


"Udah,, udah,, kalian kok ribut terus sih,," ucap Rara sambil geleng-geleng kepala melihat Rafa dan Fandi yang seperti tikus dan kucing saja.


"Rafa tuh nyari ribut terus," ucap Fandi.


"Fandi baper," ledek Rafa lalu tertawa lagi.


"Udah sayang ihh,, jangan gangguin Fandi terus,, dia lagi fokus tuh nyetir mobil," ucap Rara sambil melihat Rafa yang sedang tertawa.


"Iya sayang,,, beruntung kamu yah Fandi ada istri aku,, kalau nggak ada istri aku disini,, aku pasti bakalan buat kamu mengakui perasaan kamu pada Citra,," ucap Rafa sambil melihat Fandi.


"Suka hati kau lah Rafa," ucap Fandi kesal yang lagi-lagi membuat Rafa tertawa.


Rafa,, Rara dan Fandi segera keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju ke ruangan Ana.


Sementara di dalam ruangan Ana...


"Gimana Cit,,, dia mau datang?" tanya Reno penasaran begitu Citra sudah selesai telfonan dengan Chris.


Citra pun langsung tersenyum.


"Iya dia mau," ucap Citra.

__ADS_1


"Bagus,,, bagus,," ucap Reno.


"Sekarang dia lagi dimana?" tanya Ana.


"Dia lagi di jalan menuju kesini,," ucap Citra.


"Nggak salah kan sama apa yang aku lakukan ini?" ucap Citra lagi yang kembali ragu dengan keputusannya.


"Nggak salah kok Cit,, udah kamu santai aja,,, emang kamu mau kelihatan sangat kasian dimata Fandi?" ucap Reno sambil melihat Citra.


"Nggak mau juga sih,, tapi aku takut nanti apa yang dipikirkan Ana jadi beneran,,, dia semakin salah paham sama aku,, padahal aku tuh cuma cinta sama Fandi aja," ucap Citra.


"Udah nggak usah takut kamu santai aja,, yang terpenting sekarang kamu harus terlihat baik-baik saja,, dan juga sebentar kamu harus pintar memanfaatkan momen bersama pria itu," ucap Reno lagi memberikan semangat pada Citra.


##########


Rafa,, Rara dan Fandi pun akhirnya masuk ke dalam ruangan Ana.


Mata Fandi langsung tertuju pada Citra begitu masuk ke dalam ruangan Ana. Citra langsung melihat ke tempat lain seketika begitu dia tau Fandi melihat dirinya.


Kenapa dia? biasanya juga centil,, batin Fandi.

__ADS_1


__ADS_2